Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen
Karakteristik Penelitian Eksperimen

 

Pengertian Komparasi

Penelitian Komparasi adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui dan atau menguji perbedaan dua kelompok atau lebih. Penelitian komparasi juga adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya.
Metode komparasi adalah suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data-data yang ditarik ke dalam konklusi baru. Komparasi sendiri dari bahasa inggris, yaitu compare, yang artinya membandingkan untuk menemukan persamaan dari kedua konsep atau lebih.
Dengan menggunakan metode komparasi ini peneliti bermaksud untuk menarik sebuah konklusi dengan cara membandingkan ide-ide, pendapat-pendapat dan pengertian agar mengatahui persamaan dari ide dan perbedaan dari standar pelayanan minimal Bus Trans Jogja dan Peraturan Menteri 29 tahun 2015.
Komparasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perbandingan. Menurut Winarno Surakhmad dalam bukunya Pengantar Pengetahuan Ilmiah (1986 : 84), komparasi adalah penyelidikan deskriptif yang berusaha mencari pemecahan melalui analisis tentang hubungan sebab akibat, yakni memilih faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor dengan faktor lain.
Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparasi adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.
Studi komparasi adalah suatu suatu bentuk penelitian yang membandingkan antara variable-variabel yang saling berhubungan dengan mengemukakan perbedaan-perbedaan ataupun persamaan-persamaan dalam sebuah kebijakan dan lain-lain.

Macam-macam penelitian komparasi

1. Penelitian Non-hipotesis
Dalam penelitian non-hepotesis peneliti mengadakan komparasi fenomena dengan standarnya. Oleh karena itu, sebelum memulai penelitian kancah, harus ditetapkan dahulu standarnya. Tentu saja penentuan standar ini harus  dilakukan berdasarkan landasan yang kuat misalnya hukum, peraturan, hasil lokakarya, dan sebagainya. Selanjutnya standar ini dijadikan sejauh mana fenomena mencapai standar.
2. Penelitian Berhipotesis
Ditinjau dari analisis data, perbadaan antara penelitian non-hipotesis dengan penelitian berhipotesis terletak pada belum dan telah dirumuskannya kesimpulan sementara oleh peneliti.
Dalam peneliti non-hipotesis, peneliti belum mempunyai ancer-ancer jawaban. Penelitian mulai dengan melakukan penelitiannya, akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang didasarkan atas data yang diperoleh setelah melalui proses analisis. Sebenarnya langkah bagi penelitian hipotesis pun sama seperti langkah penelitian non-hipotesis, sampai dengan analisis datanya. Setelah diperoleh angka akhir dari analisis barulah peneliti menengok kembali kepada hipotesis yang telah dirumuskannya.

Ciri-ciri dan Langkah-langkah Penelitian Komparasi

1. Ciri-ciri Penelitian Komparasi
Penelitian komparatif bersifat data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai dependent variables) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.

Langkah-langkah pokok Penelitian Komparasi

  • Definisikan masalah.
  • Lakukan penelaahan kepustakaan.
  • Rumuskan hipotesis-hipotesis.
  • Rumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan.
  • Rancang cara pendekatannya:
  1. Pilihlah subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan.
  2. Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.
  3. Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubungan.
  • Validasikan teknik untuk mengumpulkan data itu, dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat.
  • Kumpulkan dan analisis data.
  • Susun laporannya.

Baca Juga : 

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN
PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

 

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

Menurut tujuannya, riset diklasifikasikan menjadi 2, yaitu: (1) riset dasar (pure research atau basic research); dan (2) riset terapan (applied research), yang dibagi menjadi: (a) riset evaluasi (evaluation research); (b) riset pengembangan (research and development atau R & D); dan (c) riset aksi (penelitian tindakan).

RISET DASAR

Secara epistemologis, metodologi riset barkaitan dengan pembahasan mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan. Dalam riset dasar, dikenal dua kelompok paradigma yang dominan, yaitu: (1) paradigma positivistik (metode kuantitatif); dan (2) paradigma fenomenologis/interpretif (metode kualitatif).
Paradigma positivistik menggunakan proses riset yang konvensional-linier, yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) fenomena-fenomena sosial/pendidikan diamati secara parsial, yaitu dengan cara mereduksi sejumlah variabel yang dianggap kurang penting dalam menjelaskan fenomena-fenomena yang dimaksud; (2) berpandangan bahwa fenomena-fenomena kehidupan manusia di lingkungan sosialnya bersifat mekanistik dan berlaku universal; (3) proses riset menggunakan logika berpikir rasional dan deduktif; (4) menekankan pada uji hipotesis dan mengejar generalisasi; (5) fenomena-fenomena yang diamati sifatnya teratur/tidak random, sehingga dapat diprediksikan; (6) berpandangan bahwa teori bebas nilai dan menganut kebenaran tunggal (nomotetis); dan (7) memisahkan teori dan praktik.
Di lain pihak, paradigma fenomenologis (interpretif) dalam praktik pelaksanaan riset sering dianggap sebagai proses riset yang bersifat siklikal, berpandangan bahwa realitas (fenomena) tidak tunggal, tetapi bersifat jamak (plural). Tujuan utama riset fenomenologis adalah untuk memperoleh pemahanan terhadap makna (meaning), karena menurut pandangan fenomenologis fenomena (perilaku) yang sama akan mempunyai makna yang berbeda pada konteks kultural yang berbeda. Di dalam mengembangkan pemahaman makna terhadap fenomena tersebut, riset fenomenologi mendasarkan pada gambaran apa adanya menurut interpretasi subyek (folk model).
Paradigma positivistik, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang paling banyak dikenal dalam penelitian berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan, karena merupakan pendekatan yang paling tua.
Pendekatan ini diadopsi dari penelitian ilmu-ilmu keras (hard-science), seperti Fisika dan Biologi, yang kemudian diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan. Pendekatan ini mendasarkan pada suatu asumsi nomotetis, yaitu bahwa sesuatu kebenaran itu tunggal dan akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kulturnya. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini.
Paradigma fenomenologis, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kualitatif datang di Indonesia lebih belakangan dibanding paradigma positivistik, sehingga kehadirannya banyak menghadapi tantangan dari kubu positivistik. Paradigma ini berpandangan bahwa kebenaran itu tidak tunggal, tetapi dialektik, yang akan sangat tergantung pada konteks dan kultur masyarakat. Ciri lain dari penelitian ini adalah bahwa pengamatannya dilakukan pada skopa yang sempit tetapi mendalam.

RISET TERAPAN

Riset terapan, merupakan riset untuk menguji dan menerapkan teori untuk pemecahan permasalahan yang riil, mengembangkan dan menghasilkan produk, dan memperoleh informasi untuk dasar dalam pembuatan keputusan.
Penelitian terapan (applied research) dan penelitian dasar (pure research) mempunyai perbedaan dalam orientasi atau tujuan penelitian. Basic research bertujuan untuk menguji dan mengakumulasikan teori, sehingga menekankan standar keilmuan yang tinggi dan berusaha memperoleh hasil yang valid menurut ukuran metode ilmiah.
Sementara itu, penelitian terapan menekankan pada kemanfaatan secara praktis hasil penelitian untuk mengatasi masalah yang kongkrit, serta menemukan produk baru yang bermanfaat bagi kehidupan. Selain itu, applied research juga dapat memberikan manfaat langsung untuk mengambil keputusan seperti keputusan untuk memulai sebuah program baru, menghentikan, memperbaiki atau mengganti program yang sedang berjalan.
1. Riset Pengembangan
Riset pengembangan atau Research and Development (R & D), bertujuan untuk mengembangkan, menguji kemanfaatan dan efektivitas produk (model) yang dikembang-kan, baik produk teknologi, material, organisasi, metode, alat-alat dan sebagainya.
Sebagai riset terapan, riset pengembangan bertujuan bukan untuk menghasilkan teori. Oleh karena itu, dalam penelitian pengembangan sangat dimungkinkan untuk menggunakan multi pendekatan dan multi metode.
2. Riset Aksi (Penelitian Tindakan)
Riset aksi (penelitian tindakan) mendasarkan pada paradigma teori kritis. Para penganut paradigma teori kritis berusaha untuk mempersatukan teori dan praksis.
Mereka pada umumnya memilih bidang garapan yang bersifat advokatif dan pemberdayaan (empowering). Di kalangan penganut teori kritis, teori deskriptif sebagaimana yang telah dikembangkan oleh para penganut positivistik itu keliru, karena tidak memiliki dampak apapun terhadap usaha perbaikan praktik-praktik pendidikan ataupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

3. Riset Evaluasi

Riset evaluasi merupakan salah satu bentuk dari penelitian terapan (applied research). Oleh karena itu, dibandingkan dengan jenis penelitian terapan yang lain, riset evaluasi mempunyai kesamaan, baik dalam pemilihan pendekatan, metodologi, penentuan subyek, sampling maupun prosedur risetnya. Kegiatan riset (riset konvensional) dan riset evaluasi mempunyai tujuan yang berbeda. Riset konvensional bersifat conclusion oriented (berorientasi pada kesimpulan), sedangkan riset evaluasi mempunyai ciri decision oriented, yaitu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi/data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan/perumusan kebijakan.

PENELITIAN EKSPERIMEN

Metode penelitian eksperimen pada umumnya digunakan dalam penelitian yang bersifat laboratoris. Namun, bukan berarti bahwa pendekatan ini tidak dapat digunakan dalam penelitian sosial, termasuk penelitian pendidikan. Jadi, penelitian eksperimen yang mendasarkan pada paradigma positivistik pada awalnya memang banyak diterapkan pada penelitian ilmu-ilmu keras (hard-science), seperti biologi dan Fisika, yang kemudian diadopsi untuk diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan.
Pada dasarnya, pada semua penelitian dengan menggunakan paradigma positivistik, akan menghadapi dua pertanyaan besar, yaitu: (1) apakah hasil penelitian ini benar atau dapat dipercaya?; dan (2) apakah kita dapat menggeneralisasikan hasil penelitian ini kepada sejumlah subyek yang kondisinya dianggap sama dengan subyek yang kita teliti ?
Permasalahan nomor (1) adalah berkaitan dengan validitas internal suatu hasil penelitian, sedangkan permasalahan yang berkaitan dengan pertanyaan nomor (2) menyangkut validitas eksternal suatu hasil penelitian. Penelitian eksperimen pada umumnya lebih menekankan pada pemenuhan validitas internal, yaitu dengan cara mengontrol/mengendalikan/mengeliminir pengaruh faktor-faktor di luar yang dieksperimenkan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen.

Pengertian Metode dan Metodologi

Pengertian Metode dan Metodologi

Pengertian Metode dan Metodologi

Pengertian Metode dan Metodologi
Pengertian Metode dan Metodologi

 

Pengertian Metode dan Metodologi Penelitian

1. Metode Penelitian.
Sementara ini banyak orang mencampuradukkan pengertian antara metode penelitian dengan metodologi penelitian, sehingga masih sering dijumpai dalam salah satu bab dari hasil karya tulis atau penelitian berjudul metodologi penelitian, padahal isinya adalah metode penelitian. Dengan penjelasan tersebut, dapat dibedakan apakah yang akan ditulis metode penelitian atau metodologi penelitian pada setiap karya ilmiah yang dikerjakan.
Menurut pengertian orang ramai atau orang kebanyakan, kadang-kadang istilah metode penelitian dan metodologi penelitian tidak dibedakan secara berarti. Kemungkinan istilah tersebut dipertukarkan sesuka hati, serta penggunaannya sama sekali tidak diperhatikan. Pada suatu saat kemungkinan akan digunakan istilah metode penelitian, pada saat yang lain kemungkinan akan digunakan istilah metodologi penelitian untuk menjelaskan maksud atau kondisi yang sama.

Secara umum, pengertian metode penelitian (research method) adalah

Suatu metode atau cara tertentu yang dipilih secara spesifik untuk memecahkan masalah yang diajukan dalam sebuah penelitian. Sebenarnya banyak cara atau metode yang dilakukan untuk melakukan sebuah penelitian, namun untuk memenuhi syarat parsimony (cara yang paling efisien dalam sebuah penelitian) untuk mengatasi kendala-kendala yang dilakukan peneliti namun masih tetap dijaga ciri khas penelitian yaitu adanya karakter keilmiahan, serta validitas dan reliabilitas, maka metode penelitian tertentu harus dipilih dan diterapkan secara spesifik. Cara atau metode dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilakukan, bagaimana data itu diperoleh, dengan metode statistik khusus apa data dianalisis, bagaimana menguji suatu hipotesis penelitian, dan kalau menggunakan metode elektik (metode gabungan terbaik dari beberapa metode penelitian), maka bagaimana penelitian secara spesifik dilakukan.

Metodologi Penelitian berasal dari kata “metode”

yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan “logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi, metodologi adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian metodologi penelitian (research methods) adalah ilmu yang menerangkan bagaimana sebaiknya dan seharusnya penelitian itu dilaksanakan. Jadi, metode penelitian akan datang kemudian setelah seorang peneliti memahami secara benar-benar ilmu meneliti itu sendiri (metodologi penelitian), yaitu bagaimana sebuah penelitian harus dilakukan agar memenuhi kaidah-kaidah keilmiahan (scientifical reasoning).

Dalam berbagai buku tentang penelitian dijumpai berbagai definisi

atau batasan akan istilah-istilah metode penelitian (research method) dan metodologi penelitian (research methodology). Untuk lebih memperkaya khasanah pengetahuan tentang definisi atau batasan serta persamaan atau perbedaan istilah metode penelitian dan metodologi penelitian, beberapa sumber menjelaskannya sebagai berikut :
Metode Penelitian menurut Subagyo (1997 : 2) adalah “suatu cara atau jalan untuk mendapatkan kembali pemecahan terhadap segala permasalahan yang diajukan. Di dalam penelitian diperlukan adanya beberapa teori untuk membantu memilih salah satu metode yang relevan terhadap permasalahan yang diajukan, mengingat bahwa tidak setiap permasalahan yang diteliti tentu saja berkaitan dengan kemampuan si peneliti, biaya dan lokasi. Pertimbangan tersebut mutlak diperlukan, dan penelitian tidak dapat diselesaikan dengan sembarang metode penelitia”.
Sedangkan menurut Sugiyono (1999 : 1) Metode Penelitian adalah “cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya bahwa penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk di akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya bahwa cara-cara yang yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (Bandingkan : hal-hal yang dilakukan paranormal). Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logi”.

Pengertian metodologi penelitian menurut Hidayat dan Sedarmayanti (2002 : 25) adalah

Pembahasan mengenai konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan kekurangan, yang dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan. Pengetian metodologi adalah “pengkajian terhadap langkah-langkah dalam menggunakan sebuah metode”. Sedangkan pengertian metode penelitian adalah mengemukakan secara teknis tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitiannya. Metodologi adalah metode ilmiah yaitu langkah-langkah yang sistematis untuk memperoleh ilmu, sedangkan metode adalah prosedur atau cara mengetahui sesuatu dengan langkah-langkah sistematis tersebut.

Langkah-langkah sistematis yang dimaksud adalah :

  • Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.
  • Menyusun kerangka berfikir.
  • Merumuskan hipotesis.
  • Melakukan pembahasan.
  • Membuat kesimpulan dan saran.
Sedangkan metodologi penelitian yang didefinisikan Teguh (1999 : 9) adalah “ilmu atau studi yang berhubungan dengan penelitian, sedangkan penelitian (research) menunjukkan kegiatan pelaksanaan dari metodologi penelitian. Pelajaran yang memperbincangkan metode-metode ilmiah untuk research tersebut disebut Metodologi Penelitian. Penelitian merupakan penyaluran hasrat ingin tahu (curiousity) manusia dalam taraf keilmuan”.
Selanjutnaya metodologi penelitian menurut Hillway (1956 : 5) adalah “a method of study by which, through the careful and exchausative of all ascertainable evidance bearing upon a definable problem, we reach a solution to the problem”.
Metodologi Penelitian adalah ilmu tentang metode, dan bilamana dirangkai menjadi Metodologi Penelitian, maknanya adalah ilmu tentang metode yang dapat dipergunakan dalam melakukan kegiatan penelitian. Metodologi Penelitian juga dapat diartikan sebagai ilmu untuk mengungkapkan dan menerangkan gejala-gejala alam dan gejala-gejala sosial dalam kehidupan manusia, dengan mempergunakan prosedur kerja yang sistematis, terartur, tertib dan dapat dipergunakan secara ilmiah (Nawawi, 1994 : 8).
Pendapat Soehardjo (2003 : 32) metodologi adalah bagian dari estimologi (sub-field of estimology), disebut sebagai ilmu untuk menemukan (the science to find out). Sedangkan metode adalah cara untuk menemukan atau cara berbuat.

Anggota DPR Cari Solusi Persoalan Pasar Cihargeulis

Anggota DPR Cari Solusi Persoalan Pasar Cihargeulis

Anggota DPR Cari Solusi Persoalan Pasar Cihargeulis

 

Anggota DPR Cari Solusi Persoalan Pasar Cihargeulis
Anggota DPR Cari Solusi Persoalan Pasar Cihargeulis

 

BANDUNG- Pendapatan menurun yang dialami oleh pedagang Pasar Cihaurgeulis,

Kota Bandung, adalah karena banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menutup pintu masuk ke pasar. Selain itu fisik bangunan yang juga sudah tidak memadai menjadi sebab kurangnya minat orang berbelanja.

Demikian pantauan langsung Ledia Hanifa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I (Kota Bandung-Kota Cimahi), saat melakukan reses ke Pasar Cihargeulis, Sabtu (7/11).

Kunjungan reses yang singkat di bulan November ini

untuk menyerap aspirasi dari konstituennya, yaitu pedagang Pasar Cihaurgeulis. Untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada, Politisi PKS ini tak lupa ini mengikutsertakan pihak PD Pasar Kota Bermartabat, DPC PKS

Ledia menjelaskan dengan banyaknya PKL yang menutup pintu masuk ke pasar, membuat pedagang di kios resmi mengalami penurunan pendapat secara signifikan. Padahal, pedagang kios resmi yang turun pendapatannya tersebut, rutin membayar iuran ke Pemkot Bandung. Sebaliknya, yang tidak resmi, penghasilannya tetap bahkan bertambah. “Pengelola pasar harus kelola ini dengan bijak,” tegas Wakil Ketua Komisi VIII yang menangani persoalan sosial ini.

Ledia juga menyoroti bangunan fisik Pasar Cihargeulis yang sudah tidak aman untuk ditempati. “Bangunan pasar di lantai 2 ini tidak aman untuk pedagang. Lantai atas kosong, tak menghasilkan pedapatan bagi pedagangnya,” jelas Ledia.

Selain itu, Ledia juga mencarikan solusi atas permasalahan sampah

agar diintegrasikan dengan program pengolahan sampah. “Sampah yang berton-ton menumpuk ini bisa dikelola menjadi kompos atau biogas yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Ledia.

Ledia berharap dengan adanya pengelolaan yang tepat dan bijak dari PD Pasar Bermartabat Kota Bandung selalu perusahaan daerah, dapat menguntungkan pedagang kecil di Pasar Cihargeulis Kota Bandung.

“Pengelolaan yang tepat selain meningkatkan pendapatan perusahaan, juga memeratakan pendapatan pedagang,” harap alumnus Master Psikologi Terapan dari Universitas Indonesia ini dalam siaran persnya yang disampaikan kepada jabarprov.go.id, Minggu (8/11). (enal)

 

Baca Juga :

Pemkot Persiapkan Software Ojek Pangkalan

Pemkot Persiapkan Software Ojek Pangkalan

Pemkot Persiapkan Software Ojek Pangkalan

Pemkot Persiapkan Software Ojek Pangkalan
Pemkot Persiapkan Software Ojek Pangkalan

BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung saat

ini masih mempersiapkan perangkat lunak (software) bagi ojek pangkalan. Demikian dikemukakan Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Menurut Walikota, software untuk ojek pangkalan sama aplikasinya akod (aplikasi ojek daerah) dimana sistem ini nantinya dipakai hanya untuk koordinator ojek saja.

“Nanti koordinator ojek akan menerima pesanan online kemudian menugaskan siapa, sesuai antrian dimana kultur ojek pangkalan berlaku,” ujarnya.

Jadi menurut Walikota, sistemnya berbasis

kelompok dimana si operator yang menerima orderan baik order barang, menjemput atau mengantar antriannya.

Walikota menyatakan, yang akan diregulasi nantinya nilai rupiah untuk setiap kilometernya, karena harganya masih dikaji dan baru akan di launching sebulan dari sekarang.

“Pertengahan Desember prototipingnya akan tes dulu di empat lokasi, selanjutnya Insya Allah hajat hidup ojek pangkalan meningkat karena tak menunggu orang datang, tapi juga menerima pesenan dan tidak hanya penumpang saja,” ucapnya.

 

Rencananya 100 titik pangkalan ojek di Bandung

akan menjadi percontohan dan sosialisasi rencana tersebut akan dlakukan mulai minggu depan dan baru dipresentasikan oleh tim, dengan memanggil perwakilan ojek pangkalannya

 

Sumber :

https://penzu.com/public/dffb634b

Wagub Buka Jatiwangi Festival

Wagub Buka Jatiwangi Festival

Wagub Buka Jatiwangi Festival

Wagub Buka Jatiwangi Festival
Wagub Buka Jatiwangi Festival

JATIWANGI-Wagub Jabar Feddy Mizwar membuka Jatiwangi

Festival, Rabu (11/11) di lapangan Pabrik Gula Jatiwangi Square Jatiwangi.

Dalam pembukaan Jatiwangi Festival itu, sekitar 5000 anak sekolah memainkan musik yang terbuat dari tanah liat seperti genting, gerabah dan lain-lain.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,

karena hanya ada di Jatiwangi, alat musik terbuat dari gerabah seperti ini” ujar Wagub dalam sambutannya.

Wagub juga berharap kegiatan Jatiwangi Musik Festival itu bisa jadi event yang dikenal dunia karena keunikannya.

“Saya berharap kegiatan ini jadi event

yang dikenal dunia karena keunikannya, dimana genting, gerabah bisa jadi alat musik yang dimainkan secara masal” katanya, disambut tepuk tangan.

Jatiwangi Festival sendiri digelar untuk ketiga kalinya dan akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti diskusi, pentas musik dan lain-lain. Kegiatan itu untuk memepertahankan dan mengangkat Jatiwangi sebagai penghasil genting. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435463/klasifikasi-kingdom-animalia/

Pengertian dan Definisi Operasional Menurut Beberapa Ahli

Pengertian dan Definisi Operasional Menurut Beberapa Ahli

Pengertian operasional merupakan makna yang didasarkan atas sifat-sifat faktor yang diamati. Pengertian operasional meliputi hal-hal mutlak di dalam riset yang butuh penjelasan. Pengertian operasional berwujud karakteristik, rinci, tegas dan positif yang melukiskan spesifik variabel-variabel penelitian dan hal-hal yang dianggap penting. Pengertian operasional tidak serupa bersama dengan tinjauan teoritis. Pengertian operasional cuma berlaku pada tempat penelitian yang tengah dilakukan, sedang definisi teoritis disita berasal dari buku-buku referensi dan berlaku umum.

Pengertian Operasional Menurut Para Ahli
Budi Pranata: Pengertian operasional merupakan kapasitasi atau jumlah yang tidak sesuai.
Husein Umar: Pengertian operasional merupakan pemilihan suatu konstruct agar jadi variable maupun variabel-variabel yang bisa diukur.
Nursalam: Pengertian operasional merupakan makna berdasarkan karakteristik yang dicermati berasal dari suatu yang didefinisikan tersebut.
Widjono Hs: Pengertian operasional merupakan batasan pengertian yang dijadikan sebagai pedoman untuk melaksanakan suatu kesibukan ataupun pekerjaan.
Asep Hermawan: Pengertian operasional merupakan penjelasan bagaimana kita bisa mengukur variable. Pengukuran selanjutnya bisa dilakukan bersama dengan angka-angka maupun karakter tertentu.
Hoover: Pengertian operasional merupakan berisi identifikasi sesuatu perihal yang berwujud (variabel) agar bisa digunakan untuk penelitian (observasi)
Rhonda Abrams dan Alice Laplante: Pengertian operasional merupakan bagian yang mutlak sebab tanpanya, maka tidak tersedia yang bisa dikerjakan.
Nani Darmayanti: Pengertian operasional merupakan rumusan berkenaan area lingkup serta beberapa ciri suatu rancangan yang jadi pokok pembahasan dan penelitian suatu karya ilmiah.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Definisi Budaya atau Kebudayaan

Definisi Budaya atau Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan bersumber berasal dari bhs Sanskerta ialah buddhayah, yang merupakan bentuk lazim berasal dari buddhi (budi atau akal) diambil kesimpulan sebagai hal-hal yang tentang bersama dengan budi, dan akal manusia.

Dalam bhs Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal berasal dari kata Latin Colere, yakni produksi atau mengerjakan. Dapat diambil kesimpulan juga layaknya produksi tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” di dalam bhs Indonesia.
Budaya merupakan suatu jenis hidup yang berkembang dan diperoleh bersama dengan oleh sebuah golongan orang dan diwariskan berasal dari turun menurun. Budaya terbentuk berasal dari banyak unsur yang kompleks, juga sistem agama dan politik, rutinitas istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, ialah elemen tak terpisahkan berasal dari diri manusia sehingga banyak orang condong menganggapnya diwariskan berasal dari kelompok sebelumnya. Ketika seseorang mengupayakan berkomunikasi bersama dengan orang-orang yang tidak sama budaya dan sesuaikan perbedaan-perbedaannya, menunjukkan bahwa budaya itu dipelajari.

Pengertian Kebudayaan Menurut Ahli:
1. Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem ide, tindakan dan hasil ciptaan manusia di dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik berasal dari manusia bersama dengan belajar.
2. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia merupakan hasil perjuangan manusia pada dua pengaruh kuat, ialah zaman dan alam yang ialah kebenaran kejayaan hidup manusia untuk mengatasi beragam kendala dan ada masalah di dalam hidup dan penghidupannya sehingga raih keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya berwujud teratur dan damai.

3. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan merupakan seluruh hasil usaha manusia, baik berwujud benda ataupun hanya berwujud ide dan di dalam penghidupan.
4. Effat al-Syarqawi
Yang mendeskripsikan kebudayaan sebagai khazanah peristiwa suatu bangsa/masyarakat yang tercermin di dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yakni kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu target ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas berasal dari kesenjangan ruang dan waktu.
5. Parsudi Suparlan
Kebudayaan diambil kesimpulan sebagai keseluruhan ilmu manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk mengetahui dan menginterprestasikan area dan pengalamanya, dan juga menjadi tumpuan bagi tingkah-lakunya.
6. Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan ekspresi berasal dari cara berfikir.

7. Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan merupakan ciptaan hidup berasal dari suatu bangsa

8. Mangunsarkoro
Kebudayaan merupakan segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia di dalam makna yang seluas-luasnya

9. Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan merupakan cara berfikir dan mulai yang menunjukkan diri di dalam seluruh aspek kehidupan berasal dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial bersama dengan suatu ruang dan suatu waktu.

10. Djojodigono(1958)
Memberikan definisi tentang kebudayaan bersama dengan menyebutkan kebudayaan itu adalah energi berasal dari budi, yang berwujud cipta, karsa dan rasa.

Demikian penjelasan tentang Definisi Budaya atau Kebudayaan. Semoga bermanfaat!

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Definisi Penyakit dan Jenis Penyakit yang Mengancam Manusia

Definisi Penyakit dan Jenis Penyakit yang Mengancam Manusia

 

DR. EKO DUDIARTO

Penyakit merupakan kegagalan sistem adaptasi suatu makhluk hidup untuk bereaksi secara tepat pada rangsangan atau tekanan supaya terlihat gangguan pada manfaat atau morfologi organ atau sistem tubuh.

 

WAHYUDIN RAJAB, M. Epid

Penyakit merupakan keadaan yang berupa objektif dan rasa sakit berupa subjektif.

 

THOMAS TIMMRECK

Penyakit merupakan suatu perihal di mana terdapat gangguan pada bentuk dan manfaat tubuh supaya berada dalam keadaan tidak normal.

 

DR. BEATE JACOB

Penyakit merupakan suatu penyimpangan dari keadaan tubuh yang normal atau ketidakharmonisan jiwa.

 

KATHLEEN MEEHAN ARIAS

Penyakit merupakan suatu kesakitan yang biasanya punya minimal dua karakter dari beberapa syarat ini: agen atiologik sudah diketahui, golongan tanda serta tanda-tanda yang bisa diidentifikasi, atau perubahan anatomi yang tetap.

 

Jenis-Jenis Penyakit

Terdapat lebih dari satu jenis-jenis penyakit yang mengancam kesegaran manusia. Penyakit ini bisa diakibatkan oleh kuman, bakteria, virus, racun, kegagalan organ berfungsi, dan juga oleh penyakit baka/keturunan.

 

Vibrio cholerae

Bakteri ini mengundang penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini bisa mengakibatkan kejang kematian dalam lebih dari satu jam hingga lebih dari satu hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri ini. Pengobatan bisa ditunaikan bersama mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, tetapi pencegahan bisa ditunaikan bersama melindungi kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor

El Tor ialah nama yang diberikan untuk suatu strain spesifik dari bakteri Vibrio cholerae, agen penyebab kolera. Juga dikenal sebagai eltor biotipe kolera V., sudah strain dominan dalam pandemi international ketujuh. Hal ini dibedakan dari strain klasik pada tingkat genetik, meskipun keduanya dalam serogrup O1 dan keduanya punya kandungan Inaba, Ogawa dan serotipe Hikojima. Hal ini juga dibedakan dari biotipe klasik oleh produksi hemolysins. Sifat bakteri ini serupa layaknya Vibrio cholera. Spirillium minus (Treponema sodoku) Bakteri ini mengundang penyakit rat-bite-fever (demam gara-gara gigitan tikus), bersama tanda-tanda berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan ditunaikan bersama peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah supaya tidak tersedia tikus.

Escherichia coli

Bakteri ini bisa mengundang terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, layaknya kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berawal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang memperlihatkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah bersama adanya E.coli dalam air tersebut, gara-gara dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.

E.coli bisa mengakibatkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada beraneka organ. bakteri ini juga merupakan lantaran utama meningitis pada bayi yang baru lahir dan penyebab infeksi tractor urinarius (pyelonephritis cysticis) pada manusia yang dirawat di rumah sakit (nosocomial infection). pencegahan infeksi bakteri ini ditunaikan bersama perawatan yang sebaik-baiknya di rumah sakit, pada lain: penggunaan antibiotic secara tepat, tindakan antiseptic secara benar.

Klebsiella pneumoniae

Gejala-gejala seseorang yang terinfeksi Klebsiella pneumonia ialah napas cepat dan napas sesak, gara-gara paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan hingga tidak cukup dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 th. hingga tidak cukup dari 5 tahun. Pneumonia Berat ditandai bersama adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan hingga tidak cukup dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pneumonia amat berat, bersama tanda-tanda batuk, kesukaran bernapas disertai tanda-tanda sianosis sentral dan tidak bisa minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai bersama frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam, batuk-batuk, perubahan karakteristik dahak, suhu tubuh lebih dari 38 º C. Gejala yang lain, yaitu jika pada pengecekan fisik ditemukan nada napas bronkhial, bronkhi dan leukosit lebih dari 10.000 atau tidak cukup dari 4500/uL.

Proteus vulgaris

Penyakit yang ditimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection. pencegahan nosocomial infection ditunaikan bersama pakai kateter dalam keadaan steril.

Salmonella typhi

Penyakit yang mengakibat yaitu penyakit typhus abdominalis. gejalanya berupa demam bersama suhu tinggi (400C), seringkali meracau dan gelisah (delirium), lemah, apatis, anoreksia, dan sakit kepala, tersedia yang mengalami diare tetapi biasanya mengalami konstipasi. pencegahan ditunaikan bersama melindungi kebersihan makanan dan minuman, peningkatan higien pribadi, perbaikan sumber air untuk kepentingan rumah tangga, peningkatan sanitasi lingkungan terutama perbaikan langkah pembuanagn feses manusia serta pemberantasan tikus dan lalat.

Shigella dysenteriae

Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler bersama tanda-tanda yang biasanya dating mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat bisa disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan mengakibatkan kematian. Penularan adalah melalui feses penderita. Pencegahan ditunaikan bersama mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan hygene pribadi.

Pasteurella pestis (Yersenia pestis)

Penyakit pes adalah penyakit yang menyerang binatang pengerat, tetapi bisa menular pada manusia bersama perantaraan gigitan kutu tikus yang disebut Xenopsylla cheopis. Gejalanya adalah demam dan menggigil. Bakteri bakal turut bersama aliran limfa saat tubuh mengerahkan leukosit sehinggA kelenjar limfa regional bakal membengkak dan sakit. Pembengkakan ini disebut bubo yang sering kali pecah dan mengeluarkan nanah. Pencegahan ditunaikan bersama mengisolasi pasien dalam kamar tersendiri supaya tidak menulari orang yang sehat, peningkatan sanitasi dan untuk memberantas kutu-kutunya, serta vaksinasi.

Haemophilus influenza

Bakteri ini mengundang penyakit tractus respiratorius, system saraf dan system skelet. Pencegahan bersama vaksinasi dan menghindari penularan.

Haemophilus ducrey

Menimbulkan penyakit chancroid, menular melalui interaksi kelamin.

Bordetella pertussis

Bakteri ini mengakibatkan batuk rejan. Pencegahan bersama vaksinasi.

Staphylococcus aureus

Bakteri ini bisa mengakibatkan infeksi bernanah dan abses, infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada luka, meningitis, endokarditis, pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis. pencegahan ditunaikan bersama tingkatkan energi tahan tubuh, hygene pribadi, dan sanitasi lingkungan.

Neisseria gonorrhoea

Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita yang parah bisa mengakibatkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan bisa mengakibatkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia pada mata bayi yang baru lahir adalah bersama diteteskan larutan penicillin 10.000 unit dalam aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5% atau tetracycline 1%.

Neisseria meningitides

Bakteri ini mengakibatkan penyakit meningitis (radang selaput otak). jika energi tahan tubuh menurun, bakteri ini bisa mengakibatkan pharyngitis bahkan pneumonia. Gejala meningitis awalannya serupa flu, demam tidak begitu tinggi, sakit kepala, tenggorokan kering, kaku kuduk, dan lesu.

Streptococcus pneumonia

Merupakan bakteri penyebab penyakit pneumonias, sinusitis, otitis media, mastoiditis, conjuctivis, meningitis, endocarditis. Sebenarnya merupakan flora normal oropharinx, tetapi bisa menjadi berbahaya pada manusia yang energi tahan tubuhnya menurun.

Corynebacterium diphtheriae

Menimbulkan penyakit dipteri pada anak-anak, bersama tanda-tanda demam yang tidak begitu tinggi dan tenggorokan kering, diikuti bersama pseudomemran yang pada pada akhirnya bisa mengakibatkan aspiksia (tercekik) supaya penderita bisa mengalami kematian. Pencegahan dalat ditunaikan bersama vaksinasi DPT berulang jadi bayi hingga dewasa.

Bacillus anthracis

Merupakan bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut bisa menular ke manusia melalui luka, inhalasi dan juga makanan.

Baca juga :

Sensus Ekonomi Sasar 15 Lapangan Usaha

Sensus Ekonomi Sasar 15 Lapangan Usaha

Sensus Ekonomi Sasar 15 Lapangan Usaha

Sensus Ekonomi Sasar 15 Lapangan Usaha
Sensus Ekonomi Sasar 15 Lapangan Usaha

Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan

pendataan terhadap seluruh usaha yang ada di Jawa Barat selama bulan Mei, terhitung sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2016 mendatang.

Kepala BPS Pusat, Suryamin mengatakan, berbagai usaha yang akan di sensus mulai dari usaha rumahan hingga usaha skala besar tanpa terkecuali, yang tentunya bukan

termasuk dalam usaha

sektor pertanian. “Sensus dilakukan dari usaha ke usaha, dari rumah ke rumah di seluruh wilayah Indonesia, seluruh skala usaha mikro, kecil menangah, besar sampai super besar,  tapi diluar sektor pertanian,” ujarnya.

Namun menurut Suryamin, dalam sensus

ekonomi kali ini pihaknya hanya akan menyasar sekitar 15 lapangan usaha yang ada di masyarakat. “15 lapangan usaha yang akan kita data, jadi begitu masifnya, begitu besarnya dan begitu berharganya data yang akan kita hasilkan,” ucap Suryamin, kepada www..go.id, dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

 

Baca Juga :