Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa
Masuk Tahun Ajaran Baru, Toko Buku Ramai Diserbu Orangtua Siswa

Orangtua siswa yang rata-rata ibu-ibu penuhi sejumlah toko peralatan sekolah di Purwakarta

. Seperti terlihat di salah satu toko buku di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (13/7).

Seorang pembeli, Ida Nuraida (40) warga Nagri Kaler mengatakan bahwa ia datang ke toko buku AA untuk membeli perlengkapan belajar sekolah untuk kedua putranya.

“Beli sampul buku, kertas, untuk persiapan keperluan sekolah. Pensil, alat tulis, dan buku sudah di beli kemarin, di toko ini juga,” kata Ida.

Tidak hanya Ida, Asep Dadang (43) warga Maracang pun membeli perlengkapan sekolah anaknya di toko yang sama. Datang bersama istri dan anak perempuannya, dirinya memilih berbagai macam perlengkapan untuk belajar anaknya nanti.

Mulai dari buku, kertas, pensil dan pulpen hingga serutan masuk dalam keranjang belanjaan Mukhtar.

“Belanjaan peralatan tulis ini untuk kedua anak saya, yang baru masuk TK dan yang baru naik kelas 5 SD,” ucapnya.

Ia pun mengaku rutin berbelanja di toko alat tulis yang berada di pusat kota itu. Setiap menjelang tahun ajaran baru pun, bisa dipastikan ia membeli ATK anaknya di toko tersebut.

Toko Buku Raup Untung

Saking banyaknya orang tua yang membelikan anaknya keperluan belajar seperti buku atau alat tulis, keuntungan pun diraup toko tersebut.

Herman (25), penjaga Toko AA mengatakan hampir setiap hari dipenuhi pembeli.

“Setiap hari ramai seperti begini. Kenaikan lebih dari 60 persen dibandingkan hari biasa atau setelah masuk ajaran baru,” kata Herman.

Menurutnya, tidak kurang dari 200 dus atau lebih dari 5000 buku, habis setiap harinya dibeli warga.Ia pun menjelaskan bahwa para pembeli biasanya memborong buku tulis berbagai ukuran dan merk, pensil dan pulpen.

Para orang tua yang anak-anaknya baru memasuki jenjang sekolah, kata Herman, yang biasanya membeli cukup banyak peralatan tulis tersebut.

Ramainya toko dua lantai oleh para pembeli pun dirasakan pihaknya lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

“Mulai dari lebaran sampai hari ini, masih ramai, biasanya paling satu atau dua minggu, ini udah sebulan masih penuh. Karena libur sekolahnya kan tahun ini lebih lama,” ujarnya.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-nama-kota-makassar/