Fokus Terapkan Zonasi, Sistem PPDB 2019 Diubah

Fokus Terapkan Zonasi, Sistem PPDB 2019 Diubah

Fokus Terapkan Zonasi, Sistem PPDB 2019 Diubah

Fokus Terapkan Zonasi, Sistem PPDB 2019 Diubah
Fokus Terapkan Zonasi, Sistem PPDB 2019 Diubah

Penerapan sistem penerimaan perserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran baru 2017/2018

banyak meninggalkan masalah di lapangan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk PPDB pada tahun selanjutnya tidak akan dilakukan dengan sistem yang sama. Pasalnya, Kemdikbud mengubah skema PPDB.

Dijelaskan Muhadjir, PPDB yang biasanya dibuka menjelang tahun ajaran baru untuk ajaran 2019/2020 tidak terjadi lagi. Dalam hal ini, para siswa sejak awal tahun telah dikelompokkan dan ditentukan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai dengan zonasi.

“PPDB bukan tidak ada, tetapi sistemnya kami ubah. Jadi tidak ada lagi penerimaan siswa baru

menjelang ajaran baru yang menimbulkan masalah itu. Namun para siswa sejak awal sudah tahu akan melanjutkan ke mana dengan sesuai dengan sistem zonasi,” kata mantan rektor Univeritas Muhammadyah Malang (UMM) pada Pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan Zonasi Dalam Rangka Pemerataan Kualitas Pendidikan Tahun 2018, Region II Jakarta, di hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin(17/9) malam.

Muhadjir mengatakan, sejauh ini Kemdikbud telah menetapkan 1.900 zonasi. Namun jumlah tersebut akan bertambah bahkan berkurang sesuai masukan dari kepala dinas pendidikan (kadisdik) dan pemerintah daerah/kota serta provinsi yang sejauh ini ditugaskan untuk mendata daya dukung pendidikan setiap zonasi. Mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) hingga kebutuhan guru.

Menurut Muhadjir, melalui skema zonasi, sekolah dan kadisdik mengantongi data siswa setia

p jenjang dalam satu zonasi. Dalam hal ini, para siswa tersebut sebelum menyelesaikan studinya pada suatu jenjang. Ia telah mengetahui akan melanjutkan pendidikan ke sekolah mana dalam zonasi tersebut termasuk alternatif pilihan keduanya.

Sedangkan, bagi siswa yang merasa ingin memperoleh layanan pendidikan lebih dari yang disiapkan negara, Muhadjir menyarankan untuk melanjutkan pendidikan pada sekolah swasta yang bermutu baik.

Selanjutnya Muhadjir mengatakan, untuk zonasi yang kekurangan ruang kelas dengan daya tampung tinggi untuk menerapkan zonasi. Muhadjir mengaku, pemerintah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan hingga tahun ajaran baru dimulai.

“Untuk masalah daya tampung sekolah kami lakukan indentifikasi sejak awal maka sekolah dan pemerintah daerah mempersiapkan dari jauh-jauh hari kebutuhan sarpras seperti penambahan ruangan, pembangunan gedung baru dan lainnya, sehingga peserta didik dalam zonasi tersebut mendapat hak yang sama,” papar guru besar Universitas Negeri Malang ini.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/