Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup
Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang ada di sekitarmu sangat beraneka ragam. Secara spesifik keanekaragaman berarti perbedaan ciriciri dan sifat pada makhluk hidup yang berlainan jenis.

Contoh, terdapat bermacam-macam jenis hewan yang ada di lingkungan sekitarmu. Selain beraneka ragam, dalam satu jenis makhluk hidup juga terdapat variasi.

Variasi berarti perbedaan ciri-ciri dan sifat pada makhluk hidup yang sejenis, misalnya variasi warna pada bunga mawar yaitu ada yang berwarna merah, oranye, putih, dan kuning.

Terdapat berbagai macam cara mengklasifikasikan makhluk hidup. Ada klasifikasi berdasarkan ciri luar makhluk hidup (ciri morfologi), manfaat makhluk hidup, habitus (perawakan), tempat hidup, dan sebagainya.

Hewan berdasarkan kesamaan jenis makanannya.

Berikut ini contoh pengelompokan hewan berdasarkan kesamaan jenis makanannya.

  1. Hewan karnivor, yaitu kelompok hewan pemakan daging. Misalnya harimau, serigala, dan singa.
  2. Hewan herbivor, yaitu kelompok hewan pemakan tumbuhan. Misalnya kerbau, rusa, dan jerapah.
  3. Hewan omnivor, yaitu kelompok hewan pemakan daging dan tumbuhan, misalnya musang.

Ciri morfologi/bentuk luar tubuh.

Tumbuhan juga dapat dikelompokkan berdasarkan pada ciri morfologi/bentuk luar tubuh.

1. Berdasarkan jumlah keping lembaga biji, tumbuhan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya mempunyai dua keping lembaga, misalnya kacang tanah, mangga, apel, dan durian.

Sedangkan tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya mempunyai satu keping lembaga, misalnya jagung, kelapa, dan padi.

2. Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan yang berbiji terbuka (bijinya tidak dibungkus oleh daun buah) misalnya melinjo, pakis haji, dan pinus.

Sedangkan Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai biji tertutup (biji dilindungi oleh daun buah), misalnya kamboja, jambu, nangka, dan palem.

Para ahli juga berupaya mengelompokkan makhluk hidup secara umum berdasarkan kekerabatannya. Klasifikasi ini disebut klasifikasi sistem filogeni.

Perkembangan klasifikasi filogeni

Pengelompokan sistem ini terus-menerus mengalami perkembangan. Perhatikan perkembangan klasifikasi filogeni berikut ini.

1. Sistem Dua Kingdom

Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan Animalia.

  • Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup yang mempunyai ciri berdinding sel dan berklorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji.
  • Kingdom Animalia (kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak berdinding sel dan tidak memiliki klorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

2. Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia.

  • Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak sel dan belum memiliki membran inti. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri dan ganggang hijau-biru.
  • Kingdom Plantae, adalah kelompok tumbuhan yang meliputi jamur, lumut, paku, dan tumbuhan biji.
  • Kingdom Animalia, adalah kelompok hewan yang terdiri dari Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

 

3. Sistem Empat Kingdom

Sistem empat kingdom terdiri dari Kingdom Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera terdiri dari bakteri dan ganggang hijau-biru.

Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak mempunyai klorofil walaupun sama-sama mempunyai dinding sel. Sedangkan Kingdom Animalia meliputi berbagai hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.

4. Sistem Lima Kingdom

Pencetus klasifikasi sistem lima kingdom adalah Robert H. Whittaker, seorang ahli biologi Amerika Serikat pada tahun 1969.

Dalam klasifikasi ini Whittaker mengelompokkan makhluk hidup dalam Kingdom Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Kingdom baru yang ditambahkan, yaitu Protista meliputi berbagai jenis makhluk hidup uniseluler maupun multiseluler yang menyerupai jamur, tumbuhan, dan hewan namun tidak dapat dikelompokkan ke dalam Kingdom Fungi, Plantae, dan Animalia.

5. Sistem Enam Kingdom

Pada tahun 1990, Carl Woese, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengembangkan sistem klasifikasi enam kingdom. Dalam klasifikasi ini, beliau membagi Kingdom Monera menjadi dua kelompok.

Bakteri yang mempunyai sifat khusus dikelompokkan dalam Kingdom Archaebacteria, misalnya bakteri yang mampu hidup di perairan bersuhu tinggi atau di lingkungan dengan kadar garam tinggi.

Sedangkan bakteri yang lain dan ganggang hijau-biru (Cyanophyta) dikelompokkan dalam Kingdom Eubacteria.

Jadi, dalam sistem klasifikasi enam kingdom, makhluk hidup dikelompokkan menjadi Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Klasifikasi Makhluk Hidup, Ciri morfologi, Perkembangan klasifikasi filogeni, Sistem Dua Kingdom, sistem tiga kingdom, sistem empat kingkom, sistem lima kingdom, sistem enam kingdom.

 

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian Makhluk Hidup

Pengertian ini menjadi sangat penting untuk mengetahui batasan suatu makhluk bisa dikatakan hidup.

Makhluk hidup atau organisme, yang dalam bahasa Yunani adalah organon yang berarti alat adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup. Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel.

 Makhluk hidup adalah struktur biologis yang merespon perubahan lingkungan atau dalam entitas sendiri. Makhluk hidup memiliki organisasi biokimia yang kompleks yang memungkinkan mereka untuk memproses zat dan memanfaatkan energi untuk merespon perubahan di sekitar mereka.

 

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Manusia, hewan, dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang ada di bumi. Ukuran, bentuk, kebiasaan, tempat, dan cara hidup berbagai makhluk hidup itu bermacam-macam.

Meskipun demikian semua makhluk hidup mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk tak hidup dan benda mati. Apasajakah ciri-ciri makhluk hidup?

Ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut.

1. Bernapas

Setiap saat makhluk hidup selalu bernapas. Bernapas adalah proses pengambilan oksigen dari udara bebas serta melepaskan karbon dioksida dan uap air. Oksigen digunakan untuk pembakaran zat makanan yang disebut proses oksidasi biologis.

Proses oksidasi menghasilkan energi yang digunakan untuk berbagai aktivitas. Sedangkan sisa oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan bersama udara yang dihembuskan ketika bernapas.

2. Memerlukan Makanan atau Nutrisi

Ciri makhluk hidup yang kedua adalah memerlukan makanan atau nutrisi. Kamu saat merasa lapar akan berusaha mengatasi rasa lapar itu dengan makan.

Lalu bagaimana dengan hewan dan tumbuhan? Kalau kamu memiliki hewan peliharaan seperti burung, ayam, dan anjing, kamu tentu memberi makan hewan itu setiap hari.

Sebaliknya hewan liar berusaha memenuhi sendiri kebutuhan makannya. Hal ini membuktikan bahwa hewan memerlukan makanan.

3. Bergerak

Perhatikan makhluk hidup yang ada di sekitarmu. Manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya melakukan gerakan. http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-ulasan/ Gerak pada manusia dan hewan mudah diamati.

Selain itu gerak pada manusia dan hewan dapat menyebabkan berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif.

4. Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilitas)

Hewan dan manusia mempunyai indera. Melalui indera inilah hewan dan manusia mengetahui rangsangan dari lingkungannya. Tahukah kamu indera pada manusia?

Manusia mempunyai lima indera pokok yang disebut panca indera, yaitu mata yang peka terhadap rangsangan cahaya, telinga peka terhadap rangsangan suara, hidung peka terhadap rangsang bau, lidah peka terhadap rangsangan rasa, dan kulit yang peka terhadap rangsangan sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan rasa sakit.

5. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya dapat bertahan hidup.

 Contoh adaptasi pada hewan adalah terdapat berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung sesuai dengan jenis makanan dan tempat hidupnya.

 Contoh adaptasi pada tumbuhan adalah bentuk daun yang berbeda antara tumbuhan yang hidup di daerah lembap, berair, dan kering.

Adaptasi juga dapat berbentuk tingkah laku, misalnya kerbau berkubang ketika udara panas. Cobalah kamu amati macam-macam bentuk adaptasi pada hewan dan tumbuhan di lingkungan sekitarmu

6. Berkembang Biak (Reproduksi)

Berkembang biak adalah menghasilkan keturunan. Kamu tentu tahu bahwa setiap makhluk hidup tidak dapat hidup selamanya. Untuk melestarikan jenisnya maka makhluk hidup memiliki kemampuan berkembang biak.

7. Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh merupakan perubahan ukuran tubuh akibat bertambahnya jumlah sel dan volume tubuh. Pertumbuhan bersifat ireversibel, artinya tidak dapat kembali ke bentuk semula.

Misalnya dari tubuhmu yang bertambah tinggi dan tidak akan kembali menjadi pendek lagi. Sedangkan berkembang merupakan proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif.

Misalnya telur katak menetas menjadi berudu, lalu menjadi katak berekor, katak muda, dan akhirnya berkembang menjadi katak dewasa.

8. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Setiap makhluk hidup mengeluarkan zat sisa agar tidak membahayakan dan meracuni tubuhnya. Alat ekskresi pada manusia berupa paru-paru, kulit, ginjal, dan anus.

Paru-paru mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang terdiri dari air, urea, dan garam.

Ginjal mengeluarkan zat sisa berupa urin yang terdiri dari air, garam, dan urea. Anus merupakan poros sistem pencernaan yang mengeluarkan zat sisa berupa tinja, air, dan garam.

Pengertian Makhluk Hidup, ciri-ciri makhluk hidup, Contoh adaptasi pada hewan, Contoh adaptasi pada tumbuhan, klasifikasi makhluk hidup, adaptasi morfologi, pengertian ekosistem, pengertian lingkungan hidup, ciri makhluk hidup, makhluk hidup, contoh adaptasi morfologi, klasifikasi hewan, contoh adaptasi fisiologi, adaptasi tumbuhan, adaptasi hewan, ciri ciri khusus hewan, pengertian pertumbuhan, tingkat organisasi kehidupan, adaptasi morfologi pada hewan, keanekaragaman gen, ciri ciri makhluk hidup beserta gambarnya, biosfer, iritabilitas, adaptasi morfologi pada tumbuhan, ciri khusus hewan, urutan takson, ciri khusus tumbuhan, taksonomi hewan, tingkat keanekaragaman hayati, adaptasi fisiologi pada tumbuhan, tingkatan takson, adaptasi fisiologi pada hewan, contoh adaptasi fisiologi pada hewan, keanekaragaman ekosistem.

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat
Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian Preparat

 Preparat adalah objek yang diamati dengan mikroskop.preparat dapat berupa preparat kering atau basah yang berupa sayatan atau tanpa sayatan. preparat awetan/kering merupakan objek yang sudah diawet kan.preparat awetan dapat digunakan berkali-kali.

 

Pembuatan Preparat

Agar benda dapat diamati dengan mikroskop cahaya, maka benda itu harus transparan. Oleh karena itu benda yang akan diamati harus dipersiapkan dulu dengan membuat preparat atau sediaan.

Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan preparat adalah gelas benda, penutup gelas, air secukupnya, pipet tetes, silet, kertas isap, dan pewarna.

Silet berfungsi untuk menyayat benda yang akan diamati. Gelas benda berfungsi untuk meletakkan objek gelas yang akan diamati.

Penutup gelas berfungsi untuk menutup benda yang diletakkan pada gelas benda. Pewarna digunakan untuk memudahkan dalam pengamatan, misalnya lugol, metilen biru, dan eosin. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/makalah-sejarah-bpupki/)

Preparat dapat diamati secara melintang maupun membujur. Preparat melintang dibuat dari hasil sayatan secara melintang, sedangkan preparat membujur dibuat dengan sayatan arah membujur.

Cara membuat preparat

Berikut ini langkah-langkah untuk membuat preparat melintang batang.

  • Siapkan batang yang akan diamati. Pilihlah batang yang cukup lunak sehingga mudah diiris dengan silet.
  • Iris batang dengan silet secara melintang ke arah tubuh setipis mungkin. Untuk preparat yang tipis seperti daun, kamu dapat menyelipkan daun pada potongan wortel atau gabus yang telah dibelah, kemudian mengirisnya bersamaan.
  • Letakkan hasil sayatan pada objek gelas dan tetesi dengan air. Jika diperlukan, kamu dapat menambahkan pewarna untuk memperjelas objek.
  • Tutup dengan gelas penutup perlahan-lahan. Usahakan agar tidak terbentuk gelembung udara.
  • Keringkan air yang berlebihan di sekitar kaca penutupdengan kertas isap.
  • Preparat siap untuk diamati dengan mikroskop

Spesifikasi lengkap android Huawei P Smart + (nova 3i)

 

Huawei P Smart + (nova 3i)

Dirilis 2018, Agustus
169g, ketebalan 7.6mm
Android 8.1; EMUI 8.2
Penyimpanan 128GB, slot kartu microSD
19%
4.587.334 hasil
216
Menjadi penggemar
6,3 ”
1080×2340 piksel
16MP
1080p
RAM 6GB
Hisilicon Kirin 710
3340mAh
Li-Ion

Foto-foto
Membandingkan
Pendapat

SEMUA VERSI EUROPEINDIACHINA
Teknologi Jaringan
GSM / CDMA / HSPA / LTE
Peluncuran Diumumkan 2018, Juli
Status Tersedia. Dirilis 2018, Agustus
Dimensi Tubuh 157,6 x 75,2 x 7,6 mm (6,20 x 2,96 x 0,30 in)
Berat 169 g (5,96 ons)

SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

Tipe Layar IPS LCD layar sentuh kapasitif, 16 juta warna
Ukuran 6,3 inci, 97,4 cm2 (~ 82,2% rasio layar-ke-tubuh)
Resolusi 1080 x 2340 piksel, rasio 19,5: 9 (~ kepadatan 409 ppi)
Platform OS Android 8.1 (Oreo); EMUI 8.2
Chipset Hisilicon Kirin 710 (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G51 MP4
Slot Kartu Memori microSD, hingga 256 GB (menggunakan slot SIM 2)
Internal 128 GB, 4 GB RAM atau 64 GB, 4/6 GB RAM
Kamera Utama Dual 16 MP, f / 2.2, PDAF
2 MP, sensor kedalaman

Fitur LED flash, HDR, panorama

Video 1080p @ 30fps
Kamera selfie Dual 24 MP, f / 2.0
2 MP, sensor kedalaman
Fitur HDR
Video 1080p @ 30fps
Sound Loudspeaker Ya
Jack 3.5mm Ya

Pembatalan bising aktif dengan mikrofon khusus

Comms WLAN Wi-Fi 802.11 b / g / n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE, EDR, aptX HD
GPS Ya, dengan A-GPS, GLONASS, BDS
Radio radio FM
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
Fitur Sensor Sidik Jari (dipasang di belakang), akselerometer, gyro, kedekatan, kompas
– Pengisian 5V / 2A 10W
Baterai Baterai Li-Ion 3340 mAh yang tidak bisa dilepas
Warna-warna Lain-lain Hitam, Mutiara Putih, Iris Ungu, Akasia Merah
Harga Tentang 350 EUR

Baca juga :

Spesifikasi Lengkap dari Android Huawei Y9 (2019)

Huawei Y9 (2019)

Dirilis 2018, Oktober
173g, ketebalan 8.1mm
Android 8.1; EMUI 8.2
Penyimpanan 128GB, slot kartu microSD
34%
2.633.508 hits
150
Menjadi penggemar
6,5 ”
1080×2340 piksel
16MP
1080p
RAM 6GB
Hisilicon Kirin 710
4000mAh
Li-Ion

Foto-foto
Membandingkan
Pendapat

Juga dikenal sebagai Huawei Enjoy 9 Plus di Cina
Teknologi Jaringan
GSM / HSPA / LTE
Peluncuran Diumumkan 2018, Oktober
Status Tersedia. Dirilis 2018, Oktober
Dimensi Tubuh 162,4 x 77,1 x 8,1 mm (6,39 x 3,04 x 0,32 in)
Berat 173 g (6,10 ons)
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Tipe Layar IPS LCD layar sentuh kapasitif, 16 juta warna
Ukuran 6,5 inci, 103,7 cm2 (~ 82,8% rasio layar-ke-tubuh)
Resolusi 1080 x 2340 piksel, rasio 19,5: 9 (~ kepadatan 396 ppi)
Platform OS Android 8.1 (Oreo); EMUI 8.2
Chipset Hisilicon Kirin 710 (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)

GPU Mali-G51 MP4

Slot Kartu Memori microSD, hingga 400 GB
Internal 128 GB, 6 GB RAM atau 64 GB, 4 GB RAM
Kamera Utama Dual 16 MP, f / 2.0, PDAF
2 MP, f / 2.4, sensor kedalaman
Fitur LED flash, HDR, panorama
Video 1080p @ 30fps
Kamera selfie Dual 13 MP, f / 1.8
2 MP, f / 2.4, sensor kedalaman

Fitur HDR

Video 1080p @ 30fps
Sound Loudspeaker Ya
Jack 3.5mm Ya
– Pembatalan bising aktif dengan mikrofon khusus
Comms WLAN Wi-Fi 802.11 a / b / g / n / ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Ya, dengan A-GPS, GLONASS, BDS
Radio radio FM
USB microUSB 2.0
Fitur Sensor Sidik Jari (dipasang di belakang), akselerometer, gyro, kedekatan, kompas
– Pengisian 5V / 2A 10W
Baterai Baterai Li-Ion 4000 mAh yang tidak bisa dilepas
Warna Lain-lain Midnight Black, Sapphire Blue, Aurora Purple
Harga Tentang 220 EUR

Sumber : https://www.internetterbaru.com/

Perbedaan antara sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan

Perbedaan antara sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan

Sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan memiliki banyak perbedaan dalam bentuk, struktur, jumlah organel sel, dll. Meskipun ada sel yang sama ditemukan pada sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan. Perbedaan yang paling mendasar adalah bahwa ada dinding sel pada tanaman di mana tidak ada dinding sel dalam sel hewan.

Lebih jauh lagi, pernahkah Anda memperhatikan bahwa proses fotosintesis hanya terjadi pada tanaman dan bukan pada hewan? Atau mengapa hewan dapat bergerak sangat aktif sementara tanaman pada umumnya diam? Hal ini disebabkan oleh bentuk kaku sel tanaman yang membuat tanaman lunak agar tidak bergerak. Sel-sel hewan fleksibel dan dapat berubah bentuk.

Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan

Struktur dasar sel hewan dan sel tumbuhan sebenarnya sama, tetapi karena jenis sel tumbuhan dan hewan berubah sesuai dengan lingkungan dalam perkembangannya, ada berbagai perbedaan antara sel ganda ini. Salah satu hal yang paling jelas adalah peran ekologis bahwa tanaman adalah penghasil makanan, sementara hewan adalah konsumen atau memakan tumbuhan dan hewan lain.

Tabel berikut mencantumkan perbedaan dalam fitur dan bentuk organel intraseluler sel hewan dan sel tumbuhan untuk memfasilitasi perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
Perbedaan sel hewan sel tumbuhan
Morfologi sel Morfologi sel tanaman di mana berbagai jenis dapat berubah bentuk sulit, jarang berubah
Bentuk selain turunan sel

Ukuran Sel Kecil Besar

Dinding sel tidak tersedia
Tidak ada sel inti
Adaptor Seluler Ekstra Mactics
Lisosom Ada banyak sel hewan yang jarang terlihat secara umum
Ada peroxisome
Tidak ada Gilioksisom / jarang ada
Elastisitas jaringan yang tinggi, kurangnya dinding sel yang rendah, adanya dinding sel
Posisi inti sel terletak di tengah sel plak sitoplasma
Sentrosom / sentriol tidak ada / jarang ditemukan
Organel Pernapasan Chloroplasts Mitokondria (Plastid) dan Mitokondria
Sel-sel kecil dan vakuola tunggal tunggal menjadi sangat besar

Silia sering terlihat

Flagella sering ditemukan hanya pada sperma tanaman
Yakin
Pembentukan spindle dari kedua ventrikel
Pembentukan sitokinesis morfogenesis Pembentukan lempeng mitosis beralur
Resistensi tekanan yang lemah tanpa vakuola kontraktil yang kuat oleh dinding sel
Potensi potensial rendah Sangat tinggi
Desmosome rapat ketat antara pengikatan sel Plasmodesmata

Sumber : https://laelitm.com/