Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup
Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang ada di sekitarmu sangat beraneka ragam. Secara spesifik keanekaragaman berarti perbedaan ciriciri dan sifat pada makhluk hidup yang berlainan jenis.

Contoh, terdapat bermacam-macam jenis hewan yang ada di lingkungan sekitarmu. Selain beraneka ragam, dalam satu jenis makhluk hidup juga terdapat variasi.

Variasi berarti perbedaan ciri-ciri dan sifat pada makhluk hidup yang sejenis, misalnya variasi warna pada bunga mawar yaitu ada yang berwarna merah, oranye, putih, dan kuning.

Terdapat berbagai macam cara mengklasifikasikan makhluk hidup. Ada klasifikasi berdasarkan ciri luar makhluk hidup (ciri morfologi), manfaat makhluk hidup, habitus (perawakan), tempat hidup, dan sebagainya.

Hewan berdasarkan kesamaan jenis makanannya.

Berikut ini contoh pengelompokan hewan berdasarkan kesamaan jenis makanannya.

  1. Hewan karnivor, yaitu kelompok hewan pemakan daging. Misalnya harimau, serigala, dan singa.
  2. Hewan herbivor, yaitu kelompok hewan pemakan tumbuhan. Misalnya kerbau, rusa, dan jerapah.
  3. Hewan omnivor, yaitu kelompok hewan pemakan daging dan tumbuhan, misalnya musang.

Ciri morfologi/bentuk luar tubuh.

Tumbuhan juga dapat dikelompokkan berdasarkan pada ciri morfologi/bentuk luar tubuh.

1. Berdasarkan jumlah keping lembaga biji, tumbuhan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya mempunyai dua keping lembaga, misalnya kacang tanah, mangga, apel, dan durian.

Sedangkan tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya mempunyai satu keping lembaga, misalnya jagung, kelapa, dan padi.

2. Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan yang berbiji terbuka (bijinya tidak dibungkus oleh daun buah) misalnya melinjo, pakis haji, dan pinus.

Sedangkan Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai biji tertutup (biji dilindungi oleh daun buah), misalnya kamboja, jambu, nangka, dan palem.

Para ahli juga berupaya mengelompokkan makhluk hidup secara umum berdasarkan kekerabatannya. Klasifikasi ini disebut klasifikasi sistem filogeni.

Perkembangan klasifikasi filogeni

Pengelompokan sistem ini terus-menerus mengalami perkembangan. Perhatikan perkembangan klasifikasi filogeni berikut ini.

1. Sistem Dua Kingdom

Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan Animalia.

  • Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup yang mempunyai ciri berdinding sel dan berklorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji.
  • Kingdom Animalia (kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak berdinding sel dan tidak memiliki klorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

2. Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia.

  • Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak sel dan belum memiliki membran inti. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri dan ganggang hijau-biru.
  • Kingdom Plantae, adalah kelompok tumbuhan yang meliputi jamur, lumut, paku, dan tumbuhan biji.
  • Kingdom Animalia, adalah kelompok hewan yang terdiri dari Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

 

3. Sistem Empat Kingdom

Sistem empat kingdom terdiri dari Kingdom Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera terdiri dari bakteri dan ganggang hijau-biru.

Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak mempunyai klorofil walaupun sama-sama mempunyai dinding sel. Sedangkan Kingdom Animalia meliputi berbagai hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.

4. Sistem Lima Kingdom

Pencetus klasifikasi sistem lima kingdom adalah Robert H. Whittaker, seorang ahli biologi Amerika Serikat pada tahun 1969.

Dalam klasifikasi ini Whittaker mengelompokkan makhluk hidup dalam Kingdom Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Kingdom baru yang ditambahkan, yaitu Protista meliputi berbagai jenis makhluk hidup uniseluler maupun multiseluler yang menyerupai jamur, tumbuhan, dan hewan namun tidak dapat dikelompokkan ke dalam Kingdom Fungi, Plantae, dan Animalia.

5. Sistem Enam Kingdom

Pada tahun 1990, Carl Woese, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengembangkan sistem klasifikasi enam kingdom. Dalam klasifikasi ini, beliau membagi Kingdom Monera menjadi dua kelompok.

Bakteri yang mempunyai sifat khusus dikelompokkan dalam Kingdom Archaebacteria, misalnya bakteri yang mampu hidup di perairan bersuhu tinggi atau di lingkungan dengan kadar garam tinggi.

Sedangkan bakteri yang lain dan ganggang hijau-biru (Cyanophyta) dikelompokkan dalam Kingdom Eubacteria.

Jadi, dalam sistem klasifikasi enam kingdom, makhluk hidup dikelompokkan menjadi Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Klasifikasi Makhluk Hidup, Ciri morfologi, Perkembangan klasifikasi filogeni, Sistem Dua Kingdom, sistem tiga kingdom, sistem empat kingkom, sistem lima kingdom, sistem enam kingdom.

 

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Pengertian dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pengertian Makhluk Hidup

Pengertian ini menjadi sangat penting untuk mengetahui batasan suatu makhluk bisa dikatakan hidup.

Makhluk hidup atau organisme, yang dalam bahasa Yunani adalah organon yang berarti alat adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup. Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel.

 Makhluk hidup adalah struktur biologis yang merespon perubahan lingkungan atau dalam entitas sendiri. Makhluk hidup memiliki organisasi biokimia yang kompleks yang memungkinkan mereka untuk memproses zat dan memanfaatkan energi untuk merespon perubahan di sekitar mereka.

 

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Manusia, hewan, dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang ada di bumi. Ukuran, bentuk, kebiasaan, tempat, dan cara hidup berbagai makhluk hidup itu bermacam-macam.

Meskipun demikian semua makhluk hidup mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk tak hidup dan benda mati. Apasajakah ciri-ciri makhluk hidup?

Ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut.

1. Bernapas

Setiap saat makhluk hidup selalu bernapas. Bernapas adalah proses pengambilan oksigen dari udara bebas serta melepaskan karbon dioksida dan uap air. Oksigen digunakan untuk pembakaran zat makanan yang disebut proses oksidasi biologis.

Proses oksidasi menghasilkan energi yang digunakan untuk berbagai aktivitas. Sedangkan sisa oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan bersama udara yang dihembuskan ketika bernapas.

2. Memerlukan Makanan atau Nutrisi

Ciri makhluk hidup yang kedua adalah memerlukan makanan atau nutrisi. Kamu saat merasa lapar akan berusaha mengatasi rasa lapar itu dengan makan.

Lalu bagaimana dengan hewan dan tumbuhan? Kalau kamu memiliki hewan peliharaan seperti burung, ayam, dan anjing, kamu tentu memberi makan hewan itu setiap hari.

Sebaliknya hewan liar berusaha memenuhi sendiri kebutuhan makannya. Hal ini membuktikan bahwa hewan memerlukan makanan.

3. Bergerak

Perhatikan makhluk hidup yang ada di sekitarmu. Manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya melakukan gerakan. http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-ulasan/ Gerak pada manusia dan hewan mudah diamati.

Selain itu gerak pada manusia dan hewan dapat menyebabkan berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif.

4. Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilitas)

Hewan dan manusia mempunyai indera. Melalui indera inilah hewan dan manusia mengetahui rangsangan dari lingkungannya. Tahukah kamu indera pada manusia?

Manusia mempunyai lima indera pokok yang disebut panca indera, yaitu mata yang peka terhadap rangsangan cahaya, telinga peka terhadap rangsangan suara, hidung peka terhadap rangsang bau, lidah peka terhadap rangsangan rasa, dan kulit yang peka terhadap rangsangan sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan rasa sakit.

5. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya dapat bertahan hidup.

 Contoh adaptasi pada hewan adalah terdapat berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung sesuai dengan jenis makanan dan tempat hidupnya.

 Contoh adaptasi pada tumbuhan adalah bentuk daun yang berbeda antara tumbuhan yang hidup di daerah lembap, berair, dan kering.

Adaptasi juga dapat berbentuk tingkah laku, misalnya kerbau berkubang ketika udara panas. Cobalah kamu amati macam-macam bentuk adaptasi pada hewan dan tumbuhan di lingkungan sekitarmu

6. Berkembang Biak (Reproduksi)

Berkembang biak adalah menghasilkan keturunan. Kamu tentu tahu bahwa setiap makhluk hidup tidak dapat hidup selamanya. Untuk melestarikan jenisnya maka makhluk hidup memiliki kemampuan berkembang biak.

7. Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh merupakan perubahan ukuran tubuh akibat bertambahnya jumlah sel dan volume tubuh. Pertumbuhan bersifat ireversibel, artinya tidak dapat kembali ke bentuk semula.

Misalnya dari tubuhmu yang bertambah tinggi dan tidak akan kembali menjadi pendek lagi. Sedangkan berkembang merupakan proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif.

Misalnya telur katak menetas menjadi berudu, lalu menjadi katak berekor, katak muda, dan akhirnya berkembang menjadi katak dewasa.

8. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Setiap makhluk hidup mengeluarkan zat sisa agar tidak membahayakan dan meracuni tubuhnya. Alat ekskresi pada manusia berupa paru-paru, kulit, ginjal, dan anus.

Paru-paru mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air. Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang terdiri dari air, urea, dan garam.

Ginjal mengeluarkan zat sisa berupa urin yang terdiri dari air, garam, dan urea. Anus merupakan poros sistem pencernaan yang mengeluarkan zat sisa berupa tinja, air, dan garam.

Pengertian Makhluk Hidup, ciri-ciri makhluk hidup, Contoh adaptasi pada hewan, Contoh adaptasi pada tumbuhan, klasifikasi makhluk hidup, adaptasi morfologi, pengertian ekosistem, pengertian lingkungan hidup, ciri makhluk hidup, makhluk hidup, contoh adaptasi morfologi, klasifikasi hewan, contoh adaptasi fisiologi, adaptasi tumbuhan, adaptasi hewan, ciri ciri khusus hewan, pengertian pertumbuhan, tingkat organisasi kehidupan, adaptasi morfologi pada hewan, keanekaragaman gen, ciri ciri makhluk hidup beserta gambarnya, biosfer, iritabilitas, adaptasi morfologi pada tumbuhan, ciri khusus hewan, urutan takson, ciri khusus tumbuhan, taksonomi hewan, tingkat keanekaragaman hayati, adaptasi fisiologi pada tumbuhan, tingkatan takson, adaptasi fisiologi pada hewan, contoh adaptasi fisiologi pada hewan, keanekaragaman ekosistem.

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat
Pengertian dan Cara Pembuatan Preparat

Pengertian Preparat

 Preparat adalah objek yang diamati dengan mikroskop.preparat dapat berupa preparat kering atau basah yang berupa sayatan atau tanpa sayatan. preparat awetan/kering merupakan objek yang sudah diawet kan.preparat awetan dapat digunakan berkali-kali.

 

Pembuatan Preparat

Agar benda dapat diamati dengan mikroskop cahaya, maka benda itu harus transparan. Oleh karena itu benda yang akan diamati harus dipersiapkan dulu dengan membuat preparat atau sediaan.

Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan preparat adalah gelas benda, penutup gelas, air secukupnya, pipet tetes, silet, kertas isap, dan pewarna.

Silet berfungsi untuk menyayat benda yang akan diamati. Gelas benda berfungsi untuk meletakkan objek gelas yang akan diamati.

Penutup gelas berfungsi untuk menutup benda yang diletakkan pada gelas benda. Pewarna digunakan untuk memudahkan dalam pengamatan, misalnya lugol, metilen biru, dan eosin. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/makalah-sejarah-bpupki/)

Preparat dapat diamati secara melintang maupun membujur. Preparat melintang dibuat dari hasil sayatan secara melintang, sedangkan preparat membujur dibuat dengan sayatan arah membujur.

Cara membuat preparat

Berikut ini langkah-langkah untuk membuat preparat melintang batang.

  • Siapkan batang yang akan diamati. Pilihlah batang yang cukup lunak sehingga mudah diiris dengan silet.
  • Iris batang dengan silet secara melintang ke arah tubuh setipis mungkin. Untuk preparat yang tipis seperti daun, kamu dapat menyelipkan daun pada potongan wortel atau gabus yang telah dibelah, kemudian mengirisnya bersamaan.
  • Letakkan hasil sayatan pada objek gelas dan tetesi dengan air. Jika diperlukan, kamu dapat menambahkan pewarna untuk memperjelas objek.
  • Tutup dengan gelas penutup perlahan-lahan. Usahakan agar tidak terbentuk gelembung udara.
  • Keringkan air yang berlebihan di sekitar kaca penutupdengan kertas isap.
  • Preparat siap untuk diamati dengan mikroskop

Perbedaan antara sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan

Perbedaan antara sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan

Sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan memiliki banyak perbedaan dalam bentuk, struktur, jumlah organel sel, dll. Meskipun ada sel yang sama ditemukan pada sel-sel hewan dan sel-sel tumbuhan. Perbedaan yang paling mendasar adalah bahwa ada dinding sel pada tanaman di mana tidak ada dinding sel dalam sel hewan.

Lebih jauh lagi, pernahkah Anda memperhatikan bahwa proses fotosintesis hanya terjadi pada tanaman dan bukan pada hewan? Atau mengapa hewan dapat bergerak sangat aktif sementara tanaman pada umumnya diam? Hal ini disebabkan oleh bentuk kaku sel tanaman yang membuat tanaman lunak agar tidak bergerak. Sel-sel hewan fleksibel dan dapat berubah bentuk.

Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan

Struktur dasar sel hewan dan sel tumbuhan sebenarnya sama, tetapi karena jenis sel tumbuhan dan hewan berubah sesuai dengan lingkungan dalam perkembangannya, ada berbagai perbedaan antara sel ganda ini. Salah satu hal yang paling jelas adalah peran ekologis bahwa tanaman adalah penghasil makanan, sementara hewan adalah konsumen atau memakan tumbuhan dan hewan lain.

Tabel berikut mencantumkan perbedaan dalam fitur dan bentuk organel intraseluler sel hewan dan sel tumbuhan untuk memfasilitasi perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
Perbedaan sel hewan sel tumbuhan
Morfologi sel Morfologi sel tanaman di mana berbagai jenis dapat berubah bentuk sulit, jarang berubah
Bentuk selain turunan sel

Ukuran Sel Kecil Besar

Dinding sel tidak tersedia
Tidak ada sel inti
Adaptor Seluler Ekstra Mactics
Lisosom Ada banyak sel hewan yang jarang terlihat secara umum
Ada peroxisome
Tidak ada Gilioksisom / jarang ada
Elastisitas jaringan yang tinggi, kurangnya dinding sel yang rendah, adanya dinding sel
Posisi inti sel terletak di tengah sel plak sitoplasma
Sentrosom / sentriol tidak ada / jarang ditemukan
Organel Pernapasan Chloroplasts Mitokondria (Plastid) dan Mitokondria
Sel-sel kecil dan vakuola tunggal tunggal menjadi sangat besar

Silia sering terlihat

Flagella sering ditemukan hanya pada sperma tanaman
Yakin
Pembentukan spindle dari kedua ventrikel
Pembentukan sitokinesis morfogenesis Pembentukan lempeng mitosis beralur
Resistensi tekanan yang lemah tanpa vakuola kontraktil yang kuat oleh dinding sel
Potensi potensial rendah Sangat tinggi
Desmosome rapat ketat antara pengikatan sel Plasmodesmata

Sumber : https://laelitm.com/

Kronologis Sejarah Pengembalian Irian Barat

Irian barat

Sejarah Pembebasan Irian Barat

Perjuangan untuk memulihkan Irian barat dari tahanan pemerintah Belanda dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara diplomasi menuju pembebasan wilayah Irian Barat mulai terjadi sebagai kabinet Natsir, serta kabinet berikutnya, dan mencoba untuk membebaskan wilayah barat Irian. Tetapi semua upaya diplomatik selalu berakhir dengan kegagalan.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pemerintah Belanda selalu bersikeras bahwa Irian Barat adalah wilayahnya. Belanda bahkan secara terbuka menyebut Irian Barat sebagai salah satu wilayah kerajaan Belanda pada Agustus 1952.

Perjuangan untuk membebaskan Barat Iran, yang dicoba oleh pemerintah Indonesia, pada akhirnya menimbulkan simpati dari komunitas dunia. Terutama Amerika Serikat, mengusulkan organisasi pertemuan untuk membahas masalah dalam upaya untuk mengubah wilayah Irian Barat kembali ke kedaulatan Republik Indonesia.

Elsworth Bunker diangkat sebagai perwakilan Amerika Serikat untuk menjadi penengah pada pertemuan tersebut. Usulan berikutnya diberikan oleh Elsworth Bunker pada pertemuan yang kemudian dikenal sebagai Rencana Bunker.

  1. Wilayah Irian Barat, yang diperintah oleh Belanda, harus dikembalikan ke pemerintah Indonesia.
  2. Menentukan opini populer (Perpera).
  3. Kembalinya ke wilayah Irian Barat harus diselesaikan dalam waktu dua tahun.
  4. Masa transisi telah tercapai, yaitu periode pengambilalihan kekuasaan di Yerusalem Barat

Proposal Elsworth Bunker mendapat respons positif dari pemerintah Belanda dan Indonesia. Meskipun Pemerintah Belanda belum menanggapi usulan Bunker, akhirnya karena tekanan dari Amerika Serikat, pemerintah Belanda juga menyetujui hal ini. Karena Amerika Serikat telah memotivasi bahwa ia tidak ingin Belanda dihancurkan karena ada dugaan bahwa Indonesia akan dibantu oleh Uni Soviet.

Irian barat

Perjanjian New York

Didukung oleh perjuangan pemerintah Indonesia untuk mengubah wilayah barat Irian menjadi tanah air dominasi Belanda. Pada Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di Den Haag, Belanda, dalam keputusannya salah satu dari mereka tentang masalah Irian Barat, yang akan diselesaikan dalam waktu satu tahun, tetapi kemudian berlangsung sampai 1961, tidak pernah berhasil. Dan cnderung ingin menolak perjanjian di konferensi.

Akhirnya, perjanjian 15 Agustus 1962 terjadi di New York dan berlangsung di markas PBB. Dari pemerintah Belanda ia mengirim Dr. Van Roijen sebagai wakilnya dan Adam Malik mewakili pemerintah Indonesia dan Elsworth Bunker sebagai mediator.

Kesepakatan yang dicapai oleh kedua belah pihak lancar, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda. Perjanjian tersebut kemudian disebut sebagai Perjanjian New York.

Poin-poin berikut setuju dalam perjanjian New York, termasuk.

  1. Setelah perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak, selambat-lambatnya 1 Oktober 1962, pemerintah Belanda harus mengirim PBB ke wilayah Irian Barat melalui Latihan Sementara PBB atau UNTEA.
  2. Wilayah Irian Barat dari 1 Oktober 1962 hingga kembali ke Pemerintah Indonesia pada 1 Mei 1963, berada di bawah tanggung jawab PBB dalam hal ini sebagai UNTEA sebagai pelaksana.
  3. Pasukan militer pemerintah Belanda telah meninggalkan wilayah Irian Barat untuk sementara waktu dan tidak diizinkan untuk melakukan kegiatan militer di bawah pengawasan otoritas PBB dalam hal ini UNTEA.
  4. Pada tanggal 31 Desember 1962, di dekat bendera PBB, pemerintah Indonesia akan memegang bendera merah putih.
  5. Secara formal, wilayah Irian Barat akan diserahkan oleh PBB pada 1 Mei 1963 kepada pemerintah Indonesia
    Sebelum akhir 1969, penemuan keinginan orang-orang lebih dikenal sebagai PEPERA di Irian Barat.
  6. Pasukan militer Indonesia di wilayah Irian Barat tetap berada di Irian Barat, tetapi bergabung dengan pasukan yang dipimpin PBB.

UNTEA adalah pemerintahan sementara yang dibentuk oleh dewan PBB selama masa transisi sebelum pemerintah Indonesia secara formal unggul dari Irian Barat. Dan sejak itu, bendera PBB telah dicopot bukannya bendera Belanda.

PBB mengirim CEO Iran Jalal Abdoh ke posisi kepala UNTEA dan menunjuk E.J. Bonay adalah putra asli Irian Barat untuk melayani sebagai gubernur. Dan untuk memastikan keamanan di wilayah Irian Barat, PBB telah menciptakan Pasukan Keamanan PBB (UNSF). Fenomena NSF kemudian dipimpin oleh seorang warga negara Pakistan bernama Brigadir Jenderal Said Uddin Khan.

Menentukan opini populer atau PEPERA

Penyerahan wilayah Irian kepada pemerintah Indonesia dilakukan di kota Holand (Kota Baru) pada tanggal 1 Mei 1963. Untuk mencapai Perjanjian New York, secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak, baik pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia . Kemudian PEPERA dilaksanakan segera sebelum akhir tahun 1969, dan ini dicapai melalui tiga tahap proses sebagai berikut.

  1. Tahap pertama dimulai dengan mengorganisasi pertemuan lanjutan tentang kepemimpinan PEPERA, yang berlangsung pada 24 Maret 1969, dengan mengumpulkan dewan distrik di seluruh wilayah Irian Barat.
  2. Tahap kedua terjadi dengan memilih pemilihan anggota dewan musyawarah PEPERA, yang berakhir pada Juni 1969. Pemilihan itu berhasil dengan 1.206 anggota terpilih, termasuk 43 anggota dan 983 anggota laki-laki. Anggota berasal dari delapan distrik di wilayah Irian Barat.
  3. Tahap terakhir atau ketiga adalah aktivitas utama, PEPERA sendiri. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di semua kabupaten Irian Barat, yang dimulai di Merauke pada 14 Juli 1960 hingga akhir 4 Agustus 1969 di Jayapura.

Masing-masing kegiatan ini juga dibantu oleh delegasi PBB, yaitu DR. Fernando Ortiz Sanz, pemerintah Belanda juga pengirim dari Australia. Dari kegiatan PEPERA yang terjadi di semua wilayah Irian Barat, dihadiri oleh delegasi dari kedua belah pihak dan pihak-pihak netral, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah hasil ditemukan yang menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di wilayah Irian Barat hanya ingin menyatukan kedaulatan negara. Republik Indonesia. Dengan hasil ini, pemerintah Belanda meninggalkan dan menerima hasilnya.

Baca Juga :

Jenis-jenis Manusia Purba di Dunia

Jenis-jenis Manusia Purba di Dunia

pernah nggak terpikir olehmu bagaimana bentuk fisik dari nenek moyang kita? Banyak para peneliti sampai saat ini tetap beranggapan bahwa manusia berasal dari Afrika, lho. Meski begitu, ternyata nenek moyang kami ternyata bukan hanya satu. Penasaran apa saja jenis-jenis manusia purba di dunia dan mengapa Afrika dikatakan sebagai tempat pertama manusia di bumi?

1. Ardipithecus Ramidus (Hidup kira-kira 4.4 juta tahun yang lalu)
Fosil manusia purba ini ditemukan di Ethiopia, Afrika bagian timur, oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994 dan sering dipanggil “Ardi”. Bagian tubuhnya yang tersisa bersifat tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian.

Saat itu, fosil Ardi berada di kira-kira fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan. Diketahui bahwa style manusia purba ini miliki berat kira-kira 50 kg, tinggi kira-kira 120 cm, pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak mirip bersama dengan milik simpanse. Meski begitu, gigi seri dan taring Ardi lebih besar dari kera. Diduga, ia termasuk pintar memanjat pohon dan dapat terjadi tegak, lho, tidak sama ‘kan bersama dengan kera yang jalannya bungkuk?

2. Australopithecus Africanus (Hidup kira-kira 3.3-2.1 juta tahun yang lalu)

Fosil mereka ditemukan pada tahun 1924 oleh anak-anak di tempat Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan. Lalu kemudian diteliti oleh Prof. Raymond Dart dan diberi nama Australopithecus Africanus, yang artinya “kera dari selatan Afrika”.

Butuh 20 tahun bagi para peneliti untuk meyakinkan diri bahwa Australopithecus Africanus ini masuk di dalam kategori manusia. Hmm, kira-kira kenapa butuh saat lama, ya? Ternyata secara anatomi, mereka miliki gabungan fisik manusia dan fisik kera. Lengannya panjang dan lekukan wajahnya kuat. Selain itu, bagian tulang panggul, tulang paha, bahu, tangan, dan tulang kakinya mengindikasikan sering digunakan untuk berjalan.

3. Sinanthropus Pekinensis (Hidup kira-kira 780.000-230.000 tahun yang lalu)

Pertama kali diperoleh di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok. Daerah berikut yang sering disebut bersama dengan Peking membuat fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man.

Mereka dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927. Walaupun manusia purba, volume otaknya diperkirakan kira-kira 1.000 cm3-1.300 cm3, mirip seperti volume otak manusia saat ini.

Ciri-ciri ini membuat mereka mirip bersama dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia. Hal yang membedakan adalah kapasitas tengkorak Sinanthropus Pekinensis lebih besar bersama dengan gigi taring yang tidak tumpang tindih. Ciri-ciri lainnya adalah dahi kecil, tulang tengkorak tebal, bagian alis mata besar, dan rahang besar tanpa dagu.

4. Homo Rhodesiensis (Hidup kira-kira 400.000-125.000 tahun yang lalu)

Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemuka fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur.

Ciri fisiknya antara lain miliki bagian punggung alis yang besar dan lebar, hidung besar, kening menonjol, dan tonjolan di bagian belakang tengkorak. Selain itu, mereka termasuk telah terjadi tegak, sehingga disebut sebagai African Neanderthal.

5. Homo Cro-Magnon (hidup kira-kira 40.000-10.000 tahun yang lalu)

Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia moderen (Homo Sapiens) tertua dari Eropa. Fosilnya telah ditemukan di tahun 1868. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa. Homo Cro-magnon barangkali memasuki Eropa dari Timur Tengah dan akhirnya mengambil alih Homo Neanderthal. Homo Cro-magnon hidup bersama dengan berburu dan meramu makanan, mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran, serta berburu hewan liar. Mereka tinggal di di dalam gua dan kemah sederhana.

https://www.biologi.co.id/ Homo Cro-magnon diperkirakan telah dapat berkomunikasi dan miliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal. Mereka termasuk merasa menciptakan karya seni, seperti lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua Perancis, Spanyol, dan Gurun Sahara. Selain itu, mereka termasuk telah membuat perhiasan, mainan, pakaian, tempat tinggal, perkakas, dan senjata untuk berburu.

Renaissance : Eropa Menuju Masa Kebangkitan

Renaissance : Eropa Menuju Masa Kebangkitan

sebelum abad ke 14, Eropa tersedia pada suatu era yang disebut era kegelapan. Pada era ini Eropa di kuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala. Gak deng, Eropa sedang tersedia pada era dimana kebudayaan sedang tidak berkembang dan pengetahuan pengetahuan seperti terjadi di tempat.

Renaissance terjadi pada abad ke 14 hingga abad ke 17. Setelah Eropa mengalami era kegelapan, para pemikir mengusahakan mencari ide-ide baru dengan cara mempelajari ilmu-ilmu dari zaman Romawi kuno, Yunani kuno, atau kerajaan Ottoman untuk sesudah itu dimodifikasi.

Renaissance secara harfiah artinya terlahir kembali. Hal ini seiring dengan apa yang ditunaikan pemikir dan seniman Eropa. Mereka lagi melihat dan mengakses ide-ide lama yang ditinggalkan oleh bangsa Yunani dan Romawi, baik didalam wujud pemikiran, bangunan, atau karya seni.

Karya seni adalah keliru satu sektor yang paling berpengaruh. Karya seni pada zaman ini condong lebih realistis, humanis, romantis, dan sedikit lebay sebab kecuali diamati dari patung dan lukisannya, pasti menampilkan sosok manusia yang dianggap ideal (sixpact, kekar, maskulin, dan tampan kecuali modelnya laki-laki).

Selain karya seni, perihal yang lumayan tenar pada zaman ini adalah berkembangnya cara berpikir manusia dan pengetahuan filsafat. Pada awalnya sebelum gerakan ini menyebar, bangsa Eropa tetap beranggapan bahwa apa yang dikatakan pemuka agama dan kitab adalah benar dan tak tertentang. Tetapi selagi gerakan ini menyebar, mereka mulai berpikir secara rasional, humanis, tanpa mengesampingkan agama. Jadi kecuali kalian beranggapan renaissance adalah gerakan yang melawan agama, itu adalah salah. Karya-karya pada zaman ini jadi banyak menghiasi daerah ibadah di Eropa.

Dengan terdapatnya renaissance ini para pemikir di Eropa mencoba meletakkan posisi mereka sebagai manusia yang bebas memilih pilihannya. Bukan bagian dari suatu kelompok, sebab itu sikap individualis termasuk berkembang pada zaman ini.

Gerakan renaissance ini pertama lahir di Italy pada abad ke 14 sesudah itu menyebar ke seluruh Eropa. Hal ini disebabkan sebab kota-kota di Italy banyak yang jadi kota perdagangan yang kaya. Sehingga, mereka mampu membiayai para pemikir dan seniman untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru. Selain itu peninggalan Romawi dan Yunani gampang dijumpai di Italy. Kemudian perdagangan yang berhubungan dengan kerajaan Ottoman yang notabenenya adalah kerajaan muslim, dan selagi itu sedang mengalami era jaya dan dijadikan sebagai pusat pendidikan tenar pada zaman itu, maka Italy membawa modal untuk lakukan gerakan seperti ini.

Renaissance mempengaruhi banyak pola pikir di dunia. Pada selagi ini lah pengetahuan anatomi manusia jadi populer, karena, ya, kecuali mau memicu karya sehumanis dan semanusia mungkin, kalian wajib mengerti bagaimana anatomi manusia dong. Dan caranya adalah? Ya ngebedah manusia buat diamati isinya.

Selain itu, zaman ini termasuk membangkitkan seniman-seniman dengan karya-karya yang fenomenal, seperti:

Leonardo da Vinci dengan lukisan Mona Lisanya yang termahsyur

Raphael yang memicu ilustrasi para pemikir Yunani didalam “School of Athens”

Donatello dengan patung Davidnya

Michelangelo dengan lukisannya yang menghiasi atap kapel Sistine di Vatikan

Lalu, mereka seluruh bergabung jadi kura-kura ninja, gak deng. Tapi serius, nama mereka sama dengan karakter kura-kura ninja, sebab kura-kura ninja terinspirasi oleh mereka. Keren kaan? https://www.gurukelas.co.id/

Hal penting yang ditinggalkan renaissance hingga zaman sekarang, tidak cuman karya-karya yang fenomenal adalah pemikiran. Kemudian, renaissance termasuk punya dampak pada dunia. Pengaruhnya lumayan perlu bagi kehidupan manusia nih.

Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

RG Squad, tahukah anda kalau penduduk asli Eskimo, Indian (suku nomaden di Asia dan Afrika) dikenal sebagai pembuat peta yang baik? Mereka juga sering disebut sebagai kartograf gara-gara kemampuannya. Nah tentunya, peta yang dibuat oleh orang Eskimo ada bermacam-macam. Sebagaimana jenis-jenis peta yang akan kita bahas dengan di bawah ini.

Pengertian peta

Peta adalah gambar permukaan bumi yang rinci dan ukurannya telah diperkecil terhadap suatu bidang datar, sebagaimana penampakannya dari atas. Fungsinya untuk:

Menunjukkan lokasi terhadap permukaan bumi;
Menggambarkan luas, pola, dan wujud beraneka tanda-tanda alami dan manusia;
Menentukan arah dan juga jarak suatu tempat;
Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat;
Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami;
Memungkinkan pengambilan analisis dari knowledge atau Info yang tersaji, serta;
Melihat terdapatnya gerak pergantian dan juga prediksi dari hasil pertukaran barang-barang persebaran kesibukan industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.
Suatu peta dapat dikatakan lengkap kalau terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

Judul: terdapat di bagian paling atas, biasanya menyebutkan model peta, lokasi wilayah, dan juga kondisi yang dideskripsikan dalam peta tersebut.
Skala: angka yang membuktikan perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya.
Tanda arah: dikenal juga dengan nama mata angin, bentuknya layaknya panah yang senantiasa mengarah ke atas untuk membuktikan arah utara.
Tata warna: untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang menghendaki ditampilkan.
Simbol: tanda-tanda yang umum, dipakai untuk mewakili kondisi sebenarnya ke dalam peta, dan dapat diklasifikasikan menjadi:
Simbol fisiografis (fisik), seperti: relief, hidrologis, oseanologis, klimatologis, dan sebagainya.
Simbol kultur, contohnya: jalan transportasi, batas sungai, dan sebagainya.
Lettering: tulisan atau angka yang dapat mempertegas arti dari simbol-simbol di peta.
Legenda: fungsinya memperjelas info dari lambang yang ada dalam peta. Biasanya terletak di bagian tepi peta.
Inset: tujuannya membuktikan lokasi yang penting, tapi tidak cukup mengetahui dalam peta, dan juga mempertajam atau memperjelas tidak benar satu bagian peta.
Garis astronomis: bermanfaat memilih lokasi suatu tempat, ditandai dengan garis tepi yang membuktikan angka derajat, menit, dan detik tanpa mengakibatkan mesti garis bujur dan lintang.
Garis tepi: biasanya dibuat rangkap. Garis ini dapat dijadikan perlindungan dalam mengakibatkan sebuah peta pulau atau suatu wilayah, supaya letaknya dapat pas di tengah.
Tahun pembuatan: disebut juga dengan reproduksi. Ini tidak serupa dengan th. kondisi peta ya, Squad. Misalnya, di th. 2018 anda mengakibatkan peta persebaran penduduk Indonesia th. 2005. Maka dalam judul mesti dicantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2005”. Sedangkan, di luar garis anda mesti tulis th. reproduksinya, yakni th. 2018. Paham, ‘kan?
Jenis-jenis Peta

Peta dapat diklasifikasikan jadi lebih dari satu macam, yaitu:

1. Berdasarkan skala

Peta teknik/kadaster,skala 1 : 100 hingga dengan 1 : 5000.
Peta berskala besar, skala 1 : 5.000 hingga dengan 1 : 250.000.
Peta berskala medium, skala 1 : 250.000 hingga dengan 1 : 500.000.
Peta berskala kecil, skala 1 : 500.000 hingga dengan 1.000.000.
2. Berdasarkan kondisi objek
Peta dinamik, melukiskan kondisi yang berubah-ubah. Misal, peta transmigrasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
Peta stasioner, melukiskan kondisi yang stabil. Misal, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.
3. Peta topografi
Gambar wujud permukaan bumi yang dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi), kebudayaan, dan sebagainya.

4. Peta Statistik

Peta statistik distribusi kualitatif, melukiskan kevariasian model data, tanpa pertimbangkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
Peta statistik distribusi kuantitatif, melukiskan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsi
Dapat dibedakan menjadi:

Peta geografi dan topografi;
Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
Peta lantas lintas dan komunikasi;
Peta yang terkait dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
Peta cuaca dan iklim;
Peta ekonomi dan statistik.

Baca Juga :

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

 

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT
Hallo semuanya, masih berbicara mengenai preposition inggris yang dimana pada postingan sebelumnya kita sudah menyelesaikan tentang part of speech preposition of place, anda bisa melihatnya sendiri. Pada perjumpaan kali ini kita akan membahas jenis preposition yang lainnya yaitu preposition of movement atau direction. Apa itu preposition of movement atau direction? Untuk mengetahuinya silahkan ikuti pembahasan berikut ini.

Pengertian Preposition of Movement

Apa itu preposition of movement? Dan apa fungsinya? preposition of movement atau bisa disebut juga dengan preposition of direction adalah sebuah preposition yang menunjukkan sebuah gerakan. Gerakan tersebut ditunnjukkan dengan dalam gabaungan antara preposition dan noun yang mengikutinya untuk membentuk prepositional phrase. Gerakan yang dijelaskan di sini adalah gerakan subject atau object of sentence (subjek atau objek dari kalimat) terhadap object of preposition (objek dari preposition).

Contoh Preposition of Movement

Pada tabel berikut ini adalah beberapa daftar preposition of movement dan contoh penggunaannya.

Preposition of Movement(direction)

NB: Sangat disarankan untuk mengembangkan sendiri dengan membuka kamus atau sumber lain untuk menemukan contoh, definisi, fungsi lain dari preposisi of movement.

Contoh Kalimat

Untuk lebih jelasnya mengenai cara penggunaan preposition of movement di atas silahkan lihat beberapa contoh di bawah ini.

I can sea a big building across the road.
I am running along the road.
The soldier runs around the field.
I will go back to England tomorrow.
Eddie’s house is three blocks from here past the hospital.
After 3 days on the Semeru mountain peak they go down from there.
My father tries to park his car into the garage.
I see he walks hurriedly to the class.
Those historic statue of under the sea is aged two hundred years.
The most difficult part of our trip is climbing up the cliff.
The cat jumps out of the bathtub quickly after splashed.
USA aircrafts flight over my office three times yesterday.

Itulah tadi pembahasan tentang pengertian contoh kalimat preposition of movement or direction. Silahkan berkomentar di bawah jika ada yang ingin ditanyakan atau kurang paham dengan materi di atas. Mohon maaf dan mohon koreksinya juga bila ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan materi. Terima kasih.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.com/

Introductory IT

Introductory IT

Introductory IT

Introductory IT
Introductory IT

 

Introductory adalah

Introductory adalah suatu bentuk kalimat yang bila digunakan di dalam kalimat, tidak memperngaruhi makna kalimat itu sama sekali. Hal ini disebabkan karena kata tersebut maknanya sudah dikandung oleh unsure yang lain. Jadi dapat dikatakan bahwa introductory adalah kata yang tidak mempunyai arti di dalam kalimat. Bila digunakan maupun tidak, makna kalimat tetap sama. Kata yang dapat kita gunakan sebagai introductory ada dua, yaitu IT dan THERE, sehingga disebut introductory IT dan introductory THERE.
Cara menggunakan kedua introductory tersebut disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ada.

Introductory “IT”

Sebenarnya it tidak selamanya berfungsi sebagai introductory. Selain sebagai introductory, it dapat juga digunakan sebagai pronoun atau kata ganti. Apabila it digunakan sebagai kata ganti berarti it tersebut menggantikan suatu benda bukan manusia. Penggunaan it sebagai kata ganti dapat dilihat dari contoh-contoh berikut :

– I have a cat. It is very nice.
– I have an interesting book. I want to read it.
– She doesn’t buy that dress because she doesn’t like it.
– We have a job. We have to finish it soon.
– I don’t like this program. It makes me bore.
Dilihat dari posisi it pada kalimat-kalimat diatas, dapat disimpulkan bahwa it digunakan sebagai subject maupun sebagai objek kalimat. Demikian juga, introductory it. Bedanya adalah introductory it tidak menggantikan suatu benda. Introductory it dapat digunakan sebagai :

Sebagai Subjek

Introductory it dapat digunakan sebagai subject untuk menyatakan :

i. Keadaan Cuaca

Untuk menyatakan cuaca, introductory it digunakan apabila subjek kalimat dari TO BE + Adjective yang menyatakan cuaca adalah adverb of time yang menyatakan nama hari, tanggal, bulan, musim atau tahun.
Contoh :
Ø Today is hot. It is hot today.
Ø Yesterday was cloudy. It was cloudy yesterday.
Ø Tomorrow will be sunny. It will be sunny tomorrow.
Ø Summer is not rainy. It is not rainy in summer.
Ø In December is rainy. It is rainy in December.

ii. Menyatakan Waktu

Untuk menyatakan waktu, introductory it digunakan apabila subject dari TO BE + Adverb of time menyatakan nama hari dan tanggal.
Contoh :
Ø Today is Sunday. It is Sunday today.
Ø Yesterday was Saturday. It was Saturday yesterday.
Ø Tomorrow will be Monday. It will be Monday tomorrow.
Ø Today is 25th. It is 25th today.
Ø Yesterday was 24th. It was 24th yesterday.

iii. Mempertegas makna kalimat

Untuk mempertegas makna kalimat, introductory it digunakan apabila subjek dari TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) adalah TO INFINITIVE.

Pola kalimat ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

TO INFINITIVE + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE +NOUN)
Pola kalimat di atas dapat diubah dengan menggunakan introductory it sebagai subjek seperti berikut :
IT + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø To do the test is not easy. It is not easy to do the test.
Ø To study English is very interesting. It is very interesting to study English.
Ø To meet you again will be nice. It will be nice to meet you again.
Ø To program the computer is a difficult work. It is a difficult work to program the computer.
Ø To have a picnic in that resort was very pleasant. It was very pleasant to have a picnic in thet resort.
Catatan : TO BE yang dapat digunakan setelah subjek IT adalah IS, WAS, dan WILL BE. Penggunaan TO BE ini disesuaikan dengan tense, yaitu : IS untuk present, WAS untuk past, dan WILL BW untuk future.
b. Sebagai Objek
Apabila introductory it digunakan sebagai objek, pola kalimatnya dirumuskan debagai berikut :
S + P + IT + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø She found it difficult to translate the article.
Ø We know it hard to influence an orthodox man.
Ø They make it easy to understand the lesson.
Apabila setelah predikat digunakan tanda koma atau kata penghubung THAT, pola kalimatnya berubah menjadi :
S + P (,)/THAT + IT + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø She found, it was difficult to translate the article.
Ø We know that it is hard to influence an orthodox man.
Ø He think it is interesting to study English.
Ø You believed that it was boring to listen to a long speech.
Ø I think, it is a wasting time to wait the bus.

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/