Kronologis Sejarah Pengembalian Irian Barat

Irian barat

Sejarah Pembebasan Irian Barat

Perjuangan untuk memulihkan Irian barat dari tahanan pemerintah Belanda dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara diplomasi menuju pembebasan wilayah Irian Barat mulai terjadi sebagai kabinet Natsir, serta kabinet berikutnya, dan mencoba untuk membebaskan wilayah barat Irian. Tetapi semua upaya diplomatik selalu berakhir dengan kegagalan.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pemerintah Belanda selalu bersikeras bahwa Irian Barat adalah wilayahnya. Belanda bahkan secara terbuka menyebut Irian Barat sebagai salah satu wilayah kerajaan Belanda pada Agustus 1952.

Perjuangan untuk membebaskan Barat Iran, yang dicoba oleh pemerintah Indonesia, pada akhirnya menimbulkan simpati dari komunitas dunia. Terutama Amerika Serikat, mengusulkan organisasi pertemuan untuk membahas masalah dalam upaya untuk mengubah wilayah Irian Barat kembali ke kedaulatan Republik Indonesia.

Elsworth Bunker diangkat sebagai perwakilan Amerika Serikat untuk menjadi penengah pada pertemuan tersebut. Usulan berikutnya diberikan oleh Elsworth Bunker pada pertemuan yang kemudian dikenal sebagai Rencana Bunker.

  1. Wilayah Irian Barat, yang diperintah oleh Belanda, harus dikembalikan ke pemerintah Indonesia.
  2. Menentukan opini populer (Perpera).
  3. Kembalinya ke wilayah Irian Barat harus diselesaikan dalam waktu dua tahun.
  4. Masa transisi telah tercapai, yaitu periode pengambilalihan kekuasaan di Yerusalem Barat

Proposal Elsworth Bunker mendapat respons positif dari pemerintah Belanda dan Indonesia. Meskipun Pemerintah Belanda belum menanggapi usulan Bunker, akhirnya karena tekanan dari Amerika Serikat, pemerintah Belanda juga menyetujui hal ini. Karena Amerika Serikat telah memotivasi bahwa ia tidak ingin Belanda dihancurkan karena ada dugaan bahwa Indonesia akan dibantu oleh Uni Soviet.

Irian barat

Perjanjian New York

Didukung oleh perjuangan pemerintah Indonesia untuk mengubah wilayah barat Irian menjadi tanah air dominasi Belanda. Pada Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di Den Haag, Belanda, dalam keputusannya salah satu dari mereka tentang masalah Irian Barat, yang akan diselesaikan dalam waktu satu tahun, tetapi kemudian berlangsung sampai 1961, tidak pernah berhasil. Dan cnderung ingin menolak perjanjian di konferensi.

Akhirnya, perjanjian 15 Agustus 1962 terjadi di New York dan berlangsung di markas PBB. Dari pemerintah Belanda ia mengirim Dr. Van Roijen sebagai wakilnya dan Adam Malik mewakili pemerintah Indonesia dan Elsworth Bunker sebagai mediator.

Kesepakatan yang dicapai oleh kedua belah pihak lancar, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda. Perjanjian tersebut kemudian disebut sebagai Perjanjian New York.

Poin-poin berikut setuju dalam perjanjian New York, termasuk.

  1. Setelah perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak, selambat-lambatnya 1 Oktober 1962, pemerintah Belanda harus mengirim PBB ke wilayah Irian Barat melalui Latihan Sementara PBB atau UNTEA.
  2. Wilayah Irian Barat dari 1 Oktober 1962 hingga kembali ke Pemerintah Indonesia pada 1 Mei 1963, berada di bawah tanggung jawab PBB dalam hal ini sebagai UNTEA sebagai pelaksana.
  3. Pasukan militer pemerintah Belanda telah meninggalkan wilayah Irian Barat untuk sementara waktu dan tidak diizinkan untuk melakukan kegiatan militer di bawah pengawasan otoritas PBB dalam hal ini UNTEA.
  4. Pada tanggal 31 Desember 1962, di dekat bendera PBB, pemerintah Indonesia akan memegang bendera merah putih.
  5. Secara formal, wilayah Irian Barat akan diserahkan oleh PBB pada 1 Mei 1963 kepada pemerintah Indonesia
    Sebelum akhir 1969, penemuan keinginan orang-orang lebih dikenal sebagai PEPERA di Irian Barat.
  6. Pasukan militer Indonesia di wilayah Irian Barat tetap berada di Irian Barat, tetapi bergabung dengan pasukan yang dipimpin PBB.

UNTEA adalah pemerintahan sementara yang dibentuk oleh dewan PBB selama masa transisi sebelum pemerintah Indonesia secara formal unggul dari Irian Barat. Dan sejak itu, bendera PBB telah dicopot bukannya bendera Belanda.

PBB mengirim CEO Iran Jalal Abdoh ke posisi kepala UNTEA dan menunjuk E.J. Bonay adalah putra asli Irian Barat untuk melayani sebagai gubernur. Dan untuk memastikan keamanan di wilayah Irian Barat, PBB telah menciptakan Pasukan Keamanan PBB (UNSF). Fenomena NSF kemudian dipimpin oleh seorang warga negara Pakistan bernama Brigadir Jenderal Said Uddin Khan.

Menentukan opini populer atau PEPERA

Penyerahan wilayah Irian kepada pemerintah Indonesia dilakukan di kota Holand (Kota Baru) pada tanggal 1 Mei 1963. Untuk mencapai Perjanjian New York, secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak, baik pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia . Kemudian PEPERA dilaksanakan segera sebelum akhir tahun 1969, dan ini dicapai melalui tiga tahap proses sebagai berikut.

  1. Tahap pertama dimulai dengan mengorganisasi pertemuan lanjutan tentang kepemimpinan PEPERA, yang berlangsung pada 24 Maret 1969, dengan mengumpulkan dewan distrik di seluruh wilayah Irian Barat.
  2. Tahap kedua terjadi dengan memilih pemilihan anggota dewan musyawarah PEPERA, yang berakhir pada Juni 1969. Pemilihan itu berhasil dengan 1.206 anggota terpilih, termasuk 43 anggota dan 983 anggota laki-laki. Anggota berasal dari delapan distrik di wilayah Irian Barat.
  3. Tahap terakhir atau ketiga adalah aktivitas utama, PEPERA sendiri. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di semua kabupaten Irian Barat, yang dimulai di Merauke pada 14 Juli 1960 hingga akhir 4 Agustus 1969 di Jayapura.

Masing-masing kegiatan ini juga dibantu oleh delegasi PBB, yaitu DR. Fernando Ortiz Sanz, pemerintah Belanda juga pengirim dari Australia. Dari kegiatan PEPERA yang terjadi di semua wilayah Irian Barat, dihadiri oleh delegasi dari kedua belah pihak dan pihak-pihak netral, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah hasil ditemukan yang menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di wilayah Irian Barat hanya ingin menyatukan kedaulatan negara. Republik Indonesia. Dengan hasil ini, pemerintah Belanda meninggalkan dan menerima hasilnya.

Baca Juga :

Jenis-jenis Manusia Purba di Dunia

Jenis-jenis Manusia Purba di Dunia

pernah nggak terpikir olehmu bagaimana bentuk fisik dari nenek moyang kita? Banyak para peneliti sampai saat ini tetap beranggapan bahwa manusia berasal dari Afrika, lho. Meski begitu, ternyata nenek moyang kami ternyata bukan hanya satu. Penasaran apa saja jenis-jenis manusia purba di dunia dan mengapa Afrika dikatakan sebagai tempat pertama manusia di bumi?

1. Ardipithecus Ramidus (Hidup kira-kira 4.4 juta tahun yang lalu)
Fosil manusia purba ini ditemukan di Ethiopia, Afrika bagian timur, oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994 dan sering dipanggil “Ardi”. Bagian tubuhnya yang tersisa bersifat tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian.

Saat itu, fosil Ardi berada di kira-kira fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan. Diketahui bahwa style manusia purba ini miliki berat kira-kira 50 kg, tinggi kira-kira 120 cm, pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak mirip bersama dengan milik simpanse. Meski begitu, gigi seri dan taring Ardi lebih besar dari kera. Diduga, ia termasuk pintar memanjat pohon dan dapat terjadi tegak, lho, tidak sama ‘kan bersama dengan kera yang jalannya bungkuk?

2. Australopithecus Africanus (Hidup kira-kira 3.3-2.1 juta tahun yang lalu)

Fosil mereka ditemukan pada tahun 1924 oleh anak-anak di tempat Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan. Lalu kemudian diteliti oleh Prof. Raymond Dart dan diberi nama Australopithecus Africanus, yang artinya “kera dari selatan Afrika”.

Butuh 20 tahun bagi para peneliti untuk meyakinkan diri bahwa Australopithecus Africanus ini masuk di dalam kategori manusia. Hmm, kira-kira kenapa butuh saat lama, ya? Ternyata secara anatomi, mereka miliki gabungan fisik manusia dan fisik kera. Lengannya panjang dan lekukan wajahnya kuat. Selain itu, bagian tulang panggul, tulang paha, bahu, tangan, dan tulang kakinya mengindikasikan sering digunakan untuk berjalan.

3. Sinanthropus Pekinensis (Hidup kira-kira 780.000-230.000 tahun yang lalu)

Pertama kali diperoleh di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok. Daerah berikut yang sering disebut bersama dengan Peking membuat fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man.

Mereka dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927. Walaupun manusia purba, volume otaknya diperkirakan kira-kira 1.000 cm3-1.300 cm3, mirip seperti volume otak manusia saat ini.

Ciri-ciri ini membuat mereka mirip bersama dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia. Hal yang membedakan adalah kapasitas tengkorak Sinanthropus Pekinensis lebih besar bersama dengan gigi taring yang tidak tumpang tindih. Ciri-ciri lainnya adalah dahi kecil, tulang tengkorak tebal, bagian alis mata besar, dan rahang besar tanpa dagu.

4. Homo Rhodesiensis (Hidup kira-kira 400.000-125.000 tahun yang lalu)

Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemuka fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur.

Ciri fisiknya antara lain miliki bagian punggung alis yang besar dan lebar, hidung besar, kening menonjol, dan tonjolan di bagian belakang tengkorak. Selain itu, mereka termasuk telah terjadi tegak, sehingga disebut sebagai African Neanderthal.

5. Homo Cro-Magnon (hidup kira-kira 40.000-10.000 tahun yang lalu)

Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia moderen (Homo Sapiens) tertua dari Eropa. Fosilnya telah ditemukan di tahun 1868. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa. Homo Cro-magnon barangkali memasuki Eropa dari Timur Tengah dan akhirnya mengambil alih Homo Neanderthal. Homo Cro-magnon hidup bersama dengan berburu dan meramu makanan, mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran, serta berburu hewan liar. Mereka tinggal di di dalam gua dan kemah sederhana.

https://www.biologi.co.id/ Homo Cro-magnon diperkirakan telah dapat berkomunikasi dan miliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal. Mereka termasuk merasa menciptakan karya seni, seperti lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua Perancis, Spanyol, dan Gurun Sahara. Selain itu, mereka termasuk telah membuat perhiasan, mainan, pakaian, tempat tinggal, perkakas, dan senjata untuk berburu.

Renaissance : Eropa Menuju Masa Kebangkitan

Renaissance : Eropa Menuju Masa Kebangkitan

sebelum abad ke 14, Eropa tersedia pada suatu era yang disebut era kegelapan. Pada era ini Eropa di kuasai oleh penyihir, naga, drakula, dan manusia serigala. Gak deng, Eropa sedang tersedia pada era dimana kebudayaan sedang tidak berkembang dan pengetahuan pengetahuan seperti terjadi di tempat.

Renaissance terjadi pada abad ke 14 hingga abad ke 17. Setelah Eropa mengalami era kegelapan, para pemikir mengusahakan mencari ide-ide baru dengan cara mempelajari ilmu-ilmu dari zaman Romawi kuno, Yunani kuno, atau kerajaan Ottoman untuk sesudah itu dimodifikasi.

Renaissance secara harfiah artinya terlahir kembali. Hal ini seiring dengan apa yang ditunaikan pemikir dan seniman Eropa. Mereka lagi melihat dan mengakses ide-ide lama yang ditinggalkan oleh bangsa Yunani dan Romawi, baik didalam wujud pemikiran, bangunan, atau karya seni.

Karya seni adalah keliru satu sektor yang paling berpengaruh. Karya seni pada zaman ini condong lebih realistis, humanis, romantis, dan sedikit lebay sebab kecuali diamati dari patung dan lukisannya, pasti menampilkan sosok manusia yang dianggap ideal (sixpact, kekar, maskulin, dan tampan kecuali modelnya laki-laki).

Selain karya seni, perihal yang lumayan tenar pada zaman ini adalah berkembangnya cara berpikir manusia dan pengetahuan filsafat. Pada awalnya sebelum gerakan ini menyebar, bangsa Eropa tetap beranggapan bahwa apa yang dikatakan pemuka agama dan kitab adalah benar dan tak tertentang. Tetapi selagi gerakan ini menyebar, mereka mulai berpikir secara rasional, humanis, tanpa mengesampingkan agama. Jadi kecuali kalian beranggapan renaissance adalah gerakan yang melawan agama, itu adalah salah. Karya-karya pada zaman ini jadi banyak menghiasi daerah ibadah di Eropa.

Dengan terdapatnya renaissance ini para pemikir di Eropa mencoba meletakkan posisi mereka sebagai manusia yang bebas memilih pilihannya. Bukan bagian dari suatu kelompok, sebab itu sikap individualis termasuk berkembang pada zaman ini.

Gerakan renaissance ini pertama lahir di Italy pada abad ke 14 sesudah itu menyebar ke seluruh Eropa. Hal ini disebabkan sebab kota-kota di Italy banyak yang jadi kota perdagangan yang kaya. Sehingga, mereka mampu membiayai para pemikir dan seniman untuk menemukan pemikiran-pemikiran baru. Selain itu peninggalan Romawi dan Yunani gampang dijumpai di Italy. Kemudian perdagangan yang berhubungan dengan kerajaan Ottoman yang notabenenya adalah kerajaan muslim, dan selagi itu sedang mengalami era jaya dan dijadikan sebagai pusat pendidikan tenar pada zaman itu, maka Italy membawa modal untuk lakukan gerakan seperti ini.

Renaissance mempengaruhi banyak pola pikir di dunia. Pada selagi ini lah pengetahuan anatomi manusia jadi populer, karena, ya, kecuali mau memicu karya sehumanis dan semanusia mungkin, kalian wajib mengerti bagaimana anatomi manusia dong. Dan caranya adalah? Ya ngebedah manusia buat diamati isinya.

Selain itu, zaman ini termasuk membangkitkan seniman-seniman dengan karya-karya yang fenomenal, seperti:

Leonardo da Vinci dengan lukisan Mona Lisanya yang termahsyur

Raphael yang memicu ilustrasi para pemikir Yunani didalam “School of Athens”

Donatello dengan patung Davidnya

Michelangelo dengan lukisannya yang menghiasi atap kapel Sistine di Vatikan

Lalu, mereka seluruh bergabung jadi kura-kura ninja, gak deng. Tapi serius, nama mereka sama dengan karakter kura-kura ninja, sebab kura-kura ninja terinspirasi oleh mereka. Keren kaan? https://www.gurukelas.co.id/

Hal penting yang ditinggalkan renaissance hingga zaman sekarang, tidak cuman karya-karya yang fenomenal adalah pemikiran. Kemudian, renaissance termasuk punya dampak pada dunia. Pengaruhnya lumayan perlu bagi kehidupan manusia nih.

Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

RG Squad, tahukah anda kalau penduduk asli Eskimo, Indian (suku nomaden di Asia dan Afrika) dikenal sebagai pembuat peta yang baik? Mereka juga sering disebut sebagai kartograf gara-gara kemampuannya. Nah tentunya, peta yang dibuat oleh orang Eskimo ada bermacam-macam. Sebagaimana jenis-jenis peta yang akan kita bahas dengan di bawah ini.

Pengertian peta

Peta adalah gambar permukaan bumi yang rinci dan ukurannya telah diperkecil terhadap suatu bidang datar, sebagaimana penampakannya dari atas. Fungsinya untuk:

Menunjukkan lokasi terhadap permukaan bumi;
Menggambarkan luas, pola, dan wujud beraneka tanda-tanda alami dan manusia;
Menentukan arah dan juga jarak suatu tempat;
Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat;
Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami;
Memungkinkan pengambilan analisis dari knowledge atau Info yang tersaji, serta;
Melihat terdapatnya gerak pergantian dan juga prediksi dari hasil pertukaran barang-barang persebaran kesibukan industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.
Suatu peta dapat dikatakan lengkap kalau terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

Judul: terdapat di bagian paling atas, biasanya menyebutkan model peta, lokasi wilayah, dan juga kondisi yang dideskripsikan dalam peta tersebut.
Skala: angka yang membuktikan perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya.
Tanda arah: dikenal juga dengan nama mata angin, bentuknya layaknya panah yang senantiasa mengarah ke atas untuk membuktikan arah utara.
Tata warna: untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang menghendaki ditampilkan.
Simbol: tanda-tanda yang umum, dipakai untuk mewakili kondisi sebenarnya ke dalam peta, dan dapat diklasifikasikan menjadi:
Simbol fisiografis (fisik), seperti: relief, hidrologis, oseanologis, klimatologis, dan sebagainya.
Simbol kultur, contohnya: jalan transportasi, batas sungai, dan sebagainya.
Lettering: tulisan atau angka yang dapat mempertegas arti dari simbol-simbol di peta.
Legenda: fungsinya memperjelas info dari lambang yang ada dalam peta. Biasanya terletak di bagian tepi peta.
Inset: tujuannya membuktikan lokasi yang penting, tapi tidak cukup mengetahui dalam peta, dan juga mempertajam atau memperjelas tidak benar satu bagian peta.
Garis astronomis: bermanfaat memilih lokasi suatu tempat, ditandai dengan garis tepi yang membuktikan angka derajat, menit, dan detik tanpa mengakibatkan mesti garis bujur dan lintang.
Garis tepi: biasanya dibuat rangkap. Garis ini dapat dijadikan perlindungan dalam mengakibatkan sebuah peta pulau atau suatu wilayah, supaya letaknya dapat pas di tengah.
Tahun pembuatan: disebut juga dengan reproduksi. Ini tidak serupa dengan th. kondisi peta ya, Squad. Misalnya, di th. 2018 anda mengakibatkan peta persebaran penduduk Indonesia th. 2005. Maka dalam judul mesti dicantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2005”. Sedangkan, di luar garis anda mesti tulis th. reproduksinya, yakni th. 2018. Paham, ‘kan?
Jenis-jenis Peta

Peta dapat diklasifikasikan jadi lebih dari satu macam, yaitu:

1. Berdasarkan skala

Peta teknik/kadaster,skala 1 : 100 hingga dengan 1 : 5000.
Peta berskala besar, skala 1 : 5.000 hingga dengan 1 : 250.000.
Peta berskala medium, skala 1 : 250.000 hingga dengan 1 : 500.000.
Peta berskala kecil, skala 1 : 500.000 hingga dengan 1.000.000.
2. Berdasarkan kondisi objek
Peta dinamik, melukiskan kondisi yang berubah-ubah. Misal, peta transmigrasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
Peta stasioner, melukiskan kondisi yang stabil. Misal, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.
3. Peta topografi
Gambar wujud permukaan bumi yang dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi), kebudayaan, dan sebagainya.

4. Peta Statistik

Peta statistik distribusi kualitatif, melukiskan kevariasian model data, tanpa pertimbangkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
Peta statistik distribusi kuantitatif, melukiskan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsi
Dapat dibedakan menjadi:

Peta geografi dan topografi;
Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
Peta lantas lintas dan komunikasi;
Peta yang terkait dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
Peta cuaca dan iklim;
Peta ekonomi dan statistik.

Baca Juga :

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT

 

PENGERTIAN DAN CONTOH KALIMAT PREPOSITION OF MOVEMENT
Hallo semuanya, masih berbicara mengenai preposition inggris yang dimana pada postingan sebelumnya kita sudah menyelesaikan tentang part of speech preposition of place, anda bisa melihatnya sendiri. Pada perjumpaan kali ini kita akan membahas jenis preposition yang lainnya yaitu preposition of movement atau direction. Apa itu preposition of movement atau direction? Untuk mengetahuinya silahkan ikuti pembahasan berikut ini.

Pengertian Preposition of Movement

Apa itu preposition of movement? Dan apa fungsinya? preposition of movement atau bisa disebut juga dengan preposition of direction adalah sebuah preposition yang menunjukkan sebuah gerakan. Gerakan tersebut ditunnjukkan dengan dalam gabaungan antara preposition dan noun yang mengikutinya untuk membentuk prepositional phrase. Gerakan yang dijelaskan di sini adalah gerakan subject atau object of sentence (subjek atau objek dari kalimat) terhadap object of preposition (objek dari preposition).

Contoh Preposition of Movement

Pada tabel berikut ini adalah beberapa daftar preposition of movement dan contoh penggunaannya.

Preposition of Movement(direction)

NB: Sangat disarankan untuk mengembangkan sendiri dengan membuka kamus atau sumber lain untuk menemukan contoh, definisi, fungsi lain dari preposisi of movement.

Contoh Kalimat

Untuk lebih jelasnya mengenai cara penggunaan preposition of movement di atas silahkan lihat beberapa contoh di bawah ini.

I can sea a big building across the road.
I am running along the road.
The soldier runs around the field.
I will go back to England tomorrow.
Eddie’s house is three blocks from here past the hospital.
After 3 days on the Semeru mountain peak they go down from there.
My father tries to park his car into the garage.
I see he walks hurriedly to the class.
Those historic statue of under the sea is aged two hundred years.
The most difficult part of our trip is climbing up the cliff.
The cat jumps out of the bathtub quickly after splashed.
USA aircrafts flight over my office three times yesterday.

Itulah tadi pembahasan tentang pengertian contoh kalimat preposition of movement or direction. Silahkan berkomentar di bawah jika ada yang ingin ditanyakan atau kurang paham dengan materi di atas. Mohon maaf dan mohon koreksinya juga bila ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan materi. Terima kasih.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.com/

Introductory IT

Introductory IT

Introductory IT

Introductory IT
Introductory IT

 

Introductory adalah

Introductory adalah suatu bentuk kalimat yang bila digunakan di dalam kalimat, tidak memperngaruhi makna kalimat itu sama sekali. Hal ini disebabkan karena kata tersebut maknanya sudah dikandung oleh unsure yang lain. Jadi dapat dikatakan bahwa introductory adalah kata yang tidak mempunyai arti di dalam kalimat. Bila digunakan maupun tidak, makna kalimat tetap sama. Kata yang dapat kita gunakan sebagai introductory ada dua, yaitu IT dan THERE, sehingga disebut introductory IT dan introductory THERE.
Cara menggunakan kedua introductory tersebut disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ada.

Introductory “IT”

Sebenarnya it tidak selamanya berfungsi sebagai introductory. Selain sebagai introductory, it dapat juga digunakan sebagai pronoun atau kata ganti. Apabila it digunakan sebagai kata ganti berarti it tersebut menggantikan suatu benda bukan manusia. Penggunaan it sebagai kata ganti dapat dilihat dari contoh-contoh berikut :

– I have a cat. It is very nice.
– I have an interesting book. I want to read it.
– She doesn’t buy that dress because she doesn’t like it.
– We have a job. We have to finish it soon.
– I don’t like this program. It makes me bore.
Dilihat dari posisi it pada kalimat-kalimat diatas, dapat disimpulkan bahwa it digunakan sebagai subject maupun sebagai objek kalimat. Demikian juga, introductory it. Bedanya adalah introductory it tidak menggantikan suatu benda. Introductory it dapat digunakan sebagai :

Sebagai Subjek

Introductory it dapat digunakan sebagai subject untuk menyatakan :

i. Keadaan Cuaca

Untuk menyatakan cuaca, introductory it digunakan apabila subjek kalimat dari TO BE + Adjective yang menyatakan cuaca adalah adverb of time yang menyatakan nama hari, tanggal, bulan, musim atau tahun.
Contoh :
Ø Today is hot. It is hot today.
Ø Yesterday was cloudy. It was cloudy yesterday.
Ø Tomorrow will be sunny. It will be sunny tomorrow.
Ø Summer is not rainy. It is not rainy in summer.
Ø In December is rainy. It is rainy in December.

ii. Menyatakan Waktu

Untuk menyatakan waktu, introductory it digunakan apabila subject dari TO BE + Adverb of time menyatakan nama hari dan tanggal.
Contoh :
Ø Today is Sunday. It is Sunday today.
Ø Yesterday was Saturday. It was Saturday yesterday.
Ø Tomorrow will be Monday. It will be Monday tomorrow.
Ø Today is 25th. It is 25th today.
Ø Yesterday was 24th. It was 24th yesterday.

iii. Mempertegas makna kalimat

Untuk mempertegas makna kalimat, introductory it digunakan apabila subjek dari TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) adalah TO INFINITIVE.

Pola kalimat ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

TO INFINITIVE + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE +NOUN)
Pola kalimat di atas dapat diubah dengan menggunakan introductory it sebagai subjek seperti berikut :
IT + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø To do the test is not easy. It is not easy to do the test.
Ø To study English is very interesting. It is very interesting to study English.
Ø To meet you again will be nice. It will be nice to meet you again.
Ø To program the computer is a difficult work. It is a difficult work to program the computer.
Ø To have a picnic in that resort was very pleasant. It was very pleasant to have a picnic in thet resort.
Catatan : TO BE yang dapat digunakan setelah subjek IT adalah IS, WAS, dan WILL BE. Penggunaan TO BE ini disesuaikan dengan tense, yaitu : IS untuk present, WAS untuk past, dan WILL BW untuk future.
b. Sebagai Objek
Apabila introductory it digunakan sebagai objek, pola kalimatnya dirumuskan debagai berikut :
S + P + IT + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø She found it difficult to translate the article.
Ø We know it hard to influence an orthodox man.
Ø They make it easy to understand the lesson.
Apabila setelah predikat digunakan tanda koma atau kata penghubung THAT, pola kalimatnya berubah menjadi :
S + P (,)/THAT + IT + TO BE + ADJECTIVE (ADJECTIVE + NOUN) + TO INFINITIVE

Contoh :

Ø She found, it was difficult to translate the article.
Ø We know that it is hard to influence an orthodox man.
Ø He think it is interesting to study English.
Ø You believed that it was boring to listen to a long speech.
Ø I think, it is a wasting time to wait the bus.

 

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Analisa Kuantitatif: Analisa Volumetri

Analisa Kuantitatif: Analisa Volumetri

Analisa Kuantitatif: Analisa Volumetri

Analisa Kuantitatif: Analisa Volumetri
Analisa Kuantitatif: Analisa Volumetri

Titrasi ada kalanya orang menyebut sebagai metode volumetric, hal ini disebabkan pengukuran volume larutan dalam titrasi memegang peranan yang penting. Dari pengambilan analit dengan volume tertentu hingga pembacaan volume titran yang habis dipakai untuk titrasi mempengaruhi semua hasil analisis. Oleh sebab itu penggunaan peralatan yang tepat dalam titrasi juga tidak boleh disepelekan.
Metode Volumetri dibedakan atas jenis-jenis reaksi yang terlibat antara titran dan analit yaitu:

Asam-Basa.

Terdapat banyak senyawa asam dan basa yang dapat ditentukan secara titrasi. Baik asam kuat atau basa kuat, titik akhir titrasipun sangat mudah diamati dengan penggunaan indicator asam basa seperti fenolphtalein (PP), metal merah, metal orange, dan lainnya. Pada saat titik equivalent diperoleh maka larutan bersifat netral akan tetapi dengan penambahan sedikit titran untuk mencapai titik akhir titrasi maka cukup untuk mengubah warna indicator asam basa. Cara lain adalah dengan menggunakan pHmeter. Asam lemah dan basa lemah juga dapat dititrasi begitu juga dengan asam organic yang dititrasi dengan pelarut non-air.

Reduksi-Oksidasi.

Zat yang bersifat oksidator seperti KMnO4, K2CrO4, I2, dan zat yang bersifat reduktor seperti H2C2O4, Fe2+, Sn2+ dapat ditentukan dengan metode titrasi ini. Reaksi redoks terlibat saat titran dan analit bereaksi. Beberapa metode titrasi redoks tidak membutuhkan indicator untuk melihat titik akhir titrasi seperti titrasi antara KMnO4 dan H2C2O4 disebabkan KMnO4 itu sendiri sudah berwarna. Amylum biasanya dipakai untuk titrasi yang melibatkan I2.

Kompleksometri.

Reaksi pembentukan kompleks antara EDTA dan ion logam mendasari metode ini. EDTA merupakan jenis titrant yang banyak dipakai untuk titrasi kompleksometri dan bereaksi dengan banyak logam, reaksinyapun dapat dikontrol dengan mengontrol pH larutan.

Pengendapan.

Reaksi pembentukan endapan menjadi dasar metode ini. Titran dan analit bereaksi membentuk endapan seperti penentuan ion klorida dengan menggunakan titran AgNO3. Indikator dapat digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi misalnya K2CrO4 untuk titrasi yang menggunakan titran perak nitrat.

Baca Artikel Lainnya:

 

Imperative Sentence

Imperative Sentence

Imperative Sentence

Imperative Sentence
Imperative Sentence

Apa sih Imperative Sentence itu? What is that?

Definisi dari Imperative sentence  adalah       a sentence that expresses a command or an entreaty is called imperative sentence atau dalam Bahasa Indonesia diartikan Imperative sentence adalah sebuah kalimat yang menyatakan perintah, permohonan dan larangan atau disebut juga Kalimat Perintah

1.Memerintah atau Memohon (Command and Asking)

Contoh :

Stand up!               = Berdirilah!

Please come in!                        = Silahkan masuk!

Please sit down!           = Silahkan duduk!

Move the chair please! =Tolong pindahkan kursi itu!

Keep silent!                  = Diamlah!

Be queit!                       = Diamlah!

Be patient!                    = Bersabarlah!

Be careful!                    = Hati-hati!

Be polite!                  = Sopanlah!

Be loyal!                       = Setialah!

Be diligent!                  = Pandailah!

Listen to me!                = Dengarkan saya!

Open your book!                      = Buka bukumu!

Open the door!             = Buka pintu!

Go there!                      = Pergi kesana!

Listen the radio!           = Dengarkan radio!

2.Larangan atau Peringatan (Warning)

Contoh :

Don’t be shy!                = Jangan malu!

Don’t cry!                     = Jangan nangis!

Don’t make a noise!     = Jangan buat ribut!

Don’t be cruel!             = Jangan kejam!

Don’t be affraid!           = Jangan takut!

Don’t be sad!                = Jangan sedih!

Don’t be angry!                        = Jangan marah!

Don’t be lazy!               = Jangan malas!

Don’t worry!                = Jangan khawatir!

Don’t say that!             = Jangan katakan itu!

Don’t open the door!   = Jangan buka pintu!

Don’t clean the floor!  = Jangan bersihkan lantai!

Don’t smoke too much!           = Jangan merokok terlalu banyak!

Don’t do that!              = Jangan lakukan itu!

Don’t work so hard!     = Jangan bekerja terlalu keras!

Stop reading!                = Berhenti membaca!

Don’t go home now!    = Jangan pulang sekarang!

3.Ajakan (Invitation)

Contoh :

Let’s say it!                   = Mari katakan itu!

Let’s go there!              = Mari pergi kesana!

Let’s go!                       = Mari pergi!

Let’s sing together!     = Mari bernyanyi bersama!

Let’s play                      = Mari bermain!

Let’s discuss it!       = Mari mendiskusikan itu!

4.Mendo’akan (Praying)

Contoh :

Bless God with you!     = Tuhan memberkatimu!

God bless you!              = Semoga Tuhan memberkatimu!

May God bless you!     = Semoga Tihan memberkatimu!

Best of luck!                 = Semoga berhasil!

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Bencana dan Manfaat Keberadaan Gunung Api

Bencana dan Manfaat Keberadaan Gunung ApiBencana dan Manfaat Keberadaan Gunung Api

Bencana dan Manfaat Keberadaan Gunung Api

Bencana dan Manfaat Keberadaan Gunung ApiBencana dan Manfaat Keberadaan Gunung Api
Bencana dan Manfaat Keberadaan Gunung Api

 

Indonesia merupakan negara yang dilalui 2 rangkaian gunungapi

Indonesia merupakan negara yang dilalui 2 rangkaian gunungapi yaitu sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Sehingga di Indonesia terdapat banyak sekali gunungapi sekitar 127. Keberadaan gunungapi tersebut memiliki dampak positif dan dampak negatif diantaranya sebagai berikut

Bencana yang ditimbulkan gunung api

1. Bahaya langsung, yaitu berupa letusan yang disertai hamburan abu, bom, batu apung, prioklastika, aliran lumpur, dan lava.
2. Bahaya tidak langsung, merupakan bencana yang dapat terjadi akibat adanya aktivitas gunung api, misalnya gelombang pasang (tsunami), gempa vulkanik, perubahan muka tanah, hilangnya sumber air tanah dan sebagainya.
3. Munculnya gas-gas berbahaya seperti asam sulfida, sulfur dioksida, dan monoksida.
4. Bahaya lanjutan seperti perubahan mutu lingkungan fisik (gerakan tanah, longsoran, guguran batuan dan sebagainya).
5. Letusan besar sebuah gunung api dapat meyebabkan jatuhnya korban jiwa, dan hilangnya harta benda bagi penduduk daerah sekitarnya.
6. Letusan gunung api dapat menimbulkan banjir lahar, baik lahar panas maupun lahar dingin. Lahar ini dapat merusak semua benda disekitar daerah yang dilaluinya.

Manfaat dari gunung api

1. Sumber mineral, daerah mineralisasi dan potensi air tanah merupakan aspek-apek positif yang dapat dimanfaatkan dari adanya aktivitas gunung berapi.
2. Daerah tangkapan hujan.
3. Daerah pertanian yang subur, kesuburan tanah di daerah tersebut diperoleh dari produk gunung api yang subur dengan iklim yang sejuk. Antara lain teh, kina, kol, wortel, dan berbagai holtikultura diusahakan di lereng gunung api.
4. Daerah objek wisata, keindahan panorama gunung api dengan kepundan yang aktif dengan lembah-lembah yang curam, fumarol serta danau kepundan menarik bagi wisatawan untuk berkunjung.
5. Sumber energi, tenaga panas bumi yang dihasilkan dari aktivitas gunung api dapat diubah menjadi pembangkit tenaga listrik.

 

Sumber : https://dosen.co.id/

7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)

7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)

7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)

7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)
7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)
 

1.Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah proses membangun atau mengembangkan pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menurut konstruktivisme, pengalaman yang dipenuhi oleh luar, tapi dibangun oleh dan dari dalam diri sendiri.Oleh karena itu, pengalaman yang dibentuk oleh dua faktor penting yaitu objek menjadi subyek pengamatan dan kemampuan untuk menafsirkan objek.

2.inquiri

Prinsip kedua adalah penyelidikan dalam pembelajaran kontekstual. Artinya, proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir sistematis. Pengetahuan bukanlah hasil dari mempertimbangkan sejumlah fakta, tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Dengan demikian dalam proses perencanaan, guru tidak mempersiapkan sejumlah bahan untuk dihafalkan, tetapi merangsang pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menemukan bahan-bahan mereka sendiri untuk dipahami.

3.Pertanyaan

Belajar pada dasarnya bertanya dan menjawab pertanyaan. Mempertanyakan dapat dianggap sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Dalam proses pembelajaran, guru tidak menyampaikan informasi begitu saja, tetapi daya tarik bagi siswa untuk menemukan diri mereka. Karena mempertanyakan memiliki peran yang sangat penting, karena melalui pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan materi yang dipelajari.

4.Belajar Komunitas

Dalam pembelajaran kontekstual dan pembelajaran CTL) pelaksanaan komunitas belajar dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen baik dilihat dari kemampuan belajar dan kecepatan belajar.Mari saling belajar dalam kelompok mereka, yang dengan cepat mendorong untuk membantu peserta didik lambat.
5.Pemodelan
Pemodelan adalah proses belajar sebagai contoh untuk menunjukkan sesuatu yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Misalnya, guru memberikan contoh cara mengucapkan kalimat asing. Guru olahraga memberikan contoh tentang cara melempar bola dan sebagainya.
 
6.Refleksi
Refleksi adalah proses penyelesaian pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan re-menyortir peristiwa atau kejadian yang telah melalui pembelajaran. Melalui refleksi atas pengalaman belajar yang akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang telah terbentuk.
 
7.Penilaian otentik
Penilaian autentik adalah proses oleh guru untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Penilaian ini diperlukan untuk menentukan apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Apakah pengetahuan tentang belajar siswa memiliki pengaruh positif terhadap baik perkembangan intelektual
Baca Artikel Lainnya: