Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa
Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Sekumpulan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang

(Unsika) yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi) menggelar acara Bina Desa di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bina Desa merupakan acara yang diinisasi oleh GenBi Unsika pada Minggu 18 Agustus 2019

. GenBi adalah kumpulan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bank Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdayakan masyarakat maupun lingkungan di desa-desa di Kabupaten Karawang, salah satunya Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta.

Dalam pembukaan Bina Desa, hadir perwakilan Pejabat Bank Indonesia

Bandung serta dinas terkait di pemerintah daerah setempat serta masyarakat.Novita Evans Simamora mewakili BI Bandung menjelaskan BI memelopori program Bina Desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap desa desa di wilayah Indonesia.
Nantinya desa tersebut secara mandiri meningkatkan sumber daya, baik berupa alam, maupun sumber daya manusia.

 

Baca Juga :

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka
Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Indonesia yang bermitra dengan Institute of International Education

(IIE), secara resmi membuka program tahunan Global Scholars di Jakarta.

Sebanyak 50 generasi muda Indonesia yang cerdas, berbakat, dan potensial dari universitas negeri terkemuka di berbagai daerah, telah bergabung dengan program Cargill’s Global Scholar yang diadakan sejak 2015 di Indonesia.

Direktur Senior Sumber Daya Manusia, Cargill Indonesia, Chika Hutauruk mengatakan

, pihaknya sangat bangga dengan semua peserta Cargill Global Scholars dari Indonesia.

Baca Juga:

Siswa Indonesia Harumkan Nama Bangsa lewat Ajang Penelitian di Jepang
Universitas Prasetiya Mulya Buka Program Doktor Manajemen

“Mereka menjadi representasi dari Indonesia selama seminar global di kantor pusat

Cargill di Minneapolis bulan lalu. Saya yakin tahun ini, perwakilan Cargill Global Scholars dari Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah baik dari sebelumnya,” kata Chika, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Cargill memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu cara yang Cargill lakukan dengan berinvestasi dalam mendidik calon pemimpin pada sektor pertanian, pangan, dan nutrisi.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/3c-toolbox-pro/

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

 

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi
Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

meminta agar perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta agar bisa meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh akreditasi A. Hal ini untuk merespons tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Saya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya

, baik swasta maupun negeri,” tandas Nasir saat menghadiri Wisuda dan Dies Natalis Univeristas Nasional ke-70 di Jakarta, kemarin. Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyebutkan, dibandingkan awal masa pemerintahannya terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A.

Nasir menyebutkan saat ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia

yang telah meraih akreditasi A, 13 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta. Guru besar bidang akuntansi Undip ini berharap, perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta dapat menjadi penggerak inovasi membangun negeri. Selain itu juga, perguruan tinggi bisa membangun sumber daya manusia dan IPTEK yang dihasilkan sehingga akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai sebagai modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0.

 

Sumber :

http://fenilu95.blog.unjaniyogya.ac.id/adguard-premium/

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital
Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Kemajuan teknologi telah menciptakan era tersendiri bagi masyarakat,

khususnya dalam hal memperoleh informasi. Para siswa saat ini merupakan generasi di era digital, dimana segala informasi bisa didapatkan dengan mudah di jejaring internet. Melihat fenomena ini, guru dituntut untuk berperan lebih dari sekedar tempat mencari jawaban, namun juga sebagai penuntun dan pembentuk karakter yang kuat. “Guru tak boleh hanya memberikan materi saja, karena Google juga memilikinya,” ujar Muchlas Samani saat acara Bedah Buku berjudul ‘Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah?.’

Sebagai salah satu bentuk kontribusi pendidikan.id untuk dunia pendidikan digital, maka pendidikan.id turut mendukung acara yang diadakan di Ruang Rektorat Kampus UNESA ini, pada Sabtu (25/03/2017). Budi Darma, sastrawan sekaligus Guru Besar UNESA dan Muhammad Nuh, måntån menteri pendidikan hadir sebagai penyaji bersama dengan Muchlas Samani, sang penulis buku ’Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah’ yang diterbitkan olleh Unesa Press. Acara yang berlangsung pk. 09.00 – 12.00 ini dimoderatori oleh Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, dan dihadiri kurang lebih 200 guru/akademisi dari seluruh sekolah di Surabaya.

Peserta seminar menyanyikan lagu Indonesia Raya

 

Hakikatnya, fungsi sekolah yaitu untuk mempersiapkan lulusan-lulusan handal di dunia kerja

. Lulusan yang handal bukan hanya dillhat dari penguasaan ilmu pengetahuan, namun juga karakter dan skill. Oleh karena itu, Muchlas mengungkapkan, jika semua pengetahuan atau informasi baku bisa didapatkan dari google, maka tugas guru kini lebih pada sektor skill dan karakter. Penanaman karakter dan skill seperti belajar mandiri, berpikir kritis, bersaing, bertanding dan bersanding secara global. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menuntun siswanya dalam mencari informasi di internet, agar tidak mendapatkan informasi yang salah atau justru bernilai negatif.

Di sela-sela acara, Ginting Satyana, senior staff

.id, juga hadir sebagai praktisi yang memberikan pendapat atau tanggapan mengenai era digitalisasi bagi pendidikan. Pada kesempatan ini, ia sekaligus memperkenalkan inovasi baru dalam pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan mesin KIPIN ATM. KIPIN ATM merupakan sebuah mesin yang berisi ribuan buku pelajaran, latihan soal, video pendidikan dan komik literasi. Semua fitur tersebut dapat diakses secara gratis oleh siswa-siswi Indonesia, untuk meningkatkan proses belajar mereka.

 

Baca Juga :

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital
Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Mencapai pembelajaran yang efektif tentunya merupakan sebuah cita-cita bagi semua akademisi. terutama guru dan dosen. Namun bagaimana guru dapat menciptakan pembelajaran efektif tersebut, jika dibarengi dengan pesatnya perubahan teknologi saat ini?

Prof. Lies Amin Lester, saat wawancara dengan pendidikan.id

Melalui wawancara pendidikan.id dengan Prof. Dr. Lies Amin Lester, MA., M.Pd,

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNESA. Ia mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan level mental dan kedewasaan seseorang. Proses belajar yang dibutuhkan anak kecil seusia TK dan SD haruslah yang bersifat intetraktif. Anak kecil akan lebih dapat memahami apa yang dillhat, didengar, disentuh atau dirasakan secara nyata dan langsung.

Sedangkan untuk level yang lebih tinggi, bahasa menjadi hal yang sangat vital dan penting untuk dipelajari. Bukan hanya bahasa secara teori dan teknis, namun juga praktis. Sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan baik, secara interpersonal maupun publik. Salah satu cara sederhana untuk mengasah kemampuan komunikasi siswa yaitu dengan mengadakan kegiatan presentasi. Melalui presentasi, siswa dapat berlatih memimpin forum, berdiskusi dan mengutarakan apa yang dipikirkan di hadapan publik tanpa gugup.

Namun tak hanya soft skill atau kemampuan komunikasi, proses belajar harus disertai dengan pelatihan hard skill yang kini bisa didapatkan melalui teknologi. Menurut Lies, perubahan jaman dari segala aspek yang disebabkan berkembang pesatnya teknologi tak dapat lagi dielakkan. Terutama teknologi digital yang juga dinilai sangat penting, karena sifatnya yang “serba ada”. Bahkan apapun yang seharusnya diperoleh atau dilakukan di dunia nyata, kini dapat diperoleh atau dilakukan hanya melalui satu perangkat keras dalam genggaman.

Ungkapan Lies mengenai perubahan jaman yaitu bahwa siswa-siswi saat ini

disebut sebagai “digital native,” sedangkan para guru adalah “digital migran.” Dunia teknologi adalah milik siswa jaman sekarang, sementara guru atau dosen adalah pendatang dari jaman konvensional. Sehingga tugas besar para guru saat ini yaitu untuk beradaptasi dan tidak segan-segan mempelajari teknologi digital yang digunakan siswa. Dengan begitu, guru dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal, sekaligus efektif bagi siswa.

Tampilan utama Buku Sekolah Digital (BSD) pada mobile application

Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran efektif

yakni dengan penggunaan video atau buku digital. Bagi Lies pembelajaran secara digital merupakan solusi, di saat keberadaan pepohonan pada masa ke masa semakin jarang. Sehingga mau tak mau, sebagian kegiatan penyimpanan data harus dialihkan dalam bentuk digital. Video selama proses belajar mengajar juga dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ketinggalan mengikuti kelas, entah karena sakit atau ada penugasan lapangan saat kelas berlangsung.

Video Pendidikan Indonesia (VPI) dan Buku Sekolah Digital (BSD) adalah beberapa produk .id yang berupa video serta buku berbasis digital. Menyediakan lebih dari 2000 buku kurikulum KTSP 2006 dan 2013, BSD dapat diakses secara gratis baik melalui website ataupun mobile apps. Begitu pula dengan VPI, bisa diakses gratis baik secara online ataupun offline. Akses secara offline baru bisa dilakukan jika video telah diunduh terlebih dahulu.

 

Sumber :

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/21502

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar
IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

Sabtu (22/07) sekitar 50 guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia

(IGI) Surabaya, hadir di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara Sosialisasi Pendidikan Berbasis IT bersama pendidikan.id. Pembahasan yang disampaikan yakni mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi agar berguna bagi dunia pendidikan, tentunya dengan bantuan pendidikan.id.

Banyak informasi dapat ditemukan luas di jaringan internet, termasuk informasi positif sekaligus negatif. Bagaimana hasil dan manfaatnya, bergantung pada pemakaian masing-masing pribadi. Tapi internet akan menjadi ancaman serius apabila diakses oleh anak kecil dan remaja, tanpa pengawasan orang tua. Akibatnya anak kecil dan remaja bisa kecanduan internet, apalagi untuk menonton, membaca atau mengakses informasi-informasi yang negatif. Begitulah fenomena menjamurnya IT di kalangan anak-anak, yang disampaikan tim pendidikan.id dalam acara sosialisasi tersebut.

Pendidikan.id membantu memberikan solusi atas permasalahan ini.

Menurut penjelasan Sombo Duli, Business Representative tim pendidikan.id, sifat anak-anak yang cenderung suka bermain, menonton dan membaca segala informasi dari gadget tidak dapat diubah. Hal ini dikarenakan sifat alamiah setiap anak yang lahir di era digital, yang kemudian disebut generasi Z. Namun pencegahan dan pengarahan tetap bisa dilakukan, dengan cara memberikan gadget berisi aplikasi-aplikasi yang mendidik. “Guru sambil memberitahu dan mengarahkan siswa-siswi, agar mengakses portal-portal yang memudahkan belajar mereka,” ujar Sombo di hadapan guru-guru IGI.

Pendidikan.id merupakan portal yang menyediakan berbagai kebutuhan siswa

dalam proses belajar. Kehadiran pendidikan.id untuk menyesuaikan sifat generasi Z yang cenderung berinteraksi dengan gadget sepanjang hari. Jika memerlukan buku, siswa bisa menggunakan Buku Sekolah Digital (BSD). Jika ingin mendapatkan penjelasan lisan mengenai materi yang belum dipahami, siswa dapat menonton Video Pendidikan Indonesia (VPI). Siswa juga dapat mengerjakan latihan-latihan soal melalui halaman Try Out Online, dan membaca komik pendidikan saat sedang senggang atau bosan.

Tim pendidikan.id berfoto bersama anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Surabaya

Selain itu, penggunaan BSD dan Try Out Online juga untuk mengurangi kesulitan siswa mendapatkannya dalam bentuk buku cetak. Manfaat VPI tak hanya dapat dirasakan oleh siswa, tapi juga guru. Menurut Sombo, guru bisa menyampaikan pelajaran dengan media pembelajaran video VPI di kelas. Hal ini dilakukan agar siswa lebih tertarik dengan pelajaran, dan menjadi lebih aktif menanggapi materi yang diserap melalui video. “Tapi yang paling penting adalah untuk memperkenalkan cara belajar yang baru, mudah dan menarik bagi siswa. Karena teknologi diciptakan untuk memudahkan kegiatan manusia, maka manfaatkan dengan baik untuk memperbaiki proses belajar-mengajar,” urainya.

 

Sumber :

https://ejournal.unib.ac.id/index.php/agrisep/comment/view/2638/0/5202

Definisi dan Proses Penyusunan

Definisi dan Proses Penyusunan

Definisi dan Proses Penyusunan

Definisi dan Proses Penyusunan
Definisi dan Proses Penyusunan

Pembuatan diskripsi jabatan (job description) yang wajar dilakukan melalui suatu analisis jabatan. Dari analisis jabatan yang dilaksanakan tersebut, maka akan dilakukan penelitian terhadap aspek-aspek jabatan melalui pengamatan dan/atau pengisian kuesioner baik secara tertutup maupun terbuka (wawancara) – oleh mereka yang menduduki suatu jabatan tertentu. Berdasarkan hasil pengumpulan data ini, kemudian akan dilakukan analisis jabatan yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk diskripsi jabatan.
Sering juga terjadi, diskripsi jabatan dibuat terlebih dahulu–tanpa melalui analisis jabatan terutama pada perusahaan (atau struktur organisasi) yang baru dibentuk. Dalam hal ini lebih tepat untuk dikatakan sebagai “disesuaikan” menurut kondisi ataupun kenyataan yang terjadi pada saat diimplementasikan.
Di dalam menyusun sebuah diskripsi jabatan, maka ada lima konsep dasar yang dasar dijadikan pertimbangan, yaitu:
• Diskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakan tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggungjawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.
• Dalam diskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi/perusahaan dan prasyarat-prasyarat jabatan.
• Diskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan daripada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk di dalam skripsi jabatan akan menekankan pada aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.

• Diskripsi jabatan juga merupakan berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya diskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.
• Data yang tercatat dalam diskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan.
Penyusunan diskripsi jabatan merupakan satu kebutuhan yang harus dipenuhi sebuah organisasi. Diskripsi jabatan sering mempunyai efek seperti cermin bagi manajemen. Di sini manajemen dapat menggunakan diskripsi jabatan tersebut untuk menemukan adanya ketidakseimbangan dalam organisasinya terutama yang menyangkut bidang tugas, wewenang, tanggung jawab dan sebagainya. Beberapa manfaat yang bisa ditarik dalam penyusunan diskripsi jabatan antara lain sebagai berikut:
• Sebagai bahan untuk mengadakan perbandingan antara tugas dan pekerjaan dalam suatu perusahaan dengan tugas dan pekerjaan pada perusahaan yang lainnya (termasuk sistem kompensasi yang berlaku).
• Sebagai dasar berpijak untuk penentuan sistem kompensasi di dalam perusahaan melalui proses evaluasi jabatan.
• Sebagai dasar untuk pembentukan performance appraisal system, penyusunan
program-program pengembangan sumber daya manusia, promosi jabatan, rekrutmen, dan sebagainya.
• Membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas wewenang maupun tanggung-jawab dari jabatannya. Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk penjabatan baru.
• Menjelaskan dan menjernihkan mengenai ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga dapat dihindari kemungkinan salah interpretasi, overlapping, dan sebagainya.
• Membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali sistem dan prosedur kerja dan lain-lain.
Penyusunan diskripsi jabatan akan sangat terkait erat dengan struktur organisasi yang ada di perusahaan. Dengan demikian pembuatan diskripsi jabatan dalam sebuah perusahaan yang belum mendapat “ketenangan” dalam struktur organisasinya adalah sia-sia belaka, karena bersamaan dengan selesainya pembuatan diskripsi jabatan, maka struktur organisasi – serta jabatan-jabatannya – sudah akan berbeda dengan yang dinyatakan dalam deskripsi jabatan tersebut. Halini menunjukkan bahwa penyusunannya diskripsi jabatan juga akan berhubungan dengan masalah waktu (disamping biaya tentunya). Dari segi waktu, biasanya setelah beberapa minggu/bulan waktu harus dikeluarkan untuk penyusunan; maka masih diperlukan pula waktu beberapa minggu/bulan lamanya untuk memeriksa, mengevaluasi dan memperbaiki isi daripada diskripsi jabatan tersebut, sebelum hasil dapat diterima dan diputuskan oleh manajemen untuk diimplementasikan.
Kemudian hasil diskripsi jabatan ini masih harus pula dipelihara dan dievaluasi secara kontinyu supaya tetap up-to-date. Penyusunan diskripsi jabatan sebuah perusahaan seharusnya dilaksanakan sendiri oleh para pejabat-pejabat yang duduk dalam struktur organisasi yang ada. Dasar pertimbangan utamanya adalah hanya merekalah yang paling tahu dan paham mengenai tugas-tugas yang harus dilaksanakan, wewenang maupun
tanggung-jawab yang ada, dan sebagainya. Dalam hal ini, bila perusahaan tidak memiliki personil yang ahli (company specialist) untuk melaksanakan penyusunan diskripsi jabatan, maka penyusunannya dapat dilakukan dengan bantuan konsultan
dari luar secara bersama-sama. Hanya saja di sini proses akan berlangsung jauh lebih lama berhubung konsultan tersebut harus mengenal dan mempelajari terlebih dahulu mengenai sesuatu yang ada dalam organisasi perusahaan (termasuk semua jabatan).
Proses penyusunan deskripsi pekerjaan akan diawali dengan kegiatan pengumpulan data baik melalui pengamatan lapangan, kuesioner, wawancara dengan para pemegang jabatan yang ada maupun lewat data sekunder (referensi, studi literatur, dsb). Bahan-bahan yang terkumpul tersebut kemudian harus diolah dan disusun kembali serta diseragamkan untuk setiap jabatan yang sama (dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan maupun persyaratan yang bersifat umum). Hasil penyusunan awal yang berupa draft diskripsi jabatan kemudian harus dievaluasi dan didiskusikan kembali dengan individu yang memegang jabatan untuk kemudian diteliti kebenarannya. Berdasarkan evaluasi dan koreksi yang dilaksanakan kemudian disusun “final job description” dan akhirnya bisa
diimplementasikan. Diskripsi jabatan bukanlah sesuatu hal yang bersifat konstant
(permanen) oleh karena itu tindak lanjut (follow up) berupa evaluasi secara
kontinyu tetap diperlukan agar diskripsi jabatan selalu up-to-date.
Diskripsi jabatan pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kenyataan suatu kegiatan/pekerjaan dilakukan. Secara komprehensif diskripsi akan berisi tentang:
1. Nama Jabatan : di sini akan disebutkan masa jabatan yang ada dan sesuai dengan struktur organisasi yang telah dirancang dalam proses pembuatan struktur organisasi sebelumnya. Sekaligus di sini akan disebutkan nomor kode dari jabatan tersebut untuk memudahkan dalam proses pendataan nantinya.
2. Kedudukan Jabatan : di sini akan disebutkan kedudukan jabatan tersebut dalam
struktur organisasi yang ada, misalkan berada di departemen/bagian/seksi apa. Dari pernyataan ini akan dapat diketahui dengan mudah tingkat/hirarki jabatan tersebut dalam struktur organisasinya.

Baca Juga :

Manfaat bagi perusahaan

Manfaat bagi perusahaan

Manfaat bagi perusahaan

Manfaat bagi perusahaan
Manfaat bagi perusahaan

Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah, (Rivai&Basri, 2004 : 62) antara lain:
a. Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:
1) Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya perusahaan.;
2) Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas;
3) Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
b. Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan;
c. Meningkatkan kualitas komunikasi;
d. Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan;
e. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan;
f. Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh setiap karyawan;
g. Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan;
h. Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan;
i. Kemampuan menemu kenali setiap permasalahan;
j. Sebagai sarana penyampaian pesan bahwa karyawan itu dihargai oleh perusahaan;
l. Budaya perusahaan menjadi mapan. Setiap kelalaian dan ketidakjelasan dalam membina sistem dan prosedur dapat dihindarkan dan kebiasaan yang baik dapat diciptakan dan dipertahankan. Berita baik bagi setiap orang dan setiap karyawan akan mendukung pelaksanaan penilaian kinerja, mau berpartisipasi secara aktif dan pekerjaan selanjutnya dari penilaian kinerja akan menjadi lebih baik;
m. Karyawan yang potensil dan memungkinkan untuk menjadi pimpinan perusahaan atau sedikitnya yang dapat dipromosikan menjadi lebih mudah terlihat, mudah diidentifikasikan, mudah dikembangkan lebih lanjut, dan memungkinkan peningkatan tanggung jawab secara kuat;
n. Jika penilaian kinerja ini telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar, penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana yang paling utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Sumber : https://pesantrenkilat.id/

Manfaat bagi penilai (supervisor/manager/penyelia)

Manfaat bagi penilai

Manfaat bagi penilai (supervisor/manager/penyelia)

Manfaat bagi penilai
Manfaat bagi penilai

 

Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja (Rivai&Basri, 2004 : 60) adalah;
a. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.
b. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.
c. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.
d. Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.
e. Peningkatan kepuasan kerja .
f. Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan, dan aspirasi mereka.
g. Menigkatkan kepuasan kerja baik terhadap karyawan dari para manajer maupun dari para karyawan.
h. Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penilai dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan.
i. Meningkatkan rasa harga diri yang kuat diantara manajer dan juga para karyawan, karena telah berhasil mendekatkan ide dari karyawan dengan ide para manajer.
j. Sebagai media untuk mengurangi kesejangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen SDM atau sasaran perusahaan.
k. Kesempatan bagi para manajer untuk menjelaskan pada karyawan apa yang sebenarnya diingikan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya, menempatkan dirinya, dan berjaya sesuai dengan harapan dari manajer.
l. Sebagai media untuk menigkatkan interpersonal relationship atau hubungan antara pribadi antara karyawan dan manajer.
m. Dapat sebagai sarana menimgkatkan motivasi karyawan dengan lebih memusatkan perhatian kepada mereka secara pribadi.
n. Merupakan kesempatan berharga bagi manajer agar dapat menilai kembali apa yang telah dilakukan sehingga ada kemungkinan merevisi target atau menyusun prioritas kembali.
o. Bisa mengidentifikasikan kesempatan untuk rotasi atau perubahan tugas karyawan.

Sumber :https://obatwasirambeien.id/

Sambangi ITB, Bupati ini Jajaki Pengembangan Energi Alternatif

Sambangi ITB, Bupati ini Jajaki Pengembangan Energi Alternatif

Sambangi ITB, Bupati ini Jajaki Pengembangan Energi Alternatif

Sambangi ITB, Bupati ini Jajaki Pengembangan Energi Alternatif
Sambangi ITB, Bupati ini Jajaki Pengembangan Energi Alternatif

Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat

diperbaharui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber energi alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui.

Salah satu sumber energi alternatif tersebut adalah bahan bakar nabati. Biofuel atau bahan bakar nabati sering disebut energi hijau karena asal-usul dan emisinya bersifat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan peningkatan
pemanasan global secara signifikan.

Di Kabupaten Musi Banyuasin, komitmen dan upaya Bupati Dodi Reza Alex Noerdin untuk mensejahterakan petani sawit rakyat terus dilakukan dengan program-program Pemkab Muba, misalnya dengan peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani rakyat yang dilakukan sejak 2017 lalu di lahan perkebunan milik rakyat seluas 4.446 hektare.
Kali ini upaya tersebut akan direaliasikan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS) untuk mengelola inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar nabati.

“Kabupaten Muba sangat cocok untuk nantinya mengolah inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati,

karena Muba menjadi daerah yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan ini akan menjadi pilot project daerah yang mengolah dan menghasilkan bahan bakar nabati atau biofuel dari inti kelapa sawit,” ungkap Dekan Fakultas Teknologi Industri Teknik Kimia ITB, Prof Dr Dedi Kurniadi MEng didampingi Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB, Dr IGBN Makertihartha dan Dosen Teknik Kimia ITB Dr Melia Gunawan di sela kunjungan Bupati Musi Banyuasin dalam rangka Pertemuan dan peninjauan penelitian pengembangan Biohydrocarbon Berbasis Sawit, Kerjasama Antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) di Kampus ITB, Kamis (14/2).

Dijelaskan, untuk tahapan proses pengelolaan minyak nabati dari inti kelapa sawit yakni dimulai dari proses perengkahan

– LPG – Biogasoline/green gasoline. Secara umum minyak nabati dapat terurai secara biologis dan lebih sempurna (lebih dari 90 persen dalam waktu 21 hari) daripada bahan bakar minyak bumi (sekitar 20 persen dalam waktu 21 hari). Di samping itu, pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi di bidang pertanian.

“Salah satu minyak nabati yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa sawit. Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah negeri Jiran Malaysia,” terangnya.

 

Baca Juga :