Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital
Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Kemajuan teknologi telah menciptakan era tersendiri bagi masyarakat,

khususnya dalam hal memperoleh informasi. Para siswa saat ini merupakan generasi di era digital, dimana segala informasi bisa didapatkan dengan mudah di jejaring internet. Melihat fenomena ini, guru dituntut untuk berperan lebih dari sekedar tempat mencari jawaban, namun juga sebagai penuntun dan pembentuk karakter yang kuat. “Guru tak boleh hanya memberikan materi saja, karena Google juga memilikinya,” ujar Muchlas Samani saat acara Bedah Buku berjudul ‘Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah?.’

Sebagai salah satu bentuk kontribusi pendidikan.id untuk dunia pendidikan digital, maka pendidikan.id turut mendukung acara yang diadakan di Ruang Rektorat Kampus UNESA ini, pada Sabtu (25/03/2017). Budi Darma, sastrawan sekaligus Guru Besar UNESA dan Muhammad Nuh, måntån menteri pendidikan hadir sebagai penyaji bersama dengan Muchlas Samani, sang penulis buku ’Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah’ yang diterbitkan olleh Unesa Press. Acara yang berlangsung pk. 09.00 – 12.00 ini dimoderatori oleh Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, dan dihadiri kurang lebih 200 guru/akademisi dari seluruh sekolah di Surabaya.

Peserta seminar menyanyikan lagu Indonesia Raya

 

Hakikatnya, fungsi sekolah yaitu untuk mempersiapkan lulusan-lulusan handal di dunia kerja

. Lulusan yang handal bukan hanya dillhat dari penguasaan ilmu pengetahuan, namun juga karakter dan skill. Oleh karena itu, Muchlas mengungkapkan, jika semua pengetahuan atau informasi baku bisa didapatkan dari google, maka tugas guru kini lebih pada sektor skill dan karakter. Penanaman karakter dan skill seperti belajar mandiri, berpikir kritis, bersaing, bertanding dan bersanding secara global. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menuntun siswanya dalam mencari informasi di internet, agar tidak mendapatkan informasi yang salah atau justru bernilai negatif.

Di sela-sela acara, Ginting Satyana, senior staff

.id, juga hadir sebagai praktisi yang memberikan pendapat atau tanggapan mengenai era digitalisasi bagi pendidikan. Pada kesempatan ini, ia sekaligus memperkenalkan inovasi baru dalam pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan mesin KIPIN ATM. KIPIN ATM merupakan sebuah mesin yang berisi ribuan buku pelajaran, latihan soal, video pendidikan dan komik literasi. Semua fitur tersebut dapat diakses secara gratis oleh siswa-siswi Indonesia, untuk meningkatkan proses belajar mereka.

 

Baca Juga :