Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Lima Tujuan Revitalisasi SMK
Lima Tujuan Revitalisasi SMK

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pengembangan potensi sekolah dan prestasi siswa

. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, dalam mendukung program revitalisasi SMK, Hadadi menekankan seluruh masyarakat sekolah bekerjasama untuk memajukan sekolahnya.

“Kami ingin seluruh SMK di Jawa Barat dalam semua hal itu harus maju. Maju bersama, sukses kita semua. Semua berprestasi, semua harus sukses,” ucap Hadadi saat ditemui di ruangannya, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman No.6, Kota Bandung, pada Selasa, 16 Oktober 2018.

            Hadadi mengatakan, lulusan SMK seringkali disebut-sebut sebagai penyumbang

pengangguran terbesar di Indonesia. Maka pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan lulusan SMK agar lebih produktif dan aktif. Hal ini sesuai dengan  tujuan revitalisasi SMK.

Menurut buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK : 10 Langkah Revitalisasi SMK, oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan,  Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ada lima tujuan Revitalisasi SMK, pertama mewujudkanLink and Match sekolah dengan Dunia Usaha/Industri.

Kedua, mengubah paradigma daripush menjadi pull. Artinya mengubah paradigma SMK

yang dulunya hanya mendorong untuk mencetak lulusan saja tanpa memperhatikan kebutuhan pasar kerja berganti menjadi paradigma mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar kerja mulai dari budaya kerja dan kompetensi yang diperlukan dalam pasar kerja dan menariknya ke dalam SMK untuk disusun kurikulum SMK yang diselaraskan dengan kurikulum industri.

Ketiga, mengubah pembelajaran dari supply driven ke demand driven. Keempat, menyiapkan lulusan SMK yang adaptable terhadap perubahan dunia untuk menjadi lulusan yang dapat bekerja, melanjutkan, dan berwirausaha. Kelima,mengurangi/menghilangkan kesenjangan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) baik dari aspek teknologi, administratif, maupun kompetensi.***

 

Sumber :

https://rushor.com/niat-sholat-tahajud-dan-witir/