Rumus Kimia Gula

Glukosa, monosakarida adalah salah satu karbohidrat paling penting yang digunakan sebagai sumber energi untuk hewan dan tumbuhan. Glukosa adalah salah satu hasil utama fotosintesis dan awal pernapasan. Khususnya di industri makanan, jenis alami (D – glukosa) juga disebut glukosa.
Tinjauan umum proyeksi struktur glukosa Haworth (α-D-glucopyranose)

Rumus Kimia Gula

Glukosa (C 6 H 12 O 6,

Berat molekul 180,18) adalah monosakarida heksosa yang mengandung 6 atom karbon. Glukosa adalah aldehida (termasuk kelompok –CHO). Lima karbon dan satu oksigen membentuk cincin yang disebut “cincin piranosa”. Ini adalah bentuk paling stabil untuk aldosa dengan enam kelompok. Dalam cincin ini, setiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen, kecuali untuk atom kelima yang membentuk gugus CH 2 OH yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif dengan proporsi 0,0026% pada pH 7.

Glukosa adalah sumber energi yang ditemukan di seluruh biologi. Saya bisa menebak alasan mengapa glukosa daripada monosakarida lainnya seperti fruktosa sangat banyak digunakan. Karena glukosa dapat dibentuk dari formaldehida dalam keadaan abiotik, glukosa akan mudah tersedia untuk sistem biokimia primitif.

Yang lebih penting bagi organisme tingkat tinggi adalah kecenderungan glukosa dibandingkan dengan gula heksosa lain yang cenderung bereaksi non-spesifik dengan gugus protein amino. Reaksi ini (glikosilasi) mengurangi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Lambatnya glikosilasi disebabkan oleh adanya glukosa dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Namun, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan cedera saraf perifer (“neuropati perifer”) mungkin disebabkan oleh glikosilasi protein.

Bentuk rantai D-glukosa

Dalam bernafas, glukosa dioksidasi melalui serangkaian reaksi yang dikatalisis enzim untuk akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, khususnya menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa terdegradasi dari polisakarida [4].

Glukosa dan fruktosa terikat secara kimiawi pada sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen adalah polimer glukosa polisakarida yang umum.

Dekstrosa dibentuk oleh larutan D-glukosa yang memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Dalam kasus yang sama, D-fruktosa disebut “levulose” karena larutan Levulose memutar cahaya terpolarisasi ke kiri.

Perpaduan

  1. Sebagai hasil dari fotosintesis pada tumbuhan dan beberapa prokariota.
  2. Ini terbentuk di hati dan otot rangka dari degradasi glikogen (polimer glukosa).
  3. Ini disintesis di hati dan ginjal dari perantara melalui proses yang disebut glukoneogenesis

Sumber ; https://rumusbilangan.com/

Fungsi Perencanaan Adalah

Fungsi Perencanaan Adalah

Fungsi Perencanaan Adalah
Fungsi Perencanaan Adalah

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan

Di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Tahap-tahap dalam Fungsi Perencanaan
Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus 5W1H.
1. WHAT(apa) yang akan dilakukan,
2. WHY (mengapa) harus melakukan apa,
3. WHEN (kapan) melakukan apa,
4. WHERE (dimana) melakukan apa,
5. WHO (siapa) yang melakukan apa,
6. HOW (bagaimana) cara melakukan apa,

Aktivitas Perencanaan

1. Prakiraan (forecasting): usaha sistematis untuk meramalkan/memperkirakan waktu yang akan datang dengan penarikan kesimpulan atas fakta yg telah diketahui.
2. Penetapan tujuan (establishing objective): aktivitas untuk menetapkan sesuatu yg ingin dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan.
3. Pemrograman: aktivitas yg dilakukan utk menetapkan
a. Langkah2 utama yg diperlukan
b. Unit & anggota yg bertanggungjawab
c. Urutan & pengaturan waktu
4. Penjadwalan (scheduling): penetapan/penunjukkan waktu menurut kronologi tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
5. Penganggaran (budgeting): aktivitas untuk membuat pernyataan ttg sumber daya keuangan (financial resources) yg disediakan utk aktivitas & waktu tertentu
6. Pengembangan prosedur (developing procedure): aktivitas menormalisasikan cara, teknik, & metode pelaksanaan suatu pekerjaan
7. Penetapan & interpretasi kebijakan (establishing & interpreting policies): aktivitas yg dilakukan dalam menetapkan syarat berdasarkan kondisi mana manajer & bawahan akan bekerja. Kebijakan adl keputusan yg senantiasa berlaku utk permasalahan yg timbul berulang demi suatu organisasi.

Rencana Strategis

• Proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan dan program yg perlu untuk mencapai sasaran & tujuan tertentu, serta penetapan metode yg perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan.
Proses perencanaan jangka panjang yg formal untuk menentukan & mencapai tujuan organisasi

Rencana Operasional

Memberikan deskripsi tentang bagaimana rencana strategis dilaksanakan. Terdiri atas rencana sekali pakai & rencana tetap.
a. Rencana sekali pakai (single use plan)
dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu & ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah dicapai. Bentuknya:
• Program : serangkaian aktivitas yg relatif luas. Menjelaskan:
1. Langkah2 utama yg diperlukan untuk mencapai tujuan
2. Unit/anggota yg bertanggungjawab utk setiap langkah.
3. Urutan & pengaturan waktu setiap langkah
Proyek : bagian program yg lebih kecil & mandiri. Proyek memiliki cakupan terbatas & petunjuk jelas mengenai tugas & waktu. Proyek menjadi tanggungjawab setiap individu yg ditunjuk & diberi sumber daya spesifik & dalam batas waktu tertentu
Anggaran (budget) : pernyataan ttg sumber daya keuangan yg disediakan utk keg tertentu dlm waktu tertentu.

Rencana tetap (standing plan)

Merupakan pendekatan yg sudah dilakukan untuk menangani situasi yg terjadi berulang (repetitive) & dapat diperkirakan. Bentuknya:
• Kebijakan (policy): pedoman umum dalam mengambil keputusan. Dibuat oleh manajer puncak.
• Prosedur standar: seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan urutan tindakan yg sering atau biasa terjadi.
• Peraturan (rules): pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Bukan merupakan pedoman pemikiran atau pengambilan keputusan.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/ 

Perkembangan Dan Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi

Perkembangan Dan Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi

Perkembangan Dan Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi

Perkembangan Dan Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi
Perkembangan Dan Ruang Lingkup Sosiologi Ekonomi

 

Secara historis perkembangan pemikiran Sosiologi Ekonomi antara lain

Disebabkan oleh berkembangnya paham-paham, pemikiran-pemikiran dan teori-teori tentang ekonomi yang melihat cara kerja sistem ekonomi dengan menekankan pula pada aspek-aspek non-ekonomi.
Paham-paham, pemikiran-pemikiran dan teori-teori yang mendukung perkembangan Sosiologi Ekonomi tersebut antara lain: Paham Merkantilisme, yang berpandangan, bahwa kekayaan dianggap sama dengan jumlah uang yang dimiliki oleh suatu negara dan cara untuk meningkatkan kekuasaan adalah dengan meningkatkan kekayaan negara.

Ekonomi Sebagai Subsistem Masyarakat

Di dalam kehidupan masyarakat sebagai satu sistem maka bidang ekonomi hanya sebagai salah satu bagian atau subsistem saja. Oleh karena itu, di dalam memahami aspek kehidupan ekonomi masyarakat maka perlu dihubungkan antara faktor ekonomi dengan faktor lain dalam kehidupan masyarakat tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain; faktor kebudayaan, kelompok solidaritas, dan stratifikasi sosial.
Faktor-faktor tersebut mempunyai pengaruh yang langsung terhadap perkembangan ekonomi. Faktor kebudayaan; ada nilai yang mendorong perkembangan ekonomi, akan tetapi ada pula nilai yang menghambat perkembangan ekonomi. Demikian pula dengan kelompok solidaritas, dalam hal ini yakni keluarga dan kelompok etnis, keluarga terkadang mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi terkadang pula memperlambat.

Pemahaman Ekonomi dan Sosiologi sebagai Disiplin Ilmu

Baik ekonomi maupun sosiologi merupakan disiplin ilmu dengan tradisi ilmu yang mapan. Munculnya ekonomi sebagai disiplin ilmu dapat terlihat dari fenomena ekonomi sebagai suatu gejala bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka yang diawali oleh proses produksi, konsumsi dan pertukaran.

Dengan sendirinya dalam pemenuhan kebutuhannya atau dalam melakukan tindakan ekonomi, seseorang akan berhubungan dengan institusi-institusi sosial seperti pasar, rumah sakit, keluarga dan lainnya. Smelser kemudian mendefinisikan ilmu ekonomi: “Studi mengenai cara manusia dan masyarakat memilih, dengan atau tanpa memakai uang, untuk menggunakan sumber daya produktif yang dapat mempunyai alternatif untuk menghasilkan berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk konsumsi, sekarang atau masa depan, di antara berbagai orang dan kelompok orang dalam masyarakat. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/

Sedangkan sosiologi merupakan

disiplin ilmu yang berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal-hal yang selama ini dianggap sebagai hal-hal yang memang sudah seharusnya demikian, benar dan nyata. Kelahiran sosiologi berawal dari Eropa Barat di mana terjadi proses-proses perubahan seperti pertumbuhan kapitalisme pada akhir abad ke-15; perubahan-perubahan di bidang sosial dan politik perubahan yang berkenaan dengan reformasi Martin Luther, meningkatnya individualisme; lahirnya ilmu pengetahuan modern, berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri, dan revolusi industri pada abad ke-18 serta revolusi Perancis.

Manfaat Puasa Bulan Rajab

Bulan ini sangat indah karena memiliki banyak keuntungan dari Rajab. Antara bulan Jumadil bulan dan Bulan Sya’ban selama bulan Rajab. Mengenai perhitungan agama, dinyatakan bahwa Allha SWT mengatur penciptaan langit dan bumi, siang dan malam. Dan Allah membuat satu sampai 12 bulan sesuai dengan penampilan bulan baru. Jumlah tahun juga 12 bulan, tetapi perbedaannya adalah bahwa jumlah Kristus lebih besar dari jumlah yang muncul selama bulan itu atau jumlah matahari yang muncul. Di bawah ini adalah ulasan manfaat bulan Rajab.

puasa

Puasa dilakukan tidak hanya selama bulan Ramadhan tetapi juga selama bulan Ranaab. Berpuasa berarti penindasan terhadap rasa lapar dan haus, dan tindakan yang dapat membatalkan biaya puasa yang dilakukan sejak subuh hingga matahari terbenam. Jadi saat puasa Anda harus bisa menjaga sikap dan pikiran Anda agar tidak mencabut pahala dari puasa itu sendiri. Ini adalah kata Nabi Muhammad tentang puasa bulan Rajab.

“Setiap orang yang berpuasa di bulan Rajabu berpuasa selama satu bulan setelah itu, ia akan menutup tujuh pintu neraka jika puasa tujuh, jika puasa delapan hari, maka puasa delapan di surga Satu pintu akan dibuka, dan jika puasa sepuluh hari, Allah akan mengakui semua permintaannya. “(Narasi oleh At-Thabrani)

2. catatan amal 60 bulan

Masih berkaitan dengan puasa yang dilakukan di bulan rajab, ada hadits yang berbunyi sebagai berikut:

“Siapa pun yang berpuasa pada hari ke 27 bulan Rajabu, Allah SWT akan mencatat hadiah sebagai orang yang berpuasa selama 60 bulan.” (Abu brosur)

Jadi puasa seperti mereka yang berpuasa selama 60 bulan tanpa puasa hanya akan dilakukan pada hari ke 27 Rajab yang diberikan oleh Allah SWT. Karena itu, bukan hanya imbalan, tetapi juga puasa akan membawa kesehatan bagi tubuh kita, jadi jangan ragu untuk berpuasa.

7 puasa

Dan ada juga hak istimewa untuk melakukan jumlah hari untuk berpuasa di bulan Rajab – hak istimewa tidak diperoleh pada bulan-bulan lainnya, yaitu jika kita melakukan puasa selama 7 hari dalam arti satu minggu, Ini adalah ruang tertutup neraka bagi mereka yang berpuasa.

Hari ke 4 puasa

Karena jumlah delapan hari berpuasa ke bulan Rajab, hak istimewa yang diperoleh adalah pembukaan gerbang surga bagi mereka yang menjalankan puasa. Surga selalu merupakan hadiah bagi mereka yang akan berpuasa untuk perintah dan puasa Allah SWT karena itu bukan untuk Allah saja dan hanya untuk Allah.

5. puasa hari ke 10

Semakin lama Anda berpuasa di bulan Rajab, semakin banyak hak istimewa yang Anda dapatkan, seperti berpuasa selama 10 hari di bulan Rajab. Yang penting di sini adalah bahwa setiap manusia harus berdosa setiap hari, cara untuk menebus dosa adalah dengan berdoa lima kali sehari. Dosa yang dihapus ketika puasa diganti dengan kebaikan abadi dan kita akan mendapat manfaat darinya setelah itu.

Suatu hari puasa

Dengan melakukan satu hari puasa di bulan Rajab, hadiah untuk itu adalah mendapatkan susu dari sungai Rajab di surga. Kata Nabi Muhammad:

“Pasti ada sungai bernama Rajab di Surga, dan airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis dari madu. Setiap orang yang berpuasa di bulan Rajabu hari itu, dia akan diberkati dari sungai.”

Sumber : https://suhupendidikan.com/

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia
Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

a. Badan Keamanan Rakyat

Beberapa minggu setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden Sukarno masih bersikap hati-hati. Hal ini berkaitan dengan sikap Jepang yang tidak senang kalau terjadi perubahan status quo (dari negara jajahan menjadi negara merdeka), apalagi sampai memiliki tentara. Sejak Jepang menyerah kepada Sekutu, Jepang harus menjaga Indonesia agar jangan sampai terjadi perubahan sampai Sekutu tiba di Indonesia. Oleh sebab takut kepada pemerintah Sekutu, maka Jepang bersikap keras kepada Indonesia.
Sikap keras & ketidaksenangan Jepang terhadap Indonesia, misalnya melucuti persenjataan & sekaligus membubarkan Peta pada 18 Agustus 1945. Jepang khawatir Peta akan menjelma menjadi tentara Indonesia. Oleh sebab itu, Presiden Sukarno bersikap lebih hati-hati, agar Republik Indonesia tetap dapat berlangsung.
Sikap Sukarno yang demikian itu tidak disenangi oleh para pemuda yang lebih bersifat revolusioner. Oleh sebab itu, para pemuda memelopori pembentukan badan-badan perjuangan.
Sampai akhir bulan Agustus 1945, sikap hati-hati Sukarno masih tetap dipertahankan. Hal ini terbukti pada waktu diadakan sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945. Untuk menghadapi situasi dalam sidang itu diputuskan, untuk pembentukan BKR (Badan Keamanan Rakyat). BKR merupakan bagian dari BPKKP (Badan Penolong Keluarga Korban Perang).
Tujuan dibentuknya BKR untuk memelihara keselamatan masyarakat & keamanan di berbagai wilayah. Oleh sebab itu, BKR juga dibentuk di berbagai daerah, namun harus diingat bahwa BKR bukan tentara. Jadi, sampai akhir bulan Agustus 1945, Indonesia belum memiliki tentara.
 

b. Tentara Keamanan Rakyat

Sampai akhir bulan September 1945, ternyata Indonesia belum memiliki kesatuan & organisasi ketentaraan secara resmi & profesional. Presiden Sukarno & Wakil Presiden Moh. Hatta belum membentuk kesatuan tentara. Hal ini tampaknya sangat terpengaruh oleh sikap serta strategi politik yang cenderung pada usaha diplomasi. BKR hanya diprogram untuk menjaga keselamatan & keamanan masyarakat di daerah masing-masing. BKR kemudian menghimpun bekas-bekas anggota Peta, Heiho, Seinendan, & lain-lain. BKR bukan merupakan kekuatan bersenjata yang bersifat nasional.
Para pemuda belum puas dengan keberadaan BKR. Oleh sebab itu, badan-badan perjuangan terus mengadakan perlawanan terhadap kekuatan Jepang. Angkatan Perang Inggris yang tergabung dalam SEAC (South East Asian Command) mendarat di Jakarta pada 16 September 1945. Pasukan ini dipimpin Laksamana Muda Lord Louis Mountbatten yang mendesak pihak Jepang untuk mempertahankan status quo di Indonesia. Indonesia masih dipandang sebagai daerah jajahan seperti pada masa-masa sebelum 17 Agustus 1945. Dengan demikian maka Jepang semakin keras & berani untuk tetap mempertahankan diri & melawan gerakan para pemuda yang sedang melakukan usaha perlucutan senjata & perebutan kekuasaan.
Pada 29 September 1945, mendarat lagi tentara Inggris yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison, panglima dari AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Kedatangan tentara AFNEI ternyata diboncengi oleh tentara Belanda yang disebut NICA (Netherlands India Civil Administration). Hal ini menimbulkan kemarahan bagi bangsa Indonesia. Akhirnya, timbul berbagai insiden & perlawanan terhadap kekuatan asing, terutama terhadap Belanda.
Dengan demikian ancaman dari kekuatan asing semakin besar. Para pemimpin negara menyadari bahwa sulit mempertahankan negara & kemerdekaan tanpa suatu tentara / angkatan perang. Sehubungan dengan itu, maka pemerintah memanggil bekas mayor KNIL, Urip Sumoharjo & ditugasi untuk membentuk tentara kebangsaan. Urip Sumoharjo sejak zaman Belanda sudah memiliki pengalaman di bidang kemiliteran. la termasuk lulusan pertama dari Sekolah Perwira di Meester Cornelis yang didirikan Belanda. Kemudian, dikeluarkanlah Maklumat Pemerintah pada 5 Oktober 1945 tentang pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat).
Adapun maklumat itu berbunyi sebagai berikut;
Untuk memperkuat perasaan keamanan umum, maka diadakan suatu Tentara Keamanan Rakyat.
 
Jakarta, 5 Oktober 1945
Presiden Republik Indonesia
Soekarno
Urip Sumoharjo diangkat sebagai Kepala Staf TKR. Sehari kemudian pemerintah mengeluarkan maklumat yang isinya mengangkat Supriyadi (bekas komandan Peta) sebagai Menteri Keamanan Rakyat.
Selanjutnya, pada 9 Oktober 1945, KNIP mengeluarkan perintah mobilisasi bagi bekas-bekas tentara, Peta, KNIL, Heiho & laskar-laskar yang ada untuk bergabung menjadi satu ke dalam TKR. Sementara itu, kesatuan aksi / badan-badan perjuangan para pemuda yang bersifat setengah militer / setengah organisasi politik (laskar-laskar) masih tetap diizinkan beroperasi apabila tidak ingin bergabung ke dalam TKR.
Personalia pimpinan TKR temyata belum mantap. Hal ini terutama disebabkan oleh tidak munculnya tokoh Supriyadi. Supriyadi hilang secara misterius sejak berakhirnya pemberontakan Peta di Blitar pada Februari 1945. Oleh sebab itu, pada 20 Oktober 1945 diumumkan kembali pengangkatan pejabat-pejabat pimpinan di lingkungan TKR.
Susunan pimpinan TKR yang baru sebagai berikut;
  • Menteri Keamanan Rakyat ad interim; Muhamad Suryoadikusumo
  • Pimpinan Tertinggi TKR; Supriyadi
  • Kepala Staf Umum TKR; Urip Sumoharjo
Ternyata, Supriyadi tidak kunjung datang. Oleh sebab itu, secara operasional kepemimpinan yang aktif dalam TKR adalah Urip Sumoharjo. Ia memilih Markas Besar TKR di Yogyakarta & membagi TKR dalam 16 divisi. Seluruh Jawa & Madura dibagi dalam 10 divisi & Sumatra dibagi menjadi 6 divisi. Mengingat Supriyadi tidak pernah muncul, maka atas prakarsa Markas Tertinggi TKR, pada 12 November 1945, diadakan pemilihan pemimpin tertinggi TKR yang baru.
Dalam, rapat pemilihan itu dihadiri oleh para Komandan Divisi, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, & Sri Mangkunegoro X. Rapat dipimpin oleh Urip Sumoharjo. Dalam rapat itu disepakati untuk mengangkat Kolonel Sudirman, Panglima Divisi V Banyumas sebagai Panglima Besar TKR & sebagai Kepala Staf,disepakati mengangkat Urip Sumoharjo. Namun pengangkatan & pelantikan Kolonel Sudirman baru dilaksanakan pada 18 Desember 1945, setelah pertempuran Ambarawa selesai. Setelah pertempuran itu selesai, pangkat Sudirman menjadi Jenderal & Urip Sumoharjo menjadi Letnan Jenderal.
 

c. Dari TKR, TRI, ke TNI

Sejarah ketentaraan Indonesia terus mengalami perubahan pada masa awal kemerdekaan. TKR dengan sebutan keamanan rakyat, dinilai hanya merupakan kesatuan yang menjaga keamanan rakyat yang belum menunjukkan sebagai suatu kesatuan angkatan bersenjata yang mampu melawan musuh dengan perang bersenjata. Jenderal Sudirman ingin meninjau susunan & tata kerja TKR. Kemudian atas prakarsa Markas Tertinggi TKR, pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah No.2/SD 1946 tanggal 1 Januari 1946.
Isi dari Penetapan Pemerintah itu adalah mengubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kementerian Keamanan Rakyat diubah menjadi Kementerian Pertahanan. Belum genap satu bulan, sebutan Tentara Keselamatan Rakyat diganti dengan TRI (Tentara Republik Indonesia).
Hal ini berdasarkan pada Maklumat Pemerintah tertanggal 26 Januari 1946. Di dalam maklumat itu ditegaskan bahwa TRI merupakan tentara rakyat, tentara kebangsaan, / tentara nasional. Namun dalam maklumat itu tidak menyinggung tentang kedudukan badan-badan perjuangan / kelaskaran di luar TKR.
Di dalam Lingkungan Markas Tertinggi, TRI kemudian disempurnakan dengan dibentuknya TRI Angkatan Laut yang kemudian dikenal dengan ALRI (Angkalan Laut Republik Indonesia) & TRI Angkatan Udara yang dikenal dengan AURI (Angkalan Udara Republik Indonesia).
Tanggal 17 Mei diadakan beberapa perubahan di dalam organisasi. Beberapa perubahan itu antara lain sebagai berikut;
1) Di lingkungan Markas Besar;
  • Panglima Besar; Jenderal Sudirman, &
  • Kepala Staf Umum; Letnan Jenderal Urip Sumoharjo
2) Pengurangan jumlah divisi:
  • Jawa-Madura yang semula 10 divisi dijadikan 7 divisi ditambah 3 brigade di Jawa Barat, &
  • Sumatra semula 6 divisi menjadi 3 divisi
3) Dalam Kementerian Pertahanan:
  • dibentuk Direktorat Jenderal bagian militer, yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudibyo, &
  • dibentuk biro khusus yang menangani badan-badan perjuangan & kelaskaran
Situasi negara semakin genting. Aksi-aksi pihak tentara Belanda semakin mengancam kehidupan & kelangsungan Republik Indonesia. Untuk menghadapi situasi yang semakin membahayakan ini, maka diperlukan kekuatan tentara yang kompak & bersatu padu. Sementara dalam kenyataannya, Indonesia masih menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan kekuatan bersenjata kita.
Di samping tentara resmi TRI, ALRI, & AURI, masih ada laskar-laskar. Pada umumnya kesatuan kelaskaran lebih condong kepada induk partainya yang seideologi & belum tentu searah dengan perjuangan para tentara yang tergabung dalam TRI. Jelas ini akan memperlemah perjuangan bangsa dalam menghadapi aksi-aksi kaum Belanda.
Sehubungan dengan kenyataan itu maka pada 5 Mei 1947, Presiden mengeluarkan dekrit yang berisi tentang pembentukan panitia yang disebut Panitia Pembentukan Organisasi Tentara Nasional. Panitia itu dipimpin sendiri oleh Presiden Sukarno. Setelah panitia itu bekerja, akhirnya keluar Penetapan Presiden tentang pembentukan organisasi TNI (Tentara Nasional Indonesia). Mulai 3 Juni 1947, secara resmi telah diakui berdirinya TNI sebagai penyempurnaan dari TRI. Segenap anggota angkatan perang yang tergabung dalam TRI & anggota kelaskaran dimasukkan ke dalam TNI. Dalam organisasi ini telah dimiliki TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), & TNI Angkatan Udara (TNI AU). Semua itu terkenal dengan sebutan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
Baca Artikel Lainnya:

Terbentuknya NKRI

Terbentuknya NKRI

Terbentuknya NKRI

Terbentuknya NKRI
Terbentuknya NKRI
Proklamasi 17 Agustus 1945 dilaksanakan dalam situasi kacau, dapat dikatakan bahwa proklamasi itu dilakukan dengan tergesa-gesa, tanpa melalui pembicaraan panjang. Walaupun kamu sudah tahu bahwa sebelumnya telah dibentuk BPUPKI & PPKI yang secara resmi merancang kemerdekaan Indonesia. Pada saat proklamasi dibacakan, negara Indonesia belum sepenuhnya terbentuk. Sebab, syarat kelengkapan negara pada saat itu belum semua terpenuhi.
Selain memiliki wilayah, negara harus memiliki struktur pemerintahan, diakui negara lain, & memiliki kelengkapan lain seperti undang-undang / peraturan hukum. Di antara persyaratan itu, syarat utama yang belum terpenuhi adalah struktur pemerintahan & pengakuan dari negara lain.
Perlu diketahui, proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak mengundang secara resmi berbagai duta besar negara lain, karena memang sebelum proklamasi pemerintahan yang ada adalah pemerintahan Jepang.
Maka dari itu, tugas pertama bangsa Indonesia adalah membentuk pemerintahan & mencari pengakuan negara-negara lain.

1. Pengesahan UUD 1945 & Pemilihan Presiden & Wakil Presiden

Kelengkapan-kelengkapan negara harus segera dipenuhi oleh Indonesia, yang baru saja merdeka. Salah satu hal terpenting yang harus dipenuhi adalah Undang-Undang Dasar (UUD). Pada 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidang yang menghasilkan persetujuan & pengesahan UUD (Undang-Undang Dasar), yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945.
Proses persidangan; Setelah proklamasi, PPKI melakukan rapat pertama di Pejambon (sekarang dikenal sebagai gedung Pancasila). Sekitar pukul 11.30, sidang pleno dibuka Sebelum konsep itu disahkan, atas prakarsa Moh. Hatta, berdasarkan pesan dari tokoh Kristen dari Indonesia bagian Timur, sila pertama dasar negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Rumusan itu telah dikonsultasikan Hatta kepada pemuka Islam seperti, Ki Bagoes Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, & Tengku Moh. Hasan. Pertimbangan itu diambil karena suatu pernyataan pokok mengenai seluruh bangsa tidaklah tepat hanya menyangkut identitas sebagian dari rakyat Indonesia sekalipun merupakan bagian yang terbesar. Berdasarkan rumusan tersebut, maka Pancasila secara resmi ditetapkan sebagai dasar negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, 18 Agustus 1945. Serta perubahan kecil pada istilah & strukturnya.
PANCASILA
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusian yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dalam permusyawaratan/ perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di bawah pimpinan Sukarno. Kemudian dilaksanakan acara pemandangan umum, yang dilanjutkan dengan pembahasan bab demi bab & pasal demi pasal. Sidang dilanjutkan dengan pemilihan presiden & wakil presiden. Sebagai dasar hukum pemilihan presiden & wakil presiden tersebut, harus disahkan dulu pasal 3 dari Aturan Peralihan. Ini menandai untuk pertama kalinya presiden & wakil presiden dipilih oleh PPKI. Kertas suara dibagikan, tetapi atas usul Otto Iskandardinata, maka secara aklamasi terpilih Ir. Sukarno sebagai Presiden RI, & Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Rl. Sesudah itu, pasal-pasal yang tersisa yang berkaitan dengan Aturan Peralihan & Aturan Tambahan disetujui. Setelah menjadi presiden, Sukarno kemudian menunjuk sembilan orang anggota PPKI sebagai Panitia Kecil dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Tim ini bertugas merumuskan pembagian wilayah negara Indonesia

2. Pembentukan Departemen & Pemerintahan Daerah

Sidang PPKI dilanjutkan kembali pada tanggal 19 Agustus 1945. Acara yang pertama adalah membahas hasil kerja Panitia Kecil yang dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Sebelum acara dimulai, Presiden Sukarno ternyata telah menunjuk Ahmad Subarjo, Sutarjo Kartohadikusumo & Kasman Singodimejo sebagai Panitia Kecil yang ditugasi merumuskan bentuk departemen bagi pemerintahan RI, tetapi bukan personalianya (pejabatnya).
Otto Iskandardinata menyampaikan hasil kerja Panitia Kecil yang dipimpinnya. Hasil keputusannya tentang pembagian wilayah NKRI menjadi delapan provinsi, yakni sebagai berikut;
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Borneo (Kalimantan)
  • Sulawesi
  • Maluku
  • Sunda Kecil
  • Sumatra
Di samping delapan wilayah tersebut, masih ditambah Daerah Istimewa Yogyakarta & Surakarta. Setelah itu, sidang dilanjutkan mendengarkan laporan Ahmad Subarjo, mengenai pembagian departemen / kementerian. Adapun hasil yang disepakati, NKRI terbagi atas 12 departemen sebagai berikut;
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Kementerian Luar Negeri
  • Kementerian Kehakiman
  • Kementerian Keuangan
  • Kementerian Kemakmuran
  • Kementerian Kesehatan
  • Kementerian Pengajaran
  • Kementerian Sosial
  • Kementerian Pertahanan
  • Kementerian Penerangan
  • Kementerian Perhubungan
  • Kementerian Pekerjaan Umum
Di samping itu juga ada Kementerian Negara.

3. Pembentukan Badan-Badan Negara

Pada malam hari, yakni tanggal 19 Agustus 1945, di Jln. Gambir Selatan (sekarang Merdeka Selatan) No. 10, Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta, Mr. Sartono, Suwirjo, Otto Iskandardinata, Sukardjo Wirjopranoto, dr. Buntaran, Mr. A.G. Pringgodigdo, Sutardjo Kartohadikusumo, & dr. Tajuluddin, berkumpul untuk membahas siapa saja yang akan diangkat sebagai anggota
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Selanjutnya disepakati bahwa rapat KNIP direncanakan tanggal 29 Agustus 1945. PPKI kembali mengadakan sidang pada 22 Agustus 1945. Dalam sidang ini, diputuskan mengenai pembentukan Komite Nasional Seluruh Indonesia dengan pusatnya di Jakarta. Komite Nasional dibentuk sebagai penjelmaan tujuan & cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasar kedaulatan rakyat.
KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) diresmikan & anggota-anggotanya dilantik pada 29 Agustus 1945. Pelantikan ini dilangsungkan di gedung Kesenian Pasar Baru, Jakarta. Sebagai ketua KNIP adalah Mr. Kasman Singodimejo, dengan beberapa wakilnya, yakni Sutarjo Kartohadikusumo, Mr. Latuharhary, & Adam Malik.
Pada 16 Oktober 1945, diselenggarakan sidang KNIP yang bertempat di Gedung Balai Muslimin Indonesia, Jakarta. Sidang ini dipimpin oleh Kasman Singodimejo. Dalam sidang ini juga diusulkan kepada Presiden agar KNIP diberi hak legislatif selama DPR & MPR belum terbentuk. Hal ini dirasa penting, karena dalam rangka menegakkan kewibawaan kehidupan kenegaraan. Syahrir & Amir Syarifudin mengusulkan adanya BPKNIP (Badan Pekerja KNIP) untuk menghadapi suasana genting. BPKNIP akan mengerjakan tugas-tugas operasional dari KNIP. Berdasarkan usul-usul dalam sidang tersebut, maka Wakil Presiden selaku wakil pemerintah, mengeluarkan maklumat yang lazim disebut Maklumat Wakil Presiden No. X.
Bunyi maklumat itu sebagai berikut;
_____________________________________
MAKLUMAT WAKIL PRESIDEN NO. X KOMITE NASIONAL PUSAT, PEMBERIAN KEKUASAAN LEGISLATIF KEPADA KOMITE NASIONAL PUSAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SESUDAH MENDENGAR pembicaraan oleh Komite Nasional Pusat tentang usul supaya Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat dibentuk, kekuasaannya yang hingga sekarang dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional menurut Pasal IV Aturan Peralihan dan Undang-Undang Dasar hendaknya dikerjakan oleh Komite Nasional Pusat dan supaya pekerjaan Komite Nasional Pusat itu sehari-harinya berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah badan bernama Dewan Pekerja yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat;
MENIMBANG bahwa di dalam keadaan yang genting ini perlu ada badan yang ikut bertanggung jawab tentang nasib bangsa Indonesia, di sebelah pemerintah.
MENIMBANG selanjutnya bahwa usul tadi berdasarkan paham kedaulatan rakyat.
MEMUTUSKAN:
Bahwa Komite Nasional Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar daripada Haluan Negara, serta menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat sehari-hari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih di antara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat.
Jakarta, 16 Oktober 1945
WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MOHAMMAD HATTA
_____________________________________
***
Dengan adanya maklumat tersebut, untuk sementara Indonesia sudah memiliki badan negara yang memiliki kekuasaan legislatif. KNIP yang semula sebagai Pembantu Presiden & merupakan wadah pemusatan kehendak rakyat serta pengobar semangat perebutan kekuasaan dari Jepang, setelah dikeluarkan maklumat No. X itu KNIP diharapkan berperan sebagai MPR & DPR, meskipun hanya bersifat sementara. Untuk menjalankan kegiatannya, telah dibentuk BPKNIP, yang diketuai oleh Sutan Syahrir.

4. Pembentukan Kabinet

Presiden segera membentuk kabinet yang dipimpin oleh Presiden Sukarno sendiri. Dalam kabinet ini para menteri bertanggung jawab kepada Presiden / Kabinet Presidensiil. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)
Kabinet RI yang pertama dibentuk oleh Presiden Sukarno pada 2 September 1945 terdiri atas para menteri sebagai berikut;
  • Menteri Dalam Negeri; R.A.A. Wiranata Kusumah
  • Menteri Luar Negeri; Mr. Ahmad Subarjo
  • Menteri Keuangan; Mr. A.A. Maramis
  • Menteri Kehakiman; Prof. Mr. Supomo
  • Menteri Kemakmuran;Ir. Surakhmad Cokroadisuryo
  • Menteri Keamanan; Rakyat Supriyadi
  • Menteri Kesehatan; Dr. Buntaran Martoatmojo
  • Menteri Pengajaran; Ki Hajar Dewantara
  • Menteri Penerangan; Mr. Amir Syarifuddin
  • Menteri Sosial; Mr. Iwa Kusumasumantri
  • Menteri Pekerjaan Umum; Abikusno Cokrosuyoso
  • Menteri Perhubungan; Abikusno Cokrosuyoso
  • Menteri Negara; Wahid Hasyim
  • Menteri Negara; Dr. M. Amir
  • Menteri Negara; Mr. R.M. Sartono
  • Menteri Negara; R. Otto Iskandardinata
 

5. Pembentukan Berbagai Partai Politik

Sidang PPKI pada 22 Agustus 1945 juga memutuskan adanya pembentukan partai politik nasional yang kemudian terbentuk PNI (Partai Nasional Indonesia). Partai ini diharapkan sebagai wadah persatuan pembinaan politik bagi rakyat Indonesia. BPKNIP mengusulkan perlu dibentuknya partai-partai politik, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Wakil Presiden dengan maklumat pada 3 Nopember 1945. Setelah dikeluarkan maklumat itu, berdirilah partai-partai politik di NKRI.
Beberapa partai politik yang kemudian terbentuk misalnya;
  • Masyumi, berdiri tanggal 7 November 1945, dipimpin oleh dr Sukiman Wiryosanjoyo
  • PKI (Partai Komunis Indonesia) berdiri 7 November 1945 dipimpin oleh Mr. Moh. Yusuf. Oleh tokoh-tokoh komunis, sebenarnya pada 2 Oktober 1945 PKI telah didirikan.
  • PBI (Partai Buruh Indonesia), berdiri tanggal 8 November 1945 dipimpin oleh Nyono
  • Partai Rakyat Jelata, berdiri tanggal 8 Nopember 1945 dipimpin oleh Sutan Dewanis
  • Parkindo (Partai Kristen Indonesia), berdiri tanggal 10 November 1945 dipimpin oleh Dr Prabowinoto
  • PSI (Partai Sosialis Indonesia), berdiri tanggal 10 November 1945 dipimpin Amir Syarifuddin
  • PRS (Partai Rakyat Sosialis), berdiri tanggal 10 November 1945 dipimpin oleh Sutan Syahrir
  • PKRI Partai Katholik Republik Indonesia), berdiri tanggal 8 Desember 1945
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia, berdiri tanggal 17 Desember 1945 dipimpin oleh JB Assa
  • PNI (Partai Nasional Indonesia), berdiri tanggal 29 Januari 1946. PNI merupakan penggabungan dari Partai Rakyat Indonesia (PRI), Gerakan Republik Indonesia, & Serikat Rakyat Indonesia, yang masing-masing sudah berdiri dalam bulan November & Desember 1945.


6. Komite van Aksi & Lahirnya Badan-badan Perjuangan

Sukarni & Adam Malik membentuk Komite van Aksi yang dimaksudkan sebagai gerakan yang bertugas dalam pelucutan senjata terhadap serdadu Jepang & merebut kantor-kantor yang masih diduduki Jepang. Munculnya Komite van Aksi kemudian disusul dengan lahirnya berbagai badan perjuangan lainnya di bawah Komite van Aksi seperti API (Angkatan Pemuda Indonesia), BARA (Barisan Rakyat Indonesia) & BBI (Barisan Buruh Indonesia) Di berbagai daerah kemudian juga berkembang badan-badan perjuangan. Di Surabaya muncul BBI pada 21 Agustus 1945. Kemudian pada  25 Agustus 1945, dibentuk Angkatan Muda oleh Sumarsono & Ruslan Wijayasastra. Kedua tokoh ini kemudian membentuk PRI (Pemuda Republik Indonesia) bersama Bung Tomo pada 23 September.
Demikian halnya yang terjadi di Yogyakarta, Surakarta, & Semarang, di sana juga muncul berbagai badan perjuangan. Misalnya, Angkatan Muda & Pemuda di Semarang, Angkatan Muda di Surakarta, Angkatan Muda Pegawai Kesultanan / dikenal Pekik (Pemuda Kita Kesultanan) di Yogyakarta. Di Bandung berdiri Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia yang kemudian lebih dikenal dengan PRI (Pemuda Republik Indonesia).
Selain itu, juga muncul Barisan Banteng, Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia). BPRI (Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia), & juga muncul Hizbullah-Sabilillah. Bahkan orang-orang luar Jawa yang berada di Jawa membentuk badan perjuangan seperti KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi) & PIM (Pemuda Indonesia Maluku). Kemudian, muncul pula badan-badan perjuangan yang lebih bersifat khusus, misalnya TP (Tentara Pelajar), TGP (Tentara Genie Pelajar), & TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar).
Selanjutnya berkembang pula kelaskaran. Badan-badan perjuangan juga berkembang di luar Jawa, antara lain sebagai berikut;
  • Di Aceh terdapat API (Angkatan Pemuda Indonesia) yang dipimpin oleh Syamaun Gaharu & BPI (Barisan Pemuda Indonesia) kemudian menjadi PRI (Pemuda Republik Indonesia) yang dipimpin oleh A. Hasyim.
  • Di Sumatra Utara terdapat Pemuda Republik Andalas.
  • Di Sumatra Barat terdapat Pemuda Andalas & Pemuda Republik Indonesia Andalas Barat.
  • Di Lampung terdapat API (Angkatan Pemuda Indonesia) yang dipimpin oleh Pangeran Emir Mohammad Noor.
  • Di Bengkulu terdapat PRI (Pemuda Republik Indonesia) dipimpin oleh Nawawi Manaf.
  • Di Kalimantan Barat terdapat PPRI (Pemuda Penyongsong Republik Indonesia). Tokoh-tokohnya, antara lain Musani Rani & Jayadi Saman.
  • Di Kalimantan Selatan terdapat PRI (Persatuan Rakyat Indonesia) yang dipimpin oleh Rusbandi.
  • Di Bali terdapat AMI (Angkatan Muda Indonesia) & PRI (Pernuda Republik Indonesia).
  • Di Sulawesi Selatan terdapat PPNI (Pusat Pemuda Nasional Indonesia) yang dipimpin oleh Manai Sophian, AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia), Pemuda Merah Putih, & Penunjang Republik Indonesia.
Dengan munculnya badan-badan perjuangan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa di seluruh tanah air telah siap menggelorakan revolusi untuk membersihkan kekuatan Jepang dari Indonesia.

7. Lahirnya Tentara Nasional Indonesia / TNI

Sebagai negara yang wilayahnya luas, tentara mutlak diperlukan sebagai benteng pertahanan. Sebutan TNI (Tentara Nasional Indonesia), lebih populer dengan sebutan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Terbentuknya TNI berpangkal dari maklumat pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Kesatuan TKR kemudian berkembang menjadi TNI.

Para Tokoh Proklamasi

Para Tokoh Proklamasi

Para Tokoh Proklamasi

Para Tokoh Proklamasi
Para Tokoh Proklamasi
Kita perlu memahami perjuangan mereka, karena mereka berjuang untuk bangsa Indonesia, yang berarti untuk kehidupan kita sekarang & generasi penerus bangsa Indonesia. Karena dengan memahami bagaimana mereka berjuang, akan memberikan inspirasi kepada kita untuk menghargai mereka & mendorong kita berjuang lebih giat untuk mempertahankan & mengisi kemerdekaan. Untuk menghitung satu demi satu para pahlawan sekitar proklamasi kemerdekaan tidaklah mungkin. Karena itu, kita akan melacak sebagian tokoh yang terlibat dalam perjuangan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Banyak tokoh penting yang berperan di berbagai peristiwa di sekitar Proklamasi. Beberapa tokoh penting itu antara lain sebagai berikut;

1. Ir. Sukarno

Sukarno / Bung Karno, lahir di Surabaya, tanggal 6 Juni 1901. Sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung. Tahun 1927, bersama kawan-kawannya mendirikan PNI. Oleh karena perjuangannya, ia seringkali keluar-masuk penjara. Kemudian pada zaman Jepang, ia pernah menjadi ketua Putera, Chuo Sangi In & PPKI, serta pernah menjadi anggota BPUPKI.
Begitu tiba di tanah air, dari perjalanannya ke Saigon, Sukarno menyampaikan pidato singkat. Isi pidato itu antara lain, pertanyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga. Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.
Bersama Moh. Hatta, Sukarno menjadi tokoh sentral yang terus didesak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok. Sepulangnya dari Rengasdengklok ia bersama Moh. Hatta & Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi, & menuliskannya pada secarik kertas. Sukarno bersama Moh. Hatta diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi itu.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, peranan Sukarno semakin penting. Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh nomor satu di Indonesia. Sukarno dengan didampingi Moh. Hatta, diberi kepercayaan membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan Kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, Sukarno dikenal sebagai pahlawan proklamator. Sukarno wafat pada 21 Juni 1970 & dimakamkan di Blitar.

2. Drs. Moh. Hatta

Tokoh lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa sekitar proklamasi adalah Drs. Moh. Hatta. la dilahirkan di Bukit Tinggi tanggal 12 Agustus 1902. Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri, ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi salah seorang pemimpin & ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Setelah di tanah air, ia aktif di PNI bersama Bung Karno. Setelah PNI dibubarkan, Hatta aktif di PNI Baru.
Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi salah seorang pemimpin PUTERA, menjadi anggota BPUPKI & wakil ketua PPKI. Saat menjabat sebagai wakil PPKI, Moh. Hatta & Sukarno menjadi dwi tunggal yang sulit dipisahkan. Bersama Bung Karno, ia juga pergi menghadap Terauchi di Saigon. Setelah pulang, Moh. Hatta menjadi salah satu tokoh sentral yang terus didesak para pemuda agar bersama Sukarno bersedia menyatakan proklamasi Indonesia secepatnya.
Moh. Hatta melibatkan diri secara langsung & ikut andil dalam perumusan teks proklamasi. la juga ikut menandatangani teks proklamasi. Pada peristiwa detik-detik proklamasi, Moh. Hatta tampil sebagai tokoh nomor 2 & mendampingi Bung Karno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, ia juga dikenal sebagai pahlawan proklamator. la wafat pada 14 Maret 1980, dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.

3. Ahmad Subarjo

“Saya menjamin bahwa tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau Saudara-saudara ragu, nyawa sayalah yang menjadi taruhannya”. Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo. Ucapan tersebut berhasil meyakinkan Golongan Muda, bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda. Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Subarjo tidak menghitung jiwa & raganya demi kemerdekaan Indonesia. Kerelaan tokoh untuk mengorbankan diri demi bangsa & negara adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan.
Ahmad Subarjo lahir di Karawang Jawa Barat pada 23 Maret 1896. la tutup usia pada bulan Desember 1978. Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI & PNI. Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagai Kaigun, bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksamana Maeda. la juga sebagai anggota BPUPKI & PPKI. Ahmad Subarjo tidak hadir pada saat Bung Karno membacakan teks proklamasi di Pegangsaan Timur No. 56.
Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok. Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo, akhirnya Ir. Sukarno, Moh. Hatta & rombongan diperbolehkan kembali ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta dini hari, di rumah Maeda dilaksanakan perumusan teks proklamasi, Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif & memberikan andil pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.

4. Sukarni Kartodiwiryo

Tokoh inilah yang sering menjadi perdebatan para pembaca sejarah Indonesia sekitar proklamasi kemerdekaan. Banyak yang mengira tokoh ini perempuan, karena Sukarni lebih banyak digunakan untuk nama perempuan di Jawa Tengah.
Sukarni Kartodiwiryo adalah salah seorang pimpinan gerakan pemuda di masa proklamasi. Tokoh ini dilahirkan di Blitar pada 14 Juli 1916 & meninggal pada tanggal 4 Mei 1971. Sejak muda, ia sudah aktif dalam pergerakan politik. Semasa pendudukan Jepang, ia bekerja pada kantor berita Domei. Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda. Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.
Sukarni merupakan pelopor penculikan Sukarno & Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Ia juga tokoh yang mengusulkan agar teks proklamasi ditandatangani oleh Sukarno & Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. La juga memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi & berita tentang proklamasi.

5. Sayuti Melik

Tokoh yang lahir pada 25 November 1908 di Yogyakarta ini, berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi. Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan Sukarno-Hatta. Sejak muda, Sayuti Melik sudah aktif dalam gerakan politik & jurnalistik. Tahun 1942 menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.
Nama tokoh ini semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. la telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Maeda. Bahkan akhirnya ia dipercaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Sukarno. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)

6. Burhanuddin Mohammad Diah

(BM. Diah) lahir di Kotaraja pada 7 April 1917. la berbakat di bidang jurnalistik. Sejak tahun 1937 sudah menjadi redaktur berbagai surat kabar. Pada awal pendudukan Jepang, ia bekerja pada radio militer. Pada tahun 1942-1945, ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.
Pada sekitar peristiwa proklamasi, BM. Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal. Pada malam sewaktu akan diadakan perumusan teks proklamasi, BM. Diah banyak melakukan kontak dengan pemuda, yaitu untuk datang ke rumah Maeda. la salah seorang pemuda yang ikut menyaksikan perumusan teks proklamasi. Ia juga sangat berperan dalam upaya penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
 

7. Latif Hendraningrat Sang Komandan Peta

Latif Hendraningrat adalah salah seorang komandan Peta. Pada saat pelaksanaan proklamasi, ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk. la menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di Pegangsaan Timur No. 56. Misalnya ia harus mencari & menjemput Moh. Hatta.
Pada saat pelaksanaan proklamasi, setelah menyiapkan barisan, ia mempersilakan Sukarno membacakan teks proklamasi. Kemudian, Latief Hendraningrat dengan dibantu S. Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih, danyang membantu membawakan bendera Merah Putih adalah SK. Trimurti.

8. S. Suhud

S. Suhud adalah pemuda yang ditugasi mencari tiang bendera & mengusahakan bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.
Oleh sebab gugup & tegang, tiang yang digunakan adalah sebatang bambu, padahal tidak terlalu jauh dari rumah Sukarno ada tiang bendera dari besi. S. Suhud bersama Latif Hendraningrat adalah pengibar bendera Merah Putih di halaman rumah Sukarno pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

9. Suwiryo

Suwiryo adalah walikota Jakarta Raya waktu itu & secara tidak langsung menjadi ketua penyelenggara upacara Proklamasi Kemerdekaan.

Oleh sebab itu, ia sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut, termasuk pengadaan mikrofon & pengeras suara.

10. Muwardi

Tokoh muda Muwardi, bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia telah menugaskan anggota Barisan Pelopor & Peta untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.
Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor & Peta untuk menjaga keamanan Bung Karno & Moh. Hatta.

11. Frans Sumarto Mendur

Tokoh Frans Sumarto Mendur adalah tokoh wartawan yang ikut membantu pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Ia telah mengabadikan berbagai peristiwa penting di sekitar proklamasi. la bergabung dengan kawan-kawan dari Indonesia Press Photo Senice / Ipphos.

12. Syahruddin

Syahruddin adalah seorang wartawan Domei. la dengan berani memasuki halaman gedung siaran RRI.
Oleh karena gedung siaran dijaga oleh Jepang, maka terpaksa melalui belakang, yaitu dengan memanjat tembok belakang gedung dari JI. Tanah Abang. Naskah proklamasi kemudian berhasil diserahkan kepada kepala bagian siaran.

13. F. Wuz & Yusuf Ronodipuro

Tokoh F. Wuz & Yusuf Ronodipuro berperan penting dalam penyebarluasan berita proklamasi.
Kedua tokoh ini merupakan penyiar-penyiar yang cukup berani & tidak jarang mendapat ancaman dari pihak Kempetai.

Pemkot Ajak Komunitas dan Warga Bersihkan Sampah

Pemkot Ajak Komunitas dan Warga Bersihkan Sampah

Pemkot Ajak Komunitas dan Warga Bersihkan Sampah

 

Pemkot Ajak Komunitas dan Warga Bersihkan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mendukung dua kegiatan yang akan digelar dalam rangka Hari Pembersihan Dunia atau World Cleanup Day (WCD). Dua kegiatan ini akan dilaksanakan ditempat yang berbeda namun waktunya masing-masing akan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2018.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Casmita di ruang kerjanya, Jumat (14/09/2018).

Casmita menjelaskan

Kegiatan pertama terkait eco village yang dipusatkan di Kecamatan Bogor Timur. Mereka akan melakukan aksi pemungutan sampah di DAS Ciliwung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mensuport dengan memberikan bantuan berupa armada berikut petugas untuk masalah pengangkutan sampah.

“Artinya pemungutan sampah dilakukan oleh komunitas bersama masyarakat dan DLH membantu mengangkut sampah-sampah tersebut. Kami juga memberikan bantuan kantong plastik sesuai yang mereka butuhkan,” imbuhnya.

Gerakan Eco Village di Kota Bogor

Gerakan Eco Village di Kota Bogor ini menyasar sedikitnya lima kelurahan di Kecamatan Bogor Timur. Kelurahan-kelurahan tersebut merupakan kelurahan yang dilewati sepanjang sungai Ciliwung, yakni berdasarkan perhitungan indeks pencemaran kualitas sungai di Kota Bogor menunjukkan kondisi yang tercemar akibat sampah dan air limbah.

Casmita menambahkan

Kegiatan berikutnya terkait dengan kegiatan World Cleanup Day WCD Jawa Barat yang akan dilaksanakan tanggal 15 September 2018. Relawan WCD Bogor Raya mengundang beberapa komunitas untuk bergabung dan menjadi pioner sosialisasi dan pelaksanaan acara untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

“Jadi mereka menggelar kegiatan atau aksi pungut sampah dan sosialisasi di beberapa titik yang telah ditentukan. Antara lain di Tugu Kujang atau Lawang Salapan, Air Mancur, dan Gg. Aut. Kurang lebih 100 relawan akan terlibat dalam kegiatan ini dan mereka tersebar di titik-titik tersebut,” katanya.

Dinas Lingkungan Hidup

Kegiatan ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga(Kemenpora) Republik indonesia.

 

Artikel terkait:

Bertemu Bima Arya, Ridwan Kamil Bawa ‘Oleh-oleh’ Puluhan Miliar

Bertemu Bima Arya, Ridwan Kamil Bawa ‘Oleh-oleh’ Puluhan Miliar

Bertemu Bima Arya, Ridwan Kamil Bawa ‘Oleh-oleh’ Puluhan Miliar

 

Bertemu Bima Arya, Ridwan Kamil Bawa ‘Oleh-oleh’ Puluhan Miliar

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya menerima kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kota Bogor, Sabtu (15/9/2018). Kedatangan Ridwan Kamil ke kota hujan tidak dengan tangan hampa, bahkan membawa ‘oleh-oleh’ untuk warga Kota Bogor hingga puluhan miliar rupiah. Apa saja itu?

Usai melakukan Sholat Subuh bersama di Masjid Raya Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Bogor Timur, Bima Arya mengajak Gubernur Jabar singgah di kediaman pribadinya untuk menikmati sarapan pagi sebelum memulai aktivitas selanjutnya.

Dalam obrolan santai itu

Walikota Bogor menyampaikan mengenai progres pembangunan wilayahnya kepada Gubernur, baik yang sudah dilakukan, sedang berjalan hingga yang akan dikerjakan.

Bahkan, latar belakang Ridwan Kamil sebagai arsitek dimanfaatkan Bima Arya untuk meminta dibuatkan desain masjid. “Alhamdulillah direspon Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) yang mendapat ilham dan langsung digambarkan konsepnya. Nanti Kota Bogor akan memiliki masjid terapung yang didesain langsung oleh Kang Emil,” ujar Bima Arya.

Ridwan Kamil pun tampak menunjukan sebuah desain gambar yang masih berupa coretan tangannya di atas secarik kertas kepada Bima Arya. Di samping Bima Arya, juga tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat da Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria. Rencananya masjid terapung ini akan dibangun di atas Setu Gede, Bogor Barat.

“Ini gambarnya, bentuknya terilham dari bunga teratai. Nantinya masjid ini terapung diatas air. Insya allah ini masjid pertama di dunia yang terlihami dari bunga teratai,” jelas Emil.

Mengenai sumber dana

Sekda Ade Sarip berseloroh bahwa pembangunan Masjid terapung itu pasti akan cepat terealisasi jika mendapatkan dukungan anggaran dari Provinsi Jawa Barat. “Berarti dibantu APBD Pemprov Jabar juga ya Pak Gubernur. Kota Bogor hanya menyediakan lahan saja,” ujar Ade, disambut tawa yang lain, termasuk Emil.

Tidak itu saja, Ridwan Kamil dalam kunjungannya ke Kota Bogor juga disampaikan kepada Bima Arya bahwa Pemerintah Provinsi akan memberikan sejumlah bantuan hibah yang nilainya cukup fantastis.

Dalam 5 tahun kepemimpinan saya

Ada bantuan hibah pembangunan untuk Kota Bogor. Mulai dari ruang terbuka hijau senilai Rp 15 Miliar, bantuan pembangunan 2 flyover, gedung creative center, bus pariwisata, hingga Rp 40 Milyar untuk membuka destinasi wisata baru. Ini hadiah untuk warga Kota Bogor,” ungkap Emil.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

 

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan

kondusifitas sosial politik merupakan modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Kang Emil sapaan akrabnya mengajak semua warga Jawa Barat untuk terus menjaganya.

Hal ini disampaikannya dihadapan para jamaah usai melaksanakan sholat shubuh berjamaah di Masjid Al Mi’raj, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (15/09/2018) pagi.

Dikatakannya

Beberapa bulan kedepan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan segera dimulai.

“Saya titip kepada semua untuk berbicaralah yang baik atau diam, postinglah yang positif atau tahan. Kami ingin apapun yang terjadi di negeri ini tidak boleh ada perpecahan yang mengganggu sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia,” pesan Kang Emil.

Kang Emil merasa bersyukur

Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Jawa Barat tidak ada kaca pecah maupun peluru yang lepas dari larasnya, semua berjalan lancar.

Dirinya berharap hal serupa terjadi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019. Perbedaan yang ada jangan sampai memecah belah dan semua warga, rakyat Indonesia adalah saudara.

“Lisan dan tulisan merupakan kuncinya. Kurangi dan hindari lisan maupun tulisan yang menyakiti, memancing emosi atau amarah dan membuat kebencian orang lain berkobar,” tuturnya.

Sejarah mengajarkan dan mengingatkan, banyak bangsa-bangsa besar yang bubar akibat tidak memiliki komitmen terhadap persatuan. Contohnya, Rusia yang dulu dikenal sebagai Uni Soviet atau Yugoslavia yang akhirnya pecah menjadi beberapa negara.

“Tidak hanya bubar, bahkan ada beberapa negara yang dicabut nikmat berbangsa dan bernegaranya karena perselisihan antar satu dan yang lainnya. Tidak bisa selfie, tidak bisa Car Free Day bahkan sulit untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah,” ujar Kang Emil.

Kang Emil

Kang Emil menegaskan jangan sampai hal tersebut terjadi di Indonesia. Ia mengajak semua untuk bersyukur karena Indonesia diberi keberkahan oleh Allah SWT berupa perdamaian.

Sejarah mencatat orang Indonesia tidak bisa dikalahkan jika bersatu, kekalahan yang dialami disebabkan Devide Et Impera (politik pecah belah atau politik adu domba). Dan bibit-bibit tersebut saat ini muncul di handphone-handphone yang menyebarkan isu-isu menyesatkan dan memprovokasi. “Ini adalah tantangan-tantangan yang sedang dihadapi,” tegasnya.

Untuk menangkal hal tersebut, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat telah mempersiapkan program-program yang berbasis teknologi digital, diantaranya dakwah digital yang melibatkan para ulama dengan memberikan masukan kontennya, zakat digital dan yang lainnya.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/