TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX
TES FORMATIF IX

1. Manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk bennoral. Tetapi, temyata dalam tingkah lakunya atau perbuatannya banyak yang menyeleweng/salah, sehingga harus mempertanggungjawabkan kesalahannya tersebut. Dorongan yang paling kuat ke arah penyelewengan itu disebabkan ….
A.pribadinya
B.situasi dan kondisi lingkungan
C.pendidikan
D.a, b dan c benar
2. Amir adalah mahasiswa yang sudah berdiri sendiri; ia malas belajar sehingga ia tidak lulus salah satu mata kuliah. Ia harus bertanggung jawab atas kelalaian itu kepada…
A.dirinya sendiri
B.orang tuanya
C.masyarakat
D.negara
3. Arman adalah seorang pemuda. Pada suatu hari ia berkelahi dan kawannya luka besar karenanya. Dalam hal ini Amian harus mempertanggung jawabkan kesalahannya ini kepada…
A.Tuhan, negara, tetangga, orang tua
B.masyarakat, negara, diri sendiri
C.diri sendiri, masyarakat, negara, Tuhan
D.negara, masyarakat, lawannya, Tuhan
4. Amin terkenal sebagai orang yang jujur, tetapi pada suatu hari ia berbuat jahat. yang menyebabkan Amin berbuat jahat itu antara lain….
A.lingkungan, orang tua, pendidikan
B.pendidikan, lingkungan, kesadaran
C.lingkungan, kesadaran, dan mental
D.mental, pendidikan, manusia itu sendiri
5. Orang yang berbuat salah, baik kesalahan sendiri, maupun kesalahan terhadap orang lain itu pasti…
A.bertanggung jawab
B.belum tentu betanggung jawab
C.kombinasi a dan b
D.yang benar hanya a
6. Roni membunuh kawannya dengan tidak disengaja. Mayat kawannya dikubur dan disembunyikan, sehinga tidak seorang pun mengetahuinya
A.peruatan Roni itu tidak salah, karena itu tidak perlu dipertanggungjawabkan
B.mengubur itu sudah bertanggung jawab
C.perbuatan Roni belum dipertanggungjawabkan
D.yang betul a dan c
7. Tanggung jawab pada hakekatnya adalah…
A.kesadaran moral
B.kesadaran akan perbuatannya
C.kesadaran akan kewajibannya
D.a, b dan c benar semua
8. Di jalan Anda berjalan tergesa-gesa dan kurang waspada, sehingga kaki anda menyentuh barang dagangan orang. Karena sentuhan itu barang dagangan tersebut berantakan. Anda minta maaf. Pedagang yang mempunyai barang tersebut tidak marah setelah anda minta maaf. Ini berarti bahwa Anda…
A.sudah bertanggungjawab
B.belum bertanggungjawab, karena belum mengganti kerugian
C.tidak punya rasa belas kasihan
D.tidak punya rasa tenggang rasa
9. Sebagai seorang mahasiswa yang perlu Anda pertanggungjawabkan ialah :

Baca Juga : 

 

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
(a). Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada halcekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, munglcin sampai bethari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Berikut ini diberikan gambaran, bagaimana orang tua mengabdi kepada putra-putrinya demi kebahagiaan keluarga mereka.
Sepasang suami istri guru sekolah dasar di sebuah desa. Analcnya cukup banyak, yaitu 6 orang. Untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga besar tesebut, si ibu tetap bekerja sebagai guru, karena tahu bahwa gaji suaminya juga kecil. Si ibu di rumah tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga, karena memang tidak mampu membayar pembantu. Untuk umsan pendidikan di sekolah si bapak yang bertanggung jawab, sedangkan si ibu untuk urusan pendidikan yang bersangkutan dengan rumah tanggga. Si Bapak membimbing putra-putrinya dalam belajar di rumah malam hari, sedangkan siang hari saling dengan praktek biologi seperti menanam sayur, memelihara temak yang hasilnya langsung dapat dimanfaatkan oleh keluarga. Si ibu mengajar putra-putrinya memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan rumah. Anak-anaknya yang mulai besar menjadi semacam asistennya. Setelah anak-anaknya mulai hams sekolah di kota, mereka itu hanya disewakan kamar yang murah dengan hams memasak dan mencuci sendiri yang sudah terlatih baik waktu di desa. Demikianlah maka kamar itu makin banyak penghuninya oleh adik-adik yang juga menyusul kakak untuk belajar di kota. Sekali seminggu seorang pulang untuk mengambil uang dan perbekalan di
desa, dan sekali sebulan ayah-ibu datang ke kota untuk tetap mengakrabkan hubungan mereka sebagai keluarga, sekaligus mengontrol apakah anak-anaknya menjalankan kewajibannya secara benar. Hal demikian juga dilakukan pleh keluarga itu waktu anak terbesar harus masuk ke perguruan tinggi. Pada waktu si sulung sudah tamat dan bekerja, is pindah ke tempat kerjanya dan berfungsi sebagai donateur terhadap adik-adiknya. Walhasil seluruh putra-putri keluarga guru tersebut dapat menamatkan sekolahnya dan menjadi sarjana. Sementara itu si bapak dan ibu bertahan bekerja sebagai guru di desa demi mengabdi kepada putra-putrinya agar dapat menjadi manusia yang hidupnya tidak sesulit dirinya. Waktu mereka sudah pensiun, mereka merasakan bahwa pengabdiannya pada putra-putrinya juga sudah cukup, mereka merasa puas karena mampu membekali putra-putrinya dengan ilmu yang dijadikan kail dalam menempuh kehidupan lit Orang tua itu tidak membekali dengan ikan, karena akan cepat habis tanpa bekas !
Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun di ladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meningggalkan keluarganya dan tidak akan berkeluarga. Sehingga hampir seluruh waktu waktu, pikiran, tenaga maupun kegiatan hanya tercurah untuk memuliakan Tuhan. Dalam agama yang tidak membedakan manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati ditempatkan di daerah – daerah yang jauh dan terpencil. Semuanya dilakukan dengan semboyan tugas suci. Selain pada gereja Katolik, pada agama Budha juga dikenal biarawati atau biarawan dengan sebutan bhiksu dan bhiksuni dengan cam kehidupan yang tidak jauh berbeda.
Pengabdian kepada negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil terpencil dan masyarakat ramai, sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pemah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam mengabdikan diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri di kota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti tahunan. Kesenangan dan kegembiraan sesama pegawai negri haanya mereka bayangkan secara terang di alam yang demikian sepi. Anak-anak mereka sulit berkembang sebagai mahluk sosial, dan tebatas untuk dapat mengembangkan diri akibat terpencilnya tempat tinggalnya. Dengan membandingkan mereka dan kehidupan kawan-kawannya di kota atau di tempat yang lebih enak terasa arti pengorbanan mereka demi keselamatan manusia lain, bangsa dan negara sendiri. Berapa banyakkah orang yang mau dan mampu menghayati pengorbanan mereka itu.?
(b). Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehinggaa pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajib berkorban. Berikut ini diberikan dua buah penggambaran.
Pangeran Sidharta Gautama dan Kapilawastu diharapkan oleh ayahnya untuk kemudian menggantikan kedudukannya sebagai raja. Tetapi, Pangeran tersebut lebih tetarik pada kehidupan pertapa untuk memperoleh penerangan agung bagaimana caranya manusia dapat membebaskan dirinya dan sengsara (samsara) melalui pelepasan (mokhsa) dan mencapai kehidupan abadi di sorga (nirvana). Ia mengorbankan kehidupannya yang mewah duniawi dalam istana, ia mengorbankan kepenti,ngan keluarganya, karena memandang bahwa kepentingan umat manusia yang bodoh (avidhya) perlu didahulukan. Usahanya berhasil memperoleh penerangan agung di tempat pertapaan Bodh Gaya, yang kemudian disiarkan kepada umat manusia. Ia rela mengorbankan duniawinya, keluarganya, demi kepentingan umat manusia yang derajatnya lebih tinggi. Ia menjadi seorang Budha yang akhimya tidak dilahirkan kembali dan menjadi pendiri agama Budha.
Nabi Ibrahim mendapat perintah dan Allah untuk mengorbankan putra tunggalnya Ismail. Walaupun ia sangat sayang pada putranya tersebut, perintah Allah untuk mengorbankan tetap dipatuhinya. Allah menguji kesetiaan dan besamya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak sampai hati melihat pisaunya dipotongkan ke leher putranya, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintahNya. Kemudian terbukti, bahwa putra yang mau dikorbankan kepada Allah sudah berganti dengan biri-biri. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah lebih tinggi kadamya daripada pengorbanan oleh nabi ibrahim sekarang yang ditiru oleh oleh umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat Islam di wilayah lain dengan mengorhanan temak untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurhan.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Sumber : http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/clash-of-queens-apk/

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa
Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Berikut yang manakah orang yang bertakwa??
Orang yang bertakwa berarti menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Nah, sering ditekankan kepada kita, “Hai sekalian umat manusia beriman dan bertakwalah!!!” Hal ini bisa memunculkan sendiri, “Lantas apa yang didapat oleh orang-orang yang bertakwa?”

ini ada beberapa ganjaran atau semacam “hadiah” bagi orang-orang yang bertakwa, yang dikemukakan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an:

1. Senantiasa mendapat petunjuk
Mereka itulah (orang-orang bertaqwa) yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah:5)

2. Diberi penyelesaian masalah
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya akan diberikannya jalan keluar. (Ath-Thalaq:2)

3. Dimudahkan segala urusan
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan baginya segala urusan. (Ath-Thalaq:4)

4. Mendapat rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka
…dan memberinya (orang bertaqwa) rezeki dari sumber yang tidak terduga. (Ath-Thalaq:3)

5. Disayang Allah (serta malaikat dan manusia)
Sesungguhnya Allah menyayangi orang-orang yang bertaqwa. (Ali ‘Imran:76)

6. Mendapat keberkatan dari langit dan bumi
Jika seluruh penduduk sebuah negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya kami akan melimpahkan kepada mereka berkat dari langit dan bumi. (Al-A’raaf:96)

7. Mendapat kemenangan
Sesunggunya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan. (An-Naba’:31)

8. Terpelihara dari tipu daya musuh
Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. (Ali ‘Imran:120)

9. Diberi furqan (petunjuk untuk membedakan yang benar dan salah)
Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan. (Al-Anfaal:29)

Cukup pantas kan!!!!

Baca Juga :

Cerpen Lucu Singkat

Cerpen Lucu Singkat

Pada suatu ketika terdapat dua orang sahabat sebut saja namanya Gino dan Giri yang senang untuk pergi ke pasar baru guna membeli sepatu. Gino sangat senang membeli sepatu, kesenangannya bertambah saat Gino dapat membelikan Giri sepatu juga. Mereka mendapatkan sepatu futsal impian mereka pada sebuah toko setelah berkeliling pasar.

Setelah memilih-milih jenis sepatu mana, akhirnya mereka menemukan sepatu yang cocok di hati dan sepakat untuk membeli dua pasang sepatu dengan harga Rp. 300.000. akan tetapi ketika Gino akan membayar ternyata uang cash yang Gino bawa hanya Rp. 100 ribu saja. Kemudian Gino menyuruh Giri untuk mengambil uang di ATM milik Gino, untuk itu Gino menyerahkan dompetnya kepada Giri.

“Giri sini” panggil Gino.

“Iya No, jadi ini mau bagaimana?” Tanya Giri dengan wajah kebingungan.

“Gir kamu ke ATM ya dan ambil uang Rp. 200.000 aja di mesin ATM punya ku. Kamu tahu kan Gir bagaimana cara mengambil uang di ATM?” tanya Gino dengan sedikit menyellidik.

“Jangan salah No, gini-gini aku tahulah bagaimana cara mengambil uang di mesin ATM itu. Jangan meremehkan orang lain dong No, apalagi ke sahabat sendiri.

“Ya sudah, ini bawa saja dompetu. Nanti kalaun sudah berhasil ambil saja uangnya memakai kartu milikku. Terus jika terjadi apa-apa segera hubungi aku yan Gir, jangan lama-lama, nanti kalau kelamaan aku dikira oleh yang jualan pengin beli tapi punya uang

“Siap aku berangkat, nanti kukasih kabar ya kalau uangnya sudah aku ambil, nanti kamu aku telfon kalu sudah berhasil.

“Ya sudah cepet berangkat, aku tunggu di sini, tapi inget agak cepet ya” kata Gino tidak sabaran.

“Selang 15 menit Gino menunggu Giri, Akhirnya Giri menelfon Gino dan berkata : “Reng, waduh reng celaka kita.”

“Celaka bagaimana Gir” jawab Gino kebingungan.

“ Uang di mesin ATM gak mau di ambil No, kartu kamu juga di tolak terus mirip dengan ATM punyaku dan sudah ku tanyakan ke satpam, katanya kalo terus dimasukin akan ke rejeck terus. Jelas Giri panjang lebar.

“Wah masa sih?” tanya Giri penuh curiga, soalnya dia baru saja mengubah kartu ATMnya

“Terus bagaimana ini? Apa mending tidak usah.? Kayanya akan lebih baik jika di batallin saja beli sepatunya. Besok aku mau nayain langsung ke pihak distributor sehingga harga yag didapat kan akan semakin murah.

“Emang kartu mana yang kamu masukin Gir? Tanya Gino dengan penuh penasaran.

“Itu tadi kartu yang aku masukin yang ada nama, tanggal lahir dan data diri kamu nya No, yang ada fotonya juga dan mirip sama kamu Gin.

“Innalillahi, sampai lebaran kucingpun gak bakal bisa diambil uangnya, mana ada sejarah KTP digunakan untuk mengambil uang di ATM

Baca Juga :

Hukum Tabur Tuai

Hukum Tabur Tuai

Hukum Tabur Tuai

Hukum Tabur Tuai
Hukum Tabur Tuai
Ada dua orang India sedang mengarungi badai salju di pegunungan Himalaya. Mereka berjalan dengan susah payah karena udara yang sangat dingin terasa sampai ke sumsum tulang dan terpaan angin dingin juga menambah beratnya perjalanan mereka. Di tengah perjalanan tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan. Karena kasihan melihat keadaan orang itu, orang India yang pertama berkata kepada temannya, ” Orang ini masih hidup. Kasihan sekali kalau dia dibiarkan tergeletak di sini, dia pasti akan meninggal, mari kita tolong dia.” Tapi temannya menjawab,” Bagaimana kita bisa menolongnya kalau membawa diri sendiri saja sudah sangat susah di tengah badai seperti ini. Kalau kau ingin membawanya, silahkan, tapi aku tidak akan menolongmu.”
Maka orang yang pertama dengan sangat susah payah memanggul tubuh orang yang tak berdaya itu sedangkan temannya lebih dulu melanjutkan perjalanan sendirian. Orang India yang pertama memang pada awalnya merasa perjalannya sangat berat karena beratnya tubuh orang yang dipanggulnya itu, tapi lama kelamaan ia tidak terlalu merasa kedinginan lagi karena kehangatan tubuh orang yang dipanggulnya itu juga menjalar ke tubuhnya, maka ia terus berjalan dengan pelan-pelan.
Kemudian di tepi perjalanan, dia melihat satu orang lagi yang tergeletak di tengah jalan, ketika ia memperhatikan lebih dekat orang itu sudah meninggal dunia dan dia adalah teman seperjalanannya tadi. Jadi karena tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin itu, temannya itu akhirnya meninggal dunia karena kedinginan, sedangkan ia tertolong oleh panas tubuh orang yang ditolongnya itu.

Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat

Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat

Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat

Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat

Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.

Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. “Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru.” Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, “Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?” Jawab guru, “Hemm, barangkali sepuluh tahun”

Tanya anak muda, “Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?” Jawab guru, “Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun.”

Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, “Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Berapa lama waktu yang saya perlukan?” Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, “Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun.”

Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Mengapa

Mengapa

Mengapa

Mengapa
Mengapa

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya. Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Cerita Rakyat Alue Naga

Cerita Rakyat Alue Naga

Berikut ini adalah cerita rakyat alue naga yang dapat anda simak sebagai berikut. Alkisah terdapat Sultan Meurah yang akan mengunjungi daerah pedesaan di pinggiran Kuta Raja. Banyak rakyat yang mengeluh kehilangan hewan ternak. Bahkan sering kali juga terjadi gempa yang membahayakan orang – orang di sekelilingnya.

Berdasarkan cerita tersebut Raja memerintahkan Renggali untuk menyelidiki bukit. Sesampainya disana ia menelusuri dari utara hingga ke selatan bukit. Ia merasa ada yang aneh dengan bukit tersebut. Lalu ia menaiki bagian bukit yang tinggi. Saat itu ia sangat heran dengan munculnya air dibawah kakinya.

Tiba – tiba terdengar suara minta maaf. Lalu setelah ditanya oleh Renggali, ia mau mengaku bahwa suara tersebut adalah naga sahabat ayahnya. Betapa kagetnya Renggali saaat melihat ternyata bukit itu mirip kepala ular yang tertimbun semak belukar. Naga itu meminta Sultan Alam untuk datang menemuinya.

Renggali menceritakan kisah tersebut kepada Sultan Meurah. Mereka berdua berangkat menuju ke bukit. Sesampainyta disana naga menceritakan kejadian hingga Sultan Alam meninggal dan ia terjebak di bukit ini. Ia meminta dihukum namun sang anak tidak berkenan untuk menghukumnya.

Hal ini dikarenakan ayahnya saja tidak ingin menghukumnya apalagi saya. Akhirnya sang naga dibebaskan. Mereka mencoba mencari pedang yang ditusukkan ke tubuhnya. Setelah pedang itu lepas maka sang naga diminta Sultan untuk kembali ke tempat asalnya di laut.

Dengan isak tangis naga mulai menggeser tubuhnya secara perlahan menuju ke laut. Hal ini menyebabkan terbentuknya alur sungai kecil yang disekelilingnya dipenuhi dengan rawa – rawa yang tergenang air. Berdasarkan kejadian tersebut Sultan memberi anma daerah tersebut dengan Alue Naga.

Baca juga :

Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya

Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya

Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya

Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya
Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya

Dua bulan lalu saya datang ke Islamic Center. Kedatangan saya tersebut memang atas undangan panitia sebuah acara yang digelar di tempat itu untuk menjadi pembicara mengenai Islam kepada organisasi-organisasi atau forum non muslim. Kebetulan hari itu ada beberapa warga negara asing yang ikut hadir dalam acara tersebut. Dan saya diberi waktu bicara selama hampir dua jam, dan tak ada reaksi berlebihan saat itu.

Namun saat berada dikantor, sekitar pukul satu siang saya didatangi oleh seorang perempuan bule dengan kerudung yang rapih. Saya sedikit terkejut sebab ketika masuk ke ruangan saya dia mengucapkan salam dengan sangat fasih, bahkan hampir saja saya mengira kalau yang bersangkutan itu adalah orang Syam (Palestina, Jordan atau Libanon).

Saya kemudian mempersilahkannya duduk dan menanyakan maksud dan tujuannya serta berasal dari mana. Sesaat kemudian ia menjelaskan tentang dirinya, ia mengaku bernama Helen (nama samaran), ia adalah seorang turis yang berasal dari Amerika Serikat dan bermaksud ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam. Kebetulan ia turut hadir dalam acara di Islamic Center sehari sebelumnya dan mengetahui dimana saya berkantor dari panitia pelaksana.

Kemudian saya mulai bertanya dari mana ia belajar tentang salam hingga bisa sefasih itu. Helen dengan senyum mengmbang mengatakan bahwa ia sangat fasih berbahasa arab karena ia pernah beberapa tahun tinggal di Arab dan belajar bahasa arab. Mendengar hal itu saya hanya bisa mengangguk-anggukan kepala saya. Tanpa terasa percakapan saya dengannya memakan waktu cukup panjang hingga saya akhirnya tahu persis asal-usulnya.

Saya kemudian beratanya mengapa ia sampai memiliki keinginan untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam. Dari mulutnya mengalir cerita, bahwa ia telah lama mengenal Islam, dan sejak sepuluh tahun yang lalu ada sesuatu yang selalu mengganjal dalam hidupnya, dan saat ini ia merasa bahwa gangguan itu bisa dapat teratasi dengan kedatanganya ke tempat saya.

Sejenak saya merasa bingung, dan kembali bertanya, apa yang mangganjal dalam hidupnya dan mengapa ia memiliki keyakinan bahwa ganjalan tersebut akan segera hilang saat ia datang ketempat saya. Tiba-tiba saja Helen yang sejak kedatanganya nampak tegar dan selalu tersenyum, kini meneteskan air mata, dan mengungkapkan ganjalan hidup yang selama hampir sepuluh tahun ia rasakan.

Sebenarnya Helen telah lama memendam keinginan untuk menjadi seorang muslim, namun ada beberapa hal yang ia khawatirkan, terutama tentang karirnya. Ia takut jika masuk Islam karinya akan segera berakhir, karena pengalaman yang dia lihat selama ini di beberapa negara Muslim. Menurutnya, mayoritas wanita Muslim di negara-negara Muslim tidak bekerja dan lebih memperioritaskan dirinya kepada pekerjaan-pekerjaan rumah saja.

Saya kemudian mencoba menjelaskan ke Helen bahwa tidak ada peraturan dalam Islam yang membatasi karir kaum wanita. Walau memang perlu diketahui bahwa karir itu akan dilihat kepada prioritas-prioritas tuntutan hidup. Kalau seandainya menjadi ibu rumah tangga itu menjadi tuntutan utama bagi perempuan, dan ketika dipaksakan untuk meniti karir di luar maka berarti terjadi “kesemrawutan” dalam hidup.

Dari penjelasan-penjelasan yang cukup panjang itu nampaknya Helen sudah banyak tahu. Cuma ada semacam ketakutan tersendiri bahwa nantinya setelah menjadi Muslim dia akan dilarang untuk berkarir. Kini Helen nampak lebih tenang. Hampir tidak berbicara dan bahkan beberapa kali saya pancing untuk bertanya juga tidak dihiraukan.

Tiba-tiba saja sekali lagi nampak berlinang airmata dan mengatakan: “Ada sesuatu yang harus saya katakan kepada anda,” katanya sambil mengusap air matanya yang mulai menetes. Sepuluh tahun lalu ia mendengar suara azan saat ia berada di Suriah dan saya mengatakan bahwa suara Adzan orang-orang suriah itu sangat indah, tapi kemudian ia menatap mata saya dengan sungguh-sunguh, sambil mengatakan bahwa suara Azan yang indah tersebut tak pernah mau hilang dari telinganya dan ia merasa bahwa ia harus mendengarkan ajakan itu setiap saat.

Tanpa sadar, saya langsung mengatakan “Subhanallah!”. Ternyata dia juga sudah tahu maknanya. Saya kemudian berkata “Sister, God is loving you. Your heart is being attached to the divine inspiration, and I am sure you are being blessed with that”. Nampak Helen hanya menangis mendengar nasehat-nasehat saya itu. Akhirnya, setelah memanggil dua saksi, Jemie dengan berlinang airmata secara resmi menerima Islam sebagai jalan hidupnya yang baru. Allahu Akbar.

Baca Juga :