Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat

Larangan Penggunaan Pukat
Larangan Penggunaan Pukat

BANDUNG-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti,

menerbitkan regulasi, yaitu Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang
pelarangan pemakaian alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Sein Nets) di wilayah negara ini.

Dampak terbitnya peraturan tersebut yaitu hasil penangkapan para nelayan anjlok. Merosotnya hasil penangkapan itu, secara otomatis membuat pendapatan kalangan tersebut pun turun.

“Contoh, di Pantai Selatan, yaitu Garut, hasil penangkapan

nelayan drop 60-65 persen setiap hari. Para nelayan di Rancabuaya, Pameungpeuk, Sandang, dan Cimari, biasanya mampu menangkap ikan hingga 150 ton. Kini, pasca penerbitan peraturan itu, turun menjadi 60 ton,”ungkap Ketua Terpilih DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNS) Jabar, H. Nandang A. Permana, Jumat (3/4).

Nandang menjelaskan, peraturan itu mewajibkan para nelayan menggunakan jaring yang ramah lingkungan. Akan tetapi, lanjutnya, peraturan itu tidak menjelaskan maksud jaring ramah lingkungan. Sebenarnya, ungkap dia, pihaknya sudah bertanya tentang jenis nelayan ramah lingkungan tersebut. Sayangnya, ujar Nandang, pemerintah tidak menyebutkan contohnya. Hal itu, lanjut dia, membingungkan kalangan nelayan.

Nandang menilai kurangnya azas keadilan dalam peraturan tersebut

. Itu karena, jelas dia, peraturan itu berlaku umum sehingga menyamaratakan antara kalangan nelayan yang berperahu besar dan kecil. Padahal, ucap dia, ada perbedaan antara nelayan besar dan kecil. “Situasi ini, jelas berdampak besar, khususnya, bagi kalangan nelayan kecil,” sahut Nandang.

Nandang berpandangan, terbitnya regulasi itu pun tidak melalui uji publik dan peninjauan secara terlebih dahulu dan terkesan terburu-buru serta kurang memperhatikan aspirasi kalangan nelayan. Tidak itu saja, tambahnya, regulasi tersebut tidak tersosialisasikan. Baiknya, tuturnya, sebelum terbit, pemerintah melakukan uji publik dan berlanjut pada sosialisasi. Akibatnya, kata Nandang, kalangan nelayan
terkejut oleh terbitnya peraturan tersebut. jo

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan