Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

Jenis-jenis Peta dan Penggunaannya

RG Squad, tahukah anda kalau penduduk asli Eskimo, Indian (suku nomaden di Asia dan Afrika) dikenal sebagai pembuat peta yang baik? Mereka juga sering disebut sebagai kartograf gara-gara kemampuannya. Nah tentunya, peta yang dibuat oleh orang Eskimo ada bermacam-macam. Sebagaimana jenis-jenis peta yang akan kita bahas dengan di bawah ini.

Pengertian peta

Peta adalah gambar permukaan bumi yang rinci dan ukurannya telah diperkecil terhadap suatu bidang datar, sebagaimana penampakannya dari atas. Fungsinya untuk:

Menunjukkan lokasi terhadap permukaan bumi;
Menggambarkan luas, pola, dan wujud beraneka tanda-tanda alami dan manusia;
Menentukan arah dan juga jarak suatu tempat;
Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat;
Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami;
Memungkinkan pengambilan analisis dari knowledge atau Info yang tersaji, serta;
Melihat terdapatnya gerak pergantian dan juga prediksi dari hasil pertukaran barang-barang persebaran kesibukan industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.
Suatu peta dapat dikatakan lengkap kalau terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

Judul: terdapat di bagian paling atas, biasanya menyebutkan model peta, lokasi wilayah, dan juga kondisi yang dideskripsikan dalam peta tersebut.
Skala: angka yang membuktikan perbandingan jarak di peta dan jarak sebenarnya.
Tanda arah: dikenal juga dengan nama mata angin, bentuknya layaknya panah yang senantiasa mengarah ke atas untuk membuktikan arah utara.
Tata warna: untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang menghendaki ditampilkan.
Simbol: tanda-tanda yang umum, dipakai untuk mewakili kondisi sebenarnya ke dalam peta, dan dapat diklasifikasikan menjadi:
Simbol fisiografis (fisik), seperti: relief, hidrologis, oseanologis, klimatologis, dan sebagainya.
Simbol kultur, contohnya: jalan transportasi, batas sungai, dan sebagainya.
Lettering: tulisan atau angka yang dapat mempertegas arti dari simbol-simbol di peta.
Legenda: fungsinya memperjelas info dari lambang yang ada dalam peta. Biasanya terletak di bagian tepi peta.
Inset: tujuannya membuktikan lokasi yang penting, tapi tidak cukup mengetahui dalam peta, dan juga mempertajam atau memperjelas tidak benar satu bagian peta.
Garis astronomis: bermanfaat memilih lokasi suatu tempat, ditandai dengan garis tepi yang membuktikan angka derajat, menit, dan detik tanpa mengakibatkan mesti garis bujur dan lintang.
Garis tepi: biasanya dibuat rangkap. Garis ini dapat dijadikan perlindungan dalam mengakibatkan sebuah peta pulau atau suatu wilayah, supaya letaknya dapat pas di tengah.
Tahun pembuatan: disebut juga dengan reproduksi. Ini tidak serupa dengan th. kondisi peta ya, Squad. Misalnya, di th. 2018 anda mengakibatkan peta persebaran penduduk Indonesia th. 2005. Maka dalam judul mesti dicantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2005”. Sedangkan, di luar garis anda mesti tulis th. reproduksinya, yakni th. 2018. Paham, ‘kan?
Jenis-jenis Peta

Peta dapat diklasifikasikan jadi lebih dari satu macam, yaitu:

1. Berdasarkan skala

Peta teknik/kadaster,skala 1 : 100 hingga dengan 1 : 5000.
Peta berskala besar, skala 1 : 5.000 hingga dengan 1 : 250.000.
Peta berskala medium, skala 1 : 250.000 hingga dengan 1 : 500.000.
Peta berskala kecil, skala 1 : 500.000 hingga dengan 1.000.000.
2. Berdasarkan kondisi objek
Peta dinamik, melukiskan kondisi yang berubah-ubah. Misal, peta transmigrasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
Peta stasioner, melukiskan kondisi yang stabil. Misal, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.
3. Peta topografi
Gambar wujud permukaan bumi yang dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi), kebudayaan, dan sebagainya.

4. Peta Statistik

Peta statistik distribusi kualitatif, melukiskan kevariasian model data, tanpa pertimbangkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
Peta statistik distribusi kuantitatif, melukiskan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsi
Dapat dibedakan menjadi:

Peta geografi dan topografi;
Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
Peta lantas lintas dan komunikasi;
Peta yang terkait dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
Peta cuaca dan iklim;
Peta ekonomi dan statistik.

Baca Juga :