Menjaga Ibu dan Bayi Tabung

Kesehatan ibu merupakan faktor penting untuk keberhasilan IVF. Karena itu, ketika menjalani IVF, ibu disarankan untuk menjaga kebugaran fisiknya dan mengurangi aktivitas yang menyebabkan kelelahan.

Meski begitu, ini sebenarnya tidak menjadi penghalang bagi Anda untuk bergerak aktif. Namun, perhatian harus diberikan dalam menentukan jenis kegiatan yang ingin Anda lakukan. Jenis kegiatan tentunya harus disesuaikan dengan setiap fase program IVF.

Mengapa ibu tidak boleh kehabisan selama IVF?

Ada dua alasan mengapa ibu yang menjalani IVF perlu mempertahankan energi tubuh mereka dan tidak boleh kelelahan. Berikut ulasannya:

1. Aktivitas fisik yang berkaitan dengan kesuburan
Aktivitas fisik membuat tubuh Anda kuat, bugar, dan penuh energi untuk menghadapi kehamilan. Namun, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menghambat pelepasan sel telur dan mengubah seluruh siklus menstruasi.

Beberapa jenis aktivitas fisik juga dapat memengaruhi perkembangan dinding rahim. Pada awal kehamilan, dinding rahim harus menebal sehingga embrio dapat menempel dan berkembang.

Jika Anda berolahraga terus menerus secara terus menerus, aliran darah yang harus difokuskan untuk mengentalkan lapisan rahim sebenarnya dialihkan ke organ lain. Kondisi ini memastikan bahwa penebalan uterus tidak optimal.

Itulah sebabnya, melakukan latihan kelelahan yang intens saat menjalani program fertilisasi in vitro dapat memengaruhi perkembangan dinding rahim sehingga juga memengaruhi hasil IVF secara keseluruhan.

2. Obat-obatan dalam IVF membuat ibu merasa lelah
Program IVF menggunakan obat-obatan khusus yang mendukung kesuburan. Obat-obatan ini bekerja dengan meningkatkan jumlah hormon tertentu yang membantu pematangan dan pelepasan telur (ovulasi).

Apa pun yang memengaruhi hormon Anda akan menimbulkan efek samping, termasuk obat kesuburan. Efek samping yang sering terjadi termasuk perut kembung, mual, payudara sensitif, sakit kepala, perubahan mood dan perubahan nafsu makan.

Proses stimulasi ovulasi juga bisa membuat tubuh merasa lesu dan lelah. Inilah sebabnya mengapa ibu disarankan untuk mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan selama IVF.

Aktivitas fisik untuk wanita yang menjalani IVF

Meskipun perlu membatasi aktivitas fisik tertentu selama IVF, ini tidak berarti bahwa Anda hanya bisa berbaring di rumah. Aktivitas fisik diselingi dengan istirahat adalah kombinasi penting untuk tubuh yang bugar.

Aimee Eyvazzadeh, ahli endokrin reproduktif, menyarankan para ibu untuk melanjutkan aktivitas fisik dengan intensitas ringan. Kegiatan seperti ini bermanfaat untuk menjaga berat badan, mengelola stres, dan menyeimbangkan hormon.

Saat menjalani program IVF sehingga ibu tidak lelah dan tetap aktif, ada beberapa aktivitas fisik yang bisa dilakukan, termasuk:

Latihan aerobik seperti berjalan, bersepeda, jogging dan berenang selama 30 menit. Lakukan 5 kali seminggu.
Olahraga ringan untuk menguatkan otot seperti latihan dumbbell. Lakukan hingga 2 hari seminggu.
Gerakan untuk menguatkan otot panggul, seperti squat.
Yoga dan meditasi
Tugas harian.
Meskipun aktivitas di atas diklasifikasikan sebagai aman, sangat disarankan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Konsultasi ini bermanfaat agar calon ibu tahu dengan pasti apakah aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan dan aman saat dikenakan IVF atau tidak.

Ibu juga perlu memahami bahwa menjaga energi tubuh tidak hanya dilakukan dengan menghindari aktivitas berat. Asupan makanan yang kaya karbohidrat, nutrisi dan lemak juga memiliki peran penting sebagai kontribusi energi.

Baca juga: