Apakah Lumut Punya faedah bagi Kehidupan?

Apakah Lumut Punya faedah bagi Kehidupan?

Apa yang kamu bayangkan kalau lewat di sebuah rumah kosong yang telah bertahun-tahun tidak dihuni? Kotor dan banyak tanaman liar. Lengkap telah kesan seram dari rumah tersebut. Kamu menyimak deh, kenapa tanaman liar bisa tumbuh di rumah atau bangunan kosong? Padahal kan tidak tersedia yang menanam dan menyiramnya. Ditambah lagi cahaya matahari kadang tidak bisa menyinari area tersebut.

Kamu kudu memahami nih, bahwa di area lembab yang tidak terawat sekali pun bisa tumbuh sebuah tanaman karena lumut. Ya, lumut bisa tempati beragam habitat. Selain di area lembab, lumut terhitung bisa tumbuh di wilayah yang teduh, pangkal pohon, dan di lantai hutan. Bahkan tersedia terhitung lumut yang tumbuh di area perairan layaknya sungai dan danau. Lumut jadi pelopor bagi tanaman lain untuk tumbuh lho Squad.

Maksudnya begini, dikala suatu area berikut bisa ditumbuhi lumut, maka di area berikut nantinya bakal banyak tanaman yang bisa tumbuh juga. Kalau dilihat dari ilustrasi di atas, rumah yang tidak terawat itu dindingnya ditumbuhi lumut kan? Lalu, sejalan berjalannya waktu tanaman liar yang lain terhitung menjadi tumbuh.

Ngomong-ngomong soal lumut, di dalam artikel kali ini kita bakal bahas tentang pengertian, ciri, klasifikasi, dan tentu saja fungsi lumut bagi kehidupan.

“Emangnya tersedia ya fungsi lumut membuat kehidupan? Bisa dimakan?”

Penasaran kan? Nah, lihat tetap artikel ini hingga habis ya.

Lumut jangan kamu plesetkan jadi sebuah singkatan dari LUcu dan iMUT ya. Lumut merupakan peralihan dari tumbuhan bertalus, Thallophyta, dan tumbuhan berkormus atau Cormophyta. Kenapa disebut tumbuhan peralihan sih? Ini karena tubuh lumut belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun secara jelas. Ya karena ukurannya sangat kecil.

Lumut miliki beberapa ciri nih Squad. Paling enggak tersedia empat ciri simple dari lumut yang kudu kamu ketahui, yakni:

1. belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun;

2. akarnya berbentuk akar semu (rhizoid);

3. tidak miliki berkas pembuluh (xilem dan floem); dan

4. organ kelamin lumut disebut anteridium yang membuahkan spermatozoid, dan juga arkegonium yang membuahkan ovum.

Sama layaknya makhluk hidup lainnya, lumut terhitung bisa diklasifikasikan. Ada 3 divisi yang jadi basic klasifikasi dari lumut.

A. Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut ini bukan lumut yang tumbuh di di dalam hati ya. Eaaaaaa….

Hepaticopsida atau lumut hati ini merupakan lumut dengan bentuk tubuh dengan bentuk lembaran dan pipih. Lumut ini bertahan hidup dengan “numpang” di tumbuhan atau bebatuan dengan pertolongan rhizoid-nya. Oh iya, lumut hati ini biasa ditemukan di tanah yang lembab layaknya hutan hujan tropis dan permukaan sungai atau danau.

Ada pun beberapa ciri lumut hati ialah:

1. bentuk tubuh lembaran, pipih, dan berlobus;

2. banyak ditemukan di area lembab layaknya hutan hujan tropis;

3. alat reproduksinya berbentuk payung; dan

4. reproduksi secara seksual yang berjalan lewat peleburan dua sel yaitu spermatozoid dan ovum.

Nah, sesudah memahami pengertian dan ciri-cirinya, sekarang kita kulik yuk fungsi lumut hati bagi manusia. Bagi kamu yang memilki persoalan dengan rambut, lumut hati bisa digunakan sebagai obat penumbuh rambut. Selain untuk penumbuh rambut, lumut hati terhitung berfungsi untuk hati manusia. Bukan menyembuhkan galau lho ya. Lumut hati ini berfungsi untuk menyembuhkan penyakit hepatitis C.

B. Lumut Tanduk (Anthoceropsida)

Coba melihat selokan di lingkungan kurang lebih kamu. Ada lumutnya nggak di selokan tersebut? Awas ngeliatnya jangan sangat dekat, nanti kamu nyebur ke di dalam selokan loh. Lumut tanduk ini terhitung yang kebanyakan ditanam terhadap anggota bawah (di bebatuan) akuarium. Ini berfungsi untuk memberi tambahan fungsi bagi ikan di dalam memelihara benih-benihnya.

Ada pun beberapa ciri umum dari lumut tanduk antara lain:

1. tubuhnya sama lumut hati, tetapi tidak sama sporofitnya (sporofit lumut tanduk membentuk kapsul memanjang);

2. habitatnya di area dengan kelembaban yang tinggi;

3. masaknya kapsul spora tidak bersamaan, tetapi diawali dari atas hingga ke anggota bawah; dan

4. sporogoniumnya tidak bertangkai dan membentuk tanduk selama lebih kurang 12cm.

C. Lumut Daun (Bryopsida)

Jenis lumut yang paling akhir ini ialah lumut daun. Lumut daun ini menempel di anggota akar terhadap area tumbuhnya. Bentuknya berbentuk lembaran spiral, berwarna hijau muda. Kamu bakalan sukar ngebedain mana anggota akar, batang, dan daun lho Squad. Kenapa? Ini karena batang lumut menempel langsung dengan daun dan akarnya.

Lumut daun ini tumbuh di permukaan tanah yang lembab, batang pohon, hingga bebatuan yang lembab. Makanya kamu kalau lagi jalur di permukaan tanah yang lembab dan banyak lumut jadi licin kan? Hati-hati nanti kamu jatuh.

Ciri-ciri umum dari lumut daun antara lain:

1. akarnya berbentuk rhizoid;
2. tidak mempunyai sel/jaringan;
3. batangnya tegak, bercabang, dan berdaun kecil; serta
4. miliki kutikula dan stomata yang bisa mencegah hilangnya air.

Sayangnya, lumut daun ini kurang berfungsi bagi manusia atau hewan

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/