Foto Xiaomi Mi 5 Muncul dalam Balutan Warna Putih dan Hitam

Foto Xiaomi Mi 5 Muncul dalam Balutan Warna Putih dan Hitam

Foto Xiaomi Mi 5 Muncul dalam Balutan Warna Putih dan Hitam

Foto Xiaomi Mi 5 Muncul dalam Balutan Warna Putih dan Hitam
Foto Xiaomi Mi 5 Muncul dalam Balutan Warna Putih dan Hitam

Bocoran spesifikasi hardware smartphone jagoan Xiaomi, yaitu Mi 5, perlahan sudah mulai terkuak. Kini giliran foto-foto terbaru Mi 5 beredar yang memperlihatkan smartphone ini dengan tampilan yang berlawanan satu sama lain. DI satu foto, Mi 5 terlihat memiliki warna putih, di foto lainnya terlihat berwarna hitam.

Foto yang pertama memperlihatkan tampilan depan Mi 5 dengan model Ivory. Sementara foto lainnya memperlihatkan sisi belakang dari varian Mi 5 berwarna hitam yang sebelumnya sudah pernah muncul, namun hanya bagian depannya saja.

mi5

Sepertinya Mi 5 akan hadir dengan dua konfigurasi berbeda.

Tidak hanya berbeda dari spesifikasi internalnya saja, tapi juga berbeda dari sisi material. Versi yang lebih mahal seluruhnya terbuat dari metal, sedangkan versi yang lebih murah akan menggunakan kaca pada bagian belakang.

Namun apabila salah satu dari model tersebut ternyata hoax, semoga saja versi

yang berwarna hitam yang terlihat lebih elegan dan premium daripada versi yang berwarna putih yang akan benar-benar keluar menjadi kenyataan.

Baca Juga: Toko Online GearBest Pajang Xiaomi Mi 5 dengan Spesifikasi Lengkap

Sebagai pengingat, Mi 5 akan hadir dengan CPU Snapdragon 820,

layar QHD berdimensi 5.2 inci, RAM 4 GB, kapasitas penyimpanan 64 GB, serta pemindai sidik jari yang disamarkan sebagai tombol fisik home. Smartphone ini menjalankan OS Android Marshmallow 6.0.

 

sumber :

https://penirumherbal.co.id/dolphin-browser-apk/

Dari sisi Hal yang Diamati

Dari sisi Hal yang Diamati

Dari sisi Hal yang Diamati

Dari sisi Hal yang Diamati
Dari sisi Hal yang Diamati

Selain dari sisi proses (bagan alir), instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Dari sisi hal yang diamati, instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers), instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom), dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann,1992).
a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers)
Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnya, tentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas, dsb. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Sejauh mungkin, catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri, yaitu:
1) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas,
2) tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas,
3) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati, dan
4) pengamatan harus dilakukan secara objektif.

Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events),
b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form),
c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns),
d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation),
e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model),
f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions),
g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-, Whilst-, and Post-Teaching Activities) ,
h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students), dsb.

Baca juga : 

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas


Gagas pendapat perlu dilakukan mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah,
 penggunaan sungai, dan seterusnya), atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk., 2005).


Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan


Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.
Dari sisi proses
Dari sisi proses (bagan alirnya), instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).
a. Instrumen untuk input
Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Di samping itu, mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan, misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal, buku teks dalam kondisi awal, dst.
b. Instrumen untuk proses
Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi, format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.
c. Instrumen untuk output
Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal, nilai peserta didik berkisar pada ang

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA

INOVASI PEMBELAJARAN MIPA
INOVASI PEMBELAJARAN MIPA

Pada Cooperative Learning siswa bekerja bersama-sama dalam team yang beranggotakan 4 atau 5 siswa. Cooperative Learning is a succesful teaching strategy in wich small teams, each with students of different levels of ability, use a variety of learning activities to improve the understanding of a subject. Each members of a team is responsible not only for learning what is taught but also for helping teammates learn, yhus creatung an atmosphere of achievement. (http://www.ed.gov). Pada definisi tersebut terkandung pengertian bahwa dalam belajar kooperatif

banyaknya anggota kelompok kecil, kemampuan anggota-anggota kelompok yang berbeda, menggunakan aktivitas belajar yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman diri. Setiap anggota kelompok tidak hanya bertanggung jawab pada belajar sendiri tetapi juga membantu teman satu team yang lain dalam belajar, sehingga tercipta suasana sukses.

Definisi lain dikemukakan oleh Roger T. Johnson dan David W. Johnson (http://www.co_operation.org), bahwa: Cooperative learning is a relationship in a group of students that requires positive interdependence (a sense of sink or swim together), individual accountability (each of us has to contribute and learn), interpersonal skills (communication, fruit, leadership, decision making, and conflict resolution), face to face promotive interaction and processing (reflection on how well the team is functioning and how to function even better). Pada definsi ini terkandung

pemahaman bahwa dalam belajar kooperatif tercipta kerjasama yang baik antar anggota team ada ketergantungan saling memerlukan yang positip (menanamkan rasa kebersamaan), tanggung jawab masing-masing anggota (setiap anggota memiliki sumbangan dan belajar), keterampilan hubungan antar person (komunikasi, keberhasilan, kepemimpinan, membuat keputusan, dan penyelesaian konflik), tatap muka menaikkan interaksi dan pengolahan data.

Slavin mengemukakan bahwa: Cooperative Learning refers to a variety of teaching methods in which students work in a small groups to help one another learn academic content. In cooperative classrooms, student are expected to help each other, to discuss and argue with each other, to assess each other’s current knowledge in fill in gaps in each other understanding.

Belajar bekerjasama berkenaan dengan berbagai macam metode pembelajaran yang perwujudan realnya siswa bekerja dalam group-group kecil dan saling membantu belajar materi akademis. Dalam kerjasama dalam bentuk kelas, partisipasi yang diharapkan dari siswa adalah saling membantu satu sama lain, berdiskusi dan berargumentasi satu sama lain, saling menilai pengetahuan dan perbedaan pemahaman satu sama lain.

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik simpulan bahwa dalam pembelajaran kooperatif memiliki unsur-unsur:

1. Siswa belajar dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4 sampai 5 orang untuk efektifitas kelompok dalam belajar. Anggota kelompok yang terlalu besar tidak menjamin adanya kerja belajar yang efektif.

2. Setiap anggota kelompok memiliki rasa ketergantungan dalam kelompok, keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh kekompakan anggota-

anggota dalam kelompok tersebut.

3. Diperlukan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok, kesadaran tanggung jawab masing-masing anggota kelompok dalam belajar sangat mendukung keberhasilan kelompok.

4. Terdapat kegiatan komunikasi tatap muka baik antar anggota kelompok daslam kelompok maupun antar kelompok. Adanya komunikasi ini dapat

mendorong terjadinya interaksi positip, sesama siswa dapat lebih saling mengenal, masing-masing siswa saling menghargai pendapat teman,

menerima kelebihan dan kekurangan teman apa adanya, menghargai perbedaan pendapat yang selalu terjadi dalam kehidupan. Siswa saling

asah, saling asih dan saling asuh.

5. Anggota-anggota kelompk berlatih untuk mengevalusi pedapat teman, melalui adu argumentasi, belajar menerima hasil evaluasi dari teman sesama anggota kelompok, pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa toleransi pendapat dan bergaul dalam hidup bermasyarakat.

EufyCam: Kamera Pengawas Cerdas Berteknologi A.I

EufyCam Kamera Pengawas Cerdas Berteknologi A.I

EufyCam: Kamera Pengawas Cerdas Berteknologi A.I

 

EufyCam Kamera Pengawas Cerdas Berteknologi A.I
EufyCam Kamera Pengawas Cerdas Berteknologi A.I

Keamanan rumah merupakan

salah satu hal yang harus mendapat perhatian khusus. Untuk itu ada banyak cara yang bisa dilakukan guna mengawasi rumah agar terhindar dari perbuatan jahat, salah satunya adalah dengan memasang kamera pengawas.

Meskipun saat ini kamera pengawas sudah ada banyak macamnya, namun EufyCam menawarkan sesuatu yang lain dari kamera pengawas kebanyakan. Kamera pengawas ini memiliki teknologi canggih terkini yakni A.I atau Artificial Intelligence.

Berbekal teknologi tersebut,

EufyCam mampu membedakan antara mana manusia dengan binatang sehingga kamera ini tidak akan memberikan alarm palsu ke pemilik rumah. Keunggulan lain yang ditawarkan adalah lensa kamera beresolusi 1080 piksel yang memiliki sudut pandang 140 derajat sehingga dapat menjangkau area yang lebih luas.

EufyCam juga memiliki fitur menarik lainnya

seperti sistem enkripsi setara keamanan bank, live streaming, mode malam guna tampilan visual yang lebih jernih, tahan air berkat sertifikasi IP67, dan fitur menarik lainnya. Asyiknya lagi EufyCam dibekali dengan baterai yang mampu bertahan hingga 365 hari alias satu tahun dalam satu kali pengisian baterai. Untuk sistem instalasinya juga sangat mudah, karena kamera ini bisa dipasang dimanapun pada bidang yang datar.

Baca Juga:

 

 

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115: Perpaduan Sempurna Antara Desain dan Teknologi Pada Sebuah Jam Tangan

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115 Perpaduan Sempurna Antara Desain dan Teknologi Pada Sebuah Jam Tangan

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115: Perpaduan Sempurna Antara Desain dan Teknologi Pada Sebuah Jam Tangan

 

 

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115 Perpaduan Sempurna Antara Desain dan Teknologi Pada Sebuah Jam Tangan
Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115 Perpaduan Sempurna Antara Desain dan Teknologi Pada Sebuah Jam Tangan

Oris merupakan merek jam tangan terkenal asal

Swiss yang sudah berdiri sejak tahun 1904. Berbekal pengalaman yang sudah lama tersebut tentu saja membuat Oris menjadi salah satu merek yang diperhitungkan dalam dunia jam.

Oris sendiri punya banyak model jam tangan, dimana salah satunya adalah Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115. Jam tangan ini merupakan perpaduan yang sempurna antara desain yang apik dengan teknologi terkini.

Memperlihatkan semua movement yang ada,

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115 terlihat sangat menawan. Saat diputar penuh, movement pada jam tangan ini sanggup bertahan hingga 10 hari. Jangka waktu tersebut tentu saja jauh lebih lama dibanding dengan jam tangan mekanikal lain yang rata-rata hanya mampu bertahan selama 2 hari.

Oris Big Crown ProPilot X Calibre 115 punya diameter 44mm.

Ukuran yang besar sehingga membuat penggunanya terlihat gagah dan berwibawa. Untuk case-nya terbuat dari bahan titanium yang ringan, awet, dan lebih sedikit menimbulkan alergi.

Sumber:

https://www.pearltrees.com/danuaji88/item290912240

Nerf Ultra One Motorized Blaster: Bawa Permainan Tembak-Tembakan ke Level Selanjutnya

Nerf Ultra One Motorized Blaster Bawa Permainan Tembak-Tembakan ke Level Selanjutnya

Nerf Ultra One Motorized Blaster: Bawa Permainan Tembak-Tembakan ke Level Selanjutnya

 

Nerf Ultra One Motorized Blaster Bawa Permainan Tembak-Tembakan ke Level Selanjutnya
Nerf Ultra One Motorized Blaster Bawa Permainan Tembak-Tembakan ke Level Selanjutnya

Saat ini permainan anak kecil

sudah jauh lebih keren dan lebih canggih. Salah satu contohnya adalah Nerf Ultra One Motorized Blaster. Mainan berupa pistol ini mengusung desain yang terlihat bagus dan dijamin akan disukai oleh semua anak kecil.

Nerf Ultra One Motorized Blaster

sendiri ditujukan untuk anak kecil yang memiliki umur minimal 8 tahun. Mainan ini dilengkapi dengan 25 peluru yang terbuat dari bahan yang aman untuk anak kecil. Nerf Ultra One Motorized Blaster sendiri sanggup menembakkan peluru dengan jarak yang jauh, hingga 36 meter.

Pistol mainan ini juga dirancang sedemikian rupa agar sanggup menembakkan peluru dengan cepat dan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Oh iya, Nerf Ultra One Motorized Blaster membutuhkan baterai alkaline agar bisa dimainkan.

Berbekal semua fitur yang dimilikinya,

Nerf Ultra One Motorized Blaster tentu saja membawa permainan tembak-tembakan ke level selanjutnya.

Sumber:

https://www.pearltrees.com/danuaji88/item290912403

Moto M Resmi Dirilis dengan Bodi Metal, Fingerprint, dan Kamera 16 MP

Moto M Resmi Dirilis dengan Bodi Metal, Fingerprint, dan Kamera 16 MP

Moto M Resmi Dirilis dengan Bodi Metal, Fingerprint, dan Kamera 16 MP

Moto M Resmi Dirilis dengan Bodi Metal, Fingerprint, dan Kamera 16 MP
Moto M Resmi Dirilis dengan Bodi Metal, Fingerprint, dan Kamera 16 MP

Setelah banyaknya bocoran mengenai desain bentuk dan spesifikasi hardware yang beredar di internet, akhirnya Moto M resmi dirilis di Cina. Smartphone ini memiliki hal yang menarik dengan bodi yang dibalut metal dan memiliki sensor fingerprint di bagian belakangnya. Dengan sensor ini memungkinkan penggunanya bisa membuka kunci, mengaktifkan aplikasi, dan melakukan foto hanya dengan menyentuhkan sidik jarinya pada smartphone.

Sementara dapur pacunya dipercayakan pada prosesor MediaTek Helio P15 octa-core

berkecepatan 2,2 GHz. Dalam mengimbangi kemampuan prosesornya yang cepat, smartphone ini telah dilengkapi dengan RAM 4 GB. Selain itu, penyimpanan internal yang dimilikinya bisa dibilang sudah termasuk lega dengan kapasitas yang mencapai 32 GB.

Layar yang hadir pada Moto M memiliki lebar 5,5 inci dengan resolusi Full HD (1.920 x 1.080 piksel). Dari sektor kameranya, smartphone ini hadir dengan kamera belakang beresolusi 16 MP yang memiliki Phase Detection Autofocus (PDAF) ditambah LED Flash dan kamera depan beresolusi 8 MP yang memiliki luas sudut hingga 85 derajat.

Bodi metal dari Moto M ini dilapisi oleh P2i hydrophobic yang membuatnya menjadi tahan terhadap

cipratan air maupun hujan ringan. Tak ketinggalan, dua kartu SIM dengan jaringan 4G-LTE, baterai berkapasitas 3.050 mAh dengan dukungan rapid charge, sistem operasi Android 6.0 Marshmallow, dan Dolby Atmos sound telah hadir di dalam smartphone ini.

Moto M ini menyasar kelas menengah dan akan dijual secara resmi di China Tmall

pada tanggal 11 November 2016 dengan harga sebesar 1.999 Yuan atau sekitar Rp3,8 juta. Khusus Moto M yang hadir di Cina akan langsung memiliki tiga aplikasi Microsoft yang terdiri dari Skype, Office, dan OneDrive. Sedangkan Moto M yang dijual di luar Cina tidak akan langsung ter-install tiga aplikasi Microsoft tersebut. Sayangnya informasi untuk kehadirannya di luar Cina belum diumumkan oleh pihak Lenovo.

 

 

Baca Juga :

 

Lenovo K10, Android RAM 2 GB Harga Rp1 Jutaan

Lenovo K10, Android RAM 2 GB Harga Rp1 Jutaan

Lenovo K10, Android RAM 2 GB Harga Rp1 Jutaan

Lenovo K10, Android RAM 2 GB Harga Rp1 Jutaan
Lenovo K10, Android RAM 2 GB Harga Rp1 Jutaan

Lenovo resmi merilis smartphone dengan harga terjangkau, yakni Lenovo K10. Sekilas smartphone ini mirip dengan Lenovo K3 Note yang dirilis pada 2015 silam. Tidak seperti K4 Note dan K5 Note yang dirilis pada 2016 ini, bodi Lenovo K10 dibalut dengan material polikarbonat.

Seperti dilansir dari Phone Radar, Lenovo K10 dibekali layar IPS 5 inci dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel.

Untuk memacu performanya, Lenovo mengandalkan prosesor Snapdragon quad-core yang didukung dengan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB.

Smartphone dual SIM ini juga telah diberi dukungan terhadap jaringan TD dan FDD LTE

yang berarti perangkat ini dapat digunakan pada semua operator jaringan 4G. Sebagai smartphone kelas entry level, Lenovo K10 ini hanya dipersenjatai kamera belakang beresolusi 8 MP dan kamera selfie 2 MP pada bagian depan.

Smartphone ini berjalan pada sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dan ditenagai

baterai berkapasitas 2.300 mAh. Dengan ketebalan bodi 7,9 mm dan bobot seberat 145 gram, Lenovo K10 hadir dalam beberapa varian warna yakni putih, hitam, biru, pink, merah, kuning, dan hijau. Untuk mendapatkannya, cukup dengan merogoh kocek US$80 atau setara dengan Rp1 jutaan.

 

sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item290911523

Huawei Siapkan Mate 9 Pro, Ini Bocoran Desainnya

Huawei Siapkan Mate 9 Pro, Ini Bocoran Desainnya

Huawei Siapkan Mate 9 Pro, Ini Bocoran Desainnya

Huawei Siapkan Mate 9 Pro, Ini Bocoran Desainnya
Huawei Siapkan Mate 9 Pro, Ini Bocoran Desainnya

ZTE sedang menyiapkan smarpthone terbarunya. Hal ini terungkap setelah handset

dengan nomor model BV0800 terlihat muncul di GFXBench. Dilihat dari spesifikasi yang sudah terungkap, smartphone ini sepertinya akan dihadirkan untuk menyasar segmentasi pasar kelas menengah yang menggemari aktivitas foto selfie.

Seperti dilansir dari PhoneArena, smartphone yang berjalan pada sistem operasi Android 7.0 ini akan hadir dengan mengusung layar berukuran 5.2 inci dan beresolusi resolusi 1.080 x 1.920 piksel. Adapun jeroannya berisi chipset Snapdragon 430 yang merupakan paduan prosesor bertenaga quad-core 1,4 GHz dan GPU Adreno 505.

zte-selfie

Spesifikasi lain yang terungkap yakni kamera belakangnya memiliki resolusi 13 MP. ZTE

juga menyematkan kamera selfie pada bagian depan dengan resolusi yang sama. Smartphone yang belum diketahui namanya ini memiliki RAM sebesar 3 GB dan memori internal 32 GB.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lainnya

, termasuk soal ketersediaan slot microSD. Namun yang pasti smartphone ini juga belum dibekali chip NFC. Kita tunggu saja sampai smartphone ini benar-benar terungkap secara gamblang.

 

sumber :

https://www.pearltrees.com/danuaji88/item290911386