Gubernur: Pendidikan Dilakukan Secara Estafet

Gubernur Pendidikan Dilakukan Secara Estafet

Gubernur: Pendidikan Dilakukan Secara Estafet

Gubernur Pendidikan Dilakukan Secara Estafet
Gubernur Pendidikan Dilakukan Secara Estafet

BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada seluruh peserta

dari kota dan kabupaten di Jawa Barat yang telah mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an XVl tingkat Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung sejak tanggal 28 April hingga 3 Mei 2019 bertempat di Pusdai Jl. Diponegoro No. 63 Bandug, Mesjid AI-Mutaqin Gedung Sate dan Mesjid Agung Kota Bandung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya ucapkan selamat kepada para juara,” kata Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, dalam sambutannya diacara penutupan STQ XVI, di Pusdai, Jumat (04/05) malam.

Menurut Gubernur, pendidikan dalam memahami Al Qur’an dan Hadist

harus dilakukan secara estafet sejak mulai dari anak-anak dengan cara-cara yang paling mulia untuk mewujudkan masyarakat yang Madani sesuai visi Jawa Barat yaitu Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi.

“Kegiatan masyarakat ini telah dan contoh masyarakat lain. Dan hidup berkompetisi setiap hari untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan kita akan berhasil jika keturunan kita lebih baik dari orang tuanya,” ucapnya.

Gubernur mengatakan, kalau anak kita lebih baik, lebih sejahtera, sehat dari

pada orang tuanya tentunya ini lebih baik dan berhasil, begitu juga dalam hafalan Qur’an dan hadist berati kita masuk golongan yg beruntung.

“Mudah-mudahan Jabar diberkahi Allah SWT esok lebih baik lagi dan ada 2 nilai yang dimiliki masyarakat Indonesia yaitu paling optimis, selalu berbaik hati  indeks kedermawanan dan Indonesia negara paling baik hati, ini survei yang dilakukan terhadap200 negara, ini nilai kelas dunia,” ucapnya.

Gubenur juga meminta kepada kita dan kabupaten yang tidak mendapatkan nilai sama sekali dalam STQ XVI ini untuk terus meningkatkan kemampuan dan pembinaannya kepada para peserta yang mereka kirimkan.

“Selamat bagi Kota dan Kabupaten, bagi daerah yang tidak mendapat nilai sama sekali untuk disurati biar jangan tidak ada nilai sama sekali. Pembinaan menjadi penting, karena pembinaan akan melahirkan dari sebuah sistem,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.codecademy.com/partaIbeng

Peraturan dan Regulasi ( UU No.19 Tentang Hak Cipta)

Peraturan dan Regulasi ( UU No.19 Tentang Hak Cipta)

Peraturan dan Regulasi ( UU No.19 Tentang Hak Cipta)

Peraturan dan Regulasi ( UU No.19 Tentang Hak Cipta)
Peraturan dan Regulasi ( UU No.19 Tentang Hak Cipta)

 

UU No.19 tentang Hak Cipta

Berdasarkan UU RI no 19 tahun 2002

Bab 1 mengenai Ketentuan Umum, Pasal 1

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama -sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.

Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.

Hak Terkait adalah hak yang berkaitan dengan Hak Cipta, yaitu hak eksklusif bagi Pelaku untuk memperbanyak atau menyiarkan pertunjukannya; bagi Produser Rekaman Suara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya, dan bagi Lembaga Penyiaran untuk membuat, memperbanyak, atau menyiarkan karya siarannya

Lisensi adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratan tertentu.

Ketentuan Umum

Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri. Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).

Lingkup Hak cipta

Lingkup hak cipta diatur didalam bab 2 mengenai LINGKUP HAK CIPTA pasal 2-28 :

·         Ciptaan yang dilindungi (pasal 12), Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup: buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain, ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan, lagu atau musik dengan atau tanpa teks, drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim, seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan, arsitektur, peta, seni batik, fotografi, sinematografi, terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

·         Ciptaan yang tidak ada Hak Cipta (pasal 13), hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim atau keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya.

Sumber : http://www.harborcollege.org/teknik-membaca-cepat-untuk-siswa-sd-agar-mudah-diingat/

Wadanseskoau terima kunjungan GKSCSC Singapura Armed Forces

Wadanseskoau terima kunjungan GKSCSC Singapura Armed Forces

Wadanseskoau terima kunjungan GKSCSC Singapura Armed Forces

Wadanseskoau terima kunjungan GKSCSC Singapura Armed Forces
Wadanseskoau terima kunjungan GKSCSC Singapura Armed Forces

LEMBANG-Bertempat di Gedung Leo Wattimena Seskoau

, Lembang, Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Marsma TNI Warsono didampingi para pejabat Seskoau menerima kunjungan delegasi Goh Keng Swee Command and Staff College Singapura Armed Forces ( GKSCSC SAF) yang dipimpin Kolonel Tan Teck Guan beserta 18 staf dan 67 perwira siswa, Selasa (29/4) pekan lalu.

Kunjungan ini merupakan upaya dari GKSCSC Singapura Armed Forces untuk mempererat kerjasama militer kedua negara melalui program kunjungan di beberapa satuan lembaga pendidikan.

Dalam sambutannya Komandan Seskoau Marsekal Muda

TNI Sudipo Handoyo, S.E. yang dibacakan Wadanseskoau Marsma TNI Warsono, menyampaikan ucapan selamat datang, dengan harapan delegasi Goh Keng Swee Command and Staff College Singapura Armed Forces ( GKSCSC SAF) dapat mempererat kerjasama kedua angkatan melalui kegiatan kunjungan ke Seskoau. Di samping itu, Danseskoau juga menjelaskan tugas dan kegiatan Seskoau sebagai lembaga pendidikan pengembangan umum di TNI AU mendidik para perwira TNI Angkatan Udara untuk dipersiapkan sebagai calon pimpinan TNI Angkatan Udara. Pada kesempatan yang sama Kolonel Tan Teck Guan, menyampaikan juga maksud dan tujuan kunjungan ke Seskoau agar perwira GKSCSC Singapura Armed Forces mengetahui tentang keberadaan lembaga Seskoau yang juga mengikut sertakan perwiranya untuk mengikuti pendidikan di Seskoau.

Wakil Komandan Seskoau juga memperkenalkan para pejabat Seskoau

kepada delegasi GKSCSC SAF dan pada kesempatan tersebut ditayangkan profil Seskoau dilanjutkan penyerahan cinderamata, refreshment dan Foto bersama di depan Gedung Leo Watimena. Usai melaksanakan kunjungan tersebut, delegasi GKSCSC Singapura Armed Forces yang didampingi pula perwira pendamping dari Mabes TNI selanjutnya melakukan perjalanan ke Obyek Wisata Tangkuban Perahu.

 

Baca Juga :

 

 

Tekan Penyebaran Virus, Jamaah Umroh Divaksin

Tekan Penyebaran Virus, Jamaah Umroh Divaksin

Tekan Penyebaran Virus, Jamaah Umroh Divaksin

Tekan Penyebaran Virus, Jamaah Umroh Divaksin
Tekan Penyebaran Virus, Jamaah Umroh Divaksin

BANDUNG- Berbagai upaya terus dilakukan oleh sejumlah instansi

, baik pemerintah daerah, pihak swasta maupun perusahaan yang bergerak di bidang biro perjalanan, dalam menyikapi merebaknya virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang saat ini sudah menelan ratusan korban jiwa di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah.
Seperti yang dilakukan oleh biro perjalanan Panghegar Tour and Travel. Untuk mengentisipasi kemungkinan calon Jemaah Umroh yang akan berangkat ke Arab Saudi , terkena virus Mers, biro perjalanan tersebut membekali mereka dengan pemberian vaksin.

Presiden Komisaris Panghegar Taour and Travel,

Hilwan Saleh mengatakan, upaya pemberian vaksin merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pihaknya sebagai langkah antisipasi penularan virus tersebut.

“Dengan kita tahu kondisi lebih awal jadi persiapan kita lebih baik lagi. Biasanya Jemaah Haji dan Umroh selalu dibekali dengan anti virus dalam bentuk vaksin dan ini merupakan hal yang wajib bagi kita,” ujarnya.

Dengan pemberian vaksin tersebih dahulu menurut Hilwan

, bisa menangtisipasi sehingga pada waktu Jemaah berada di tanah suci mereka bisa terhindar dari penyebaran dari virus tersebut.

“Dengan kondisi fisik Jemaah yang bagus dan dibekali vaksin, Insya Allah Jemaah bisa menangkal virus itu,” ucap Hilwan, kepada , di ruang kerjanya, di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Kamis (08/05).

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan Kota Bandung meminta kepada masyarakat Bandung yang akan Umroh serta biro perjalanan yang ada di Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus yang ditularkan melalui hewan unta itu.

 

Sumber :

https://www.mindstick.com/Articles/95820/understanding-of-speaking-skills-and-forms-platforms-objectives-and-examples

Pemerintah Pusat Nilai Program USAID PRIORITAS Jabar Berhasil

Pemerintah Pusat Nilai Program USAID PRIORITAS Jabar Berhasil

Pemerintah Pusat Nilai Program USAID PRIORITAS Jabar Berhasil

Pemerintah Pusat Nilai Program USAID PRIORITAS Jabar Berhasil
Pemerintah Pusat Nilai Program USAID PRIORITAS Jabar Berhasil

BANDUNG- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyuddin Zarkasyi

menyatakan dirinya memberikan apresiasi terhadap siswa SDN 2 Rajamandalakulon, Cipatat, yang penuh percaya diri memperagakan proses pembelajaran kelas dunia.
Menurut Wahyudin, para siswa mampu memperagakan proses pembuatan pembangkit listrik sederhana dari bahan-bahan daur ulang, setelah sebelumnya mereka melakukan pengamatan ke PLTA

“Kepercayaan diri siswa ini merupakan bukti sahih bahwa program USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) berdampak positif,” ujar Wahyuddin.

Wahyudin mengatakan, saat ini Disdik Jabar tengah memperkuat pendidikan dasar,

baik mutu maupun aksesnya dengan mendukung implementasi Kurikulum 2013 dalam rangka memperkuat pendidikan dasar itu.

“Kehadiran program USAID PRIORITAS sangat tepat waktu dan tepat sasaran, membantu kami memperkuat pendidikan dasar, khususnya dalam hal pembelajaran, tatakelola, dan manajemen pendidikan dasar.” Kata Wahyudin, pada kegiatan Provincial Showcase, lokakarya keberhasilan program USAID PRIORITAS beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, Erna Irnawati

mengatakan, bahwa setelah berjalan satu tahun lebih, Kab/Kota mitra USAID PRIORITAS telah memperlihatkan dampak positif dari program, melalui kegiatan showcase

“Semua kab/kota di Jabar yang menjadi mitra USAID PRIORITAS menunjukkan dampak program melalui simulasi pembelajaran, talkshow, dan pameran praktik yang baik. Kita berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para pemangku kepentingan pendidikan dasar di Jabar,”

Stuart Weston, Direktur USAID PRIORITAS, menghargai kerja keras segenap mitra USAID PRIORITAS di Jabar dalam mendukung keberhasilan program.

“Pameran, simulasi pembelajaran, dan talkshow ini menunjukkan dengan jelas dampak program di tingkat sekolah dan daerah mitra USAID PRIORITAS,” katanya.

 

Sumber :

http://www.becomegorgeous.com/blogs/hamzziiii/feminism-understanding–history–characteristics–types–strengths–weaknesses-P82048

BPJS Naker Kian Gencar Sosialisasi Program

BPJS Naker Kian Gencar Sosialisasi Program

BPJS Naker Kian Gencar Sosialisasi Program

BPJS Naker Kian Gencar Sosialisasi Program
BPJS Naker Kian Gencar Sosialisasi Program

BANDUNG-Dengan program baru yakni jaminan pensiun, BPJS

Ketenagakerjaan harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi menjadi salah satu jurus ampuh untuk memperkenalkan produk atau program sebuah lembaga.

“kami secara masif mensosialisasikan program-program kepada masyarakat,” tandas Kepala BPJS Naker Kantor Cabang Majalaya, Ahmad Gunawan, di tempat kerjanya, Jalan Soekarnohatta Bandung, belum lama ini.

Achmad Gunawan. meneruskan, berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan

, seluruh pekerja, baik yang bersifat formal maupun non-formal atau bukan penerima upah, wajib menjadi peserta lembaga yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) tersebut. Dasar itu, cetusnya, yang membuat jajarannya membidik para pekerja sektor non-formal, seperti
para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan lainnya.

Mengenai jumlah peserta yang merupakan pekerja non-formal,

Ahmad Gunawan mengungapkan, sejauh ini, terus menunjukkan perkembangan. Jumlahnya, sambung dia, mencapai ratusan. “Karenanya, kami melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepesertaan pekerja sektor non-formal,” tegas dia.

Salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan BPJS Kantor Cabang Majalaya secara masih berlangsung di banyak titik wilayah kerjanya, seperti kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung. jo

 

Baca Juga :

 

 

BNN Provinsi Jabar Ungkap Program Kerja

BNN Provinsi Jabar Ungkap Program Kerja

BNN Provinsi Jabar Ungkap Program Kerja

BNN Provinsi Jabar Ungkap Program Kerja
BNN Provinsi Jabar Ungkap Program Kerja

 

BANDUNG. Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Pol Drs. Anang Pratanto

, dalam raker bersama Komisi V DPRD Jabar, Selasa (31/3) mengungkapkan program kerja.

Program kerja yang menjadi prioritas adalah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dengan program tersebut, diharapkan seluruh komponen masyarakat di Jabar tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang tercermin dari angka prevalensi di tahun 2014 dibawah 2,5 persen.

Adapun rencana strategis P4GN BNNP Jabar pertama, ekstensifikas

i dan intensifikasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kedua, ekstensfikasi dan intensifikasi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ketiga, memfasilitasi penyediaan sarana dan rehabilitasi bagi penyalahgunaan dan pecandu narkoba.

Keempat, memberantas sindikat jaringan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba baik dari luar maupun dalam negeri.

Anang, lebih lanjut memaparkan untuk program rehabilitasi pecandu,

BNNP Jabar menargetkan 100.000 pecandu narkoba dapat dilakukan rehabilitasi.

Dari 100.000 pecandu narkoba yang direhabilitasi , 4.484 orang dapat direhabilitasi melalui instansi pemerintah.

Dengan tersebarnya di Jabar Lembaga rehabilitasi komponen masyarakat dengan jumlah lembaga sebanyak 37 lembaga, diharapkan dapat merehabilitasi pecandu narkoba sebanyak 5.054 orang.

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jaring-jaring-kubus

Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat
Larangan Penggunaan Pukat

BANDUNG-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti,

menerbitkan regulasi, yaitu Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang
pelarangan pemakaian alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Sein Nets) di wilayah negara ini.

Dampak terbitnya peraturan tersebut yaitu hasil penangkapan para nelayan anjlok. Merosotnya hasil penangkapan itu, secara otomatis membuat pendapatan kalangan tersebut pun turun.

“Contoh, di Pantai Selatan, yaitu Garut, hasil penangkapan

nelayan drop 60-65 persen setiap hari. Para nelayan di Rancabuaya, Pameungpeuk, Sandang, dan Cimari, biasanya mampu menangkap ikan hingga 150 ton. Kini, pasca penerbitan peraturan itu, turun menjadi 60 ton,”ungkap Ketua Terpilih DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNS) Jabar, H. Nandang A. Permana, Jumat (3/4).

Nandang menjelaskan, peraturan itu mewajibkan para nelayan menggunakan jaring yang ramah lingkungan. Akan tetapi, lanjutnya, peraturan itu tidak menjelaskan maksud jaring ramah lingkungan. Sebenarnya, ungkap dia, pihaknya sudah bertanya tentang jenis nelayan ramah lingkungan tersebut. Sayangnya, ujar Nandang, pemerintah tidak menyebutkan contohnya. Hal itu, lanjut dia, membingungkan kalangan nelayan.

Nandang menilai kurangnya azas keadilan dalam peraturan tersebut

. Itu karena, jelas dia, peraturan itu berlaku umum sehingga menyamaratakan antara kalangan nelayan yang berperahu besar dan kecil. Padahal, ucap dia, ada perbedaan antara nelayan besar dan kecil. “Situasi ini, jelas berdampak besar, khususnya, bagi kalangan nelayan kecil,” sahut Nandang.

Nandang berpandangan, terbitnya regulasi itu pun tidak melalui uji publik dan peninjauan secara terlebih dahulu dan terkesan terburu-buru serta kurang memperhatikan aspirasi kalangan nelayan. Tidak itu saja, tambahnya, regulasi tersebut tidak tersosialisasikan. Baiknya, tuturnya, sebelum terbit, pemerintah melakukan uji publik dan berlanjut pada sosialisasi. Akibatnya, kata Nandang, kalangan nelayan
terkejut oleh terbitnya peraturan tersebut. jo

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi
Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep koperasi dibagi menjadi tiga yaitu

Ada konsep koperasi barat, konsep koperasi sosialis dan konsep koperasi Negara berkembang.
1. Konsep Koperasi Barat
Konsep merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Unsur – unsure Positif Konsep Koperasi Barat.

· Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesame anggota , dengan saling membantu dan saling menguntungkan.
· Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpatisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.
· Hasil berupa surplus / keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
· Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

2. Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaaan nasional.
Menurut konsep ini, koperasi tidaj berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan – tujuan system sosialis – komunis.

3. Konsep Koperasi Negara Berkembang.
· Koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
· Perbedaan dengan konsep sosialis, pada konsep sosialus, tujuan koperasi untuk merasionalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi Negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi.

· Aliran Yardstick
– Dijumpai pada Negara – Negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian liberal.
– Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
– Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah – tengah masyarakat . maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
– Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industry berkembang dengan pesat seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda.
· Aliran Sosialis
– Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
– Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara – Negara Eropa Timur dan Rusia.
· Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
– Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitan ekonomi masyarakat.
– Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategi dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
– Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership)’’, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

 

Sejarah Perkembangan Koperasi.

1. Sejarah Lahirnya Koperasi

· 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa
ini.
· 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa
ini.
· 1862 dibentuklah pusat koperasi pembelian “The Cooperative Whole Sale
(CWS) “
· 1818 – 1888 Koperasi berkembang di Jerman di pelopori oleh Ferdinand
Lasalle, Fredrich W.Raiffesen.
· 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze
· 1896 di London Terbentuklah ICA (Internasional Cooperative Alliance) maka
koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

2. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoro, “Seratus tahun koperasi di Indonesia “1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketahui oleh Dr. JH. Boeke Adviseur Voor Volks – Credietwezen.

Tujuan Koperasi

Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3 adalah Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Sisa Hasil Usaha (SHU)

SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Pola Manajemen Koperasi

Manajemen adalah suatu proses perencanaan , pengorganisasianpengarahan, dan pengawasan usaha – usaha para nggota organisasi dan pengguna sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi.
Keberhasilan koperasi ditentukan oleh factor : Contoh Teks Editorial
1. Partisipasi anggota
2. Propesionalisme manajemen
3. Faktor eksternal.
G. Jenis dan betuk koperasi
Jenis Koperasi menurut bidang usahannya :
· Koperasi Konsumsi
· Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam
· Koperasi Produksi
· Koperasi Jasa
· Koperasi Serba Usaha atau koperasi Unit Desa (KUD).
Jenis Koperasi menurut banyaknya usaha yang dilakukan :
· Koperasi Tunggal Usaha (Single Purpose)
· Koperasi Serba Usaha (Multi Purpose)

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen
Karakteristik Penelitian Eksperimen

 

Pengertian Komparasi

Penelitian Komparasi adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui dan atau menguji perbedaan dua kelompok atau lebih. Penelitian komparasi juga adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya.
Metode komparasi adalah suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data-data yang ditarik ke dalam konklusi baru. Komparasi sendiri dari bahasa inggris, yaitu compare, yang artinya membandingkan untuk menemukan persamaan dari kedua konsep atau lebih.
Dengan menggunakan metode komparasi ini peneliti bermaksud untuk menarik sebuah konklusi dengan cara membandingkan ide-ide, pendapat-pendapat dan pengertian agar mengatahui persamaan dari ide dan perbedaan dari standar pelayanan minimal Bus Trans Jogja dan Peraturan Menteri 29 tahun 2015.
Komparasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perbandingan. Menurut Winarno Surakhmad dalam bukunya Pengantar Pengetahuan Ilmiah (1986 : 84), komparasi adalah penyelidikan deskriptif yang berusaha mencari pemecahan melalui analisis tentang hubungan sebab akibat, yakni memilih faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor dengan faktor lain.
Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparasi adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.
Studi komparasi adalah suatu suatu bentuk penelitian yang membandingkan antara variable-variabel yang saling berhubungan dengan mengemukakan perbedaan-perbedaan ataupun persamaan-persamaan dalam sebuah kebijakan dan lain-lain.

Macam-macam penelitian komparasi

1. Penelitian Non-hipotesis
Dalam penelitian non-hepotesis peneliti mengadakan komparasi fenomena dengan standarnya. Oleh karena itu, sebelum memulai penelitian kancah, harus ditetapkan dahulu standarnya. Tentu saja penentuan standar ini harus  dilakukan berdasarkan landasan yang kuat misalnya hukum, peraturan, hasil lokakarya, dan sebagainya. Selanjutnya standar ini dijadikan sejauh mana fenomena mencapai standar.
2. Penelitian Berhipotesis
Ditinjau dari analisis data, perbadaan antara penelitian non-hipotesis dengan penelitian berhipotesis terletak pada belum dan telah dirumuskannya kesimpulan sementara oleh peneliti.
Dalam peneliti non-hipotesis, peneliti belum mempunyai ancer-ancer jawaban. Penelitian mulai dengan melakukan penelitiannya, akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang didasarkan atas data yang diperoleh setelah melalui proses analisis. Sebenarnya langkah bagi penelitian hipotesis pun sama seperti langkah penelitian non-hipotesis, sampai dengan analisis datanya. Setelah diperoleh angka akhir dari analisis barulah peneliti menengok kembali kepada hipotesis yang telah dirumuskannya.

Ciri-ciri dan Langkah-langkah Penelitian Komparasi

1. Ciri-ciri Penelitian Komparasi
Penelitian komparatif bersifat data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai dependent variables) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.

Langkah-langkah pokok Penelitian Komparasi

  • Definisikan masalah.
  • Lakukan penelaahan kepustakaan.
  • Rumuskan hipotesis-hipotesis.
  • Rumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan.
  • Rancang cara pendekatannya:
  1. Pilihlah subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan.
  2. Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.
  3. Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubungan.
  • Validasikan teknik untuk mengumpulkan data itu, dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat.
  • Kumpulkan dan analisis data.
  • Susun laporannya.

Baca Juga :