Bahaya Daging Babi

Daging babi merupakan salah satu makanan yang paling banyak diproses di dunia karena kandungan nutrisinya dan rasanya yang enak. Sayangnya daging ini mengandung beragam nutrisi, namun jika tidak hati-hati berisiko memakannya.

Apa Resiko Makan Daging Babi? Simak ulasannya di bawah ini

Jenis babi apa yang biasa Anda makan?
Tidak seperti babi hutan atau babi hutan yang biasanya memakan daging babi, babi adalah jenis dagingnya.

Artinya daging tersebut berasal dari babi yang dipelihara dan dipelihara sehingga tidak jauh berbeda dengan kondisi ayam, sapi, kambing, dan hewan lain yang sering diternakkan.

Daging hewan gemuk yang biasanya berbentuk seperti daging ini ternyata mengandung beragam nutrisi. 100 gram (g) daging babi segar mengandung 453 kalori, 11,9 gram protein, dan 45 gram lemak.

Beberapa mineral yang ditemukan dalam daging babi antara lain 7 miligram kalsium, 117 miligram fosfor, 1,8 miligram zat besi, 112 miligram natrium, 819,3 miligram kalium, 0,22 miligram tembaga, dan 0,4 miligram seng.

Waspadai bahaya daging babi sebelum makan
Studi yang dipublikasikan oleh Consumer Reports tersebut menunjukkan bahwa daging babi berisiko terkontaminasi oleh bakteri batang bakteri Yersinia yang berbahaya. Bakteri ini bisa menyebabkan demam dan masalah pencernaan saat masuk ke dalam tubuh. Gejala umum termasuk diare, muntah, dan sakit perut.

Selain itu, daging hewan gemuk ini sangat sulit dicerna. Saat Anda makan daging ini, dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk memproses setiap bagian dari sistem pencernaan. Oleh karena itu, mengkonsumsi daging hewani tunggal ini dapat memperlambat proses pencernaan dalam tubuh.

Bahaya Daging Babi Untuk Kesehatan

bahaya daging babi

Tak hanya itu, ada risiko lain yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsi daging ini. Berikut beberapa risikonya:

1. Kanker usus besar

Daging babi olahan, seperti mentah, bacon, dan sosis, mungkin menjadi salah satu penyebab utama kanker, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Para peneliti telah menemukan bahwa makan 50 gram daging olahan sehari meningkatkan risiko kanker usus besar.

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang tumbuh di usus besar atau usus besar. Salah satu gejala yang paling menonjol adalah diare, sembelit, sakit perut setelah buang air kecil, perdarahan di rongga mulut, komedo, sakit perut dan penurunan berat badan yang parah.

2. Penyakit hati

Selain menyebabkan kanker kolorektal, satu penelitian menemukan bukti kuat adanya hubungan antara konsumsi daging babi dan penyakit hati. Hal ini disebabkan senyawa N-nitroso yang banyak ditemukan pada produk daging olahan yang dimasak pada suhu tinggi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Studies and Public Health, konsumsi daging babi adalah salah satu penyebab utama sirosis dan kanker hati pada banyak orang di seluruh dunia.

Selain sering terkena infeksi (alkoholisme) dan hepatitis, penelitian juga menunjukkan bahwa daging hewan gemuk tersebut ternyata menjadi penyebab kuat penyakit lever.

3. Hepatitis E.

Produk daging babi, terutama hati, seringkali membawa virus hepatitis E, yang dapat menyebabkan komplikasi serius dan fatal. Jika babi tidak cukup bersih saat menangani dan memasak daging babi, Anda mungkin terinfeksi virus hepatitis E.

Virus ini dapat menyebabkan demam, kelelahan, penyakit kuning, muntah, nyeri sendi, sakit perut, pembesaran hati, gagal ginjal, bahkan kematian.

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi hepatitis E meliputi infark miokard (infark miokard), pankreatitis akut (pankreatitis), gangguan sistem saraf (gangguan sistem saraf dan otak, kelumpuhan otak besar, gangguan sistem saraf, (Sendi, otot, saraf, pembuluh darah, dan tulang belakang).

4. Cacing

Makan daging babi yang terkontaminasi larva Trichinella dapat menyebabkan cacing parasit atau tiga penyakit. Tidak hanya itu, Anda juga bisa terkena infeksi tannic yang disebabkan oleh cacing pita thaniasolum.

Semua infeksi serangga ini biasanya terlihat saat makan daging babi mentah atau mentah. Ini karena cacing parasit yang rusak mati selama pemasakan. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang tidak diperbolehkan makan daging hewani setengah matang.

Jika Anda menderita trichinosis, Anda mungkin mengalami sakit perut, diare, kelelahan, mual, dan muntah. Padahal, dalam seminggu setelah memakan daging yang terinfeksi, cacing betina dewasa kini membentuk larva di dalam tubuhnya, masuk ke aliran darah dan akhirnya masuk ke otot atau jaringan lain.