Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia
Kisah Sukses Prita Kemal Gani dalam Memajukan Kehumasan di Indonesia

Peran kehumasan dalam sebuah lembaga/ perusahaan memiliki peranan vital dalam mengomunikasikan visi

dan misi yang akan dituju. Taatkala berbicara public relations tidak terlepas dari lembaga pendidikan, yaitu London School Public Relations (LSPR) Jakarta yang bermula dari sebuah lembaga kursus menjelma menjadi sekolah tinggi ilmu komunikasi (STIKOM) dan telah diperhitungkan.

Kali ini media INDUSTRY.co.id berkesempatan berbincang-bincang dengan Prita Kemal Gani, pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations.

Bagaimana Perjalanan Pendidikan Ibu sebelum di Posisi Sekarang?

Saya lahir di Jakarta pada 23 November 1961. Saya salah seorang di antara lima bersaudara yang lahir dari pasangan Sudaryono (ayah) berdarah Jawa dengan Tity (Ibu) yang berdarah Minangkabau. Sebelum menekuni PR, saya kuliah di Akademi Perhotelan Trisakti (1981-1984) atas anjuran Ibu karena waktu itu kami punya hotel di Bengkulu, dan karena saya satu-satunya anak wanita untuk meneruskan dan mengelola hotel.

Kemudian saya melanjutkan degree program ke Inggris di London City College of Management pada 1984

. Di pilihnya Inggris sebagai tempat mempelajari ilmu PR karena mendapat masukan kalau PR di Inggris lebih baik dari pada Amerika Serikat.

Setelah tiga tahun selesai studi PR, saya melanjutkan ke Filipina untuk meraih gekar Master Business Adminitration dari International Academic of Management & Economic Manila pada tahin 1990. Sepulang dari Filipina,saya bergabung di Clark Hatch Filness Centre Hotel Hilton,Jakarta.

Sebenarnya,saya sudah bergabung di Clark Hatch sejak 1982,tapi itu baru pulang.Ketika pulang dari Inggris , mereka tetap menerima saya. Selain karena saya punya kemampuan, ini juga menjadi bukti bahwa begitu minimnya sumber daya manusia di bidang PR yang memiliki kredibilitas tinggi saat itu.

Dorongan Paling Mendasar yang Membuat Ibu Terus Jatuh Cinta di dunia Public Relation?

Sejak remaja saya ingin menjadi public relations dan jatuh cinta dengan profesi ini. Dunia humas itu juga seperti Art,

dalam menyampaikan sebuah informasi kepada masyarakat luas kepada sejumlah orang yang banyak itu perlu satu cara atau kemasan bagaimana cara menyampaikannya dan tentu ada seninya, misalnya menyampaikan pesan kepada orang yang lebih tua atau golongan orang-orang senior atau kepada remaja atau kepada anak-anak nah di situlah seninya yang selalu membuat saya ingin terus berkarya dan berkreativitas dan juga saya ingin banyak sekali remaja-remaja yang memilih profesi itu menjadi seorang public relation.

Tantangan Paling berkesan yang Ibu Hadapi dalam Perjalanan selama lebih dari Seperempat Abad Ini

Sebagai edukator tentu dari tahun ke tahun mempunyai mahasiswa dosen yang dinamis ini selalu ada duka ada senang, ada ada semangat ada juga kadang nggak. Tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini adalah mendidik anak milenial yang mana mereka selalu berpikir segala sesuatu itu bisa instan bisa lebih mudah, mereka memang lebih cepat daripada kita mereka bisa dalam bekerja belajar namun, demikian dalam hidup ini selalu ada proses Jadi itulah yang harus menjadi tantangan kita untuk menalarkan ini dan mengajarkan kepada anak-anak kita semua bahwa untuk mencapai kesuksesan cita-cita itu perlu proses.

 

Baca Juga :