INSTITUSI (INSTITUTION)

INSTITUSI (INSTITUTION)

INSTITUSI (INSTITUTION)
INSTITUSI (INSTITUTION)

Sasaran penguatan pilar institusi tahun 2015 adalah : “masyarakat berpemikiran terbuka yang mengkonsumsi produk kreatif lokal”.

Sasaran ini dapat dicapai dengan arah penguatan pilar institusi sebagai berikut:

Penciptaan penghargaan terhadap hak atas kekayaan intelektual (HKI) dan pengakuan terhadap manfaatnya bagi ekonomi;
Peningkatan apresiasi terhadap budaya bangsa yang diwujudkan dalam penghargaan pada produk bermuatan budaya daerah/nasional yang berkualitas;
Peningkatan kesadaran dan penghargaan dunia internasional terhadap produk / jasa bermuatan budayanya yang membawa manfaat ekonomis;
Penciptaan masyarakat kreatif yang saling menghargai dan saling bertukar pengetahuan demi kuatnya industri kreatif nasional.
LEMBAGA PEMBIAYAAN (FINANCIAL INTERMEDIARY)

Sasaran penguatan pilar lembaga pembiayaan tahun 2015 adalah : “tercapainya tingkat kepercayaan yang tinggi oleh lembaga keuangan maupun donor terhadap industri kreatif sebagai industri yang menarik untuk berinvestasi dan terciptanya informasi simetrik antara pelaku usaha dengan lembaga intermediasi.

Sasaran ini dapat dicapai dengan arah penguatan lembaga pembiaayaan sebagai berikut:

Penciptaan skema dan lembaga pembiayaan yang mendukung tumbuh kembangnya industri kreatif di Indonesia;
Penguatan hubungan antara bisnis, pemerintah dan cendekiawan dengan lembaga keuangan.
KOLABORASI ANTAR AKTOR UTAMA

Untuk mendapatkan hasil optimal pengembangan industri kreatif, diperlukan kolaborasi antar aktor utama dengan starting point dari ketiga aktor utama ini adalah:

Komitmen cendekiawan, bisnis dan pemerintah, koordinasi antara ketiga aktor secara berkesinambungan, serta mengupayakan sinergi untuk mengembangkan industri kreatif.
Komitmen ini meliputi keterlibatan non finansial dan finansial. Dalam hal finansial , pembiayaan program pengembangan industri kreatif dapat dilakukan melalui: APBN, dana donor lokal dan asing (Pemerintah), melalui APBN, Corporate Social Responsibility, dan R&D (bisnis), atau alokasi dana riset (cendekiawan). Sedangkan secara non finansial dapat berupa pelaksanaan administrasi publik yang lebih cepat dan efisien, komitmen tenaga pendidik untuk memberikan materi sebaik-baiknya, atau dukungan pelaku usaha untuk memberikan mentoring kepada pihak yang terkait/berkepentingan.
Membentuk knowledge space bagi industri kreatif dengan menciptakan media pertukaran informasi, knowledge, skill, teknologi, pengalaman, preferensi dan lokasi pasar, serta informasi-informasi lainnya.
Media informasi ini dimaksudkan untuk mengusahakan terciptanya kondisi informasi sempurna bagi seluruh pelaku industri kreatif. Kondisi informasi sempurna, simetris bagi seluruh pelaku sangat penting untuk menciptakan iklim industri yang kondusif menuju perkembangan yang agresif.
Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Berdasarkan analisis serta penentuan arah dan saran pengembangan industri kreatif , maka peta jalan penguatan pilar dan landasan (2009-2015) adalah sebagai berikut:

Hal. 107

….

Peta jalan pengembangan industri kreatif di atas dapat dijabarkan menjadi arah serta strategi pengembangan pada matriks berikut ini. Arah serta strategi ini nantinya merupakan pedoman untuk mengembangkan industri kreatif pada masing-masing lembaga pemerintah terkait dalam membuat rencana kerja atau rencana aksi.

SASARAN:

Masyarakat dengan pola pikir dan moodset kreatif yang didukung oleh talenta dan pekerja kreatif……..
Arah: Peningkatan jumlah SDM kreatif yang berkualitas :
Strategi: ……….
……Membangun akses pertukaran informasi dan pengetahuan (knowledge sharing) di masyarakat lewat ruang publik baik secara fisik maupun maya, dalam skala nasional maupun internasional (DEPERDAG, DEPKOMINFO….)…hal.108.
Arah: Peningkatan jumlah dan perbaikan kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan talenta kreatif yang sesuai kebutuhan.
Strategi: ……….
……Menciptakan link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan sektor industri kreatif yang membutuhkan. (DEPDIKNAS….. DEPKOMINFO….)…hal.109.
Arah: Penekanan komitmen dan political will pemerintah untuk meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap insan kreatif sebagai profesi yang membawa nilai tambah secara ekonomi dan sosial.
Strategi: Memberikan dukungan kepada insan kreatif yang berbakat yang mendapat kesempatan di dunia internasional. (DEPLU, DEPPERDAG….. DEPKOMINFO….)…hal.109.
Memberikan dukungan kepada kegiatan dan organisasi seni budaya dan iptek yang berperan dalam industri kreatif…(DEPPERDAG, DEPPAR, , DEPKOMINFO…)
Menyelenggarakan acara dan program yang menggali mengangkat dan mempromosikan talenta kreatif yang ada di masyarakat (DEPPERDAG, DEPPAR, DEPKOMINFO….)
Membangun mekanisme kemitraan antara insan kreatif terkemuka dan yang potensial untuk dikembangkan lewat proses mentoring (DEPPAR, DEPPERIN, DEPPERDAG, DEPKOMINFO)
Arah: Peningkatan jumlah enterpreneur kreatif secara signifikan sehingga mendorong tumbuhnya lapang kerja kreatif.
Arah: Pengakuan dunia internasional terhadap kualitas insan kreatif Indonesia yang kiprahnya secara langsung maupun tidak langsugn dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia.
Industri kreatif yang unggul di pasar domestik dan asing, dengan peran dominan wirausahawan lokal, dalam suatu iklim usaha dan persaingan yang sehat.
Arah: Peningkatan daya tarik, subsektor industri kreatif, agar menjadi tempat yang menarik untuk berkarir dan berinvestasi.
Strategi: Memperluas jangkauan distribusi misalnya dengan memperluas saluran (channel) distribusi. (DEPPERDAG, DEPKOMINFO, PEMDA)
….
Arah: Peningkatan efisiensi serta produktivitas industri untuk meningkatka keunggulan komparatif.
Strategi: ….
Melakukan penataan jangkauan distribusi meliputi infrastruktur transportasi serta infrastruktur komunikasi (DEP-PU, PEMDA, DEPHUB, DEPKOMINFO)
iii. ….
Arah: Peningkatan inovasi bermuatan lokal, untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
Strategi: ….
Melakukan diseminasi informasi pasar, pengetahuan, desain, dan teknologi dengan dikembangkannya melalui pusat informasi ekonomi kreatif (DEPPERDAG, DEPKOMINFO, DEPDIKNAS)….—> (SIMPLIK BTIP)
Memberikan apresiasi/penghargaan kepada insan kreatif secara berkesinambungan (DEPPERDAG, DEPKOMINFO….)
….
Teknologi yang memperkaya ide kreasi, memperkaya ide kreasi, mentransformasikan ide menjadi karya nyata, terjangkau masyarakat Indonesia dan senantiasa berevolusi menuju inovasi yang lebih baik.
Arah: Pembentukan basis-basis teknologi pendukung industri kreatif menuju klaster teknologi.
Strategi: Membuat prioritas basis-basis pendukung teknologi kreatif, khususnya yang terkait dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (DEPKOMINFO, DEPDIKNAS, BPPT, DEPPERIN).

Mengembangkan industri piranti keras dalam negeri sebagai penopang teknologi industri kreatif (DEPPERIN, DEPKOMINFO, BKPM).
Arah: Penguatan kapasitas kemampuan teknologi SDM dan computer literacy.
Strategi: Meningkatkan jumlah dan mutu lembaga pendidikan dan pelatihan TIK (DEPDIKNAS, DEPKOMINFO)
Menjalin strategic partnership dengan negara yang sudah maju pada teknologi kreatif (technocreative)….(MENRISTEK….DEPKOMINFO)
Mengembangkan pengelolaan sertifikasi atas teknologi (MENRISTEK, …DEPKOMINFO)
Mengembangkan internet goes to sentra-sentra UKM/IKM Industri kreatif (DEPKOMINFO, PEMDA).
Arah: Penguatan iklim usaha kondusif untuk merangsang investasi teknologi dan infrastruktur teknologi.
Strategi: Melakukan revitalisasi regulasi impor teknologi pendukung industri kreatif dan tarif komunikasi (DEPERDAG, ….,BEA CUKAI, DEPKOMINFO)
Melakukan sosialisasi regulasi TIK kepada seluruh lapisan masyarakat secara intensif (DEPKOMINFO)
Memberikan insentif-insentif investasi teknologi serta infrastruktur teknologi (BKPM, DEPKOMINFO, DEPDIKNAS, DEP.PU)
Pemanfaatan bahan baku sebesar-besarnya bagi industri lokal untuk menciptakan nilai tambah dan tingkat utilisasi yang tinggi dan ramah lingkungan.
Arah: Penguatan kapasitas kemampuan SDM dalam memanfaatkan bahan baku yang berasal dari alam.
Strategi: Peningkatan apresiasi dan promosi sadar lingkungan di subsektor industri yang intensif menggunakan bahan baku alam.
Pembentukan basis-basis teknologi yang mengolah sumber daya alam pendukung industri kreatif.
Penciptaan iklim kondusif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri kreatif dalam negeri.
Masyarakat berpemikiran terbuka yang mengkonsumsi produk kreatif lokal.
Penciptaan penghargaan terhadap HKI & pengakuan terhadap manfaatnya bagi ekonomi
Arah: Mengkampanyekan pentingnya kreativitas dan HKI sebagai modal utama keunggulan bersaing dalam era ekonomi kreatif (DEPKUMHAM, DEPDIKNAS, DEPKOMINFO)
Memberantas praktek pembajakan produk kreatif yang menghambat tumbuhnya kreativitas (DEPKUMHAN, DEPKOMINFO, POLRI)
Menyusun dan mengimplementasikan kebijakan mengenai HKI secara konsisten, efisien dan mengedepankan muatan ekonomis di dalam HKI (DEPKUMHAM, DEPKOMINFO, DEPPERDAG, DEPPERIN)
….
Peningkatan apresiasi terhadap budaya bangsa yang diwujudkan dalam penghargaan pada produk bermuatan budaya daerah/nasional yang berkualitas.
Strategi: …
Mengkampanyekan penggunaan produk kreatif dalam negeri sebagai budaya bagi masyarakat dan bentuk apresiasi masyarakat (DEPPERDAG, DEPPAR, DEPPERIN, DEPKOMINFO)

Sumber : https://belinda-carlisle.com/puzzle-horror-apk/