Cara Budidaya Kelapa Sawit Bagi Pemula

Cara Budidaya Kelapa Sawit Bagi Pemula – Kelapa sawit memiliki nama latin Elaeis gineensis jacq. Tanaman ini termasuk tumbuhan industri penghasil minyak guna masak, industri, maupun bahan bakar. Budidaya tumbuhan kelapa sawit tergolong usaha yang menarik, sebab produk kesudahannya tetap menjadi primadona bisnis yang paling menguntungkan.

Faktanya, produktifitas tumbuhan kelapa sawit berbanding lurus dengan pemeliharaannya. Artinya, andai pohon sawit di rawat secar benar, maka pohon itu akan menghasilkan buah yang melimpah. Tujuan dari teknik budidaya kelapa sawit ini ialah untuk menemukan buah yang banyak, sehingga semua petani mendapatkan deviden yang tidak sedikit pula.

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Syarat Tumbuh
Habitat asli tumbuhan ini ialah di wilayah semak belukar. Sawit tumbuh bai pada iklim wilayah tropis dengan curah hujan rata-rata 1500-4000 mm/tahun. Lama pencahayaan matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Mempunyai temperature selama 24-280C. elevasi yang ideal antara 1-500 mdpl dengan kecepatan angin 5-6 km/jam.

Media Tanam
Media tanam yang sesuai yaitu tanah yang berisi lempung berareasi subur dan baik, mempunyai saluran yang baik. Contohnya yakni tanah Lotasol, Ultisol, tanah gambut saprik, wilayah muara sungai, maupun wilayah dataran pantai sekalipun.

Pembibitan dan Penyemaian
Kecambah dimasukkan kedalam polybag 12×23 cm yang mengandung 1,4-2 kg tanah lapisan yang sudah diayak. Tanam kecambah di kedalaman 2 cm. tanah yang terdapat di polybag mesti tidak jarang kali lembab. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun selama 4-5 helai, bibit bisa dipindahkan

Penanaman
Usahakan mengerjakan proses penanamna pada musim hujan. Langkahnya yakni lepaskan bibit dari polybag dengan hati-hati dan masukkan ke dalam lubang tanam. Taburkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakan sekitar seminggu pada pupuk kendang di dekat area tanam. Kemudian segera timbun dengan tanah.

Pemeliharaan

Ada sejumlah hal yang dapat kita kerjakan untuk mengerjakan pemeliharaan budidaya tumbuhan kelapa sawit ini, yaitu:

Penyulaman
Jika terdapat bibit tanam yang mati, segera ganti dengan bibit tanam yang baru yakni dengan teknik disulam dengan bibit yang berumur 10-14 bulan.

Pemangkasan Daun
Pemangakasan pasir, contohnya yaitu melemparkan daun-daun kering dan buah kesatu yang bususk pada masa-masa umur tumbuhan 16-20 bulan. Pemangkasan produksi dilaksanakan dengan teknik memotong daun yang slaing menumpuk guna persiapan panen pada usia 20-28 bulang. Dan yang terakhir yakni pemangkasan pemeliharaan, maksudnya ialah membuang daun-daun songgo secara teratur sehingga melulu ada daun sebanyak 28-54 helai.

Penyiangan
yakni membersihkan tanah agar tanaman terbebas dari gulma.

Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang telah tumbuh pasa ketika waktu tanam masih berumur 12 s/d 20 bulan.

Penyerbukan Buatan
Untuk menemukan hasil yang optimal pada masing-masing tandan yang berbuah, seringkali akan ditolong dengan memakai penyerbuakan produksi baik oleh serangga maupun manusia. Saat tumbuhan berusia 2-7 minggu, maka bunga betina sedang represif atau siap guna diserbuki Bungan jantan. Caranya yakni buka bak seludung bunga, lantas campurkan serbuk sari dengan talk murni (1:2). Semprotkan serbuk sari pada kepala putik.

Penyerbukan melewati serangga yaitu memakai serangga penyerbuk Elaedobius camerunicus yang tertarik pada bau bunga jantan. Serangga ini dilepas saat bunga betina berada di amsa represif.

Panen
Panen merupakan teknik budidaya tumbuhan kelapa sawit yang terakhir, sesudah umur 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan, buah bisa dipanen . sedikitnya 60% buah sudah matang. Darii 5 pohon ada satu tandan buah yang matang. Ciri-cirinya yakni paling tidak terdapat 5 buah yang jatuh dari tandan tidak cukup dari 10 kg atau lebih.

Sumber: Www.Faunadanflora.Com