Pemkot Bandung Bikin Aplikasi Toongsis, Bikin Siswa Tak Bisa Bolos

Pemkot Bandung Bikin Aplikasi Toongsis, Bikin Siswa Tak Bisa Bolos

Pemkot Bandung Bikin Aplikasi Toongsis, Bikin Siswa Tak Bisa Bolos

Pemkot Bandung Bikin Aplikasi Toongsis, Bikin Siswa Tak Bisa Bolos
Pemkot Bandung Bikin Aplikasi Toongsis, Bikin Siswa Tak Bisa Bolos

Pemkot Bandung punya cara sendiri mengontrol para pelajar untuk tidak bolos

. Ya, mereka meluncurkan inovasi dalam bidang pendidikan dengan menghadirkan aplikasi berbasis Android bernama Toong Siswa (Toongsis).

Nama tersebut diambil dari bahasa Sunda yang artinya mengintip siswa. Aplikasi tersebut berlaku untuk seluruh siswa SD dan SMP di Kota Bandung.

“Para orang tua pengguna ponsel berbasis Android dapat mengunduh aplikasi Toongsis di website Disdik Kota Bandung,” kata Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana usai peluncuran aplikasi Toongsis, Senin (22/5).

Jadi aplikasi tersebut, kata dia, bisa digunakan oleh orang tua yang memiliki Android

. Dia mengatakan, aplikasi ini hadir berkat aspirasi para orang tua yang khawatir anaknya bolos.

“Sebab, beberapa kasus anak-anak mereka berangkat dari rumah ke sekolah, tetapi malah tidak masuk kelas,” tandasnya.

Elih meminta kepada sekolah-sekolah agar lebih aktif dan kreatif mengisi informasi

di aplikasi tersebut. Sehingga, informasi soal siswa bisa lebih lengkap diketahui oleh orang tua.

“Diharapkan tidak hanya kehadiran dan rapor saja, tapi juga silabus dan lainnya,” tandas Elih.

 

Sumber :

http://www.myfolio.com/danuaji

Saat Sanksi Tegas Menyasar Guru Perokok, Begini Usulannya!

Saat Sanksi Tegas Menyasar Guru Perokok, Begini Usulannya!

Saat Sanksi Tegas Menyasar Guru Perokok, Begini Usulannya!

Saat Sanksi Tegas Menyasar Guru Perokok, Begini Usulannya!
Saat Sanksi Tegas Menyasar Guru Perokok, Begini Usulannya!

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) menggandeng

guru untuk mengatasi bahaya rokok bagi siswa. Sebab, sekolah yang selama ini jadi kawasan dilarang merokok ternyata cukup banyak ditemukan guru yang merokok secara sembunyi-sembunyi.

Dewan Penasihat Komnas PT Imam B Prasodjo menuturkan guru harusnya memberikan teladan pada para siswa di sekolah. Tidak boleh ada guru yang malah merokok di lingkungan sekolah atau di rumah. Dia pun meminta pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk bertindak nyata.

”PGRI harus membuka pengaduan yang memungkinkan semua murid yang melihat guru merokok di sekolah bisa melapor,” kata Imam dalam peringatan hari anti tembakau sedunia di Jakarta, Rabu (24/5).

Sanksi sosial yang bisa diberikan, wajah guru yang sedang merokok

itu bisa dipampang di majalah dinding sekolah atau bahkan di website PGRI.

Bukan itu saja, PGRI juga bisa memberikan saran dan masukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat peraturan tentang larangan merokok bagi guru. Bila guru berulang kali merokok harusnya diberi surat peringatan secara bertahap. Sanksinya bisa sampai berpengaruh pada kenaikan pangkat.

”Setelah berkali-kali melanggar apa sanksinya? Setelah sanksi sosial tidak bisa ya sanksi administratif,” tambah Imam yang pernah menjadi ketua tim seleksi penasihat KPK.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menuturkan usulan dari Imam tersebut

memang bagus untuk memastikan dunia pendidikan bebas dari rokok. Dia menyebutkan bahwa sekolah itu punya otoritas sendiri untuk pengaturan di dalamnya.

”Kami juga sudah berkali-kali sampaikan kalau guru tidak boleh merokok di sekolah. dalam berbagai forum,” kata dia.

Unifah tidak memungkiri masih banyak pula guru yang mencuri waktu untuk merokok. Misalnya di ruang tata usaha atau di tempat tersembunyi lain di sekolah. ”Tapi siswa bisa memberikan sanksi sosial. ‘ih bapak merokok’ dan kepala sekolahnya bisa rugi pada saat penilaian kinerja,” ujar Unifah.

 

Sumber :

https://insightmaker.com/user/116805

Pemanfaatan High Graphic Performance Untuk Kenyamanan

Pemanfaatan High Graphic Performance Untuk Kenyamanan

Pemanfaatan High Graphic Performance Untuk Kenyamanan

Pemanfaatan High Graphic Performance Untuk Kenyamanan
Pemanfaatan High Graphic Performance Untuk Kenyamanan

Ada beberapa pilihan pengaturan yang diperlukan untuk mengatur grafik untuk meningkatkan kualitas gambar pada game. 5 diantaranya adalah :

 

1. Anti-aliasing

Anti-Aliasing (AA) adalah fitur untuk mengurangi jagged (objek yang bergerigi) pada objek 3D agar dapat menampilkan resolusi tinggi pada resolusi yang lebih rendah. Anti-Aliasing dibagi menjadi 2x,4x,8x, dan 16x, semakin tinggi tingkat Anti-Aliasing maka grafik akan semakin halus dan rapi.

2. Ansotropic Filtering

Ansotropic Filtering (AF) adalah fitur untuk mempertajam tekstur gambar 3D dari sudut pandang dan ketinggian. AF terbagi menjadi Bilinear,Trilinear, 4x, 8x, dan 16x. Semakin besar level AF yang dipakai, maka semakin jauh dan tajam pula pemandangan dan objek yang ada pada grafik.

3. Reflection

Dalam fitur ini kita dapat mengatur  seberapa detail pantulan benda yang berada disekitar objek. Misalnya kita memainkan game balap mobil, nah fitur ini digunakan untuk memperjelas dan memperdetil pantulan benda yang berada disekitar mobil, seperti cahaya lampu, gedung, dan benda lain disekitar.

4. PhysX

Fitur ini bertujuan untuk membuat efek-efek seperti ledakan, hentakan dan lain lain, menjadi lebih nyata. Makin tinggi settingnya, maka serpihan, debu, goresan, dan efek destruksi (ledakan) lainnya akan lebih banyak dan lebih detail.

5. Global Illumination

Global Illumination adalah pencahayaan natural seperti pencahayaan yang terjadi didalam dunia nyata dimana cahaya yang jatuh mengenai objek, akan dipantulkan kembali. Sering diistilahkan sebagai “Bouncing Light” atau disebut juga pencahayaan Tidak Langsung.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts

TIPS PRESENTASI ALA AKHMAD SUHADI

TIPS PRESENTASI ALA AKHMAD SUHADI

TIPS PRESENTASI ALA AKHMAD SUHADI

TIPS PRESENTASI ALA AKHMAD SUHADI
TIPS PRESENTASI ALA AKHMAD SUHADI

  PENGERTIAN PRESENTASI

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di adapan banyak hadir in atau salah satu bentuk komunikasi. presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.

 

TIPS PRESENTASI

(sebelummelakukanpresentasi)

  1. NIAT

       “segalasesuatu, dimulaidariniat”. Apapun yang akankitalakukan, makamulailahdenganniat, dengandemikianpekerjaan yang akankitalakukanakandilakukandengansungguhsungguhdanberharapakanbaikdan lancer.

 

FAHAMI ISI SLIDE / PRESENTASI

          Akan lebihbaikjikakitamemahamiisi slide dibandingkandengankitamenghafalnya, seorang yang mencobauntukmenghafalkanisi slide danketikadiapresentasidialupa, makaseterusnyadiaakanlupaisimaterinya, dantentunyaituakanmenambah rasa gugup. Berbedadenganmemahamiisi slide. Denganmemahamiisi slide, tentunyaapabiladitengahpresentasikitalupadenganapa yang kandisampaikan, kitabisamembuat kata katatersendiri yang maksudnyatetapmengarahkepadapembahasan.

 

SESUAIKAN GAYA PENAMPILAN

          Seorang Presenter ataupembawamateripentinguntukmenjagapenampilan, padapresentasi di forum yang formal, makaharusmenggunakanpakaian yang formal pula, misalnyamemakaidasi, jas, celanarapidisetrika, sepatu formal dll. Sedangkanpresentasi yang dilakukanpada forum santai, kitabisamenggunakanpakaiansantai pula sepertibajukaos, jaketdll

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts

Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari

Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari

Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari

Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari
Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari

Titik penyelesaian polemik penyelenggaraan pendidikan full day school dengan waktu belajar lima dan enam hari berakhir sudah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyudahi dengan Perpres Nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Pro-kontra itu diselsaikan lewat satu pasal dalam perpres tersebut, yakni pasal 9

. Pasal itu menyebutkan, penyelenggaraan pendidikan karakter di jalur pendidikan formal dilaksanakan selama lima atau enam hari sekolah dalam satu pekan. Penentuan hari sekolah diserahkan kepada setiap sekolah bersama komite sekolah.

Selanjutnya, ada ketentuan tambahan untuk sekolah yang memutuskan memberlakukan lima hari sekolah. Pihak sekolah dan komite harus mempertimbangkan beberapa hal. Yakni, kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, kearifan lokal, serta pendapat tokoh masyarakat atau tokoh agama setempat.
Sekolah Bebas Tentukan Waktu Belajar, Pilih Lima atau Enam Hari
Ilustrasi (Rendi Lahara/Jambi Independent/JawaPos.com)

Ketentuan itu berbeda dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah

yang sebelumnya menjadi kontroversi. Dalam permendikbud tersebut, sekolah ditetapkan berlangsung lima hari dengan durasi masing-masing delapan jam. Penerapannya mempertimbangkan ketersediaan sumber daya di sekolah dan akses transportasi.

Jokowi menjelaskan, perpres itu disiapkan atas masukan dari para pimpinan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan. “Sehingga perpres ini betul-betul menjadi perpres yang komprehensif,” terangnya di Istana Merdeka kemarin.

Perpres itu bisa berlaku pada tahun ajaran kali ini. Sekaligus mencabut Permendikbud 23/2017. Setelah perpres itu terbit, Mendikbud maupun Menag akan menindaklanjuti dengan membuat petunjuk teknis dan pelaksanaannya. Dengan demikian, perpres itu bisa langsung diimplementasikan di lapangan. “Ini (juga) men­jadi payung hukum bagi menteri, bupati, wali kota, dalam menyiapkan anggaran untuk penguatan pendidikan karakter,” tambah Jokowi.

Ketentuan pada pasal 9 menegaskan pernyataan Jokowi sebelumnya bahwa program lima hari

sekolah tidak wajib. Sekolah bebas menentukan apakah mau memberlakukan enam atau lima hari sekolah dalam sepekan. Dalam pelaksanaannya, sekolah yang sudah menerapkan lima hari tidak perlu mengubahnya. Sebab, lima hari sekolah merupakan salah satu pilihan yang diakomodasi perpres tersebut.

 

Baca Juga :

 

 

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia
Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Demi memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional,

Tim Kajian Nuklir Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia melakukan kunjungan ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Serpong, Banten, Agustus lalu.

Para peserta yang dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri tersebut berasal dari PPI Belanda, Permira Rusia, PPI Tiongkok, PPI Iran, PPI Romania, LIPI, serta komunitas muda nuklir nasional, dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan.

Ketua Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Dwi Rahayu mengatakan, acara terdiri atas dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor (laboratorium) nuklir Serpong.

’’Kami juga melakukan diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan

di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia,’’ papar Dwi yang sedang menempuh pendidikan S2 jurusan Nuclear Power and Thermophysics dengan fokus Advanced Technology of Light Water Nuclear Reactors di National Reseacrh Nuclear University, Moscow, Russia tersebut.

Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN Adipurwa yang menyambut rombongan menjabarkan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954.

Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas

melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN.

Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional.

Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA). (*)

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768

Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya

Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya

Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya

Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya
Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya

Kewajiban pelajar bukan hanya belajar. Sebagai umat beragama, mereka sudah semestinya taat beribadah. Karena itu, SMAN 8 mengubah atmosfer sekolah. Siswa dibiasakan rajin melakukan kegiatan keagamaan.

PUKUL 06.25, bel berbunyi. Itu bukan sekadar tanda masuk kelas. Melainkan juga tanda bahwa kegiatan berdoa dimulai. Para siswa sudah harus duduk di bangku masing-masing. Memegang kitab suci sesuai agama yang dipeluk.

Siswa yang beragama Islam bersiap dengan Alquran. Begitu pula pemeluk Kristen Protestan dan Katolik. Para siswa itu membawa Injil. Tak ketinggalan siswa yang beragama Hindu dengan Weda-nya.
Program Unggulan Berbasis Kearifan Lokal dan Religi di SMAN 8 Surabaya
PERTEBAL KEIMANAN: Siswa membaca dan memahami Alkitab di perpustakaan; Grafis SMAN 8 Menuju Sekolah Unggul Berbasis Kearifan Lokal & Religius (Allex Qomarullah/Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Siswa muslim wajib membaca sepuluh ayat Alquran setiap hari. Itu menjadi syarat wajib sebelum memulai pelajaran. Mereka mengumandangkan ayat suci secara bersama-sama. Meskipun demikian, para siswa nonmuslim membaca kitab masing-masing. Dalam satu kelas yang sama. Maklum, jumlah pemeluk non-Islam memang tak banyak.

Setelah itu sesi berdoa, tentu dengan cara masing-masing. Siswa muslim menengadahkan kedua tangan. Adapun siswa Kristen menyatukan kedua tangan dan mendekatkannya di dagu. Berbeda lagi siswa Hindu. Mereka menangkupkan kedua tangan di depan dada. Pemadangan agamais itu rutin sebelum pelajaran dimulai.

Sejak tahun pelajaran 2017–2018, kebiasaan tersebut diwajibkan di SMAN 8. Kegiatan itu menjadi salah satu program untuk membentuk sekolah berbasis kearifan lokal dan religius. Salah satu caranya, menonjolkan kegiatan keagamaan.

Sebut saja kewajiban sembahyang. Yang beragama Islam misalnya. Mereka selalu diimbau untuk melakukan salat Duha. Juga, salat Duhur wajib berjamaah. Karena itu, setiap jam istirahat kedua tiba, peserta didik berbondong-bondong ke masjid. Hal tersebut diungkapkan Javier Adiyatma. Menurut dia, aturan baru itu membiasakannya untuk selalu salat berjamaah dan tepat waktu.

Selagi siswa muslim salat, siswa Hindu sembahyang. Mereka melakukan sembahyang Trisandya. Komang Agestiya, siswi Hindu, mengatakan, pada pukul 12.00 dirinya juga bersembahyang. ”Biasanya di meeting room atau ruangan perpus. Kadang juga di kelas,” tuturnya.

Komang mengatakan, dalam satu hari dirinya bersembahyang tiga kali. Yakni pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Praktis, salah satu sembahyangnya harus dilakukan di sekolah. ”Banyak ruang kondusif yang disediakan untuk sembahyang kami,” imbuhnya.

Kegiatan pengisi waktu luang yang berbau religi juga dilakukan siswa yang beragama Kristen

Protestan dan Katolik. Biasanya, mereka berkumpul untuk membaca Injil. Tujuannya, bersama-sama membaca dan memahami firman Tuhan. Selain itu, mereka melantunkan puji-pujian. ”Bacanya janjian dulu karena gereja kami berbeda,” ujar Jogi Samuel Cristhoper Pakpahan, siswa Kristen Protestan.

Cetak Lulusan Pintar yang Taat Beribadah
BERAGAM kebiasaan diwajibkan pihak sekolah bukan hanya sebagai pembentuk siswa religius. Melainkan juga sebagai nilai tambah. Terutama bagi para murid dalam pelajaran agama. Melalui kegiatan-kegiatan itu, mereka mendapatkan nilai sikap.

Kepala SMAN 8 Ligawati mengatakan bahwa siswa muslim dinilai dari keaktifannya

menjalankan salat berjamaah di masjid sekolah. Terutama untuk salat Duhur.

Karena kapasitas masjid terbatas, Liga menjadwalkan salat Duhur berjamaah. Misalnya, Senin adalah giliran seluruh siswa kelas X. Lalu, kelas XI mendapat giliran Selasa dan Rabu, sedangkan kelas XII pada Kamis.

Pada hari wajib itu, ada presensi. Setiap guru yang terakhir mengajar sebelum istirahat kedua bertugas mengoordinasi. Siswa diarahkan ke masjid dan melakukan presensi. ”Baik guru muslim maupun tidak, pas ngajar sebelum istirahat yang jadi pendamping,” terangnya. Karena itu, toleransi tidak hanya ditunjukkan antarsiswa. Namun, juga antara guru dan murid.

Sementara itu, siswa nonmuslim mendapat kesempatan yang sama. Mereka memperoleh penilaian agama,

tapi dengan cara yang berbeda. Karena guru agama nonmuslim hanya mengajar seminggu sekali, Liga mewajibkan penilaian mingguan. Misalnya, dengan menyetor ayat dalam surat yang telah dibaca selama seminggu. Termasuk pemahamannya.

Selain itu, seluruh siswa bisa meraih nilai tambah lagi. Caranya dengan menyetor hafalan surat dalam kitab suci. Hal itu, lanjut Liga, berlaku untuk semua siswa sesuai agama yang dipeluknya. ”Harapannya, siswa tidak hanya pintar, tapi juga religius,” ujarnya.

Lebih dari itu, Liga berharap bisa mencetak lulusan yang pintar dan taat beribadah. Memang, Liga menyadari bahwa sekolahnya tidak menonjol di bidang akademik. Karena itu, dengan adanya program kearifan lokal dan religi, siswa mendapat bekal lebih. Menjadi pribadi yang rajin dan disiplin. Salah satunya dalam berdoa kepada Sang Pencipta.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768

Pengajar Mapel SMPN di Surabaya Masih Kurang

Pengajar Mapel SMPN di Surabaya Masih Kurang

Pengajar Mapel SMPN di Surabaya Masih Kurang

Pengajar Mapel SMPN di Surabaya Masih Kurang
Pengajar Mapel SMPN di Surabaya Masih Kurang

Bukan hanya sekolah baru yang kekurangan guru. Sekolah negeri lain mengalami hal serupa. Terutama berkaitan dengan guru yang memasuki masa pensiun.

Salah satunya terjadi di SMPN 6 Surabaya. Meski jumlah guru terus berkurang, belum

ada guru pengganti. Sementara itu, sekolah tidak boleh mengangkat guru tidak tetap (GTT). Hal tersebut diungkapkan Kepala SMPN 6 Surabaya Triwahjuni Handajani.

Menurut dia, perekrutan GTT merupakan wewenang langsung dari pemkot. Karena itu, pihaknya hanya bisa melapor mengenai kebutuhan guru di sekolah. ’’Tapi, ya masih belum ada,’’ katanya.

Kini guru harus mengajar melebihi jam. Normalnya, guru mapel mengajar 24 jam seminggu. Kini, kata Tri, jam mengajar beberapa guru mencapai 30 jam seminggu.

Tri menyebut ada beberapa mapel yang mengalami kekosongan guru. Misalnya, bahasa Indonesia

dan olahraga. Lowongan tersebut, lanjut Tri, tidak bisa diisi GTT yang hendak direkrut. Sebab, tambah dia, pemkot yang berwenang melakukan perekrutan.

Kekurangan guru juga terjadi di SMPN 32 Surabaya. Kepala SMPN 32 Bambang Sutedjo menyatakan, pihaknya kekurangan tiga guru mapel. Masing-masing dari mapel olahraga, bahasa Jawa, dan PKn. Para pendidik di bidang tersebut pensiun. Untuk mengatasinya, lanjut dia, guru PNS mapel lain mengajar melebihi jam.

Demikian pula di SMPN 43 Surabaya. Adanya sekolah baru mengurangi jumlah guru di SMPN 43.

Salah satunya, guru mapel olahraga. Menurut Kepala SMPN 43 Kelik Sachroen Djailani, guru olahraga senior pindah untuk mengajar di SMPN baru.

’’Kasihan kalau yang baru juga dikasih baru. Biar lebih cepat mengejar,’’ jelasnya. Untuk mapel bahasa Inggris, lanjut Kelik, kekosongan guru sudah terisi dari guru peralihan jenjang SD.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/2/

Universitas Pertamina Intensifkan Program Pertukaran Pelajar

Universitas Pertamina Intensifkan Program Pertukaran Pelajar

Universitas Pertamina Intensifkan Program Pertukaran Pelajar

Universitas Pertamina Intensifkan Program Pertukaran Pelajar
Universitas Pertamina Intensifkan Program Pertukaran Pelajar

Dua tahun berdiri, Universitas Pertamina (UP) terus mengembangkan kualitas mahasiswanya

. Salah satunya dengan program pertukaran pelajar.

Wakil Rektor III UP, Budi W. Soetjipto mengatakan, pertukaran pelajar dilakukan rutin, ada yang per tahun, per semester bahkan per bulan.

“Ya, maksimal itu sekali pergi kami kirim orang. Ada yang pergi karena project juga semacam internship di luar negeri,” ujar Budi saat bertandang ke kantor JawaPos, Jakarta Selatan, Selasa (3/4).

Dalam program pertukaran pelajar, Budi menuturkan ada beberapa syarat

yang harus dipenuhi.

Pendaftaran biasanya dibuka baik setiap tahun maupun per semester, dan kelengkapan dokumen pribadi beserta paspor.

“Tentu kami tidak ingin mengirimkan mahasiswa yang bermasalah akademik maupun personal. Jadi kita wawancara langsung dengan mahasiswa dan orangtuanya,” terang Budi.

Namun, menariknya UP tidak membatasi pertukaran pelajar ini hanya untuk mahasiswa yang berprestasi. Dosen pun dapat ikut merekomendasi mahasiswanya untuk mengikuti program ini.

“Kita juga bisa seleksi dari saat mengajar, misal ada mahasiswa yang memang

sudah terlihat pintar dan bagus skill-nya. Ada pula yang believe or not, diam-diam menakjubkan,” tuturnya.

Lewat tantangan itulah, kata Budi, dosen harus mampu menilai skill dan kualitas mahasiwa yang diam-diam memiliki kemampuan. Pribadi seperti itu layak menurutnya untuk diperhitungkan.

Sejauh ini UP telah bekerja sama kerjasama untuk pertukaran mahasiswa dan double degree dengan IESG School of Management, Universiti Catholique de Lille, Perancis , dan kerjasama penelitian dengan University of Groningen, Belanda.

 

Baca Juga :

 

 

Sulitnya Pelaksanaan UNBK di Pelosok Pulau

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Sulitnya Pelaksanaan UNBK di Pelosok Pulau

Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian
Menilik Penggunaan Bahan Anorganik di Lahan Pertanian

Perjuangan para guru SMKN Kelautan Pulau Laut Tanjung Selayar layak diapresiasi. Untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), mereka harus pontang-panting mencari sinyal internet. Pindah-pindah lokasi, bahkan hingga puluhan kilometer.

ZALYAN S. ABDI, Pulau Laut


Sulitnya Pelaksanaan UNBK di Pelosok Pulau
Pelajar di salah satu SMK Banjarmasin mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (2/4) kemarin. (M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN/Jawa Pos Group)

SMKN Kelautan Pulau Laut Tanjung Selayar berada di Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti sekolah-sekolah lain, tahun ini mereka menyelenggarakan UNBK. Sialnya, sinyal internet di wilayah itu byar-pet. Kadang muncul di satu titik, tapi bisa menghilang tiba-tiba.

“Sudah ada hampir sebulan sinyal Telkomsel susah. Kami menelepon ke operator, mulai Kotabaru, Banjarmasin, sampai pusat, tidak ada perbaikan,” keluh Kepala SMKN Kelautan Pulau Laut Tanjung Selayar Edi Rohaedi kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) kemarin (2/4).

Padahal, selama ini jaringan internet Telkomsel menjadi andalan mereka. Bersama guru-guru

lainnya, Edi menceritakan betapa sulitnya memastikan para siswa bisa mengikuti UNBK. Pada Jumat (30/3) para guru berjam-jam mencoba sinkronisasi data siswa dengan server pusat, tapi selalu gagal. “Kalau sinyal internet lancar, mestinya setengah jam bisa selesai. Modem sampai kami pindah-pindah, tetap sinyalnya lemah,” paparnya.

Menjelang magrib, Edi bersama guru lainnya memutuskan untuk “cabut” dari gedung SMKN yang berlokasi di dekat Kantor Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar itu ke Desa Teluk Temiang. Dua lokasi tersebut berjarak 14 kilometer. Di Teluk Temiang, Edi dan para guru duduk di bawah tower seluler. “Buka modem, buka laptop, tapi sampai malam tak bisa juga. Nyerah,” kenangnya.

Pencarian sinyal dilanjutkan keesokan harinya (31/3). Tidak ingin ambil risiko gagal sinkronisasi data siswa, Edi bersama beberapa guru berangkat ke Tanjung Serdang. Jarak dari sekolah ke Tanjung Serdang sekitar 85 kilometer.

Di Pelabuhan Feri Tanjung Serdang, mereka membuka laptop dan modem. Jaringan lancar, 4G. Data 46 siswa peserta UNBK selesai disinkronisasi. “Setengah jam saja selesai. Kami langsung balik kanan,” ujarnya.

Tapi, masalah belum usai. Kekhawatiran gagal melaksanakan UNBK masih menghantui para guru.

Sebab, pelaksanaan ujian harus tetap memakai jaringan internet.

Tiba kembali di sekolah, para guru berkeliling penjuru sekolah. Mereka mencari sinyal dengan menggunakan modem yang berisi kartu seluler Telkomsel. Ah, yang dicari tak kunjung ketemu. Edi pun berspekulasi. Kartu Telkomsel dicabut, diganti dengan kartu Axis. Ternyata, ada sinyal 3G Axis. Persis di satu titik. Di dalam kantor di sudut ruang kepala sekolah.

Modem kemudian ditaruh di tempat itu beserta servernya. Dari ruang kepala sekolah tersebut dibentangkan kabel untuk ke ruang ujian. Panjang kabel dari ruang kepala sekolah ke ruang ujian hampir 100 meter. “Anak-anak gak tahu masalah ini. Biar mereka fokus ujian saja,” tutur Edi.

Kemarin Edi kembali memeriksa jaringan Telkomsel. Barangkali sudah bagus dan ada sinyal 4G. Ternyata, kondisinya masih sama dengan sebelum-sebelumnya. “Padahal, dulu kami pakai itu, lancar. Kalau Axis ini, kami masih khawatir, sinyalnya terbatas,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, total siswa yang ikut ujian 46 anak: 28 laki-laki dan 18 perempuan.

Mereka terbagi dalam dua jurusan, yakni agrobisnis perikanan dan agrobisnis rumput laut. “Syukur tadi (kemarin) lancar saja. Cuma ada satu soal yang tidak bisa diklik jawabannya. Kami sudah lapor dan itu ada kesalahan di server pusat,” terangnya.

Jarak SMKN Kelautan dari pusat kota kurang lebih 135 kilometer. Hampir sebulan terakhir, sinyal internet mengalami gangguan di Kecamatan Pulau Laut Barat dan Pulau Laut Tanjung Selayar. Jangankan internet, menelepon dari beberapa titik sulitnya minta ampun. Padahal, sinyal terlihat penuh.

Di luar masalah sinyal internet, SMK itu sudah melakukan berbagai persiapan fasilitas UNBK. Komputer tersedia lengkap. Para siswa dan siswi melakukan ujian di satu ruangan, meski dibagi dalam tiga giliran. Tidak ada pemadaman listrik. Kalau pun ada, pihak sekolah sudah menyediakan genset.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/kata-ulang/