Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar

Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar

Salah satu kebijakan pemerintah kolonial yang pernah dilakukan di negri kita adalah pelaksanaan politik etis atau politik balas budi yang dicetuskan oleh Conrad Theodore Van Deventer dengan triloginya, yaitu :

  1. Irigasi
  2. Imigrasi
  3. Edukasi

Dalam pelaksanaan politik  etis bidang pendidikan dilaksanakan bukan untuk kepentingan mencedrdaskan kehidupan bangsa Indonesia, melainkan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga tenaga terdidik untuk dipekerjakan dibidang administrasi murahan. Dengan  banyak berdirinya sekolah sekolah untuk golongan pribumi, maka secara perlahan tapi pasti mulailah muncul bibit bibit kaum terpelajar di Indonesia yang makin lama makin banyak jumlahnya, hal ini merupakan salah satu dampak positif pelaksanaan politik etis. Karena dengan munculnya golongan terpelajar inilah yang nanti mejadi motor penggerak  lahir dan tumbuhnya kesadaran nasiomal di Indonesia.

Tumbuhnya golongan terpelajar sebagai akibat dari perkembangan pendidikan baik yang bercorak barat maupun islam akhirnya membangkitkan suatu kekuatan baru dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dari pendidikan yang mereka dapat itulah  mereka akhirnya dapat menemukan kesalahan dalam perjuangan bangsanya dalam mengusir penjajah,  yaitu :

  1.       Tidak adanya ikatan persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah, karena mereka berjuang untuk kepentingan daerahnya sendiri-sendiri.
  2.       Perjuangan yang dilakukan terlalu bergantung pada seorang pemimpin, tidak ada regenerasi
  3.       Perjuangan yang dilakukan tidak terorganissir dengan baik
  4.       Perjuangan yang dilakukan tidak memiliki tujuan yang jelas
  5.       Belajar dari kesalahan masa lampau, akhirnya timbullah kesadaran untuk membentuk orgasisasi perjuangan yang teratur agar tujuan  perjuangan dapat segera terwujud.

Faktor Pendorong Pergerakan Nasional Indonesia

  1. Faktor Internal
  2. Sejarah Masa lampau yang gemilang

Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya.kedua kerajaan tersebut,terutama majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk dapat menikmati kebesaran itu. Hal ini dapat menggugah perasaan nasoinalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX.

  1. Penderiataan rakyat akibat penjajah.

Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis.Politik devide et impera,monopoli perdagangan,sistem tanam paksa,dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat indonesia.penderitaan itu menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan.Atas praksara para kaum intelektual,persatuan itu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern.perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi menggunakan organisasi pemudah.

  1. Pengaruh perkembangan pendidikan barat di Indonesia.

Perkembangan sistem pendidikan dimasa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda. Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/