324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK
324 Siswa SMAN 10 Kota Bogor Ikuti LDK

Sebanyak 324 siswa SMA Negeri 10 Kota Bogor mengikuti Latihan Dasar

Kepemim­pinan (LDK) di sekolahnya, Taman Yasmin, Kelurahan Curug Mekar, Ke­camatan Bogor Barat, kemarin. Tuju­annya agar ke depan para siswa mampu mandiri.

Koordinator Pelaksana LDK, Idar, mengatakan, kegiatan tersebut dige­lar untuk

membentuk siswa berka­rakter serta pemimpin masa depan yang lebih baik. ”Semoga dengan LDK yang bertemakan ”Membentuk siswa berkarakter, pemimpin untuk masa depan lebih baik” mampu membe­rikan kontribusi positif dan menjadi wadah atau kreativitas siswa,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan LDK ter­sebut merupakan program tahunan OSIS SMAN

dengan sasaran menum­buhkembangkan dan membentuk karakter kepemimpinan calon pen­gurus OSIS dan MPK masa bhakti 2018-2019. ”Insya Allah setelah mengik­uti LDK, mereka menjadi siwa-siswi berkualitas dan mandiri,” pungkasnya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran
19 SMP ‘Diadu’ Di Gor Pajajaran

Sebanyak 19 SMP di Kota Bogor beradu dalam ajang Lomba ”Kaulinan Urang Lembur”

Tingkat Kota Bogor 2018 di Lapangan Softball GOR Pajajaran, Jalan Pemu­da, Kelurahan Tanahsareal, kemarin.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, men­gatakan, Lomba “Kaulinan Urang Lembur” sengaja digelar untuk me­lestarikan permainan tradisional Sunda. Kegiatan ini juga diyakini bisa menggali potensi dan mengembang­kan budaya tradisional. “Khusus ge­nerasi milenial, lomba ini penting sekali untuk melestarikan Kaulinan Urang Lembur agar lebih dikenal ke seluruh pelosok Indonesia,” terangnya.

Bima Arya merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Sebab, banyak gene­rasi milenial

yang terlalu sering bermain gadget, sehingga memberikan efek negatif. Salah satunya kerusakan mata. “Sosial media harus mendidik, hoax itu merusak, game-game yang merusak pikiran anak-anak adalah musuh ber­sama. Untuk itu, mari kita kampanyekan permainan tradisional Kaulinan Urang Lembur agar lebih dikenal ke seluruh Indonesia,” terangnya.

Dengan adanya lomba tersebut, Bima Arya berharap anak milenial mengetahui permainan tradisional yang ada pada 60-90-an. Selain itu, juga agar anak-anak tidak diperbudak teknologi yang akan berdampak ne­gatif. “Tentunya sebagai upaya terus melestarikan permainan dari nenek moyang hingga generasi berikutnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebu­dayaan (Disparbud) Kota Bogor, Shah­lan Rasyidi,

menjelaskan, Lomba Kaulinan Urang Lembur tak lain un­tuk melestarikan permainan tradisio­nal Sunda, menggali potensi dan mengembangkan budaya tradisional. Selain memberikan ruang bagi kre­aktivitas siswa, lomba ini juga bertu­juan sebagai bentuk apresiasi dan hiburan bagi masyarakat. “Di samping itu, juga agar generasi milenial dapat mengenali dan bermain permainan tradisional Sunda yang mulai dilupa­kan dan terpinggirkan,” katanya

Sumber :

https://voi.co.id/

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu
SDN Layungsari 1 Rapuh, KBM Siswa Terganggu

SDN Layungsari 1, Kecamatan Bogor Selatan, masih dihantui rasa takut. Penyebabnya,

bukan cuma lokasinya yang berisiko terkena bencana longsor, kondisi bangunan juga mengkhawatirkan karena nyaris roboh.

Kepala SDN Layungsari 1, Kusnadi, mengakui kalau peserta didiknya kerap merasa cemas dengan kondisi bangunan. Kondisi ini membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kerap tak nyaman. “Mereka memang gelisah. Pertama, tebingan dekat sekolah itu sudah dua kali longsor. Kedua, bangunan sekolah juga sudah rapuh,” terangnya.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang rapuh di antaranya ruang belajar kelas 1, 2, 3 dan ruang guru.

“Ruangan itu langitnya sudah ambrol, sehingga kalau turun hujan air masuk menggenangi ruang belajar siswa,” katanya. Sejak dibangun, Kusnadi menuturkan, bangunan SDN Layungsari 1 ini belum pernah direnovasi. Tak heran bila saat ini kondisinya mulai rapuh.

“Kami sudah beberapakali mengusulkan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor

bahkan hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, tapi belum terealisasi juga,” katanya. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, pihak sekolah berinisiatif membuat kuda-kuda bangunan gedung dengan kayu pancang dari bawah. “Itu sifatnya sementara. Kalau didiamkan lama khawatir ambruk, terutama saat turun hujan,” keluhnya. Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, membenarkan rapuhnya kondisi bangunan SDN Layungsari 1. Ia memastikan jika bangunan itu telah diusulkan untuk segera dibangun. “Kita sudah ajukan renovasi kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perumkim) Kota Bogor, karena itu ada di ranahnya Perumkim. Kita tinggal menunggu realisasinya saja,” katanya

 

Baca Juga :

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar
31 Atlet Silat Siap Rebut Tiket Popda Jabar

Sebanyak 35 atlet pencak silat pelajar Kota Bogor mengikuti pemusatan latihan di Padepokan

Perguruan Pencak Silat, Ayu Pusaka Indonesia (API). Kegiatan ini dilakukan untuk menghadapi perhelatan akbar Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) yang akan digelar bulan depan di Kabupaten Cianjur.

Pelatih Utama Cabang Olahraga Pencak Silat, Kota Bogor, Lies Ismori, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan atlet cabang olahraga pencak silat untuk kontingen Kota Bogor yang akan berlaga di ajang Popwilda di Cianjur bulan depan. “Sebanyak 31 atlet yang dibina ini terdiri dari 23 atlet inti dan 8 atlet cadangan,” tuturnya.

Menurut Lies, seluruh perwakilan akan mengikuti 23 nomor pertandingan yang masing-masing

sembilan atlet akan turun di kelas tanding putra, delapan atlet akan turun di kelas tanding putri dan 12 atlet akan diturunkan di kelas beregu, baik putra maupun putri. “Para atlet ini tak hanya digembleng latihan, mereka juga akan diberikan pengalaman jam terbang berupa pertandingan dalam even terbuka sebelum diberangkatkan ke ajang Popwilda nanti,” tegasnya.

Soal target cabang olahraga pencak silat, Lies berharap atlet Kota Bogor bisa masuk di Popda Jabar

. “Kami ingin meloloskan atlet pencak silat kontingen Kota Bogor sebanyak mungkin menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat di Bandung,” tegasnya. Sekadar diketahui, atlet cabang olahraga pencak silat kontingen Kota Bogor itu terdiri dari pelajar SMKN 1 Kota Bogor. Empat atlet akan turun di kelas tanding, pelajar SMAN 8 sebanyak sembilan atlet akan turun di kelas tanding dan tunggal, pelajar SMPN 15 sebanyak lima atlet akan turun di kelas tanding dan beregu serta satu atlet pelajar SDN Ciparigi akan turun di nomor seni.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SXK9P25

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019
Catat! Mei Mulai Pendaftaran PPDB 2019

Masa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Bogor untuk semua

tingkatan pendidikan akan dimulai serentak pada Mei nanti. Dinas Pendidikan (Disdik) mengimbau agar orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya mulai mempersiapkan dan melengkapi berkas berkas pendaftarannya.

“Orang tua murid jangan ketinggalan informasi mengenai PPDB, silakan sejak jauh-jauh hari cari informasi yang jelas dan benar. Akan melanjutkan sekolah ke mana sesuai yang dituju, sehingga pada pelaksanaannya nanti orang tua tidak dipusingkan lagi dengan sistem pelaksanaan PPDB ini,” kata Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Disdik Kota Bogor Jajang Koswara.

Menurut Jajang, PPDB di lingkungan Disdik Kota Bogor itu akan diawali dengan PPDB tingkat

Taman Kanak Kanak atau TK, yang akan berlangsung pada 9 dan 10 Mei 2019, disusul dengan PPDB tingkat SD yang akan dilaksanakan pada 20 hingga 23 April 2019. “Untuk sekolah sekolah tertentu, bisa saja PPDB ini hanya dibuka satu hari, jika kuota atau kapasitas daya tampung siswanya sudah terpenuhi,” kata Jajang.

Sementara untuk PPDB SMP, kata Jajang, akan dilaksanakan pada 22 hingga 24 April 2019

, d imana untuk PPDB SMP dimulai dengan seleksi non akademik, yakni seleksi melalui jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua. “Setelah seleksi melalui jalur nonakademik, maka untuk tingkat SMP akan dilanjutkan melalui PPDB Online,” ujar Jajang.

Sementara untuk PPDB tingkat SMA/ SMK, menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 6 Kota Bogor Ichsan, hingga kini pihaknya masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat mengenai pelaksanaan PPDB SMA/ SMK.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SMFLZ2M

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN
PENDAFTARAN CIPTAAN

(1) Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan dan dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan.

(2) Daftar Umum Ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya.

(3) Setiap orang dapat memperoleh untuk dirinya sendiri suatu petikan dari Daftar Umum Ciptaan tersebut dengan dikenai biaya.

(4) Ketentuan tentang pendaftar an sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan Hak Cipta.

Pasal 36

Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang didaftar.

Pasal 37

(1) Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas Permohonan yang diajukan oleh Pencipta atau oleh Pemegang Hak Cipta atau Kuasa.

(2) Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap 2 (dua) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh Ciptaan atau penggantinya dengan dikenai biaya.

(3) Terhadap Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Jenderal akan memberikan keputusan paling lama 9 (sembilan) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya Permohonan secara lengkap.

(4) Kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah konsultan yang terdaftar pada Direktorat Jenderal.

(5) Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara untuk dapat diangkat dan terdaftar sebagai konsultan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah.

(6) Ketentuan lebih lanjut tentang syarat dan tata cara Permohonan ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Pasal 38

Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau suatu badan hukum yang secara bersama-sama berhak atas suatu Ciptaan, Permohonan tersebut dilampiri salinan resmi akta atau keterangan tertulis yang membuktikan hak tersebut.

Pasal 39

Dalam Daftar Umum Ciptaan dimuat, antara lain:
a. nama Pencipta dan Pemegang Hak Cipta;
b. tanggal penerimaan surat Permohonan;
c. tanggal lengkapnya persyaratan menurut Pasal 37; dan
d. nomor pendaftaran Ciptaan.

Pasal 40

(1) Pendaftaran Ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya Permohonan oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap menurut Pasal 37, atau pada saat diterimanya Permohonan dengan lengkap menurut Pasal 37 dan Pasal 38 jika Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau satu badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.

(2) Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 41

(1) Pemindahan hak atas pendaftaran Ciptaan, yang terdaftar menurut Pasal 39 yang terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh Ciptaan yang terdaftar itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.

(2) Pemindahan hak tersebut dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permohonan tertulis dari kedua belah pihak atau dari penerima hak dengan dikenai biaya.

(3) Pencatatan pemindahan hak tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 42

Dalam hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 39, pihak lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat mengajukan gugatan pembatalan melalui Pengadilan Niaga.

Pasal 43

(1) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat orang atau badan hukum yang namanya tercatat dalam Daftar Umum Ciptaan sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permintaan tertulis Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang mempunyai nama dan alamat itu dengan dikenai biaya.

(2) Perubahan nama dan/atau perubahan alamat tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 44

Kekuatan hukum dari suatu pendaftaran Ciptaan hapus karena:

  1. penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;
  2. lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, dan Pasal 31 dengan mengingat Pasal 32;
  3. dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

MASA BERLAKU HAK CIPTA

MASA BERLAKU HAK CIPTA

MASA BERLAKU HAK CIPTA

MASA BERLAKU HAK CIPTA
MASA BERLAKU HAK CIPTA

Pasal 29

(1) Hak Cipta atas Ciptaan:

  1. buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lain;
    b. drama atau drama musikal, tari, koreografi;
    c. segala bentuk seni rupa, seperti seni lukis, seni pahat, dan seni patung;
    d. seni batik;
    e. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
    f. arsitektur;
    g. ceramah, kuliah, pidato dan Ciptaan sejenis lain;
    h. alat peraga;
    i. peta;
  2. terjemahan, tafsir, saduran, dan bunga rampai berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia.

(2) Untuk Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dimiliki oleh 2 (dua) orang atau lebih, Hak Cipta berlaku selama hidup Pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun sesudahnya.

Pasal 30

(1) Hak Cipta atas Ciptaan:

  1. Program Komputer;
    b. sinematografi;
    c. fotografi;
    d. database; dan
  2. karya hasil pengalihwujudan, berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan.

(2) Hak Cipta atas perwajahan karya tulis yang diterbitkan berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diterbitkan.

(3) Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) pasal ini serta Pasal 29 ayat (1) yang dimiliki atau dipegang oleh suatu badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan.

Pasal 31

(1) Hak Cipta atas Ciptaan yang dipegang atau dilaksanakan oleh Negara berdasarkan:

  1. Pasal 10 ayat (2) berlaku tanpa batas waktu;
  2. Pasal 11 ayat (1) dan ayat (3) berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali diketahui umum.

(2) Hak Cipta atas Ciptaan yang dilaksanakan oleh penerbit berdasarkan Pasal 11 ayat (2) berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali diterbitkan.

Pasal 32

(1) Jangka waktu berlakunya Hak Cipta atas Ciptaan yang diumumkan bagian demi bagian dihitung mulai tanggal Pengumuman bagian yang terakhir.

(2) Dalam menentukan jangka waktu berlakunya Hak Cipta atas Ciptaan yang terdiri atas 2 (dua) jilid atau lebih, demikian pula ikhtisar dan berita yang diumumkan secara berkala dan tidak bersamaan waktunya, setiap jilid atau ikhtisar dan berita itu masing-masing dianggap sebagai Ciptaan tersendiri.

Pasal 33

Jangka waktu perlindungan bagi hak Pencipta sebagaimana dimaksud dalam:
a. Pasal 24 ayat (1) berlaku tanpa batas waktu;

  1. Pasal 24 ayat (2) dan ayat (3) berlaku selama berlangsungnya jangka waktu Hak Cipta atas Ciptaan yang bersangkutan, kecuali untuk pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran Penciptanya.

Pasal 34

Tanpa mengurangi hak Pencipta atas jangka waktu perlindungan Hak Cipta yang dihitung sejak lahirnya suatu Ciptaan, penghitungan jangka waktu perlindungan bagi Ciptaan yang dilindungi:
a. selama 50 (lima puluh) tahun;

  1. selama hidup Pencipta dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia dimulai sejak 1 Januari untuk tahun berikutnya setelah Ciptaan tersebut diumumkan, diketahui oleh umum, diterbitkan, atau setelah Pencipta meninggal dunia.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Hak Cipta atas Potret

Hak Cipta atas Potret

Hak Cipta atas Potret

Hak Cipta atas Potret
Hak Cipta atas Potret

Pasal 19

(1) Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah orang yang dipotret meninggal dunia.

(2) Jika suatu Potret memuat gambar 2 (dua) orang atau lebih, untuk Perbanyakan atau Pengumuman setiap orang yang dipotret, apabila Pengumuman atau Perbanyakan itu memuat juga orang lain dalam potret itu, Pemegang Hak Cipta harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari setiap orang dalam Potret itu, atau izin ahli waris masing-masing dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah yang dipotret meninggal dunia.

(3) Ketentuan dalam pasal ini hanya berlaku terhadap Potret yang dibuat:

  1. atas permintaan sendiri dari orang yang dipotret;
    b. atas permintaan yang dilakukan atas nama orang yang dipotret; atau
    c. untuk kepentingan orang yang dipotret.

Pasal 20

Pemegang Hak Cipta atas Potret tidak boleh mengumumkan potret yang dibuat:
a. tanpa persetujuan dari orang yang dipotret;
b. tanpa persetujuan orang lain atas nama yang dipotret; atau

  1. tidak untuk kepentingan yang dipotret, apabila Pengumuman itu bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret, atau dari salah seorang ahli warisnya apabila orang yang dipotret sudah meninggal dunia.

Pasal 21

Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta, pemotretan untuk diumumkan atas seorang Pelaku atau lebih dalam suatu pertunjukan umum walaupun yang bersifat komersial, kecuali dinyatakan lain oleh orang yang berkepentingan.

Pasal 22

Untuk kepentingan keamanan umum dan/atau untuk keperluan proses peradilan pidana, Potret seseorang dalam keadaan bagaimanapun juga dapat diperbanyak dan diumumkan oleh instansi yang berwenang.

Pasal 23

Kecuali terdapat persetujuan lain antara Pemegang Hak Cipta dan pemilik Ciptaan fotografi, seni lukis, gambar, arsitektur, seni pahat dan/atau hasil seni lain, pemilik berhak tanpa persetujuan Pemegang Hak Cipta untuk mempertunjukkan Ciptaan di dalam suatu pameran untuk umum atau memperbanyaknya dalam satu katalog tanpa mengurangi ketentuan Pasal 19 dan Pasal 20 apabila hasil karya seni tersebut berupa Potret.

Bagian Ketujuh
Hak Moral

Pasal 24

(1) Pencipta atau ahli warisnya berhak menuntut Pemegang Hak Cipta supaya nama Pencipta tetap dicantumkan dalam Ciptaannya.

(2) Suatu Ciptaan tidak boleh diubah walaupun Hak Ciptanya telah diserahkan kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pencipta atau dengan persetujuan ahli warisnya dalam hal Pencipta telah meninggal dunia.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku juga terhadap perubahan judul dan anak judul Ciptaan, pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran Pencipta.

(4) Pencipta tetap berhak mengadakan perubahan pada Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat.

Pasal 25

(1) Informasi elektronik tentang informasi manajemen hak Pencipta tidak boleh ditiadakan atau diubah.

(2) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 26

(1) Hak Cipta atas suatu Ciptaan tetap berada di tangan Pencipta selama kepada pembeli Ciptaan itu tidak diserahkan seluruh Hak Cipta dari Pencipta itu.

(2) Hak Cipta yang dijual untuk seluruh atau sebagian tidak dapat dijual untuk kedua kalinya oleh penjual yang sama.

(3) Dalam hal timbul sengketa antara beberapa pembeli Hak Cipta yang sama atas suatu Ciptaan, perlindungan diberikan kepada pembeli yang lebih dahulu memperoleh Hak Cipta itu.

Bagian Kedelapan
Sarana Kontrol Teknologi

Pasal 27

Kecuali atas izin Pencipta, sarana kontrol teknologi sebagai pengaman hak Pencipta tidak diperbolehkan dirusak, ditiadakan, atau dibuat tidak berfungsi.

Pasal 28

(1) Ciptaan-ciptaan yang menggunakan sarana produksi berteknologi tinggi, khususnya di bidang cakram optik (optical disc), wajib memenuhi semua peraturan perizinan dan persyaratan produksi yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai sarana produksi berteknologi tinggi yang memproduksi cakram optik sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

SIT Nurul Ilmi Jambi Gelar Wisuda Tahfidz ke-8

SIT Nurul Ilmi Jambi Gelar Wisuda Tahfidz ke-8

SIT Nurul Ilmi Jambi Gelar Wisuda Tahfidz ke-8

SIT Nurul Ilmi Jambi Gelar Wisuda Tahfidz ke-8
SIT Nurul Ilmi Jambi Gelar Wisuda Tahfidz ke-8

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Ilmi Jambi menggelar Wisuda Tahfidz ke 8 pada Sabtu

(27/4) kemarin. Kegiatan ini berlangsung sukses dan khikmat dengan diikuti ribuan siswa dan disaksikan orangtua siswa.

Ketua Yayasan SIT Nurul Ilmi Jambi, Jasrul, S.Ag menuturkan, dirinya sangat bahagia dan terharu dengan diadakannya wisuda tahfidz ke 8 ini. Wisuda tahfidz ini paling banyak pesertanya.

Bahkan dimulai dari siswa TK, SD, SMP dan SMA. Selain itu orangtua yang mengikuti kelas tahfidz.

Dengan total peserta wisuda tahfidz 953 orang.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada guru dan orangtua yang telah mendukung dan membimbing siswa. Siswa ada yang menghapal hingga 6 juz,” terangnya.

Dia berharap siswa SIT Nurul Ilmi nantinya bisa menjadi hafidzul Qur’an.

Dengan terus memperbanyak hapalannya.

 

Baca Juga :

SMPN 7 Kota Jambi Borong Prestasi hingga Internasional

SMPN 7 Kota Jambi Borong Prestasi hingga Internasional

SMPN 7 Kota Jambi Borong Prestasi hingga Internasional

SMPN 7 Kota Jambi Borong Prestasi hingga Internasional
SMPN 7 Kota Jambi Borong Prestasi hingga Internasional

SMPN 7 Kota Jambi terus menambah deretan prestasi gemilang. Tak tanggung-tanggung,

prestasi yang diborong bahkan hingga ke internasional.

Di bidang olahraga, siswa SMPN 7 kota Jambi berhasil meraih Juara 1 GSI tingkat Provinsi Jambi yang mengantarkan mereka ke tingkat Nasional. Pada tahun 2019 ini SMPN 7 kota Jambi juga bertekad mempertahankan piala bergikir GSI. Terbukti diraihnya Juara 1 tingkat Kota Jambi di tahun 2019 ini.

Tak hanya itu, dua orang siswa SMPN 7 Kota Jambi yang mengikuti GSI tahun 2018 lalu memperoleh reward dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI berupa pembekalan di Tokyo Jepang.

Pembekalan ‘The Training and Development of Young Footballers and trainers in Juventus Academy Tokyo’

diberikan kepada dua orang siswa SMPN 7 kota Jambi bernama M. Jufriadi dan M. Khsan Mediawan. Yang mana siswa mengikuti pembekalan di Tokyo Jepang dari tanggal 10 hingga 22 Mei 2019.

Siswa SMPN 7 Kota Jambi yang berangkat pun dilepas langsung oleh Walikota Jambi, H. Syarif. Fasha. Tak hanya itu, Walikota Jambi juga memberikan apresiasi mendalam atas kerjakeras SMPN 7 kota Jambi dalam membawa nama baik Kota Jambi dan nama Provinsi Jambi di tingkat Nasional.

Selain itu, Walikota Jambi juga memberikan motivasi sekaligus penghargaan kepada siswa yang berhasil mengikuti pembekalan ke Jepang. Sebagai apresiasinya, juga diberikan uang saku kepada kedua siswa tersebut.

Motivasi eksternal juga diberikan oleh Kepala SMPN 7 Kota Jambi Zaidawati, MPd. Dalam hal ini,

Kepala SMPN 7 Kota Jambi memberikan reward kepada siswa yang berhasil mencetak gol. Terlepas dari itu, bimbingan dan support moril tak pernah lepas.

“Kita akan terus mendukung pengembangan prestasi siswa didik di segala bidang. Baik akademik maupun non akademik,” ungkap Zaidawati kemarin.

Prestasi ini seakan sudah membudaya di SMPN 7 Kota Jambi. Masing-masing siswa memiliki skill di bidangnya sendiri. Minimal siswa berprestasi di kelas.

Sementara itu Waka Humas SMPN 7 Kota Jambi, Junarso, MPd menuturkan, diraihnya juara GSI bukan suatu proses simsalabim. Melainkan suatu proses yang begitu panjang perjalanannya. Yang semua itu dibina oleh sekolah. Mulai dari pencarian bibit, proses pembinaan dan pelatihan, disiplin, kerjasama dengan pelatih sepakbola. Begitu juga dengan support orangtua serta guru.

“Yang tidak kalah penting yaitu motivasi yang kuat baik internal maupun eksternal, sehingga siswa memiliki kemauan yang kuat untuk menang,” aku Junarso.

Arif Teguh, S.Pd. Guru pembimbing menyebutkan pada ajang GSI ini diikuti oleh 18 peserta. Pada tahun 2018 lalu, SMPN 7 Kota Jambi berhasil unjuk kemampuan di Nasional. Meski berakhir di perdelapan final melawan DKI Jakarta siswa tetap mendapatkan beasiswa.

Dalam hal ini perjuangan tim SMPN 7 di mulai dari tingkat Kota Jambi, Provinsi Jambi. Di nasional berada di grup F. Yang mana menjadi juara grup serta berhasil mengalahkan NTT dengan skor 3:0. Sulawesi Selatan 2:0. Bengkulu 1:1.

Siswa juga berhasil meraih predikat Top Scor diraih oleh M. Ihsan Mediawan. Dan pada tahun 2019 ini selain Juara 1 GSI tingkat Kota Jambi, juga diraih The Best Player oleh Dimas.

 

Sumber :

http://bit.ly/2oyHcy2