Iham Ramadhan, Penjaga Gawang Muda Wakili Garut ke China

Iham Ramadhan, Penjaga Gawang Muda Wakili Garut ke China

Iham Ramadhan, Penjaga Gawang Muda Wakili Garut ke China

Garut-Ilham Ramadhan (15), diswa Kela 9 SMPN2 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut

, mendapat kesempatan mengikuti kegiatan UUM My Global Yangtze Normal University International Mobility Programme di Yangtze University, Chongqing, China pada tanggal 22 November 2017 hingga 22 Januari 2018 mendatang.

Kepastian tersebut diperoleh setelah pihak Pengurus Indonesia National Football Academy (INFA) mengundang Ilham   bergabung dalam satu kontingen, bersama pelajar lainnya dari wilayah koordinasi INFA yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Kontingen INFA menjadi satu-satunya tim yang mendapatkan undangan resmi kegiatan UUM My Global Yangtze Normal University International Mobility Programme ini. Kegiatan yang akan diikuti Ilham ini, telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Selama dua bulan, putra kedua dari tiga bersaudara anak pasangan Ucu Saadah

, S.Pd (46) dan Wawan Setiawan (53) ini, akan mengikuti sejumlah kegiatan, di antaranya turnamen sepakbola internasional, pertukaran pelajar, study banding, kursus bahasa dan kebudayaan internasional.

Ilham Ramadhan bersama satu rekannya satu sekolah mewakili Garut yang akan bergabung bersama tim INFA ke China, dengan jumlah keseluruhan tim sebanyak 41 orang.

Ucu Saadah, ibunda Ilham, yang sehari-hari mengajar di SDN Bayongbong 2 mengungkap rasa bangga dan bahagianya dengan dikirim putranya ke China. Ia sangat berharap putranya bisa menggapai cita-citanya sebagi pemain sepakbola profesional. “Kawitna mah pun lanceuk (suami) teu ngawidian margi benten bahasa sareng budaya. Namung abdi ngemut upami anak mampuh sareng kanggo kamajengan sareng pangalaman pun anak nu keyeng hoyong angkat, ahirna diwidian” (awalnya, suami saya tidak mengijinkan karena bahasa dan budayanya berbeda. Namun, saya pikir bila ananya mampu dan demi keamajuan dan pengalaman anak saya yang sangat berhasarat untuk berangkat, akhirnya kami ijinkan), ujar Ucu didampingi suaminya.

 

Menurut Ucu, bakat anaknya muncul saat berusia empat tahun, dan saat usia SD

 

dimasukkan ke SSB (Sekolah Sepak Bola) di kampung halamannya di Bayongbong. Namun memasuki kelas 8, orang tuanya memasukkan Ilham di SSB Young Tigers di Pusenif Bandung. Keluarga ini dilalhirkan sebagai keluar sepak bola, uniknya keahlian khusus yang dimiliki adalah penjawga gawang. “Emang sareng uwana sadayana gaduh kaahlian janten kiper”, ujar Ucu

Keberangkatan tim terbagi dalam lima penerbangan, dimana penerbangan pertama pada tanggal 20 November 2017, sedangakan Ilham bersama 11 orang temannya dari daerah lain di Indonesia berangkat pada tanggal 22 November 2017.

Baca Juga :