IT Audit Trails

IT Audit Trails

IT Audit Trails

IT Audit Trails
IT Audit Trails
IT Audit Trail adalah suatu bagian yang ada dalam program yang dapat mencatat kegiatan-kegiatan audit secara rinci yang dilakukan oleh para penggunanya. Dengan adanya audit trail maka kita dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh penggunanya, akses yang telah dilakukan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (dibuat, diubah atau dihapus) dan oleh siapa, oleh siapa di sini bisa merupakan seorang IT yang tentunya ahli dibidang IT audit, serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya Audit Trail ini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik.
Pengguna dari audit trail biasanya merupakan seorang IT yang tentunya ahli dibidang IT audit.
Fasilitas Audit Trail
Fasilitas ini dapat diaktifkan atau di non-aktifkan melalui menu preferences. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya. Jadi, apa pun yang dilakukan oleh user di Accurate dapat di pantau dari laporan Audit Trail. Laporan ini dapat berupa summary (aktivitas apa saja yang dilakukan), atau detail (semua perubahan jurnal akan ditampilkan).
Hasil Audit Trail
Record Audit Trail disimpan dalam bentuk, yaitu :
  • Binary File – Ukuran tidak besar dan tidak bisa dibaca begitu saja
  • Text File – Ukuran besar dan bisa dibaca langsung
  • Tabel.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Cermat Berinvestasi guna Biaya Pendidikan Anak

Cermat Berinvestasi guna Biaya Pendidikan Anak

Dana edukasi anak menjadi salah satu perkiraan krusial yang butuh disiapkan oleh orang tua semenjak dini. Apalagi ongkos pendidikan tidak jarang kali naik masing-masing tahunnya, bahkan biasanya lebih tinggi dikomparasikan tingkat eskalasi harga barang dan jasa (inflasi).

Kendati demikian, tak seluruh orang tua mempunyai persiapan eksklusif untuk mengongkosi pendidikan sang buah hati. Alhasil, sejumlah di antaranya tidak jarang kelimpungan saat menginjak tahun doktrin baru.

Sinta (44), misalnya, menyatakan tak mempunyai tabungan eksklusif untuk edukasi anak. Ia menyatakan mempersiapkan uang simpanan untuk semua kebutuhan, baik yang mempunyai sifat darurat, kesehatan, maupun pendidikan. Tak melulu tabungan, ia pun mengaku mengerjakan investasi pada aset properti.

“Dulu pernah ikut asuransi, tetapi sebab suami dinas ke luar negeri kami tarik. Lalu, tidak saya teruskan,” ujarnya

Saat ini, wanita yang berprofesi sebagai PNS ini menyatakan tengah mempersiapkan keperluan dana guna kedua anaknya masuk ke bangku kuliah. Kebutuhan dana tersebut, menurut keterangan dari dia, akan memakai tabungan yang sekitar ini telah disisihkannya sekitar ini untuk sekian banyak kebutuhan.

“Sekarang pemerintah telah sangat menolong sampai SMA ongkos sekolah free, sehingga tersebut menjadi kesempatan untuk kami untuk menyimpan uang persiapan masuk kuliah,” katanya.

Berbeda dengan Shinta, Nur Aeni (45) telah mempersiapkan ongkos pendidikan guna anaknya jauh-jauh hari melalu produk asuransi pendidikan. Pertimbangan Shinta sederhana, sebab asuransi edukasi tersebut memberikan kemudahan auto debit, sampai-sampai ia dapat secara otomatis menyisihkan uang masing-masing bulannya untuk simpanan anak.

“Saya ambil asuransi edukasi untuk jangka masa-masa 15 tahun-20 tahun. Tapi belum pernah saya ambil, karena ongkos kuliah anak masih dapat tercover (dipenuhi) dari gaji,” paparnya.

Di samping asuransi pendidikan, wanita yang pun berprofesi sebagai PNS ini pun mengaku memiliki sejumlah instrumen investasi lain, laksana saham dan properti. Namun, investasi-investasi itu tidak secara spesifik ditujukan untuk ongkos pendidikan anak.

“Kalau terdapat rezeki ya investasi begitu. Ada memang investasi namun tidak eksklusif spesifik (untuk pendidikan),” jelasnya.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menilai orang tua butuh mempunyai tabungan khusus edukasi anak yang terpisah dari simpanan untuk keperluan lainnya. Idealnya, menurut keterangan dari dia, semua orang tua menyisihkan sebesar 10 persen dari pendapatannya masing-masing bulan guna tabungan edukasi anak.

Ia pun menganjurkan instrumen tabungan edukasi anak hendaknya dicocokkan dengan jangka waktu keperluan dana pendidikan tersebut sendiri. Eko membaginya menjadi investasi dana edukasi anak jangka pendek (1-3 tahun), menengah (3-5 tahun), dan panjang (lebih dari 5 tahun).

“Makin panjang jangka waktunya, maka mesti cari produk investasi yang hasilnya lebih tinggi, sebab pendidikan kenaikannya tidak jarang kali lebih tinggi dari inflasi. Jadi inginkan tidak inginkan harus cari produk jangka panjang yang pertumbuhannya lebih tinggi dari inflasi,” jelasnya.

Untuk investasi jangka pendek, ia menganjurkan orang tua menempatkan uangnya pada deposito dan reksa dana pasar uang. Pada investasi jangka menengah, semua orang tua dapat memilih instrumen emas dan reksa dana penghasilan tetap. Sedangkan, guna jangka panjang instrumenyang tepat ialah properti, reksa dana saham, maupun saham.

Di samping instrumen di atas, ia pun menyarankan penempatan dana edukasi pada layanan finansial digital (financial technology/fintech) jenis peer to peer lending, lantaran menawarkan imbal hasil yang lumayan baik. “Jadi, saat anak usia tiga tahun, dengan kata lain tahun depan masuk play group maka tersebut investasi jangka pendek. Sejalan dengan itu, orang tua dapat menyiapkan dana guna masuk SMP lewat investasi jangka menengah,” paparnya.

Tak melulu berinvestasi, ia menganjurkan orang tua usahakan mengayomi investasinya dengan asuransi jiwa. Saat ini, menurut keterangan dari dia, tidak sedikit perusahaan asuransi yang pun telah mempunyai produk yang mengawinkan faedah proteksi dan investasi mempunyai nama unit link. Lewat produk unit link ini, orang tua dapat mempunyai asuransi jiwa sekaligus investasi guna dana edukasi anak.

Beberapa perusahaan asuransi nasional sudah menawarkan produk unit link tersebut. Sebut saja, PRUlink Edu Protection dan PRUlink Syariah Edu Protection dari Prudential, Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas dari AXA Mandiri, Manulife Education Protector dari Manulife, dan beda sebagainya. Setiap produk itu menawarkan premi, guna bulanan, umur perlindungan, dan eskalasi manfaat bulanan masing-masing.

“Saran saya punya investasi sendiri dan punya perlindungan sendiri tidak butuh digabungkan bila digabungkan dia pasti perlu dana yang lebih besar,” katanya.

Ia pun menyarankan orang tua guna mulai sedini barangkali mempersiapkan dana edukasi anak. Menurutnya, masing-masing pasangan dapat mulai menyisihkan tabungan edukasi anak usai menikah, bahkan sebelum kelahiran sang buah hati.

Sementara Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali menganjurkan orang tua menciptakan rencana edukasi anak terlebih dahulu sebelum menyimpulkan investasi untuk keperluan pendidikan. Dengan demikian, orang tua dapat menghitung kebutuhan duit yang diperlukan guna menyekolahkan anaknya.

“Jadi berapa rupiah yang mesti disimpan tentu tergantung anaknya inginkan disekolahkan di mana dengan ongkos berapa. Jika target telah dimiliki, baru dapat hitung-hitungan berapa sih yang butuh disisihkan untuk edukasi anak per bulannya,” jelas dia.

Ia menyerahkan ancang-ancang guna menghitung ongkos pendidikan yang diperlukan. Bagi masuk SD misalnya, dapat dihitung dua kali lipat dari ongkos masuk SD ketika ini. Lalu SMP empat kali lipat, SMA enam kali lipat, dan kuliah dapat dihitung delapan kali lipat dari nominal ketika ini. Namun, urusan ini pun tentunya bergantung pada umur sang anak.

“Kalau telah punya estimasi berapa ongkos pendidikan di sekolah kesayangan tinggal dikalikan saja,” jelasnya.

Ia pun menekankan tabungan ongkos pendidikan anak sebagaiknya tak hanya ditabung di perbankan. Para orang tua, menurut keterangan dari dia, butuh memikirkan pilihan lain, yakni mengerjakan investasi pada sebanyak portofolio. Namun, ia menekankan butuh memilah portofolio yang tepat.

“Ketika investasi untuk edukasi anak, sesuaikan dengan jadwal pendidikannya juga,” imbuh Ahmad.

Sebagai contoh, andai orang tua memerlukan dana enam tahun lagi guna mendaftarkan anaknya di SD, mereka dapat memilih investasi dengan risiko menengah laksana reksa dana campuran. Dengan begitu, imbal hasil (return) yang didapat tak terlampau kecil, namun terbilang cukup.

“Tapi ingat setahun sebelum uangnya dipakai telah harus disiapkan penarikan dananya, tidak boleh mendadak pas kebetulan nilai reksa dana sedang turun,” tegas dia.

Sementara, bila duit yang dibutuhkan lebih cepat, yaitu tiga tahun maka orang tua dapat memilih investasi dengan risiko lebih rendah supaya uang yang diinvestasikan tidak minus. Salah satu investasi yang dapat dipilih ialah reksa dana penghasilan tetap.

“Ini risiko rendah, dana dapat ditarik ketika diperlukan,” imbuh Ahmad.
Namun, bila duit yang diperlukan masih lama contohnya sembilan tahun mendatang, orang tua dapat melirik investasi yang lebih berisiko tinggi supaya mendapatkan imbal hasil besar ketimbang portofolio dengan risiko yang rendah dan menengah.

“Masukkan dalam reksa dana saham. tarik uangnya satu hingga dua tahun sebelumnya dan pindahkan ke reksa dana pasar uang,” tuturnya.

Terkait siapa yang mesti menunaikan uang sekolah anak, tambah Ahmad, orang tua mesti bertukar pikiran sejak mula menikah. Bahkan, dapat saja pembicaraan dibuka sebelum orang tua sang anak menikah. Sumber: pelajaran.co.id

“Apakah nanti istri bakal terus bekerja atau tidak, sejak mula menikah telah harus dibicarakan. Saya tidak rekomendasi ongkos pendidikan dari duit istri sepenuhnya, karena seringkali istri tidak selamanya bekerja, sedangkan edukasi anak jangka panjang,” pungkasnya.

LKS 2018, Siswa SMK Unjuk Kemampuan Pengelasan

LKS 2018, Siswa SMK Unjuk Kemampuan Pengelasan

LKS 2018, Siswa SMK Unjuk Kemampuan Pengelasan

LKS 2018, Siswa SMK Unjuk Kemampuan Pengelasan
LKS 2018, Siswa SMK Unjuk Kemampuan Pengelasan

Dalam lanjutan Lomba Kompetensi Siswa(LKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2018, peserta bidang lomba Welding atau pengelasan mulai bertanding, di PT United Tractors Pandu Engeneering, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu, 17 Oktober 2018. Sebanyak 18 peserta saling unjuk kemampuan dalam bidang tersebut.

Salah satu dewan juri,Sunarko menjelaskan, ada tiga teknik yang menjadi penilaian

dalam bidang tersebut, yakni teknik Shield Metal Arc Welding (SMAW), Gas Metal Arc Welding (GMAW) dan teknik Gas Tungsten Arc Welding (GTAW).

Dia pun menuturkan, menjadi penting kegiatan perlombaan ini karena ini mampu meningkatkan kompetensi siswa tersebut khususnya dalam bidang yang iyah tekuni. “ini menjadi penting untuk anak-anak untuk meningkatkan kompetensinya. Terlebih, lulusan teknik pengelasan itu enggak akan ada yang menganggur jika memiliki kompetensi dan standar yang tinggi,” ungkap Sunarko.

Alumni Institut Tekknologi Bandung tersebut menilai, Belum menunjangnya

sarana dan prasarana yang ada di sekolah bagi jurusan teknik pengelasan di SMK yang ada di Jawa Barat menjadi Pekerjaan rumah sendiri dalam proses peningkatan kompetensi siswa. “Jadi ini sebagai masukan untuk coba meningkatkan sarana dan prasarana di bidang tersebut. Kalau melihat potensi siswa, jika ditunjang oleh sarana dan sumber daya guru yang mumpuni, anak pasti akan jadi unggul,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Riad Caewasaru mengaku mendapat pengalaman berharga karena menjadi bagian dari LKS 2018. “Ini lomba pertama dan saya dapat banyak pengalaman dari kegiatan ini. Ada beberapa teknik yang enggak pernah diajarin di sekolah, jadi ini nambah pengetahuan banget,” ungkap siswa SMKN 1 Sumedang tersebut.

Riad menceritakan, awal mulanya memilih jurusan teknik pengelasan karena

merasa jurusan itu banyak dibutuhkan oleh industri. “Saat itu saya langsung mencari informasi mengenai kebutuhan industri terhadap bidang tersebut. Dan ternyata ada Peluangnya besar sekali,” ungkap Riad.

Setali tiga uang, SMKN 1 Sumedang baru membuka jurusan teknik pengelasan setelah melalui proses seleksi pria gun masuk sebagai siswa angkatan kedua di jurusan tersebut.***

 

Baca Juga :

 

 

Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK
Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pengembangan potensi sekolah dan prestasi siswa

. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, dalam mendukung program revitalisasi SMK, Hadadi menekankan seluruh masyarakat sekolah bekerjasama untuk memajukan sekolahnya.

“Kami ingin seluruh SMK di Jawa Barat dalam semua hal itu harus maju. Maju bersama, sukses kita semua. Semua berprestasi, semua harus sukses,” ucap Hadadi saat ditemui di ruangannya, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman No.6, Kota Bandung, pada Selasa, 16 Oktober 2018.

            Hadadi mengatakan, lulusan SMK seringkali disebut-sebut sebagai penyumbang

pengangguran terbesar di Indonesia. Maka pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan lulusan SMK agar lebih produktif dan aktif. Hal ini sesuai dengan  tujuan revitalisasi SMK.

Menurut buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK : 10 Langkah Revitalisasi SMK, oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan,  Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ada lima tujuan Revitalisasi SMK, pertama mewujudkanLink and Match sekolah dengan Dunia Usaha/Industri.

Kedua, mengubah paradigma daripush menjadi pull. Artinya mengubah paradigma SMK

yang dulunya hanya mendorong untuk mencetak lulusan saja tanpa memperhatikan kebutuhan pasar kerja berganti menjadi paradigma mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar kerja mulai dari budaya kerja dan kompetensi yang diperlukan dalam pasar kerja dan menariknya ke dalam SMK untuk disusun kurikulum SMK yang diselaraskan dengan kurikulum industri.

Ketiga, mengubah pembelajaran dari supply driven ke demand driven. Keempat, menyiapkan lulusan SMK yang adaptable terhadap perubahan dunia untuk menjadi lulusan yang dapat bekerja, melanjutkan, dan berwirausaha. Kelima,mengurangi/menghilangkan kesenjangan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) baik dari aspek teknologi, administratif, maupun kompetensi.***

 

Sumber :

https://rushor.com/niat-sholat-tahajud-dan-witir/

Firman Adam : Pentingnya TIK dalam Pembelajaran

Firman Adam Pentingnya TIK dalam Pembelajaran

Firman Adam : Pentingnya TIK dalam Pembelajaran

Firman Adam Pentingnya TIK dalam Pembelajaran
Firman Adam Pentingnya TIK dalam Pembelajaran

Teknologi pada pendidikan merupakan hal yang penting. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam saat membukan kegiatan Focus Group Disccusion (FGD) Strategi Pelaksanaan Anugeran Atikan 2018 dan Anugerah Kihajar 2019 di Hotel Paronama, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Jayagiri No.29, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 12 Oktober 2018.

Firman mengatakan, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan

memasuki era industri 4.0. Salah satunya berhubungan dengan teknologi informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan guru pun harus bisa mengimbangi perkembangan terknologi tersebut serta menerapkannya dalam pembelajaran.

“Guru masa kini, dan masa depan wajib memiliki kompetensi TIK. Walaupun guru berada di generasi yang berbeda-beda, akan tetapi peserta didiknya adalah generasi Z yaitu milenial. Usia tiga tahun saja sudah pegang gedget,” ujar Firman.

Dinamika persoalan di jawa barat, salah satunya adalah maslaah teknologi informasi oleh para guru. Karena guru harus mempersiapkan siswa pada masanya.

Kini, guru memiliki tugas untuk mempersiapkan siswa pada masanya. Dengan konsep pembelajaran berbasis teknologi, diharapakan tidak ada kesenjangan antara guru dan siswa di sekolah. Kesenjangan ini akan berpengaruh dalam proses pembelajaran.

“Kalau kita tidak ikuti, maka ini akan memperbesar kesenjangan antara guru

dan peserta didiknya. Dengan ini, guru akan terbiasa membiasakan mengajar dengan menggunakan teknologi. Sehingga dapat memperkecil kesenjangan tersebut,” ujar Firman.

Firman berharap, dengan adanya kegiatan ini, akan membangkitkan kreatifitas guru dan siswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi terbaru dalam pembuatan model pembelajaran yang disesuaikan dengan siswa.

“Kita harus bangkit bersama, bangun bersama, mari kita bangun pendidikan

di Jawa Barat bersama-sama. Kita harus membangun pemahaman dan melakukan pembiasaan pada guru terhadap teknologi informasi, sekaligus menantang guru untuk terus berinovasi,” ujar Firman.***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/niat-mandi-wajib/

Isi Perjanjian Renvile

isi perjanjian renvile

Dampak Perjanjian Renville – Belanda telah lama mengendalikan dan menjajah negara Indonesia. Selama sekitar 350 tahun, Indonesia menderita di bawah pemerintahan Belanda. Bahkan setelah kemerdekaan Indonesia, Belanda kembali ke Indonesia dan ingin mengambilnya. Bahkan setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, ia harus dapat memulai dan mengatur kehidupan baru, seperti menciptakan sistem baru, membersihkan elemen-elemen kolonialisme, dan kemampuan untuk memerintah pemerintah demi kebaikan rakyat.

Kembalinya Belanda ke Indonesia memaksa Indonesia untuk kembali membela dan melawan, karena Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Belanda sering melakukan serangan militer untuk menimbulkan konflik. Namun, masyarakat Indonesia lebih memilih diplomasi untuk menyelesaikan konflik guna meminimalkan kerugian dan kerugian. Oleh karena itu, perjanjian disimpulkan antara Indonesia dan Belanda, salah satunya adalah perjanjian Renville. Perjanjian ini tidak memberikan penyelesaian langsung, melainkan mengarah pada perjanjian Renville yang memengaruhi ekonomi dan politik.

Sejarah Perjanjian Renville dan isinya

Sebelum kesimpulan dari perjanjian Renville, Indonesia dan Belanda menandatangani perjanjian lain – perjanjian Linggarjati. Perjanjian tersebut berisi pengakuan aktual atas wilayah Republik Indonesia, yang terdiri dari tiga pulau, yaitu Jawa, Madura, dan Sumatra. Perjanjian Linggarjati disimpulkan sebagai cara untuk melanjutkan konflik yang berkepanjangan antara Belanda dan Indonesia. Namun, masalah lain muncul, yaitu, bahwa Belanda menyarankan bahwa dengan perjanjian ini negara Indonesia masih dalam bentuk aliansi dan bagian dari Belanda.

Perjanjian Linggarjati, yang disepakati oleh kedua belah pihak, akhirnya berakhir. Mengetahui konflik, akhirnya, Dewan Keamanan PBB meminta kedua belah pihak untuk menghentikan permusuhan. Pada 8 Desember 1947, kedua belah pihak, yaitu Indonesia dan Belanda, berkumpul di bawah kepemilikan AS dengan nama USS Renville, sehingga negosiasi dinamai menurut Perjanjian Renville, karena mereka berlangsung di zona netral. Kemudian perjanjian ini ditandatangani pada 17 Januari 1948. Indonesia diwakili oleh Amir Sarifudin, dan Belanda oleh Abdulkadir Vihoioatmoho, seorang Indonesia yang memihak Belanda.

Selesaikan Perjanjian Renville

Setelah merundingkan sebuah kapal yang dimiliki oleh Amerika Serikat dan disebut Perjanjian Renville, mereka kemudian menerima beberapa item atau isi perjanjian. Konten:

Belanda akan tetap berdaulat di seluruh Indonesia sampai pembentukan Republik Indonesia.
Republik Amerika Serikat (RIS) mengambil posisi yang sama dengan Belanda sebagai bagian dari persatuan Indonesia-Belanda.
Republik Indonesia adalah bagian dari RIS
Pasukan Indonesia yang menduduki pemukiman harus ditarik ke wilayah Republik Indonesia.
Sebelum pembentukan RIS, Belanda untuk sementara waktu dapat mentransfer sebagian dari wewenang mereka kepada pemerintah federal.

Baca Juga :

PEMBATALAN DAN PELAKSANAAN SUATU PERJANJIAN

PEMBATALAN DAN PELAKSANAAN SUATU PERJANJIAN

PEMBATALAN DAN PELAKSANAAN SUATU PERJANJIAN

PEMBATALAN DAN PELAKSANAAN SUATU PERJANJIAN
PEMBATALAN DAN PELAKSANAAN SUATU PERJANJIAN

 

Pengertian pembatalan dalam uraian ini mengandung dua macam kemungkinan alasan, yaitu pembatalan karena tidak memenuhi syarat subyektif, dan pembatalan karena adanya wanprestasi dari debitur.

Pembatalan dapat dilakukan dengan tiga syarat yakni:
1) Perjanjian harus bersifat timbale balik (bilateral)
2) Harus ada wanprestasi (breach of contract)
3) Harus dengan putusan hakim (verdict)

Pelaksanaan Perjanjian

Yang dimaksud dengan pelaksanaan disini adalah realisasi atau pemenuhan hak dan kewajiban yang telah diperjanjikan oleh pihak- pihak supaya perjanjian itu mencapai tujuannya. Pelaksanaan perjanjian pada dasarnya menyangkut soal pembayaran dan penyerahan barang yang menjadi objek utama perjanjian. Pembayaran dan penyerahan barang dapat terjadi secara serentak. Mungkin pembayaran lebih dahulu disusul dengan penyerahan barang atau sebaliknya penyerahan barang dulu baru kemudian pembayaran.

Pembayaran

1) Pihak yang melakukan pembayaran pada dasarnya adalah debitur yang menjadi pihak dalam perjanjian

2) Alat bayar yang digunakan pada umumnya adalah uang

3) Tempat pembayaran dilakukan sesuai dalam perjanjian

4) Media pembayaran yang digunakan

5) Biaya penyelenggaran pembayaran

Penyerahan Barang

Yang dimaksud dengan lavering atau transfer of ownership adalah penyerahan suatu barang oleh pemilik atau atas namanya kepada orang lain, sehingga orang lain ini memperoleh hak milik atas barang tersebut. Syarat- syarat penyerahan barang atau lavering adalah sebagai berikut:

1) Harus ada perjanjian yang bersifat kebendaan

2) Harus ada alas hak (title), dalam hal ini ada dua teori yang sering digunakan yaitu teori kausal dan teori abstrak

3) Dilakukan orang yang berwenang mengusai benda

4) Penyerahan harus nyata (feitelijk)

Penafsiran dalam Pelaksanaan Perjanjian

Dalam suatu perjanjian, pihak- pihak telah menetapkan apa- apa yang telah disepakati. Apabila yang telah disepakati itu sudah jelas menurut kata- katanya, sehingga tidak mungkin menimbulkan keraguan- keraguan lagi, tidak diperkenankan memberikan pengewrtian lain. Dengan kata laintidak boleh ditafsirkan lain (pasal 1342 KUHPdt). Adapun pedoman untuk melakukan penafsiran dalam pelaksanaan perjanjian, undang- undang memberikan ketentuan- ketentuan sebagai berikut:

1) Maksud pihak- pihak
2) Memungkinkan janji itu dilaksanakan
3) Kebiasaan setempat
4) Dalam hubungan perjanjian keseluruhan
5) Penjelasan dengan menyebutkan contoh
6) Tafsiran berdasarkan akal sehat

Sumber : https://merkbagus.id/

SAAT LAHIRNYA PERJANJIAN

SAAT LAHIRNYA PERJANJIAN

SAAT LAHIRNYA PERJANJIAN

SAAT LAHIRNYA PERJANJIAN
SAAT LAHIRNYA PERJANJIAN

 

Menetapkan kapan saat lahirnya perjanjian mempunyai arti penting bagi :
a) kesempatan penarikan kembali penawaran;
b) penentuan resiko;
c) saat mulai dihitungnya jangka waktu kadaluwarsa;
d) menentukan tempat terjadinya perjanjian.

Berdasarkan Pasal 1320 jo 1338 ayat (1) BW/KUHPerdata dikenal adanya asas konsensual, yang dimaksud adalah bahwa perjanjian/kontrak lahir pada saat terjadinya konsensus/sepakat dari para pihak pembuat kontrak terhadap obyek yang diperjanjikan.
Pada umumnya perjanjian yang diatur dalam BW bersifat konsensual. Sedang yang dimaksud konsensus/sepakat adalah pertemuan kehendak atau persesuaian kehendak antara para pihak di dalam kontrak. Seorang dikatakan memberikan persetujuannya/kesepakatannya (toestemming), jika ia memang menghendaki apa yang disepakati.
Mariam Darus Badrulzaman melukiskan pengertian sepakat sebagai pernyataan kehendak yang disetujui (overeenstemende wilsverklaring) antar pihak-pihak. Pernyataan pihak yang menawarkan dinamakan tawaran (offerte). Pernyataan pihak yang menerima penawaran dinamakan akseptasi (acceptatie).
Jadi pertemuan kehendak dari pihak yang menawarkan dan kehendak dari pihak yang akeptasi itulah yang disebut sepakat dan itu yang menimbulkan/melahirkan kontrak/perjanjian.

Ada beberapa teori yang bisa digunakan untuk menentukan saat lahirnya kontrak yaitu:
a. Teori Pernyataan (Uitings Theorie)
Menurut teori ini, kontrak telah ada/lahir pada saat atas suatu penawaran telah ditulis surat jawaban penerimaan. Dengan kata lain kontrak itu ada pada saat pihak lain menyatakan penerimaan/akseptasinya.
b. Teori Pengiriman (Verzending Theori).
Menurut teori ini saat pengiriman jawaban akseptasi adalah saat lahirnya kontrak. Tanggal cap pos dapat dipakai sebagai patokan tanggal lahirnya kontrak.
c. Teori Pengetahuan (Vernemingstheorie).
Menurut teori ini saat lahirnya kontrak adalah pada saat jawaban akseptasi diketahui isinya oleh pihak yang menawarkan.
d. Teori penerimaan (Ontvangtheorie).
Menurut teori ini saat lahirnya kontrak adalah pada saat diterimanya jawaban, tak peduli apakah surat tersebut dibuka atau dibiarkan tidak dibuka. Yang pokok adalah saat surat tersebut sampai pada alamat si penerima surat itulah yang dipakai sebagai patokan saat lahirnya kontrak.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Karakter Anak Perlu Dibangun Sejak Dini

Karakter Anak Perlu Dibangun Sejak Dini

Karakter Anak Perlu Dibangun Sejak Dini

Karakter Anak Perlu Dibangun Sejak Dini
Karakter Anak Perlu Dibangun Sejak Dini

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemdikbud ini mengulas

tentang ancaman yang mengitari anak seperti kekerasan, narkoba, pornografi, tindakan amoral dan radikalisme. Hal ini disampaikan Enah Suminah ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Karakter yang digelar Ikatan Alumni Magister Manajemen Pendidikan Islam bekerjasama dengan Pascasarjana PTIQ di Aula Kampus PTIQ, belum lama ini.

“90 persen otak berkembang sebelum 5 tahun untuk membangun jaringan sel. Karena itu dalam periode ini, orang tua dan anggota lingkungan lain perlu melakukan internalisasi nilai kepada anak yaitu dengan cara habituasi dan pemodelan,” ujar Enah.

Dia menekankan tentang pentingnya membangun karakter pada anak. “

Kehilangan uang tidak kehilangan apa-apa, kehilangan kesehatan hanya kehilangan separuh hidup, tapi kehilangan karakter sama dengan kehilangan semuanya,” tegasnya.

Sementara itu, Susanto, dalam presentasinya sebagai narasumber kedua membahas tentang kekerasan pada anak. Sebagai ketua KPAI, Susanto menyampaikan tentang pentingnya menjauhi kekerasan pada anak, baik itu kekerasan verbal, psikis, fisik, maupun simbolik.

Mengutip, UU no 35 tahun 2014 pasal 1 tentang perlindungan anak, beliau mendefinisikan kekerasan sebagai setiap perbuatan yang menimbulkan kesengsaraan/penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran.

Sebelumnya Darwis Hude, selaku Direktur Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta

dalam pembukaan menjelaskan tentang makna fitrah yang disebut dalam hadis bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.

“Fitrah ialah bermakna potensi. Dan potensi ini ada tiga macam, yaiut biogenetis, sosiogenetis, dan tiogenetis,” papar beliau.

Seminar ini dihadiri 200 peserta yang berasal dari guru TK, RA dan PAUD se Jabodetabek. Selain mereka, seminar ini juga dihadiri oleh guru TPQ, guru MI dan MTs serta mahasiswa dan dosen PTIQ jakarta juga tidak mau ketinggalan ikut memeriahkan.

 

Baca Juga :

PGRI: Tes CPNS Diskriminatif bagi Guru Honorer

PGRI Tes CPNS Diskriminatif bagi Guru Honorer

PGRI: Tes CPNS Diskriminatif bagi Guru Honorer

PGRI Tes CPNS Diskriminatif bagi Guru Honorer
PGRI Tes CPNS Diskriminatif bagi Guru Honorer

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintah dan DPR

segera merevisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), karena diskriminatif terhadap guru honorer.

Guru honorer yang mengabdi lama dan terdata hendaknya dapat mengikuti tes CPNS hingga berusia 45 tahun, dari usianya sebelumnya hanya 35 tahun. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, pada wartawan di Jakarta, Rabu (19/9) malam,

“Pertimbangannya karena mereka telah puluhan tahun mengabdi dan puluhan tahun tidak ada perekrutan. Mereka menunggu kesempatan yang tak kunjung tiba,” ujar dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Unifah Rosyidi mengatakan guru honorer membutuhkan kejelasan status.

Jika mereka tidak diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), pemerintah harus mempertimbangkan nasib mereka dengan memberi status sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Unifah menuturkan, desakan para guru honorer disebabkan karena regulasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang membatasi usia tertentu tidak berpihak kepada mereka. Sebagian besar guru honorer ini telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun mengisi kekosongan guru karena pemerintah tidak melakukan rekruitmen guru.

PGRI juga mengadakan rapat pleno atas ketidakadilan yang terjadi selama ini berlandaskan pada laporan, desakan, serta tuntutan dari guru honorer dan pengurus PGRI provinsi, kabupaten/kota, cabang, dan ranting di berbagai wilayah di Indonesia terkait dengan proses rekrutemen CPNS yang dirasakan tidak memberikan keadilan bagi guru honorer, Keputusannya, mereka mengirimkan surat kepada Menpan-RB yang ditembuskan kepada Presiden, Mendikbud, Mensesneg, BKN, Menkeu, DPR, DPD dan pihak terkait, untuk memohon agar ada keberpihakan pada guru.

“PGRI mendesak untuk memberikan rasa keadilan segera terbitkan PP tentang P3K bagi guru,

tenaga kependidikan honorer yang berusia 35 tahun ke atas yang terdata baik K1 yang tercecer maupun K2 dan dapat dilakukan oleh Pemda masing-masing,” kata Unifah.

Selanjutnya, Unifah juga meminta pemerintah untuk menyederhanakan aturan dalam PP P3K. Sebab, para guru kontrak hanya sekali memperoleh jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi guru. Bagi yang sudah disertifikasi, sertifikatnya diakui untuk mendapat tunjangan profesi guru (TPG).

Selain itu, PGRI meminta dalam jangka pendek agar rekrutmen CPNS ditunda sampai ada regulasi yang mengatur penyelesaian guru dan tenaga kependidikan honorer, baik kategori 1 (K1) yang tercecer belum diangkat maupun kategori 2 (K2) yang namanya sudah ada dalam data base. Terutama yang usianya di atas 35 tahun, telah mengabdi puluhan tahun dan mengisi ruang-ruang kelas akibat 10 tahun tidak ada rekrutmen guru.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/