Jenis sertifikasi IT

Jenis sertifikasi IT

Jenis sertifikasi IT

Jenis sertifikasi IT
Jenis sertifikasi IT

Lembaga Sertifikasi Profesi IT

Beberapa negara telah mengembangkan dan mempromosikan sistem sertifikasi  yang khas bagi negara tersebut. Beberapa negara menerapkan dan membayar lisensi kepada sistem serti_kasi yang ada. Beberapa negara menggunakan tenaga ahli untuk melakukan ujian.

Jenis sertifikasi

Pada dasarnya ada 2 jenis sertikasi yang umum dikenal di masyarakat

  • Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang memberiakn gelar, Sarjana, Master dll
  • Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu unutk profesi tertentu.

Sayangnya sertifikasi akademik sulit memiliki implementasi langusng dalam industri ICT. Disebabkan karena kecepatan perubahan serta standardisasi antara Universitas. Di samping itu tujuan universitas memang berbeda dengan tujuan industri. Universitas bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi tertentu yang dibutuhkan oleh industri. Spesialisasi yang terlalu sempit juga tidak cocok untuk pengembangan universitas.

Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :

  • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
  • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
  • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat bergantung pada produk vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu strategi pemasaran pada suatu perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan serti_kasi tersebut, maka perusahaan tersebut dapat menjamin kepada kustomer mereka bahwa tersedia cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi produk tersebut). Pada kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor ini sangat populer. Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi vendor ini maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.

Dalam mengembangkan sertifikasi beberapa patokan yang sebaiknya diterapkan :

  • Harus berdasarkan ujian dan cukup sulit dan memiliki beberapa tingkatan
  • Pusat pelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi
  • Sertifikasi tak boleh bergantung pada suatu perusahaan atau suatu institusi. Tetapi sertifikasi vendor sebaiknya juga diakui sebagai suatu komponen untuk memperoleh sertikasi profesi
  • Sertikasi harus mendorong terbentuknya industri lokal.
  • Sertifikasi harus memperkecil jurang antara universitas (education) dan industri. Harus dikembangkan pemetaan antara sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi. Juga mengurangi jurang antara aktifitas riset dan industri.
  • Serti_kasi harus mendorong orang untuk memahami pengetahuan dasar yang berhubungan dengan keahlian terapan pada profesi tersebut. Hal ini akan membantu orang untuk memperbaiki pengetahuannya, sebab mereka tidak ahnya belajar dari “keahlian tertentu” untuk suatu saat saja, tetapi mereka memiliki pengetahuan dasar untuk memehami teknologi baru.
  • Sertifikasi tak boleh mengabaikan kemajemukan orang. Sebagai contoh bahasa, dan kebiasaan lokal. Sehingga untuk kompetensi dalam bidang komunikasi, kemampuan berbahasa lokal perlu dipertimbangkan juga.

Baca :

Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah

Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah

Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah

Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah
Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah

Dalam rencana keamanan informasi merupakan susunan strategi yang diterapkan untuk mengurangi kelemahan dan menurun potensial ancaman dan risiko terkait dengan teknologi informasi yang berjalan, sehingga kemudian dapat melakukan proses untuk meredakan risiko, dan melakukan kontrol dan evaluasi.

Prinsip-prinsip keamanan informasi, ialah sebagai berikut:

– Kerahasiaan (confidentiality), yaitu membatasi akses informasi hanya bagi pengguna tertentu dan mencegah orang yang tidak berhak memperoleh informasi tersebut. Implementasi konsep confidentiality salah satunya adalah user ID dan password dalam skema otentikasi.

– Keutuhan data/informasi (integrity), yaitu taraf kepercayaan terhadap sebuah informasi. Dalam konsep ini tercakup data integrity dan source integrity. Keutuhan data terwujud jika data/informasi belum diubah (masih asli), baik perubahan yang terjadi karena kesalahan atau dilakukan sengaja oleh seseorang.

– Ketersediaan (availability), yaitu ketersediaan, betul sekali. Availability yang dimaksud adalah ketersediaan sumber informasi. Jika sebuah sumber informasi tidak tersedia ketika dibutuhkan, bahkan bisa lebih buruk lagi. Ketersediaan ini bisa terpengaruh oleh faktor teknis, faktor alam maupun karena faktor manusia. Meskipun ada tiga faktor yang berpengaruh, tetapi umumnya manusia adalah link paling lemahnya. Karenanya, wajar jika Anda perlu memperhatikan perlunya menggunakan tools untuk data security, misalnya sistem backup atau anti virus.

pekerjaan di bidang TI yang antara lain

pekerjaan di bidang TI yang antara lain

pekerjaan di bidang TI yang antara lain

pekerjaan di bidang TI yang antara lain
pekerjaan di bidang TI yang antara lain

Berbagai Jenis Profesi untuk Administrasi, Maintenance, Management dan Audit

Berikut merupakan beberapa jenis profesi di bidang IT.. Dengan posisi tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI) yang sangat bervariasi karena menyesuaikan dengan  skala bisnis dan kebutuhan  pasar,
maka sangat sulit untuk mencari standardisasi pekerjaan  di bidang ini. Tetapi setidaknya kita dapat mengklasifikasikan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi tersebut berdasarkan jenis dan kualifikasi pekerjaan yang ditanganinya.

Dapat dilihat jenis pekerjaan di bidang TI yang  antara lain meliputi :

 

  • Administrasi
  1. IT Administrator. Tugasnya adalah menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya.
  2. Network Administrator. Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya.
  3. Database Administrator. Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
  • Programmer

Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan pemrograman komputer terhadap suatu sistem yang telah dirancang sebelumnya.

Jenis pekerjaan ini memiliki 3 tingkatan yaitu :

  1. Supervised (terbimbing). Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya.
  2. Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka tetapi tetap membutuhkan  bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5 tahun pengalama
  3. Independent/Managing (mandiri). Memulai tugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.
  • Sytem Analyst (Analis Sistem)

Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan analisis dan desain terhadap sebuah sistem sebelum dilakukan implementasi atau pemrograman lebih lanjut. Analisis dan desain merupakan kunci awal untuk keberhasilan sebuah proyek-proyek berbasis komputer. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.

  • Project Manager (Manajer Proyek)

Pekerjaan untuk melakukan manajemen terhadap proyek-proyek berbasis sistem informasi. Level ini adalah level pengambil keputusan. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer, terhgantung pada kualifikasi proyek yang dikerjakannya.

  • Instructor (Instruktur)

Berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik terhadap anak didik maupun pekerja level di bawahnya. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.

  • Specialist.

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain,  pekerjaan ini hanya memiliki satu level saja yaitu  independent  (managing), dengan asumsi bahwa hanya orang dengan kualifikasi yang ahli dibidang tersebut yang memiliki tingkat profesi spesialis.

Pekerjaan spesialis menurut model SEARCC ini terdiri dari :

o  Data Communication

o  Database

o  Security

o  Quality Assurances

o  IS Audit

o  System Software Support

o  Distributed System

o  System Integration

Dari berbagai jenis pekerjaan seperti di atas, memang ada pula kecenderungan untuk menyederhanakan departemen TI dengan mengisi hanya beberapa posisi tetapi dengan tanggung jawab yang mencakup banyak hal. Posisi Programmer dan System Analyst adalah dua dari beberapa posisi terdepan yang banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan.

Jika lulusan TI lebih mengincar bidang kerja yang sesuai keahliannya, yaitu sebagai  Programmer dan  System Analyst, mereka harus memperhatikan kualifikasi utama, yaitu  technical knowledge  dan  technical skill. Hal lain yang harus dipenuhi adalah kemampuan  analythical thinking dan orientasi kualitas yang tinggi, ketahanan kerja dalam jangka waktu yang lama serta attention to detail yang juga tinggi. Disamping dua posisi tersebut, posisi IT sales juga merupakan salah satu posisi yang banyak dicari perusahaan.  Pada posisi sales, para profesional di bidang teknologi informasi  tentunya  memiliki kelebihan dengan adanya penguasaan TI yang baik sebagai product knowledge.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Disdik Dan Kammi TandaTangani Mou

Disdik Dan Kammi TandaTangani Mou

Disdik Dan Kammi TandaTangani Mou

Disdik Dan Kammi TandaTangani Mou
Disdik Dan Kammi TandaTangani Mou

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

(KAMMI) daerah Bogor bekerja sama me­ningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Perjanjian kerja sama tersebut tertuang dan ditandatangani dalam nota kesepahaman, antara Ke­pala Disdik Fahrudin dengan Ketua Umum KAMMI daerah Bogor Ammar Multazim di kan­tor Disdik, kemarin.

”Dalam MoU itu, KAMMI dan Disdik siap berkomitmen un­tuk bekerja sama dan bersin­ergi

, khususnya dalam menang­gulangi kriminalitas yang dilakukan oleh dan pada pe­lajar,” ujar Fahrudin usai pe­nandatanganan MoU yang disaksikan Kepala Bidang Pendidikan SD Maman Suher­man dan Kasi Perencanaan dan Pelaporan Disdik Kota Bogor Jajang Koswara.

Tak hanya itu, sambung Fah­rudin, kedua belah pihak siap mengadvokasi angka putus

se­kolah di Kota Hujan. Bahkan, Disdik Kota Bogor berkomitmen terus membenahi fasilitas pen­didikan serta memperbaiki kualitas pendidikan. ”Kami juga berkomitmen dan terus berkomunikasi secara rutin, terutama dalam merealisasikan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Bogor,” tambah­nya

 

Baca Juga :

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK
324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

Sebanyak 324 siswa SMA Negeri 10 Kota Bogor mengikuti Latihan Dasar

Kepemim­pinan (LDK) di sekolahnya, Taman Yasmin, Kelurahan Curug Mekar, Ke­camatan Bogor Barat, kemarin. Tuju­annya agar ke depan para siswa mampu mandiri.

Koordinator Pelaksana LDK, Idar, mengatakan, kegiatan tersebut dige­lar untuk

membentuk siswa berka­rakter serta pemimpin masa depan yang lebih baik. ”Semoga dengan LDK yang bertemakan ”Membentuk siswa berkarakter, pemimpin untuk masa depan lebih baik” mampu membe­rikan kontribusi positif dan menjadi wadah atau kreativitas siswa,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan LDK ter­sebut merupakan program tahunan OSIS SMAN

dengan sasaran menum­buhkembangkan dan membentuk karakter kepemimpinan calon pen­gurus OSIS dan MPK masa bhakti 2018-2019. ”Insya Allah setelah mengik­uti LDK, mereka menjadi siwa-siswi berkualitas dan mandiri,” pungkasnya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran
19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

Sebanyak 19 SMP di Kota Bogor beradu dalam ajang Lomba ”Kaulinan Urang Lembur”

Tingkat Kota Bogor 2018 di Lapangan Softball GOR Pajajaran, Jalan Pemu­da, Kelurahan Tanahsareal, kemarin.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, men­gatakan, Lomba “Kaulinan Urang Lembur” sengaja digelar untuk me­lestarikan permainan tradisional Sunda. Kegiatan ini juga diyakini bisa menggali potensi dan mengembang­kan budaya tradisional. “Khusus ge­nerasi milenial, lomba ini penting sekali untuk melestarikan Kaulinan Urang Lembur agar lebih dikenal ke seluruh pelosok Indonesia,” terangnya.

Bima Arya merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Sebab, banyak gene­rasi milenial

yang terlalu sering bermain gadget, sehingga memberikan efek negatif. Salah satunya kerusakan mata. “Sosial media harus mendidik, hoax itu merusak, game-game yang merusak pikiran anak-anak adalah musuh ber­sama. Untuk itu, mari kita kampanyekan permainan tradisional Kaulinan Urang Lembur agar lebih dikenal ke seluruh Indonesia,” terangnya.

Dengan adanya lomba tersebut, Bima Arya berharap anak milenial mengetahui permainan tradisional yang ada pada 60-90-an. Selain itu, juga agar anak-anak tidak diperbudak teknologi yang akan berdampak ne­gatif. “Tentunya sebagai upaya terus melestarikan permainan dari nenek moyang hingga generasi berikutnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebu­dayaan (Disparbud) Kota Bogor, Shah­lan Rasyidi,

menjelaskan, Lomba Kaulinan Urang Lembur tak lain un­tuk melestarikan permainan tradisio­nal Sunda, menggali potensi dan mengembangkan budaya tradisional. Selain memberikan ruang bagi kre­aktivitas siswa, lomba ini juga bertu­juan sebagai bentuk apresiasi dan hiburan bagi masyarakat. “Di samping itu, juga agar generasi milenial dapat mengenali dan bermain permainan tradisional Sunda yang mulai dilupa­kan dan terpinggirkan,” katanya

Sumber :

https://voi.co.id/

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu
SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1, Kecamatan Bogor Selatan, masih dihantui rasa takut. Penyebabnya,

bukan cuma lokasinya yang berisiko terkena bencana longsor, kondisi bangunan juga mengkhawatirkan karena nyaris roboh.

Kepala SDN Layungsari 1, Kusnadi, mengakui kalau peserta didiknya kerap merasa cemas dengan kondisi bangunan. Kondisi ini membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kerap tak nyaman. “Mereka memang gelisah. Pertama, tebingan dekat sekolah itu sudah dua kali longsor. Kedua, bangunan sekolah juga sudah rapuh,” terangnya.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang rapuh di antaranya ruang belajar kelas 1, 2, 3 dan ruang guru.

“Ruangan itu langitnya sudah ambrol, sehingga kalau turun hujan air masuk menggenangi ruang belajar siswa,” katanya. Sejak dibangun, Kusnadi menuturkan, bangunan SDN Layungsari 1 ini belum pernah direnovasi. Tak heran bila saat ini kondisinya mulai rapuh.

“Kami sudah beberapakali mengusulkan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor

bahkan hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, tapi belum terealisasi juga,” katanya. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, pihak sekolah berinisiatif membuat kuda-kuda bangunan gedung dengan kayu pancang dari bawah. “Itu sifatnya sementara. Kalau didiamkan lama khawatir ambruk, terutama saat turun hujan,” keluhnya. Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, membenarkan rapuhnya kondisi bangunan SDN Layungsari 1. Ia memastikan jika bangunan itu telah diusulkan untuk segera dibangun. “Kita sudah ajukan renovasi kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perumkim) Kota Bogor, karena itu ada di ranahnya Perumkim. Kita tinggal menunggu realisasinya saja,” katanya

 

Baca Juga :

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar
31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

Sebanyak 35 atlet pencak silat pelajar Kota Bogor mengikuti pemusatan latihan di Padepokan

Perguruan Pencak Silat, Ayu Pusaka Indonesia (API). Kegiatan ini dilakukan untuk menghadapi perhelatan akbar Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) yang akan digelar bulan depan di Kabupaten Cianjur.

Pelatih Utama Cabang Olahraga Pencak Silat, Kota Bogor, Lies Ismori, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan atlet cabang olahraga pencak silat untuk kontingen Kota Bogor yang akan berlaga di ajang Popwilda di Cianjur bulan depan. “Sebanyak 31 atlet yang dibina ini terdiri dari 23 atlet inti dan 8 atlet cadangan,” tuturnya.

Menurut Lies, seluruh perwakilan akan mengikuti 23 nomor pertandingan yang masing-masing

sembilan atlet akan turun di kelas tanding putra, delapan atlet akan turun di kelas tanding putri dan 12 atlet akan diturunkan di kelas beregu, baik putra maupun putri. “Para atlet ini tak hanya digembleng latihan, mereka juga akan diberikan pengalaman jam terbang berupa pertandingan dalam even terbuka sebelum diberangkatkan ke ajang Popwilda nanti,” tegasnya.

Soal target cabang olahraga pencak silat, Lies berharap atlet Kota Bogor bisa masuk di Popda Jabar

. “Kami ingin meloloskan atlet pencak silat kontingen Kota Bogor sebanyak mungkin menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat di Bandung,” tegasnya. Sekadar diketahui, atlet cabang olahraga pencak silat kontingen Kota Bogor itu terdiri dari pelajar SMKN 1 Kota Bogor. Empat atlet akan turun di kelas tanding, pelajar SMAN 8 sebanyak sembilan atlet akan turun di kelas tanding dan tunggal, pelajar SMPN 15 sebanyak lima atlet akan turun di kelas tanding dan beregu serta satu atlet pelajar SDN Ciparigi akan turun di nomor seni.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SXK9P25

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019
Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Masa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Bogor untuk semua

tingkatan pendidikan akan dimulai serentak pada Mei nanti. Dinas Pendidikan (Disdik) mengimbau agar orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya mulai mempersiapkan dan melengkapi berkas berkas pendaftarannya.

“Orang tua murid jangan ketinggalan informasi mengenai PPDB, silakan sejak jauh-jauh hari cari informasi yang jelas dan benar. Akan melanjutkan sekolah ke mana sesuai yang dituju, sehingga pada pelaksanaannya nanti orang tua tidak dipusingkan lagi dengan sistem pelaksanaan PPDB ini,” kata Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Disdik Kota Bogor Jajang Koswara.

Menurut Jajang, PPDB di lingkungan Disdik Kota Bogor itu akan diawali dengan PPDB tingkat

Taman Kanak Kanak atau TK, yang akan berlangsung pada 9 dan 10 Mei 2019, disusul dengan PPDB tingkat SD yang akan dilaksanakan pada 20 hingga 23 April 2019. “Untuk sekolah sekolah tertentu, bisa saja PPDB ini hanya dibuka satu hari, jika kuota atau kapasitas daya tampung siswanya sudah terpenuhi,” kata Jajang.

Sementara untuk PPDB SMP, kata Jajang, akan dilaksanakan pada 22 hingga 24 April 2019

, d imana untuk PPDB SMP dimulai dengan seleksi non akademik, yakni seleksi melalui jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua. “Setelah seleksi melalui jalur nonakademik, maka untuk tingkat SMP akan dilanjutkan melalui PPDB Online,” ujar Jajang.

Sementara untuk PPDB tingkat SMA/ SMK, menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 6 Kota Bogor Ichsan, hingga kini pihaknya masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat mengenai pelaksanaan PPDB SMA/ SMK.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SMFLZ2M

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN
PENDAFTARAN CIPTAAN

(1) Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan dan dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan.

(2) Daftar Umum Ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya.

(3) Setiap orang dapat memperoleh untuk dirinya sendiri suatu petikan dari Daftar Umum Ciptaan tersebut dengan dikenai biaya.

(4) Ketentuan tentang pendaftar an sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan Hak Cipta.

Pasal 36

Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang didaftar.

Pasal 37

(1) Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas Permohonan yang diajukan oleh Pencipta atau oleh Pemegang Hak Cipta atau Kuasa.

(2) Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap 2 (dua) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh Ciptaan atau penggantinya dengan dikenai biaya.

(3) Terhadap Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Jenderal akan memberikan keputusan paling lama 9 (sembilan) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya Permohonan secara lengkap.

(4) Kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah konsultan yang terdaftar pada Direktorat Jenderal.

(5) Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara untuk dapat diangkat dan terdaftar sebagai konsultan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah.

(6) Ketentuan lebih lanjut tentang syarat dan tata cara Permohonan ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Pasal 38

Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau suatu badan hukum yang secara bersama-sama berhak atas suatu Ciptaan, Permohonan tersebut dilampiri salinan resmi akta atau keterangan tertulis yang membuktikan hak tersebut.

Pasal 39

Dalam Daftar Umum Ciptaan dimuat, antara lain:
a. nama Pencipta dan Pemegang Hak Cipta;
b. tanggal penerimaan surat Permohonan;
c. tanggal lengkapnya persyaratan menurut Pasal 37; dan
d. nomor pendaftaran Ciptaan.

Pasal 40

(1) Pendaftaran Ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya Permohonan oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap menurut Pasal 37, atau pada saat diterimanya Permohonan dengan lengkap menurut Pasal 37 dan Pasal 38 jika Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau satu badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.

(2) Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 41

(1) Pemindahan hak atas pendaftaran Ciptaan, yang terdaftar menurut Pasal 39 yang terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh Ciptaan yang terdaftar itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.

(2) Pemindahan hak tersebut dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permohonan tertulis dari kedua belah pihak atau dari penerima hak dengan dikenai biaya.

(3) Pencatatan pemindahan hak tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 42

Dalam hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 39, pihak lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat mengajukan gugatan pembatalan melalui Pengadilan Niaga.

Pasal 43

(1) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat orang atau badan hukum yang namanya tercatat dalam Daftar Umum Ciptaan sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permintaan tertulis Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang mempunyai nama dan alamat itu dengan dikenai biaya.

(2) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 44

Kekuatan hukum dari suatu pendaftaran Ciptaan hapus karena:

  1. penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;
  2. lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, dan Pasal 31 dengan mengingat Pasal 32;
  3. dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.