Hungry Shark World Apk Download

Hungry Shark World Terpilih dalam koleksi Game Terbaik 2016 dari Google Play ***
Hiu kembali dalam sekuel yang lebih besar dan lebih buruk ke Hungry Shark Evolution!
Kendalikan hiu dalam hiruk pikuk makan dan makanlah melintasi banyak samudera yang menyantap segalanya, mulai dari ikan dan burung seukuran gigitan hingga paus lezat dan manusia tanpa disadari!
*** Game ini hanya kompatibel dengan perangkat yang menjalankan Android 4.4 atau lebih tinggi ***

Hungry Shark World

LEBIH DARI 20 SPESIFIKASI Hiu
Pilih dari berbagai hiu dalam 7 tingkatan ukuran yang berbeda, termasuk predator laut paling ikonik: Great White!

DUNIA TERBUKA BESAR
Jelajahi Kepulauan Pasifik yang subur, Samudra Arktik yang membeku, Laut Arab yang eksotis, dan sekarang Laut Cina Selatan, tujuan kota yang semarak penuh dengan korban segar dan tidak waspada!

FEAST UNTUK MATA ANDA
Alami kegilaan makan dalam grafis 3D kualitas konsol yang memukau yang akan mengeluarkan segalanya dari air!

SURVIVAL OF THE HUNGRIEST
Ini dimakan atau dimakan di perairan yang penuh dengan 100-an makhluk lezat dan berbahaya … Paus, kapal selam, dan penduduk lokal yang berkeliaran WASPADALAH!

SWASH SHAG MENCUCI
Tingkatkan hiu Anda dan lengkapi gadget rahang untuk menggigit lebih keras, berenang lebih cepat dan tumbuh lebih lapar! Tidak ada hiu yang lengkap tanpa headphone, payung, dan jetpack freakin!

MISI MANIK & BOSS BADASS
Ikuti lebih dari 20 jenis misi termasuk tantangan skor tinggi, perburuan mangsa, dan pertarungan bos epik!

Download : APK PURE

PETS PREDATORIUM MEMBANTU
Bayi hiu, paus, gurita, dan bahkan elang botak senang membantu dengan kemampuan khusus untuk meningkatkan kesehatan, skor, dan banyak lagi!

DEAL DEAL SUPERSIZED
Lepaskan potensi pemangsa hiu Anda: mode SuperSize, terburu-buru, ledakan, hipnosis, dan banyak lagi!

KONTROL TILT INTUITIF
Kembali oleh permintaan populer, sekarang Anda dapat mengontrol hiu Anda hanya dengan memiringkan ponsel Anda!

Papan Peringkat dan Prestasi Google Play diaktifkan.
Gunakan Facebook untuk menyinkronkan kemajuan Anda di seluruh perangkat GP Anda.
Hungry Shark World secara teratur diperbarui dengan fitur, konten, dan tantangan baru untuk membuat Anda kembali lagi!

 

Aplikasi ini berisi Pembelian Dalam Aplikasi yang memungkinkan Anda membeli Permata dan mata uang Emas yang dapat dihabiskan untuk peningkatan dan aksesori. Permata dan Emas juga dapat dikumpulkan dalam game tanpa membutuhkan pembelian.
Game ini berisi iklan. Iklan dinonaktifkan jika Anda melakukan pembelian.

Sukai game di Facebook untuk berita terbaru: www.facebook.com/HungrySharkWorld
Ikuti kami di Twitter @Hungry_Shark
Atau Youtube: http://youtube.com/FutureGamesOfLondon
Dan bergabunglah dengan komunitas kami!
Facebook http://facebook.com/UbisoftMobileGames
Twitter http://twitter.com/ubisoftmobile
Youtube http://youtube.com/user/Ubisoft

PETS PREDATORIUM MEMBANTU
Bayi hiu, paus, gurita, dan bahkan elang botak senang membantu dengan kemampuan khusus untuk meningkatkan kesehatan, skor, dan banyak lagi!

DEAL DEAL SUPERSIZED
Lepaskan potensi pemangsa hiu Anda: mode SuperSize, terburu-buru, ledakan, hipnosis, dan banyak lagi!

KONTROL TILT INTUITIF
Kembali oleh permintaan populer, sekarang Anda dapat mengontrol hiu Anda hanya dengan memiringkan ponsel Anda!

Papan Peringkat dan Prestasi Google Play diaktifkan.
Gunakan Facebook untuk menyinkronkan kemajuan Anda di seluruh perangkat GP Anda.
Hungry Shark World secara teratur diperbarui dengan fitur, konten, dan tantangan baru untuk membuat Anda kembali lagi!

Proses Fotosintesis Lengkap

Proses fotosintesis dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor, yaitu faktor-faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi kondisi lingkungan atau faktor-faktor yang tidak secara langsung mempengaruhi, misalnya, tekanan fungsi-fungsi tertentu dari organ-organ yang penting untuk proses fotosintesis.

Proses ini secara efektif berlaku untuk kondisi lingkungan yang meliputi keberadaan sinar matahari, suhu sekitar dan konsentrasi karbon dioksida (CO2). Ini disebut faktor pembatas dan memiliki pengaruh langsung pada laju fotosintesis.

Faktor pembatas ini dapat mencegah laju fotosintesis dari mencapai kondisi optimal bahkan jika kondisi lain untuk fotosintesis telah meningkat, itulah sebabnya faktor pembatas ini sangat mempengaruhi laju fotosintesis dengan mengendalikan laju fotosintesis yang optimal.

Proses Fotosintesis Lengkap

Lebih lanjut, faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat, usia daun dan ketersediaan nutrisi yang mempengaruhi fungsi organ penting dalam fotosintesis juga secara tidak langsung mempengaruhi laju fotosintesis.

Beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi laju fotosintesis:

Intensitas cahaya
Tingkat maksimum fotosintesis ketika banyak cahaya.

Konsentrasi karbon dioksida
Semakin besar karbon dioksida di udara, semakin banyak bahan yang digunakan tanaman untuk melakukan fotosintesis.

Suhu
Enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optik. Secara umum laju fotosintesis meningkat dengan peningkatan suhu hingga batas toleransi enzim.

Kandungan air
Kekeringan atau kekurangan air dapat menyebabkan penutupan stomata dan menghambat laju penyerapan karbon dioksida, sehingga mempengaruhi laju fotosintesis.

Konten fotosintesis (hasil fotosintesis)
Ketika kadar fotosintesis seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis meningkat. Jika kadar fotosintesis naik atau bahkan jenuh, laju fotosintesis akan menurun.

Fase pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tanaman yang berkecambah daripada pada tanaman dewasa. Ini bisa disebabkan oleh fakta bahwa tanaman yang berkecambah membutuhkan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis
Pada awal abad ke-120, Frederick Frost Blackman dan Albert Einstein mempelajari efek intensitas cahaya (emisi) dan suhu pada tingkat asimilasi karbon.

Dalam transmisi tetap, tingkat asimilasi karbon meningkat dengan meningkatnya suhu. efek ini hanya dapat dilihat pada level pemancar tinggi. Pada pemancar yang lebih rendah, peningkatan suhu tidak banyak berpengaruh pada tingkat asimilasi karbon.
Pada suhu tetap, laju asimilasi karbon lebih bervariasi dengan emisi, pada awalnya meningkat seiring dengan peningkatan emisi secara bersamaan. Namun, pada tingkat penularan yang lebih tinggi, hubungannya tidak berlangsung lama dan laju asimilasi karbon berubah secara konstan.
Poin penting dari dua percobaan ini adalah:

Eksperimen Blackman menunjukkan konsep faktor pembatas. Penghalang lain adalah panjang gelombang cahaya. Cyanobacteria, yang hidup beberapa meter di atas tanah, tidak dapat memperoleh panjang gelombang tepat yang digunakan untuk menghasilkan pemisah yang diinduksi foton dalam pigmen fotosintesis tradisional. Untuk membatasi masalah ini, serangkaian protein dengan pigmen yang berbeda mengelilingi pusat reaksi. Ini disebut fikobilisome.
Secara global, reaksi fotokimia tidak dipengaruhi oleh suhu. Namun, percobaan ini dengan jelas menunjukkan bahwa suhu dapat mempengaruhi laju asimilasi karbon, sehingga ada dua rangkaian reaksi dalam proses asimilasi karbon. Ini adalah tahap ‘fotokimia’ tergantung pada suhu dan cahaya tetapi bukan udara.
Tingkat karbon dioksida dan fotorespirasi
Ketika konsentrasi karbon dioksida meningkat, tingkat gula yang dihasilkan oleh reaksi tergantung cahaya meningkat hingga dibatasi oleh sebab-sebab lain: RuBisCO, suatu enzim yang meningkatkan karbon dioksida dalam reaksi dalam gelap, meningkatkan oksigen dan karbon. Ketika konsentrasi karbon dioksida tinggi, RuBisCO akan menunjukkan karbon dioksida. Namun, dengan konsentrasi karbon dioksida rendah, RuBisCO akan meningkatkan oksigen dan bukan karbon dioksida. Proses ini, yang disebut fororespirasi, menggunakan energi tetapi tidak menghasilkan gula.

Aktivitas RuBisCO oxygenase tidak menguntungkan bagi tanaman karena alasan berikut:

Salah satu produk dari aktivitas oksigennya adalah fosfoglikolat (2 karbon) dan bukan 3-fosfat

Sumber : https://santinorice.com/

Penegakan Hukum Krusial dalam Literasi Penggunaan Media

Penegakan Hukum Krusial dalam Literasi Penggunaan Media

Penegakan Hukum Krusial dalam Literasi Penggunaan Media

Penegakan Hukum Krusial dalam Literasi Penggunaan Media
Penegakan Hukum Krusial dalam Literasi Penggunaan Media

Media massa arus utama (mainstream) mempunyai tantangan besar untuk tetap menjadi penjaga

pintu gerbang informasi (the gatekeeper) terkait maraknya berita hoaks yang masih masif beredar.

Media massa arus utama harus bisa bersaing dalam menyuarakan kebenaran dan mendistribusikan informasi dalam bentuk berita yang bisa dipertanggung jawabkan secara kaidah jurnalistik

“Semua orang bisa jadi wartawan. Tapi belum tentu semuanya baik, ada yang anti Pancasila, dan lainya. Apa yang terjadi? Media sosial dibanjiri konten yang isinya sampah, yakni hoaks. Oleh karena itu masyarakat perlu diberi literasi tentang apa yang disebut hoaks, bagaimana regulasinya, ada UU ITE dan lain-lain,” kata staf ahli Menteri Kominfo bidang Hukum Hendri Subiakto dalam diskusi “Literasi Media Sebagai Alat Pemersatu Bangsa”, di Jakarta, Jumat (12/7/2019) petang.

Diskusi publik yang diadakan Generasi Milenial se-Jabodetabek ini menghadirkan pemimpin media a

rus utama yakni Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan Aditya Laksamana Yudha, Ali Akbar Pemimpin Redaksi Harian Terbit, Jodi Yudhono Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO), dan dihadiri delegasi mahasiswa-mahasiswi berbagai universitas se-Jabodetabek.

Hendri menyebutkan, perkembangan era digital yang ditandai dengan semakin masifnya penetrasi media sosial dalam berbagai aspek kehidupan, telah mengubah cara-cara dan pola komunikasi masyarakat, dan menjadikan arus informasi mengalir deras dan cepat.

Menjelang dan sesudah pesta demokrasi tahun ini Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif, masyarakat terpapar oleh jutaan informasi tidak terverifikasi.

Banyak pihak, atau golongan tertentu yang menggunakan mesin hoaks secara masif. Ada kubu yang konsisten memproduksi hoaks untuk mendapatkan dukungan. Tak ayal, warga terpolarisasi, terkubu-kubu, bahkan banyak persaudaraan retak.

Untuk itu menurut Hendri penanganan hoaks harus mencakup dari hulu, seperti literasi melalui diskusi publik.

Kedua ada di tengah, misalnya ada yang membuat lembaga tertentu untuk menunjukkan mana yang hoaks dan bukan, termasuk fact checker. Lalu ada Masyarakat Anti Fitnah, yang bisa diajak berdiskusi. “Yang terakhir adalah penegakan hukum,” kata Hendri.

Hendri menambahkan pemerintah kini tengah menggodok sanksi bagi platform media sosial atau chatting yang membiarkan hoaks beredar.

“Di sini juga kita tekankan kepada platformnya, kalau ada hoaks, yang beredar di facebook, mereka akan kita ingatkan supaya mereka punya mekanisme tidak membiarkan platformnya dipakai,” tegasnya

 

Baca Juga :

Muliaman Hadad: Pendidikan Vokasi Indonesia Bisa Contoh Swiss

Muliaman Hadad Pendidikan Vokasi Indonesia Bisa Contoh Swiss

Muliaman Hadad: Pendidikan Vokasi Indonesia Bisa Contoh Swiss

Muliaman Hadad Pendidikan Vokasi Indonesia Bisa Contoh Swiss
Muliaman Hadad Pendidikan Vokasi Indonesia Bisa Contoh Swiss

Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Darmansyah Hadad menyarankan agar program

pendidikan vokasi di Indonesia meniru negara tempatnya bertugas.

Di Swiss, 70 persen lulusan sekolah menengah atas tidak melanjutkan ke universitas tetapi ke pendidikan vokasi, kata Muliaman dalam seminar Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia di Kampus Universitas Prasetya Mulya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

“Ini berbeda dengan kita yang banyak ke pendidikan ke universitas,” kata Muliaman.

Dia mengimbau para orang tua siswa agar tidak berpikir bahwa pendidikan vokasi itu rendah, k

arena banyak para Chief Executive Officer atau CEO dan pengusaha-pengusaha besar di Swiss merupakan lulusan pendidikan vokasi.

“Untuk itu, penting untuk kita cek lagi dengan infrastruktur yang ada, apa yang bisa dimanfaatkan, dan terbangun ekosismem yang lebih komplit dan kuat seperti yang terjadi di Swiss dengan koordinasi kementerian yang baik,” kata Muliaman.

Di sekolah vokasi Swiss, tiga hari pelajaran di pabrik dan satu setengah hari di ruang kelas

sekolah sehingga lebih banyak kerja operasional, ujarnya.

Muliaman berharap kualitas dan produktivitas sumber daya manusia tidak menjadi missing link atau mata rantai yang hilang dalam proses pembangunan ekonomi Indonesia, dan hal itu bisa diatasi dengan pendidikan vokasi yang baik.

Menurut dia, pendidikan vokasi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti masih kuatnya anggapan para orang tua bahwa jalur pendidikan ini hanyalah pilihan kesekian bagi anak-anaknya.

“Kemudian, ketidakinginan sektor privat mempekerjakan para lulusan vokasi. Dengan kata lain, ekosistemnya belum terbangun sempurna,” kata Muliaman.

Muliaman juga menyebut pendidikan vokasi Tiongkok sebagai model yang layak ditiru Indonesia. Di sana, pendidikan vokasi mendapat perhatian serius dengan dibentuknya lembaga National Vocational Education Steering Committee.

Sementara Swiss menjadi mitra penting untuk merevitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia karena penerapan dual vocational education and training (sistem pelatihan dan pendidikan vokasi ganda) yang mereka terapkan mampu menghasilkan pekerja dengan usia muda yang produktif dan juga kompetitif.

Hal itu tercermin dari angka pengangguran pekerja muda yang kecil dan peringkat tertinggi yang mampu dicapai negara ini dalam Global Competitiveness Index lansiran World Economic Forum.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/bedhaya-ketawang-dan-bedhaya-semang/

 

Ketua OJK Jadi Profesor Ilmu Manajemen Risiko di UNS

Ketua OJK Jadi Profesor Ilmu Manajemen Risiko di UNS

Ketua OJK Jadi Profesor Ilmu Manajemen Risiko di UNS

Ketua OJK Jadi Profesor Ilmu Manajemen Risiko di UNS
Ketua OJK Jadi Profesor Ilmu Manajemen Risiko di UNS

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso

diangkat menjadi profesor bidang ilmu manajemen risiko di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pengangkatan itu berlaku sejak 1 Juni 2019.

Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menristekdikti nomor 24566/M/KP/2019 yang ditandatangani langsung oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap.

Dalam surat keputusan itu disebutkan Wimboh dinilai telah memenuhi syarat

untuk diangkat dalam jabatan profesor. Syarat yang telah dipenuhi sebagai guru besar, antara lain merujuk pada rekomendasi Ketua Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen tanggal 31 Mei 2019.

Pengangkatan itu, antara lain berlandaskan pada UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta memperhatikan Surat Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 4280/UN27/KP/2019 tanggal 7 Mei 2019.

Wimboh Santoso yang lahir di Boyolali, 15 Maret 1957, merupakan alumnus UNS

yang lulus dari fakultas ekonomi tahun 1983.’

 

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/sejarah-bandung-jawa-barat/

UAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro Jonggrang

UAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro JonggrangUAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro Jonggrang

UAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro Jonggrang

UAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro JonggrangUAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro Jonggrang
UAS, STKIP Purwakarta Gelar Drama Roro Jonggrang

Sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah pagelaran sastra

Pendidikan Bahasa Indonesia. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Purwakarta, pentaskan kesenian drama Roro Jonggrang di Bale Indung Linuhung Disdik Purwakarta, Jumat (8/6).

Ini ujian akhir semester untuk mahasiswa semester enam STKIP yang mengambil mata kuliah pagelaran sastra,” ujar Dosen Pagelaran Drama sekaligus penulis naskah pertunjukan Roro Jonggrang, Burhan Sidiq kepada awak media.

Menurutnya, selain sebagai bahan ujian untuk mahasiswanya, pertunjukan drama Roro Jonggrang juga merupakan sebuah bentuk kritik feminisme.

“Dalam ceritanya kan sangat mendiskreditkan perempuan bahwa cinta seorang lelaki,

tidak bisa ditolak oleh seorang perempuan. Roro Jonggrang menolak cinta Bandung Bondowoso akhirnya menjadi batu,” tuturnya.

Ia katakan berikutnya, simbolisasi dimana Roro Jonggrang menjadi batu karena menolak cinta Bandung adalah bentuk stereotype bahwa wanita itu lemah.

“Dalam cerita tersebut, Roro Jonggrang akhirnya menjadi batu karena menolak cinta Bandung Bondowoso. Ini seperti stereotype dimana wanita itu lemah tidak memiliki hak kebebasan untuk mengambil keputusan dalam hidupnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Burhan berharap kepada mahasiswa dan pelajar SMA yang menyaksikan pegelaran

drama tersebut dapat memahami pentingnya perjuangan terhadap persamaan gender dan hak-hak perempuan.

“Drama ini bentuk perlawanan kita terhadap aksi wanita yang kerap dimarginalisasi oleh kaum laki-laki dan menolak kekerasan terhadap kaum wanita. Sehingga Roro Jonggrang pada drama ini bisa mengatakan, tidak ada yang dikutuk menjadi batu, tidak ada candi ke-seribu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang penonton pagelaran drama yang juga mahasiswi STKIP, Sindy (20) mengaku senang menyaksikan drama tersebut.

“Saya sangat senang dengan pagelaran drama ini. Selain saya bisa menikmati unsur seninya, saya juga dapat mengambil pesan moral yang mendalam terkait isu feminisme,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa
Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Orangtua siswa yang rata-rata ibu-ibu penuhi sejumlah toko peralatan sekolah di Purwakarta

. Seperti terlihat di salah satu toko buku di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (13/7).

Seorang pembeli, Ida Nuraida (40) warga Nagri Kaler mengatakan bahwa ia datang ke toko buku AA untuk membeli perlengkapan belajar sekolah untuk kedua putranya.

“Beli sampul buku, kertas, untuk persiapan keperluan sekolah. Pensil, alat tulis, dan buku sudah di beli kemarin, di toko ini juga,” kata Ida.

Tidak hanya Ida, Asep Dadang (43) warga Maracang pun membeli perlengkapan sekolah anaknya di toko yang sama. Datang bersama istri dan anak perempuannya, dirinya memilih berbagai macam perlengkapan untuk belajar anaknya nanti.

Mulai dari buku, kertas, pensil dan pulpen hingga serutan masuk dalam keranjang belanjaan Mukhtar.

“Belanjaan peralatan tulis ini untuk kedua anak saya, yang baru masuk TK dan yang baru naik kelas 5 SD,” ucapnya.

Ia pun mengaku rutin berbelanja di toko alat tulis yang berada di pusat kota itu. Setiap menjelang tahun ajaran baru pun, bisa dipastikan ia membeli ATK anaknya di toko tersebut.

Toko Buku Raup Untung

Saking banyaknya orang tua yang membelikan anaknya keperluan belajar seperti buku atau alat tulis, keuntungan pun diraup toko tersebut.

Herman (25), penjaga Toko AA mengatakan hampir setiap hari dipenuhi pembeli.

“Setiap hari ramai seperti begini. Kenaikan lebih dari 60 persen dibandingkan hari biasa atau setelah masuk ajaran baru,” kata Herman.

Menurutnya, tidak kurang dari 200 dus atau lebih dari 5000 buku, habis setiap harinya dibeli warga.Ia pun menjelaskan bahwa para pembeli biasanya memborong buku tulis berbagai ukuran dan merk, pensil dan pulpen.

Para orang tua yang anak-anaknya baru memasuki jenjang sekolah, kata Herman, yang biasanya membeli cukup banyak peralatan tulis tersebut.

Ramainya toko dua lantai oleh para pembeli pun dirasakan pihaknya lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

“Mulai dari lebaran sampai hari ini, masih ramai, biasanya paling satu atau dua minggu, ini udah sebulan masih penuh. Karena libur sekolahnya kan tahun ini lebih lama,” ujarnya.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-nama-kota-makassar/

Ini Alasan Disdik Soal Kecamatan Cinambo Tak Miliki SMP Negeri

Ini Alasan Disdik Soal Kecamatan Cinambo Tak Miliki SMP Negeri

Ini Alasan Disdik Soal Kecamatan Cinambo Tak Miliki SMP Negeri

Ini Alasan Disdik Soal Kecamatan Cinambo Tak Miliki SMP Negeri
Ini Alasan Disdik Soal Kecamatan Cinambo Tak Miliki SMP Negeri

Satu-satunya kecamatan yang tidak memiliki sekolah negeri berkelanjutan

yaitu kecamatan Cinambo. Akibatnya banyak calon siswa yang bertempat tinggal di kecamatan Cinambo paling susah untuk bersekolah di SMP negeri dikarenakan aturan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hal tersebut dibenarkan, Panitia PPDB Dinas Pendidikan, Edy Suparjoto saat dihubungi RMOLJabar.

“Di Cinambo itu belum ada SMP. Satu-satunya kecamatan yamg belum memiliki SMP

itu Kecamatan Cinambo,” ucapnya, Kamis, (12/7).

Edy beralasan, keterbatasan akses di lahan yang ditargetkan menjadi sekolah baru menjadi kendala belum dibangunnya SMP negeri baru di lokasi tersebut.

“Hanya kan di sana kami sudah ada tanah, tapi di tanah itu tidak ada akses untuk keluar. Sekitar 4.000 meter persegi,” dalihnya.

Selanjutnya, Edy mengungkapkan calon siswa yang bertempat tinggal di kecamatan Cinambo dapat ditampung sekolah terdekat dari kecamatan Cinambo.

“Meski begitu di Kecamatan Cinambo sebelah timur dan utara, bisa terkover oleh SMPN 8

dan SMPN 50, dan sebelah barat kecamatan ada SMPN 46, bisa,” ungkapnya.

Edy menambahkan, dana anggaran dari pemerintah kota untuk pembangunan sekolah baru, belum ada dari pemerintah Kota Bandung.

“Rencananya, pengadaan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cinambo akan dilakukan tahun ini. Kami, disdik, yang mengajukan DPMP3K bagian aset untuk pengadaan sekolah, tapi kendalanya asesmen anggaran ada di pihak pemkot,” ujarnya

Diberitakan sebelumnya oleh RMOLJabar, Anggota DPRD Kota Bandung Gagan Hermawan menegaskan, DPRD Kota Bandung telah menganggarkan Rp 600 miliar per tahun guna membangun sarana dan fasilitas pendidikan atau sekolah baru yang berkelanjutan di seluruh kecamatan Kota Bandung.

“Padahal dari kami DPRD kota Bandung setiap tahunnya menganggarkan untuk pembelian aset lahan untuk sarana pendidikan, tapi tidak bisa terealisasi,” pungkasnya

 

Sumber :

https://symbiantweet.com/alasan-memilih-bendera-merah-putih/

Ujian Nasional SMK Berjalan Lancar

Ujian Nasional SMK Berjalan Lancar

Ujian Nasional SMK Berjalan Lancar

Ujian Nasional SMK Berjalan Lancar
Ujian Nasional SMK Berjalan Lancar

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) sejauh ini berjalan lancar. Mendikbud mengapresiasi peran semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UN.

“Dari hasil pemantauan kami, pelaksanaan UN baik yang berbasis komputer maupun yang berbasis kertas dan pensil, berjalan lancar,” kata Mendikbud saat meninjau pelaksanaan UN SMK di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/4/2018).

Sejumlah kendala teknis yang terjadi selama pelaksanaan UN SMK dapat ditangani

i dan tidak mengganggu kelancaran ujian ini. “Ada beberapa kendala teknis yang terjadi di lapangan, namun semua bisa diatasi,” kata Muhadjir.

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat, Mendikbud meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) ke beberapa SMK. Mendikbud mengunjungi SMK Negeri 2 Labuan Bajo untuk melihat pelaksanaan UNKP. Untuk melihat pelaksanaan UNBK, Muhadjir mengunjungi SMK Negeri 1 Labuan Bajo dan SMK Stella Maris.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga berdialog dengan para siswa yang selesai melaksanakan ujian. “Hari ini mata pelajaran Bahasa Inggris, tidak ada kesulitan kan? Saya doakan semoga hasilnya baik, kalian lulus semua, dan bisa cepat bekerja,” kata Muhadjir yang disambut tepuk tangan para siswa.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Moch Abduh,

yang menyertai kunjungan kerja Mendikbud, mengatakan UN SMK berjalan baik dan lancar. “Dari pemantauan posko UN Kemendikbud, UN SMK sejauh ini lancar, masalah-masalah teknis yang terjadi bisa diatasi dengan baik,” kata Moch Abduh.

Puspendik terus mengevaluasi pelaksanaan UN SMK, dan berharap pelaksanaan UN pada sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) berjalan lancar. “Kami terus mengevaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan, semoga UN tahun ini berjalan lancar,” ujar Kepala Puspendik.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud,

UN SMK tahun ini diikuti 1.485.302 peserta. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2 persen atau 26.240 siswa yang menggunakan metode UNKP, sisanya sebanyak 1.395.666 siswa atau 98 persen menggunakan metode UNBK. (Nur Widiyanto)

 

Baca Juga :

 

 

Kompetisi Gala Siswa Indonesia Mulai Bergulir

Kompetisi Gala Siswa Indonesia Mulai Bergulir

Kompetisi Gala Siswa Indonesia Mulai Bergulir

Kompetisi Gala Siswa Indonesia Mulai Bergulir
Kompetisi Gala Siswa Indonesia Mulai Bergulir

Tangerang Selatan, Kemendikbud — Kompetisi sepak bola yang bertajuk Gala Siswa Indonesia (GSI)

mulai bergulir. Kompetisi sepak bola untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pemain sepak bola profesional di masa mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyempatkan membuka GSI tingkat Kota Tangerang Selatan, di Global Jaya International School Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Jumat (05/04/2018). Di Kota Tangerang Selatan sebanyak 127 Siswa SMP mengikuti seleksi GSI.

Penyelenggaraan liga sepak bola siswa usia dini ini merupakan wujud komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam melaksanakan revitalisasi percepatan persepakbolaan nasional yang diamanatkan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada bulan April 2017.

“Penyelenggaraan Gala Siswa ini merupakan realisasi dari instruksi Presiden dalam rapat kabinet terbatas, agar Kemendikbud dapat menyelenggarakan semacam kompetisi di level sekolah dalam rangka mencari bibit unggul, bibit yang memiliki bakat luar biasa di sepak bola,” kata Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan bahwa penjaringan bibit pemain sepak bola paling tepat dimulai pada jenjang SMP.

Hal ini sudah berjalan di negara-negara yang sepak bolanya maju. “Untuk mencari bibit-bibit luar biasa, saya kira sejak mulai SMP inilah yang harus kita lakukan,” tambah Muhadjir.

Penyelenggaraan GSI ini merupakan kerja sama Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (Dit PSMP), pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). “Saya senang sekali dukungan semua pihak dan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan GSI. Mudah-mudahan musim kompetisi ini akan terus berlangsung, karena apa yang kita lakukan ini adalah pilihan yang tepat untuk membangun sepak bola Indonesia. Tingkatkan prestasi dan sportivitas,” pesan Mendikbud.

Penyelenggaraan GSI tahun ini diikuti sekitar 144 ribu siswa se-Indonesia.

Seleksi dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai tingkat nasional. Tema yang diusung GSI adalah “Melalui Gala Siswa SMP Membentuk Generasi Cinta Prestasi Akademik, Olahraga, dan Berbudi Pekerti Luhur”. (Nur Widiyanto)

 

Sumber :

http://www.macrothink.org/journal/index.php/ajfa/comment/view/11810/10136/10716