Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia
Ini Sejarah Perkembangan Nuklir di Indonesia

Demi memperoleh gambaran yang menyeluruh atas perkembangan teknologi nuklir nasional,

Tim Kajian Nuklir Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia melakukan kunjungan ke reaktor nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Serpong, Banten, Agustus lalu.

Para peserta yang dikhususkan bagi para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri tersebut berasal dari PPI Belanda, Permira Rusia, PPI Tiongkok, PPI Iran, PPI Romania, LIPI, serta komunitas muda nuklir nasional, dan rekan-rekan dari Universitas Pertahanan.

Ketua Tim Kajian Nuklir PPI Dunia Dwi Rahayu mengatakan, acara terdiri atas dialog interaktif dengan ahli nuklir BATAN, penjabaran mengenai hasil produk penelitaian nuklir dari BATAN yang sudah ada, kunjungan langsung ke reaktor (laboratorium) nuklir Serpong.

’’Kami juga melakukan diskusi tentang pemanfaatan teknologi nuklir yang sudah dilakukan

di negara lain dan yang tengah dilakukan di Indonesia,’’ papar Dwi yang sedang menempuh pendidikan S2 jurusan Nuclear Power and Thermophysics dengan fokus Advanced Technology of Light Water Nuclear Reactors di National Reseacrh Nuclear University, Moscow, Russia tersebut.

Kepala Subbid Edukasi Publik BATAN Adipurwa yang menyambut rombongan menjabarkan sejarah perkembangan nuklir nasional. Adipurwa menjelaskan bahwa titik awal perkembangan ketenaganukliran nasional telah ada semenjak era presiden pertama Indonesia, presiden Soekarno di tahun 1954.

Pada tahun tersebut presiden Soekarno membentuk Panitia Negara yang bertugas

melakukan penyelidikan adanya kemungkinan sisa zat radioaktif di wilayah NKRI akibat uji coba persenjataan. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal BATAN.

Perkembangan teknologi nuklir nasional terus mengalami pasang surut seiring dinamika politik yang ada. Pada kesempatan tersebut turut dijelaskan juga standar keamanan berlapis yang diterapkan di seluruh fasilitas nuklir nasional.

Demi menjamin tingkat keamanannya, sistem keamanan ini distandardisasi menurut standar internasional yang rutin diinspeksi berkala oleh Badan Atom Internasional (IAEA). (*)

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768