Berbasis Harga Perolehan (Biaya)

Berbasis Harga Perolehan (Biaya)Berbasis Harga Perolehan (Biaya)

Ini adalah metode peniaian asset yang didasarkan paa jumlah pengorbanan ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk meperoleh asset tetap tertentu sampai asset tetap tersebut siap digunakan. Itu berarti nilai asset yang disajikan dalam laporan keuangan adalah jumlah rupiah historis pada saat memperoleh asset tetap tersebut dikurangi dengan akumulasi penyusutan (jika ada).

  1. b)Berbasis Revaluasi (Nilai Pasar)

Ini adalah metode penilaian asset yang di dasarkan pada harga pasar ketika laporan keuangan disajikan. Penggunaaan metode ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai asset yang dimiliki perusahaan pada suatu waktu tertentu. Karena nilai suatu aktiva tetap tertentu sering kali sudah tidak relevan lagi dengan kondisi ketika laporan keuangan disajikan oleh perusahaan. Sebagai contoh, sebidng tanah yang dibeli perusahaan 10 tahun yang lalu harganya pasti sudah berlipat-lipat ganda pad saat ini. Jika tanah tersebut disajikan dengan menggunakan biaya historis, maka dianggap tidak mencerminkan lagi kondisi actual aktiva tetap perusahaan ketika laporan keuangan.

Dilihat dari kemudahan untuk medapatkan informasi tentang harga pasar (market Value) suatu aktiva tetap, asset dapat dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu :

  • Asset yang harganya selalu tersedia setiap saat dan mudah diketahui, seperti harga surat berharga di bursa efek. Harga berbagai saham dan obligasu yang terdaftar di bursa efek Jakarta dapat dengan mudah diketahui oleh siapa saja kapan pun diperlukan. Aktiva dalam kelompok ini mudah sekali menggunakan nilai pasar sebagai dasar penilaian dan penyajiannya karena ketersediaan data serta cukup objektif nilainya.
  • Asset yang harganya tidak selalu tersedia saetiap saat dan tidak langsung diketahui dengan mudah, seperti harga property dan berbagai mesi yang dimiiki perusahaan. Tanah dan bangunan yang dimiliki perusahaan memang selalu memiliki nilai pasar, tetapi harganya akan selalu berbeda antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan asset tersebut. Untuk menilai harga asset tersebut datanya tidak selalu tersedia setiap saat.
  • Asset yang harga pasarnya tidak tersedia dan tidak mudah diketahui. Asset semacam ini biasanya dimiliki oleh sebuah perusahaan karena pesanan khusus akibat keunikan usaha perusahaan tersebut, atau karena hibah yang diberikan pihak lain. Contohnya mencakup aktiva tetap berupa gudang pembeku daging atau ikan. Gedung pembeku semacam itu biasanya di bangun secara khusus untuk kebutuhan perusahaan penasok daging atau ikan yang harganya tidak akan tersedia di pasar. Perusahaan yang memiliki bidang usaha yang berbeda tidak akan memerlukan aktiva tetap semacam itu, karena itu, aktiva tetap semacam itu sulit untuk menggunakan  dasar market value  dalam penyajian aktiva tetapnya di laporan keuangan.

 

Sumber :

https://tukangkonten.com/