Ciri-ciri bank yang memiliki likuiditas sehat

Ciri-ciri bank yang memiliki likuiditas sehat

Dengan melakukan manajemen likuiditas maka bank akan dapat memelihara likuiditas yang dianggap sehat dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki sejumlah alat likuid, cash asset (uang kas,rekening pada bank sentral dan bank lainnya) setara dengan kebutuhan likuiditas yang diperkirakan.
  2. Memiliki likuiditas kurang dari kebutuhan, tetapi memiliki surat-surat berharga yang segera dapat dialihkan menjadi kas, tanpa harus mngalami kerugian baik sebelum atau sesudah jatuh tempo.
  3. Memiliki kemampuan untuk memperoleh likuiitas dengan cara menciptakan uang, misalnya dengana menjual surat berharga dengan repurchase agreement.
  4. Memenuhi ratio pengukuran likuiditas yang sehat yaitu:
  5. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga:
  6. Merupakan ukuran untuk menilai
  7. Alat likuid bank terdiri atas uang kas,saldo giro pada bank sentral dan bank koresponden.
  8. Semakin besar rasio ini semakin besar kemampuanbank memenuhi kewajiban jangka pendeknya,tetapi disisi lain mengidentifikasikan semakin besarnya idle money.
  9. Ratio pembiayaan terhadap total dana pihak ketiga (FDR).
  10. Finance to Deposit Ratio (FDR), yang menggambarkan perbnidngan pembiayaan yang disalurkan dengan jumlah DPK yang disalurkan.
  11. Ratio ini harus dipelihara pada posisi tertentu yaitu 75-100%. Jika ratoi dibawah 75% maka bank dalam kondisi kelebihan likuiditas, dan jika ratio iatas 100% maka bank dalam kondisi kurang likuid.
  12. Menurut kriteria Bank Indonesia, ratio sebesar 115% keatas nilai kesehatan likuiditas bank adalah nol.

Ø  Perencanaan Likuiditas

dalam hal bank syariah melakukan perencanaan likuiditas, maka perencanaan         likuiditas dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Melakukan analisis perencanaan likuiditas yaitu mengidentifikasi kebutuhan utama terhadap likuiditas kemudian membandingkan kebutuhan tersebutdengan jumlah aktiva lancar yang dimiliki bank pada saat itu. Analisis ini dilakukan dengan tiga tahap sebagai berikut:
  2. Tahap pertama

Klasifikassikan sumber-sumber dana utama bank berdasarkan tingkat kecepatan berputarnya. Kelompokan dana yang sifatnya stabil atau tetap dan dana yang berfluktuasi. Estimasikan persentasse pada masing-masing kelompok pada dana ayaitu dana yang dapat ditarik pada saat jatuh tempo meliputi investasi mudharobah. Untuk memperkirakan jumlah penarikan pada tabungan dan giro wadiah, bank syariah harus menganalisis dari pengalaman penarikan dana masa-masa sebelumnya (historical data).