Bisa dicoba dan direnungkan

Bisa dicoba dan direnungkan

Bisa dicoba dan direnungkan
Bisa dicoba dan direnungkan

Bisa dicoba dan direnungkan.

RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: “Bacalah surah

Yassin karena ia mengandung keberkatan”, yaitu:

  1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia menjadi kenyang.
  2. Jika orang tiada pakaian akan mendapat pakaian.
  3. Jika orang belum kawin akan mendapat jodoh.
  4. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
  5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
  6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
  7. Jika tersesat akan sampai ke tempat yang ditujuinya.
  8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah

meringankan siksanya.

  1. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
  2. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar dari penyakitnya.
  3. Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati

dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Barang siapa membaca surah Yassin,

niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak

10 kali.

  1. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, “Apabila datang ajal orang yang suka

membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris

bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah,

menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan

jenazahnya”.

  1. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca

Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa minuman

untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan

ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya

diambil.

  1. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Sesiapa bersembahyang sunat dua

rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan

rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada

hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan

diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya, tetapi barang

siapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

Siapa yang menerima pesan ini tolong sampaikan kepada teman seagama yang

lain. Berwasiat-wasiatan-lah dengan kebenaran dan kebajikan walaupun itu

cuman seujung jarimu.

> Dahsyatnya Sakaratul Maut, Siapkah kita untuk Menghadapinya ?

>

>

> “Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa

> orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta

> berkata, “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu

akan

> merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

>

> “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang

zalim

> (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat

memukul

> dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu !” Pada hari

ini

> kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu

selalu

> mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu

> selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al- An’am :

93).

>

> “Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya

dipukul

> pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).

>

> Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan

orang

> yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka

kepada

> Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya,

bila

> terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan

dengan

> hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga

tetap

> teramat menyakitkan.

>

> Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat

> mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan

selalu

> berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris

a.s yang

> sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat

> menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada

Alloh

> Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh

Swt,

> mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia

dengan

> menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi

Idris.

>

> “Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,

>

> “Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.

>

> Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke

rumahnya

> itu adalah Malaikat Izrail.

>

> Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan

ketika

> tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama,

namun di

> tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya,

Nabi

> Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan

harinya.

> Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi

Idris

> terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan

hanya

> berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris

a.s

> mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana

> pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.

>

> “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. pinta Malaikat

Izrail

> (menguji Nabi Idris a.s).

>

> “Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s.

>

> “Kenapa ?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

>

> “Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian

Beliau

> berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda

menginginkan

> makanan yang haram”.

>

> Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah

tamunya yang

> tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang

belum

> dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

>

> “Siapakah engkau sebenarnya ?” tanya Nabi Idris a.s.

>

> Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.

>

> Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya

bergetar tak

> berdaya.

>

> “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?” selidik Nabi Idris a.s

> serius.

>

> “Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.

>

> “Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat

Izrail.

>

> Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya

terdiam.>

>

> “Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s

>

> “Apa itu ? katakanlah !”. Jawab Malaikat Izrail.

>

> “Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah

kepada

> Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku

> kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”. Pinta Nabi Idris a.s.

>

> “Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat

Izrail.

>

> Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar

mengabulkan

> permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera

mencabut

> nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

>

> Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar

menghidupkan

> Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah

dikabulkan

> Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

>

> “Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail.

>

> “Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi

Idris

> a.s.

>

> “Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata

Malaikat

> Izrail.

>

> MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi

Idris

> a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?

>

Siapkah kita untuk menghadapinya ?

Baca Juga :