Bentuk-Bentuk Galaksi

Bentuk-Bentuk Galaksi

Jika anda muncul rumah terhadap malam hari yang cerah, anda akan
dapat melihat ribuan bintang di langit hiasi angkasa.
Beberapa di antaranya muncul memahami bersama kemilau sinarnya. Namun,
di antara banyak bintang berikut kelihatan bintang yang muncul dan
tenggelam tertutup oleh gelapnya malam. Beberapa di antaranya lagi
tampak menyerupai kabut sinar yang muncul tidak begitu jelas
letaknya antarbintang bagian galaksi. Kondisi ini tergoda oleh
bentuk galaksi. Bagaimana sebetulnya wujud galaksi di alam semesta
ini?

Menurut morfologinya, galaksi dibagi jadi tiga tipe, yaitu tipe
galaksi spiral, elips, dan tak beraturan. Pembagian jenis ini berdasarkan
bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut. Hasil pengamatan
para astronom membuktikan bahwa galaksi-galaksi yang terkandung di
jagat raya ini terdiri atas 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan
5% galaksi tak beraturan. Walaupun begitu, galaksi elips diyakini
merupakan jenis galaksi yang paling banyak terkandung di jagat raya ini.
Jika kami mengambil volume ruang angkasa yang sama, kami akan
menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya
saja galaksi jenis ini banyak yang muncul begitu redup, supaya amat
sulit untuk diamati. Bagaimanakah karakteristik dari tipe-tipe galaksi
tersebut?

a. Tak Beraturan
Galaksi ini tidak memiliki wujud khusus. Anggota dari galaksi
tipe ini terdiri atas bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari
galaksi jenis ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan
Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bimasakti, yang hanya
berjarak kira-kira 180.000 tahun sinar dari Bimasakti. Galaksi tak

beraturan ini banyak punya kandungan materi antarbintang yang terdiri
atas gas dan debu-debu.

b. Elips
Penampakan galaksi ini muncul seperti elips. Galaksi yang
termasuk didalam jenis elips ini merasa dari galaksi yang berbentuk
bundar hingga galaksi yang bersifat bola pepat. Struktur galaksi
tipe ini tidak muncul bersama jelas. Galaksi elips terlampau sedikit
mengandung materi antarbintang dan anggotanya adalah bintangbintang
tua. Contoh galaksi jenis ini adalah galaksi M87, yaitu
galaksi elips raksasa yang terkandung di Rasi Virgo.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

c. Spiral
Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi
(termasuk lengan spiral) dan bulge (bagian pusat galaksi yang
menonjol). Anggota galaksi spiral terdiri atas bintang-bintang tua
dan muda. Bintang-bintang tua terkandung terhadap kumpulan bintangbintang
yang berjumlah ratusan dan bersifat bola (gugus bola).
Bintang-bintang muda terkandung di lengan spiral galaksi yang
berada di bidang galaksi. Galaksi spiral berotasi bersama cepat
sehingga menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk bidang
galaksi. Contoh dari galaksi jenis ini adalah galaksi Andromeda
dan galaksi Bimasakti. Di galaksi Bimasakti inilah Bumi sebagai
bagian dari proses Tata Surya berada.

Baca Juga :

Teori Terjadinya Tata Surya

Teori Terjadinya Tata Surya

Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja secara teratur
dalam Tata Surya ini terjadi? Pertanyaan inilah yang menggelayuti
pikiran manusia dan hingga saat ini pun belum diperoleh jawaban
yang amat memuaskan.
Meskipun demikian, kami patut menghormati para ahli yang dengan
tekun melaksanakan penelitian bersama pengamatan dan percobaan untuk
mengungkap misteri pembentukan Tata Surya. Usaha para ahli tersebut
menghasilkan lebih dari satu teori. Berikut ini adalah teori-teori tentang
pembentukan Tata Surya.

a. Teori Nebula
Teori ini menyebutkan bahwa bagian keluarga Tata Surya pada
awalnya bersifat massa gas raksasa yang bersinar dan ber-

putar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin,
mengecil, dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakin
lama makin lama tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itu
menggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar.
Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan pada akhirnya jadi planet.
Planet ini selalu mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu, lingkaran
lain terlempar dan terlempar ulang berasal dari pusat massa dan
menjadi semua planet, termasuk Bumi. Akhirnya, semua planet
terbentuk. Pusat massa jadi matahari kita. Selanjutnya, planet-
planet itu termasuk melemparkan massa terlihat angkasa dan
berubah jadi satelit atau bulan

b. Teori Planetesimal
Teori ini membuktikan bahwa suatu disaat sebuah bintang
melintasi area angkasa bersama cepat dan berada dekat sekali
dengan matahari. Daya tarik bintang ini amat besar sehingga
menyebabkan pakai di bagian gas panas matahari. Akibatnya,
massa gas terlempar berasal dari Matahari dan terasa mengorbit. Karena
daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi
Matahari.
Ketika massa gas jadi dingin, bentuknya berubah menjadi
cairan sesudah itu memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi
planet yang tersedia sekarang, termasuk Bumi kita.

c. Teori Pasang
Teori ini termasuk didasarkan atas gagasan benturan. Teori ini
mengatakan bahwa planet-planet terbentuk segera oleh gas asli
matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya.
Jadi, teori ini mulanya nyaris sama bersama teori
Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak
terbentuk oleh planetesimal.
Menurut teori ini, disaat bintang mendekat atau bahkan
menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen
gas yang bersifat cerutu panjang. Filamen yang membesar di
bagian tengahnya dan mengecil di ke dua ujungnya, filamen inilah
akhirnya yang membentuk sebuah planet.

Artikel lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

d. Teori Lyttleton
Teori ini menyebutkan bahwa Matahari mulanya bersifat bintang
kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintang
menabrak salah satu bintang kembar dan bisa saja menghan-
curkannya. Bintang yang hancur itu berubah jadi massa gas
yang berputar-putar. Karena terus berputar, gas ini jadi dingin
dan terbentuklah planet.
Adapun bintang yang bertahan, jadi Matahari kita. Karena
kekuatan gravitasinya, Matahari menghindar planet yang terbentuk
dan beredar menurut lintasannya sekarang. Jadi, jelaslah bahwa
teori ini termasuk didasarkan atas gagasan benturan.

Baca Juga :

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto/PNB (Gross National Product/GNP), dihitung
dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga
negara tersebut baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri.
Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan
di luar negeri juga dihitung dalam Produk Nasional Bruto.

Dalam Produk Nasional Bruto tidak dihitung produksi yang dihasilkan
oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain. Jadi, keuntungan
perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia tidak dihitung
dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Sebaliknya, pendapatan
pekerja-pekerja Indonesia (TKI/TKW) yang bekerja di Arab Saudi
dimasukkan ke dalam perhitungan Produk Nasional Bruto Indonesia.
Bagaimana, dapatkah Anda membedakan antara PDB dan PNB?
Secara matematis, yang membedakan antara PDB bersama dengan PNB adalah
pendapatan neto atas segi berasal dari luar negeri (nett factor income from
abroad). Variabel ini membuktikan besarnya pendapatan yang diperoleh
dari segi produksi yang tersedia di luar negeri dikurangi pendapatan yang
diperoleh berasal dari segi produksi yang berasal berasal dari orang asing di dalam
negeri.

Apabila PFPN berharga negatif, bermakna pembayaran pada faktorfaktor
pendapatan luar negeri lebih besar daripada penerimaan atas
balas jasa segi produksi dalam negeri yang digunakan oleh
perekonomian luar negeri. Angka ini membuktikan bahwa nilai impor
faktor produksi lebih besar daripada ekspor segi produksi.

Baca Juga :

Head Up Display System

Head Up Display System

Head Up Display System

Head Up Display System
Head Up Display System
Head-up display, atau disingkat HUD, adalah setiap tampilan yang transparan menyajikan data tanpa memerlukan pengguna untuk melihat diri dari sudut pandang atau yang biasa. Nama Head-Up Display berasal dari penggunaan teknologi yang dilakukan user dengan melihat informasi dengan kepala “naik” dan melihat kedepan, bukan memandang miring ke instrumenyang lebih rendah.
Sejarah HUD
HUD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an, dengan adanya teknologi reflektif gunsight pada perang dunia ke dua. Saat itu, suatu tembakan dihasilkan dari sumber listrik yang diproyeksikan ke sebuah kaca. Pemasangan proyektor itu biasanya dilakukan pada bagian atas panel instrumen di tengah daerah pandang pilot, antara kaca depan
dan pilot sendiri.
Sebuah contoh awal dari apa yang sekarang dapat disebut sebagai head-up layar adalah Sistem Proyektor AIlnggris MrkVIII radar pencegatan udara dipasang kebeberapa deHavilland Mosquito pejuang malam, dimana layar radar diproyeksikan kekaca depan pesawat buatan bersama cakrawala, memungkinkan pilot untuk melakukan penangkapan tanpa mengalihkan pandangan dari kaca depan.
Dengan menggunakan reflektif gunshight pada pertempuran udara, pilot harus “mengkalibrasi” pandangannya secara manual. Hal ini dilakukan dengan memasukkan lebar sayap target pada sebuah penyetelan roda yang diikuti dengan penyesuaian mata, sehingga target yang bergerak dapat disesuaikan dengan bingkai yang diarahkan kepadanya. Dengan melakukan hal tersebut, maka hasilnya akan terjadi kompensasi terhadap kecepatan, penembakan peluru, G-load, dll.
Pada tahun 1950-an, gambar dari efletif gunsight diproyeksikan ke sebuah CRT (Cathode Ray Tube) yang dikendalikan oleh komputer yang terdapat pada pesawat. Hal inilah yang menandai kelahiran teknologi HUD modern. Komputer mampu mengkompensasi akurasi dan menyesuaikan tujuan dari kursor secara otomatis terhadap faktor, seperti range, daya percepatan, tembakan peluru, pendekatan target, G-load, dll.
Penambahan data penerbangan terhadap tanda bidikan, memberikan perananan kepada HUD sebagai pembantu pilot dalam melakukan pendaratan, serta membantu pilot di dalam pertempuran udara. Pada tahun 1960-an, HUD digunakan secara ekstensif dalam melakukan pendaratan. HUD menyediakan data-data penerbangan penting kepada pilot, sehingga pilot tidak perlu melihat peralatan pada bagian dalam dari panel.
Penerbangan komersial HUD pertama kali diluncurkan pada tahun 1980-an. HUD pertama kali digunakan oleh Air Inter pada pesawat MD-80. Namun, masih tergantung pada FD pesawat untuk bimbingan dan hanya bekerja sebagai repeater informasi yang ada. Pada tahun 1984, penerbangan dinamika Rockwell Collins sudah berkembang dan mendapatkan sertifikasi HUD “standalone” yang ertama sebagai pesawat komersial, yang disebut HGS (Head Up Guidance System). Sistem “stand alone” ini mendatangkan kesempatan untuk mengurangi waktu lepas landas dan pendaratan minimum. Pada tahun 1984, FAA menyetujui pendaratan CAT IIIA tanpa menyediakan pemasangan sistem autoland atau autothrottle pada pesawat yang dilengkapi dengan HGS.
Sampai beberapa tahun yang lalu, Embraer 190 dan Boeing 737 New Generation Aircraft (737-600,700,800, dan 900 series) adalah satu-satunya pesawat penumpang komersial untuk datang dengan HUD opsional. Namun, kini teknologi ini sudah menjadi lebih umum untuk pesawat seperti Canadair RJ, Airbus A318 dan beberapa jet bisnis. HUD telah menjadi peralatan standar Boeing 787. Dan lebih jauh lagi, Airbus A320, A330, A340 dan A380 keluarga yang sedang menjalani proses sertifikasi untuk HUD. Selain pada pesawat komersial, HUD juga sudah mulai digunakan pada mobil dan aplikasi lainnya. BMW merupakan pabrikan otomotif pertama yang meluncurkan produk massal dengan teknologi HUD pada kaca depannya. Teknologi ini tak hanya memberi kenyamanan bagi pengemudi, melainkan juga keselamatan berkendara.
HUDs terbagi menjadi 3generasi yang mencerminkan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan gambar.
GenerasiPertamaMenggunakan CRT untuk menghasilkan sebuah gambar pada layar fosfor, memiliki kelemahan dari degradasi dari waktu ke waktu dari lapisan layar fosfor. Mayoritas HUDs beroperasi saat ini adalah dari jenis ini.
GenerasiKeduaMenggunakan sumber cahaya padat, misalnya LED,yang dimodulasi oleh sebuah layar LCD untuk menampilkan gambar. Ini menghilangkan memudar dengan waktu dan juga tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk system generasi pertama. Sistem ini pada pesawat komersial.
GenerasiKetigaMenggunakan wave guides optic untuk menghasilkan gambar secara langsung dalam Combiner dari pada menggunakan system proyeksi.

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika
Perkembangan Telematika
Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermunculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya saja teknologi perakitan prosesor yang sudah bisa memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalah tersedianya akses hotspot dimana-mana sehingga hampir setiap orang dapat mengaksesnya. Selain akses point dimana-mana, saat ini masyarakat pun bisa dengan mudah mengakses internet dari rumah maupun kantor dengan jaringan broadband yang disediakan oleh bermacam-macam penyedia jasa internet. Murahnya jasa penyedia layanan internet pun menjadikan perkembangan telematika semakin cepat. Hal ini membuat menjamurnya warung-warung penyedia jasa layanan internet menjamur dimana-mana. Akses masyarakat terhadap internet pun semakin mudah, kini masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengakses internet kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.
C.     Tren Telematika ke Depan
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
Pada akhirnya, diprediksikan akan segera muncul era robotik. Dimana sejumlah mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan baru tentang masa depan untuk teknologi yang lebih baik.

Perkembangan dan Trend Kedepan Telematika

Perkembangan dan Trend Kedepan Telematika

Perkembangan dan Trend Kedepan Telematika

Perkembangan dan Trend Kedepan Telematika
Perkembangan dan Trend Kedepan Telematika
Zaman sekarang ini, Komputer dan peralatan pendukungnya telah masuk dalam setiap bagian kehidupan manusia. Saat pertama ditemukkan komputer generasi pertama di tahun 1941, dunia telah memulai era komputasi. Komputer  pun telah banyak melahirkan banyak bidang-bidang baru, salah diantara bidang itu adalah telematika.
Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis, yaitu telematique yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Simon Nora dan Alan Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe yang terbit pada tahun 1978.
Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa Telematics adalah singkatan dari Telecommunication and Informatics sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing dan Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan diketahui bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi yang baru. Lebih jauh lagi istilah telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam berkembang menjadi wacana multimedia. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah telemtika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), telematika, multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia
Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Peran kehumasan dalam sebuah lembaga/ perusahaan memiliki peranan vital dalam mengomunikasikan visi

dan misi yang akan dituju. Taatkala berbicara public relations tidak terlepas dari lembaga pendidikan, yaitu London School Public Relations (LSPR) Jakarta yang bermula dari sebuah lembaga kursus menjelma menjadi sekolah tinggi ilmu komunikasi (STIKOM) dan telah diperhitungkan.

Kali ini media INDUSTRY.co.id berkesempatan berbincang-bincang dengan Prita Kemal Gani, pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations.

Bagaimana Perjalanan Pendidikan Ibu sebelum di Posisi Sekarang?

Saya lahir di Jakarta pada 23 November 1961. Saya salah seorang di antara lima bersaudara yang lahir dari pasangan Sudaryono (ayah) berdarah Jawa dengan Tity (Ibu) yang berdarah Minangkabau. Sebelum menekuni PR, saya kuliah di Akademi Perhotelan Trisakti (1981-1984) atas anjuran Ibu karena waktu itu kami punya hotel di Bengkulu, dan karena saya satu-satunya anak wanita untuk meneruskan dan mengelola hotel.

Kemudian saya melanjutkan degree program ke Inggris di London City College of Management pada 1984

. Di pilihnya Inggris sebagai tempat mempelajari ilmu PR karena mendapat masukan kalau PR di Inggris lebih baik dari pada Amerika Serikat.

Setelah tiga tahun selesai studi PR, saya melanjutkan ke Filipina untuk meraih gekar Master Business Adminitration dari International Academic of Management & Economic Manila pada tahin 1990. Sepulang dari Filipina,saya bergabung di Clark Hatch Filness Centre Hotel Hilton,Jakarta.

Sebenarnya,saya sudah bergabung di Clark Hatch sejak 1982,tapi itu baru pulang.Ketika pulang dari Inggris , mereka tetap menerima saya. Selain karena saya punya kemampuan, ini juga menjadi bukti bahwa begitu minimnya sumber daya manusia di bidang PR yang memiliki kredibilitas tinggi saat itu.

Dorongan Paling Mendasar yang Membuat Ibu Terus Jatuh Cinta di dunia Public Relation?

Sejak remaja saya ingin menjadi public relations dan jatuh cinta dengan profesi ini. Dunia humas itu juga seperti Art,

dalam menyampaikan sebuah informasi kepada masyarakat luas kepada sejumlah orang yang banyak itu perlu satu cara atau kemasan bagaimana cara menyampaikannya dan tentu ada seninya, misalnya menyampaikan pesan kepada orang yang lebih tua atau golongan orang-orang senior atau kepada remaja atau kepada anak-anak nah di situlah seninya yang selalu membuat saya ingin terus berkarya dan berkreativitas dan juga saya ingin banyak sekali remaja-remaja yang memilih profesi itu menjadi seorang public relation.

Tantangan Paling berkesan yang Ibu Hadapi dalam Perjalanan selama lebih dari Seperempat Abad Ini

Sebagai edukator tentu dari tahun ke tahun mempunyai mahasiswa dosen yang dinamis ini selalu ada duka ada senang, ada ada semangat ada juga kadang nggak. Tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini adalah mendidik anak milenial yang mana mereka selalu berpikir segala sesuatu itu bisa instan bisa lebih mudah, mereka memang lebih cepat daripada kita mereka bisa dalam bekerja belajar namun, demikian dalam hidup ini selalu ada proses Jadi itulah yang harus menjadi tantangan kita untuk menalarkan ini dan mengajarkan kepada anak-anak kita semua bahwa untuk mencapai kesuksesan cita-cita itu perlu proses.

 

Baca Juga :

Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembali Bersatu Setelah Pemilu Selesai

Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembali Bersatu Setelah Pemilu Selesai

Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembali Bersatu Setelah Pemilu Selesai

Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembali Bersatu Setelah Pemilu Selesai
Menristekdikti Ajak Mahasiswa Kembali Bersatu Setelah Pemilu Selesai

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

mengundang alumni dan anggota dari para organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung untuk berdiskusi dan berbuka bersama. Diskusi ini diadakan untuk menunjukkan mahasiswa dapat bersatu kembali setelah mereka memiliki pilihan politik yang berbeda-beda pada Pemilu 2019.

“Kita telah melihat, menyaksikan, dan mengamati kondisi yang terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei. Maka kita ingin merajut kembali persatuan Indonesia, pasca Pemilu 2019 ini. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, nanti kita bisa menyatukan kembali para anak bangsa yang selama ini beda pendapat, beda pilihan, beda partai, tapi tetap satu untuk Indonesia maju,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama dengan Kelompok Cipayung Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti pada Senin (27/5/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam

(KAHMI) Akbar Tandjung mengungkapkan Indonesia saat ini sudah mengalami banyak dinamika demokrasi yang sudah mendewasakan rakyat.

“Pemilu 2019 memiliki kekhususan dimana dilakukan secara serentak. Pemilihan Presiden, DPR, dan DPD dilakukan secara serentak. Ini menunjukkan dinamika demokrasi kita berkembang begitu cepat. Kita sekarang ini disebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, pertama India kedua Amerika dan ketiga Indonesia. Lebih dari itu, Indonesia juga menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Dari berbagai hal itu kita lihat ada banyak dinamika yang berkembang dalam dunia politik kita. Partai-partai kita juga berkembang,” ungkap Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

(DPR RI) Bambang Soesatyo yang juga alumni HMI. Bambang mengungkapkan setiap politisi yang mengajukan diri untuk dipilih rakyat melalui Pemilu perlu bersikap dewasa.

“Harapan kami sebetulnya hanya satu, dimanapun kita bertanding, harus siap bersanding,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo singkat menutup diskusi.

 

Sumber :

https://study.mdanderson.org/eportfolios/125/Home/Seed_plants_Spermatophyta_Definition_Example_Image_Type_Characteristics_Classification

Mahasiswa Indonesia Lolos ke Babak Final Kompetisi Global Airbus “Fly Your Ideas 2019”

Mahasiswa Indonesia Lolos ke Babak Final Kompetisi Global Airbus Fly Your Ideas 2019

Mahasiswa Indonesia Lolos ke Babak Final Kompetisi Global Airbus “Fly Your Ideas 2019”

Mahasiswa Indonesia Lolos ke Babak Final Kompetisi Global Airbus Fly Your Ideas 2019
Mahasiswa Indonesia Lolos ke Babak Final Kompetisi Global Airbus Fly Your Ideas 2019

Sebuah penerapan inovatif sistem penginderaan jarak jauh untuk membantu pemerintah

menjaga laut dengan lebih baik berhasil membawa tiga mahasiswa Indonesia dari University of Cambridge ke babak final kompetisi mahasiswa Airbus, “Fly Your Ideas.” Bersama finalis lainnya, tim mereka akan berlomba untuk memenangkan total hadiah €45,000.

Gagasan mereka sebagai Tim AirFish (Airbus Integrated Fisheries Information Services) mengusulkan sebuah sistem pemantauan laut menggunakan teknologi pengambilan gambar dan video melalui satelit. Dikenal sebagai remote sensing atau penginderaan jarak jauh, penerapan teknologi ini dapat membantu pemerintah melawan upaya penangkapan ikan ilegal, mengurangi pengangkapan spesies langka secara tidak sengaja, dan secara umum mengurangi kerusakan pada habitat laut.

 “Dengan terus berkembangnya satelit mikro, kami ingin menghadirkan data real-time beresolusi

tinggi kepada pengguna, misalnya pemerintah yang ingin menghentikan penangkapan ikan ilegal sehingga mereka dapat segera mengambil tindakan,” ujar ketua Tim Airfish Falah Fakhriyah.

Bersama tiga mahasiswa lainnya, Martin Siagian dan Nathan Harjanto dari Jakarta, Indonesia, dan Keiko Miyazaki dari Tokyo, Jepang, Tim Airfish melakukan riset mendalam tentang apa yang remote sensing dapat berikan sebagai solusi untuk kebutuhan yang kini ada di industri perikanan.

 “Kami menilik beberapa industri berbeda seperti pertambangan dan agrikultur,

tetapi sudah terlalu banyak solusi berbasis teknologi pencitraan satelit di industri-industri tersebut. Kami lalu mempelajari industri perikanan, dan kami terkejut akan lambatnya perkembangan teknologi ini di industri tersebut meski remote sensing sudah digunakan selama dua dekade,” ujar Siagaian.

Universitas tempat mereka menempuh gelar MBA mendorong mereka untuk menambah pengalaman dengan cara mengikuti sebuah kompetisi. Setelah mempelajari daftar kompetisi dari seluruh dunia yang bisa mereka ikuti, mereka memutuskan untuk mengirimkan gagasan ke Fly Your Ideas.

 

Sumber :

https://canvas.newschool.edu/eportfolios/31627/Home/Food_chain

Massa Aktif dan Massa Pasif

Massa Aktif dan Massa Pasif

Massa Aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)

Massa Aktif dan Massa Pasif
Massa Aktif dan Massa Pasif

Massa aktif yang disebut dengan mob, mob adalah kerumunan yang cenderung merusak dan melakukan tindakan kekerasan. Mob terbentuk karena telah adanya tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, tawuran dsb
Menurut Mc Laughlin, ada 3 kondisi yang melatarbelakangi, yaitu:

adanya permasalahan yang cukup serius
upaya penyelesaian masalah yang tertunda
adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa masalah tersebut harus diselesaikan
Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :

• perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang →jika sudah matang ‘massa’

• tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak

2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orang – orang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton pertunjukan seperti sepakbola, dll.

Baca Juga :