Definisi Penyakit dan Jenis Penyakit yang Mengancam Manusia

Definisi Penyakit dan Jenis Penyakit yang Mengancam Manusia

 

DR. EKO DUDIARTO

Penyakit merupakan kegagalan sistem adaptasi suatu makhluk hidup untuk bereaksi secara tepat pada rangsangan atau tekanan supaya terlihat gangguan pada manfaat atau morfologi organ atau sistem tubuh.

 

WAHYUDIN RAJAB, M. Epid

Penyakit merupakan keadaan yang berupa objektif dan rasa sakit berupa subjektif.

 

THOMAS TIMMRECK

Penyakit merupakan suatu perihal di mana terdapat gangguan pada bentuk dan manfaat tubuh supaya berada dalam keadaan tidak normal.

 

DR. BEATE JACOB

Penyakit merupakan suatu penyimpangan dari keadaan tubuh yang normal atau ketidakharmonisan jiwa.

 

KATHLEEN MEEHAN ARIAS

Penyakit merupakan suatu kesakitan yang biasanya punya minimal dua karakter dari beberapa syarat ini: agen atiologik sudah diketahui, golongan tanda serta tanda-tanda yang bisa diidentifikasi, atau perubahan anatomi yang tetap.

 

Jenis-Jenis Penyakit

Terdapat lebih dari satu jenis-jenis penyakit yang mengancam kesegaran manusia. Penyakit ini bisa diakibatkan oleh kuman, bakteria, virus, racun, kegagalan organ berfungsi, dan juga oleh penyakit baka/keturunan.

 

Vibrio cholerae

Bakteri ini mengundang penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini bisa mengakibatkan kejang kematian dalam lebih dari satu jam hingga lebih dari satu hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri ini. Pengobatan bisa ditunaikan bersama mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, tetapi pencegahan bisa ditunaikan bersama melindungi kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor

El Tor ialah nama yang diberikan untuk suatu strain spesifik dari bakteri Vibrio cholerae, agen penyebab kolera. Juga dikenal sebagai eltor biotipe kolera V., sudah strain dominan dalam pandemi international ketujuh. Hal ini dibedakan dari strain klasik pada tingkat genetik, meskipun keduanya dalam serogrup O1 dan keduanya punya kandungan Inaba, Ogawa dan serotipe Hikojima. Hal ini juga dibedakan dari biotipe klasik oleh produksi hemolysins. Sifat bakteri ini serupa layaknya Vibrio cholera. Spirillium minus (Treponema sodoku) Bakteri ini mengundang penyakit rat-bite-fever (demam gara-gara gigitan tikus), bersama tanda-tanda berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan ditunaikan bersama peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah supaya tidak tersedia tikus.

Escherichia coli

Bakteri ini bisa mengundang terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, layaknya kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berawal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang memperlihatkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah bersama adanya E.coli dalam air tersebut, gara-gara dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.

E.coli bisa mengakibatkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada beraneka organ. bakteri ini juga merupakan lantaran utama meningitis pada bayi yang baru lahir dan penyebab infeksi tractor urinarius (pyelonephritis cysticis) pada manusia yang dirawat di rumah sakit (nosocomial infection). pencegahan infeksi bakteri ini ditunaikan bersama perawatan yang sebaik-baiknya di rumah sakit, pada lain: penggunaan antibiotic secara tepat, tindakan antiseptic secara benar.

Klebsiella pneumoniae

Gejala-gejala seseorang yang terinfeksi Klebsiella pneumonia ialah napas cepat dan napas sesak, gara-gara paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan hingga tidak cukup dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 th. hingga tidak cukup dari 5 tahun. Pneumonia Berat ditandai bersama adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan hingga tidak cukup dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pneumonia amat berat, bersama tanda-tanda batuk, kesukaran bernapas disertai tanda-tanda sianosis sentral dan tidak bisa minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai bersama frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam, batuk-batuk, perubahan karakteristik dahak, suhu tubuh lebih dari 38 ยบ C. Gejala yang lain, yaitu jika pada pengecekan fisik ditemukan nada napas bronkhial, bronkhi dan leukosit lebih dari 10.000 atau tidak cukup dari 4500/uL.

Proteus vulgaris

Penyakit yang ditimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection. pencegahan nosocomial infection ditunaikan bersama pakai kateter dalam keadaan steril.

Salmonella typhi

Penyakit yang mengakibat yaitu penyakit typhus abdominalis. gejalanya berupa demam bersama suhu tinggi (400C), seringkali meracau dan gelisah (delirium), lemah, apatis, anoreksia, dan sakit kepala, tersedia yang mengalami diare tetapi biasanya mengalami konstipasi. pencegahan ditunaikan bersama melindungi kebersihan makanan dan minuman, peningkatan higien pribadi, perbaikan sumber air untuk kepentingan rumah tangga, peningkatan sanitasi lingkungan terutama perbaikan langkah pembuanagn feses manusia serta pemberantasan tikus dan lalat.

Shigella dysenteriae

Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler bersama tanda-tanda yang biasanya dating mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat bisa disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan mengakibatkan kematian. Penularan adalah melalui feses penderita. Pencegahan ditunaikan bersama mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan hygene pribadi.

Pasteurella pestis (Yersenia pestis)

Penyakit pes adalah penyakit yang menyerang binatang pengerat, tetapi bisa menular pada manusia bersama perantaraan gigitan kutu tikus yang disebut Xenopsylla cheopis. Gejalanya adalah demam dan menggigil. Bakteri bakal turut bersama aliran limfa saat tubuh mengerahkan leukosit sehinggA kelenjar limfa regional bakal membengkak dan sakit. Pembengkakan ini disebut bubo yang sering kali pecah dan mengeluarkan nanah. Pencegahan ditunaikan bersama mengisolasi pasien dalam kamar tersendiri supaya tidak menulari orang yang sehat, peningkatan sanitasi dan untuk memberantas kutu-kutunya, serta vaksinasi.

Haemophilus influenza

Bakteri ini mengundang penyakit tractus respiratorius, system saraf dan system skelet. Pencegahan bersama vaksinasi dan menghindari penularan.

Haemophilus ducrey

Menimbulkan penyakit chancroid, menular melalui interaksi kelamin.

Bordetella pertussis

Bakteri ini mengakibatkan batuk rejan. Pencegahan bersama vaksinasi.

Staphylococcus aureus

Bakteri ini bisa mengakibatkan infeksi bernanah dan abses, infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada luka, meningitis, endokarditis, pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis. pencegahan ditunaikan bersama tingkatkan energi tahan tubuh, hygene pribadi, dan sanitasi lingkungan.

Neisseria gonorrhoea

Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita yang parah bisa mengakibatkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan bisa mengakibatkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia pada mata bayi yang baru lahir adalah bersama diteteskan larutan penicillin 10.000 unit dalam aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5% atau tetracycline 1%.

Neisseria meningitides

Bakteri ini mengakibatkan penyakit meningitis (radang selaput otak). jika energi tahan tubuh menurun, bakteri ini bisa mengakibatkan pharyngitis bahkan pneumonia. Gejala meningitis awalannya serupa flu, demam tidak begitu tinggi, sakit kepala, tenggorokan kering, kaku kuduk, dan lesu.

Streptococcus pneumonia

Merupakan bakteri penyebab penyakit pneumonias, sinusitis, otitis media, mastoiditis, conjuctivis, meningitis, endocarditis. Sebenarnya merupakan flora normal oropharinx, tetapi bisa menjadi berbahaya pada manusia yang energi tahan tubuhnya menurun.

Corynebacterium diphtheriae

Menimbulkan penyakit dipteri pada anak-anak, bersama tanda-tanda demam yang tidak begitu tinggi dan tenggorokan kering, diikuti bersama pseudomemran yang pada pada akhirnya bisa mengakibatkan aspiksia (tercekik) supaya penderita bisa mengalami kematian. Pencegahan dalat ditunaikan bersama vaksinasi DPT berulang jadi bayi hingga dewasa.

Bacillus anthracis

Merupakan bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut bisa menular ke manusia melalui luka, inhalasi dan juga makanan.

Baca juga :