Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi
Diinisiasi Akademisi, Rumah Kajian Sosial Politik Hadir di Jambi

Dinamika sosial politik di Indonesia terus mengalami perkembangan,

baik secara global maupun secara regional terutama pasca reformasi yang membuka banyak sumbatan publik nasional.
Dari sekian banyak aspek sosial politik yang mengemuka tersebut, terdapat beberapa tema yang layak dicermati yaitu terkait dinamika sosial kepemiluan, pembangunan lokal dan nasional dan partisipasi publik.
Semua fenomena sosial politik Indonesia pasca reformasi ini harus betul-betul dipahami dan dilakukan kajian secara komprehensif jika ingin cita-cita negara dapat dicapai dengan baik.

Fenomena ini memang bukan barang baru, tetapi pasca

reformasi menjadi tema-tema penting terkait dengan keterlibatan publik secara langsung pada aktivitas-aktivitas politik maupun sosial lainnya.Harapannya, dengan partisipasi aktif publik yang tinggi maka kesejahteraan yang menjadi visi negara ini dapat terwujud.
Atas dasar demikian, Publik Trust Institute (PUTIN) hadir sebagai lembaga profesional serta independen dan mandiri yang memiliki tujuan dan komitmen terhadap pengembangan pemerintahan dan kesejahteraan sosial.

PUTIN juga konsen dalam melakukan kajian opini publik sebagai bahan

pengambilan keputusan dan penyusunan strategi komunikasi publik berbasis riset.
PUTIN memiliki kompetensi yang tinggi untuk memainkan peranan yang spesifik dalam mengakomodasi pelbagai disiplin ilmu yang saling berkaitan dalam upaya mendukung studi-studi tentang penguatan pemerintahan hingga masalah kesejahteraan sosial dan politik.
Dengan demikian, lembaga ini mengemban misi strategis untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengkritisi, mengembangkan dan merumuskan kebijakan-kebijakan serta program-program bagi penguatan pemerintahan dan kesejahteraan sosial mapun perkembangan politik elektoral terutama dengan basis Provinsi Jambi.

 

Baca Juga :

Bupati Lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Bojonegoro

Bupati Lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Bojonegoro

Bupati Lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Bojonegoro

Bupati Lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Bojonegoro
Bupati Lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Bojonegoro

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, pada Rabu

(08/01/2020), lantik Pengurus Forum Pengembangan Anak Usia Dini (FPAUD) dan Pengurus Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IKGPAUD) Kabupaten Bojonegoro, massa bakti 2019 -2024.
Pelantikan yang digelar di Gedung Angling Dharma tersebut dihadiri Ketua Forum PAUD Kabupaten Bojonegoro, Farida Hidayati SH MKn, Ketua IKGPAUD Kabupaten Bojonegoro, Umi Hanik SPd; Plt Kepala Dinas Pendidikan, M Kuzaini SPd MM; jajaran pengurus FPAUD dan Jajaran IKGPAUD Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah

, saat lantik Pengurus FPAUD dan IKGPAUD Kabupaten Bojonegoro, massa bakti 2019 -2024. Rabu (08/01/2020).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, M Kuzaini SPd MM, dalam sambutanya mengatakan bahwa Pendidikan PAUD ada dua jenis yaitu PAUD formal dan PAUD non formal. Menurutnya, yang dimaksud PAUD formal ini adalah anak yang berumur 4 sampai 6 tahun, yaitu Taman Kanak -Kanak (TK). Sedangkan di Kabupaten Bojonegoro ada sekitar 671 Taman Kanak-Kanak yang terdiiri dari 4 Taman Kanak-kanak Negeri dan 667 Taman Kanak-kanak swasta. Untuk 4 TK Negeri di antaranya TK Negeri Pembina Balen, TK Negeri SMT, TK Negeri Pembina Bojonegoro dan TK Negeri Pembina Purwosari.

“Itu adalah termasuk lembaga formal.” tutur M Kuzaini SPd MM.

Sedangkan lembaga PAUD yang non formal yaitu kelompok bermain. Di Kabupaten Bojonegoro ada 647 lembaga yang tersebar di 430 desa dan 28 Kecamatan.
Selain itu ada Posyandu yang jumlahnya 613, yang terdiri dari Pos PAUD dan Kelompok Bermain. Sementara yang tergabung dalam Himpaudi totalnya ada 1.930 lembaga
“Dengan terbentuknya kepengurusan FPAUD dan IKGPAUD nanti pendidikan pendidikan anak usia dini 0 hingga 6 tahun di Kabupaten Bojonegoro lebih maju dan lebih meningkat.” tutur M Kuzaini
M Kuzaini juga berharap, dengan terbentuknya kepengurusan FPAUD dan IKGPAUD yang baru tersebut nantinya akan dilakukan pembinaan di masing-masing wilayah pendidik PAUD Formal atau Pendidik Non Formal.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Akreditasi Perdana, Tujuh Jurnal President University Terindeks SINTA

Akreditasi Perdana, Tujuh Jurnal President University Terindeks SINTA

Akreditasi Perdana, Tujuh Jurnal President University Terindeks SINTA

Akreditasi Perdana, Tujuh Jurnal President University Terindeks SINTA
Akreditasi Perdana, Tujuh Jurnal President University Terindeks SINTA

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada 13 Desember 2019 merilis hasil akreditasi jurnal ilmiah periode VII. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen dan substansi jurnal ilmiah, sebanyak 1.005 jurnal ilmiah berhasil terakreditasi di periode kali ini, sehingga total jurnal ilmiah yang terakreditasi pada tahun 2019 sebanyak 4.602. President University untuk pertama kalinya menyumbang tujuh jurnal terakreditasi dan berhak terindeks SINTA.
SINTA sendiri merupakan sebuah portal daring yang menyediakan akses informasi penelitian yang komprehensif guna mengukur performa para peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia. Berikut tujuh jurnal ilmiah President University yang terakreditasi SINTA.
1. Journal of Environmental Engineering and Waste Management (JENV)

Journal of Environmental Engineering and Waste Management

(JENV) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu dalam rekayasa lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Jurnal ini telah terbit sejak tahun 2016 dan dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan. Saat ini JENV telah terakreditasi SINTA Peringkat 4.
2. AEGIS: Journal of International Relations
AEGIS: Journal of International Relations merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel-artikel ilmiah di bidang hubungan internasional. Jurnal yang dikelola Program Studi Hubungan Internasional ini telah terbit sejak tahun 2016 dan telah terakreditasi SINTA Peringkat 4.
ADVERTISEMENT

3. Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi

Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi mengekspos isu-isu yang berkaitan dengan ilmu komunikasi, termasuk komunikasi politik, komunikasi korporasi, film, dan media massa. Jurnal yang dikelola Program Studi Ilmu Komunikasi ini telah terakreditasi SINTA Peringkat 4.
4. JIE: Journal of Industrial Engineering
JIE: Journal of Industrial Engineering adalah jurnal ilmiah terakreditasi SINTA Peringkat 4 yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri. Jurnal ini fokus pada isu dan pengembangan teknik dan rekayasa industri.
5. FIRM: Journal of Management
FIRM: Journal of Management dikelola oleh Program Studi Manajemen yang membahas artikel ilmiah di bidang ilmu manajemen, termasuk finansial, pemasaran, dan sumber daya manusia. Jurnal ini telah terakreditasi SINTA Peringkat 5.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Uang menurut Bahan Pembuatannya

Uang menurut Bahan Pembuatannya

Uang menurut Bahan Pembuatannya

Uang menurut Bahan Pembuatannya
Uang menurut Bahan Pembuatannya

Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu :
a. Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai :
1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
b. Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang menurut Nilainya
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money).
a. Uang Penuh (Full Bodied Money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
b. Uang Tanda (token money)
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Baca Juga : 

Jenis-Jenis Uang

Jenis-Jenis Uang

Jenis-Jenis Uang

Jenis-Jenis Uang
Jenis-Jenis Uang

Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral.
a. Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
b. Uang Giral
Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Pengertian Uang

Pengertian Uang

Pengertian Uang

Pengertian Uang
Pengertian Uang

Kebutuhan manusia yang semakin tidak terbatas membuat manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Pada mulanya setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri. Singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Perkembangan selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akhirnya mereka melakukan pertukaran barang yang disebut barter untuk memenuhi kebutuhannya.
Pertukaran secara barter memiliki kekurangan seperti sulit menemukan barang yang sesuai kebutuhan, sulit menentukan nilai tukar barang dan sulit menyimpan barang yang akan ditukarkan, maka manusia memikirkan suatu barang yang dapat digunakan sebagai perantara dalam pertukaran. Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai seperti kerang, intan, mutiara pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia mengenal uang. Namun barang-barang tersebut memiliki kelemahan diantaranya belum mempunyai pecahan dan tidak tahan lama .
Sehubungan dengan hal tersebut, orang berusaha memikirkan barang yang lebih cocok dan lebih baik sebagai barang perantara. Akhirnya, orang banyak menggunakan logam seperti emas dan perak karena barang-barang tersebut disukai masyarakat dan dapat dibentuk menjadi uang. Jadi, uang adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk mempermudah pertukaran.
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Kegunaan uang ialah uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang (uang kartal) diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Sumber : https://profilesinterror.com/

TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX

TES FORMATIF IX
TES FORMATIF IX

1. Manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk bennoral. Tetapi, temyata dalam tingkah lakunya atau perbuatannya banyak yang menyeleweng/salah, sehingga harus mempertanggungjawabkan kesalahannya tersebut. Dorongan yang paling kuat ke arah penyelewengan itu disebabkan ….
A.pribadinya
B.situasi dan kondisi lingkungan
C.pendidikan
D.a, b dan c benar
2. Amir adalah mahasiswa yang sudah berdiri sendiri; ia malas belajar sehingga ia tidak lulus salah satu mata kuliah. Ia harus bertanggung jawab atas kelalaian itu kepada…
A.dirinya sendiri
B.orang tuanya
C.masyarakat
D.negara
3. Arman adalah seorang pemuda. Pada suatu hari ia berkelahi dan kawannya luka besar karenanya. Dalam hal ini Amian harus mempertanggung jawabkan kesalahannya ini kepada…
A.Tuhan, negara, tetangga, orang tua
B.masyarakat, negara, diri sendiri
C.diri sendiri, masyarakat, negara, Tuhan
D.negara, masyarakat, lawannya, Tuhan
4. Amin terkenal sebagai orang yang jujur, tetapi pada suatu hari ia berbuat jahat. yang menyebabkan Amin berbuat jahat itu antara lain….
A.lingkungan, orang tua, pendidikan
B.pendidikan, lingkungan, kesadaran
C.lingkungan, kesadaran, dan mental
D.mental, pendidikan, manusia itu sendiri
5. Orang yang berbuat salah, baik kesalahan sendiri, maupun kesalahan terhadap orang lain itu pasti…
A.bertanggung jawab
B.belum tentu betanggung jawab
C.kombinasi a dan b
D.yang benar hanya a
6. Roni membunuh kawannya dengan tidak disengaja. Mayat kawannya dikubur dan disembunyikan, sehinga tidak seorang pun mengetahuinya
A.peruatan Roni itu tidak salah, karena itu tidak perlu dipertanggungjawabkan
B.mengubur itu sudah bertanggung jawab
C.perbuatan Roni belum dipertanggungjawabkan
D.yang betul a dan c
7. Tanggung jawab pada hakekatnya adalah…
A.kesadaran moral
B.kesadaran akan perbuatannya
C.kesadaran akan kewajibannya
D.a, b dan c benar semua
8. Di jalan Anda berjalan tergesa-gesa dan kurang waspada, sehingga kaki anda menyentuh barang dagangan orang. Karena sentuhan itu barang dagangan tersebut berantakan. Anda minta maaf. Pedagang yang mempunyai barang tersebut tidak marah setelah anda minta maaf. Ini berarti bahwa Anda…
A.sudah bertanggungjawab
B.belum bertanggungjawab, karena belum mengganti kerugian
C.tidak punya rasa belas kasihan
D.tidak punya rasa tenggang rasa
9. Sebagai seorang mahasiswa yang perlu Anda pertanggungjawabkan ialah :

Baca Juga : 

 

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
(a). Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada halcekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, munglcin sampai bethari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Berikut ini diberikan gambaran, bagaimana orang tua mengabdi kepada putra-putrinya demi kebahagiaan keluarga mereka.
Sepasang suami istri guru sekolah dasar di sebuah desa. Analcnya cukup banyak, yaitu 6 orang. Untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga besar tesebut, si ibu tetap bekerja sebagai guru, karena tahu bahwa gaji suaminya juga kecil. Si ibu di rumah tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga, karena memang tidak mampu membayar pembantu. Untuk umsan pendidikan di sekolah si bapak yang bertanggung jawab, sedangkan si ibu untuk urusan pendidikan yang bersangkutan dengan rumah tanggga. Si Bapak membimbing putra-putrinya dalam belajar di rumah malam hari, sedangkan siang hari saling dengan praktek biologi seperti menanam sayur, memelihara temak yang hasilnya langsung dapat dimanfaatkan oleh keluarga. Si ibu mengajar putra-putrinya memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan rumah. Anak-anaknya yang mulai besar menjadi semacam asistennya. Setelah anak-anaknya mulai hams sekolah di kota, mereka itu hanya disewakan kamar yang murah dengan hams memasak dan mencuci sendiri yang sudah terlatih baik waktu di desa. Demikianlah maka kamar itu makin banyak penghuninya oleh adik-adik yang juga menyusul kakak untuk belajar di kota. Sekali seminggu seorang pulang untuk mengambil uang dan perbekalan di
desa, dan sekali sebulan ayah-ibu datang ke kota untuk tetap mengakrabkan hubungan mereka sebagai keluarga, sekaligus mengontrol apakah anak-anaknya menjalankan kewajibannya secara benar. Hal demikian juga dilakukan pleh keluarga itu waktu anak terbesar harus masuk ke perguruan tinggi. Pada waktu si sulung sudah tamat dan bekerja, is pindah ke tempat kerjanya dan berfungsi sebagai donateur terhadap adik-adiknya. Walhasil seluruh putra-putri keluarga guru tersebut dapat menamatkan sekolahnya dan menjadi sarjana. Sementara itu si bapak dan ibu bertahan bekerja sebagai guru di desa demi mengabdi kepada putra-putrinya agar dapat menjadi manusia yang hidupnya tidak sesulit dirinya. Waktu mereka sudah pensiun, mereka merasakan bahwa pengabdiannya pada putra-putrinya juga sudah cukup, mereka merasa puas karena mampu membekali putra-putrinya dengan ilmu yang dijadikan kail dalam menempuh kehidupan lit Orang tua itu tidak membekali dengan ikan, karena akan cepat habis tanpa bekas !
Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun di ladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meningggalkan keluarganya dan tidak akan berkeluarga. Sehingga hampir seluruh waktu waktu, pikiran, tenaga maupun kegiatan hanya tercurah untuk memuliakan Tuhan. Dalam agama yang tidak membedakan manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati ditempatkan di daerah – daerah yang jauh dan terpencil. Semuanya dilakukan dengan semboyan tugas suci. Selain pada gereja Katolik, pada agama Budha juga dikenal biarawati atau biarawan dengan sebutan bhiksu dan bhiksuni dengan cam kehidupan yang tidak jauh berbeda.
Pengabdian kepada negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil terpencil dan masyarakat ramai, sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pemah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam mengabdikan diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri di kota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti tahunan. Kesenangan dan kegembiraan sesama pegawai negri haanya mereka bayangkan secara terang di alam yang demikian sepi. Anak-anak mereka sulit berkembang sebagai mahluk sosial, dan tebatas untuk dapat mengembangkan diri akibat terpencilnya tempat tinggalnya. Dengan membandingkan mereka dan kehidupan kawan-kawannya di kota atau di tempat yang lebih enak terasa arti pengorbanan mereka demi keselamatan manusia lain, bangsa dan negara sendiri. Berapa banyakkah orang yang mau dan mampu menghayati pengorbanan mereka itu.?
(b). Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehinggaa pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajib berkorban. Berikut ini diberikan dua buah penggambaran.
Pangeran Sidharta Gautama dan Kapilawastu diharapkan oleh ayahnya untuk kemudian menggantikan kedudukannya sebagai raja. Tetapi, Pangeran tersebut lebih tetarik pada kehidupan pertapa untuk memperoleh penerangan agung bagaimana caranya manusia dapat membebaskan dirinya dan sengsara (samsara) melalui pelepasan (mokhsa) dan mencapai kehidupan abadi di sorga (nirvana). Ia mengorbankan kehidupannya yang mewah duniawi dalam istana, ia mengorbankan kepenti,ngan keluarganya, karena memandang bahwa kepentingan umat manusia yang bodoh (avidhya) perlu didahulukan. Usahanya berhasil memperoleh penerangan agung di tempat pertapaan Bodh Gaya, yang kemudian disiarkan kepada umat manusia. Ia rela mengorbankan duniawinya, keluarganya, demi kepentingan umat manusia yang derajatnya lebih tinggi. Ia menjadi seorang Budha yang akhimya tidak dilahirkan kembali dan menjadi pendiri agama Budha.
Nabi Ibrahim mendapat perintah dan Allah untuk mengorbankan putra tunggalnya Ismail. Walaupun ia sangat sayang pada putranya tersebut, perintah Allah untuk mengorbankan tetap dipatuhinya. Allah menguji kesetiaan dan besamya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak sampai hati melihat pisaunya dipotongkan ke leher putranya, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintahNya. Kemudian terbukti, bahwa putra yang mau dikorbankan kepada Allah sudah berganti dengan biri-biri. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah lebih tinggi kadamya daripada pengorbanan oleh nabi ibrahim sekarang yang ditiru oleh oleh umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat Islam di wilayah lain dengan mengorhanan temak untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurhan.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Sumber : http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/clash-of-queens-apk/

Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hulcuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia pedu pengorbanan.
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan din kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawab ini ia berlcorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumnya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai mahluk Tuhan.

Sumber : http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/baseball-apk/

Ribuan Mahasiswa Berkesempatan Dapat Beasiswa

Ribuan Mahasiswa Berkesempatan Dapat Beasiswa

Ribuan Mahasiswa Berkesempatan Dapat Beasiswa

Ribuan Mahasiswa Berkesempatan Dapat Beasiswa
Ribuan Mahasiswa Berkesempatan Dapat Beasiswa

Sebanyak 1.697 mahasiswa di Jawa Barat (Jabar) berkesempatan mendapatkan beasiswa

Jabar Future Leaders (JFL) Tahun 2019 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui Dinas Pendidikan setempat, beasiswa tersebut diperuntukkan bagi warga Jabar yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1, S2, dan S3 di universitas yang ada di Jabar. Pendaftaran beasiswa dibuka 26 Agustus hingga 8 September 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika menuturkan, program JFL merupakan upaya pemerintah guna memfasilitasi warga Jabar yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di wilayah Jabar. Pemberian beasiswa ini bertujuan menyiapkan generasi muda Jabar sebagai calon pemimpin di masa depan. ”Setiap mahasiswa nantinya menerima manfaat bantuan biaya pendidikan serta program pembinaan dan pendampingan,” ucapnya, seperti dikutip laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Beasiswa JFL terbagi menjadi dua kategori, yakni beasiswa prestasi akademis dan beasiswa

restasi non-akademis. Kuota penerima beasiswa prestasi akademis, yakni 1.312 mahasiswa. Terdiri dari empat jenis beasiswa, yaitu beasiswa pendidikan penuh jenjang S1 sebanyak 705 mahasiswa, beasiswa pendidikan penuh jenjang S2 (157 mahasiswa), beasiswa bantuan biaya pendidikan jenjang S3 (50 mahasiswa), dan beasiswa percepatan akses pendidikan tinggi jenjang S1 (400 mahasiswa).

Beasiswa pendidikan penuh jenjang S1 dan S2 serta beasiswa bantuan biaya pendidikan jenjang S3 diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang diterima di 10 universitas terakreditasi A yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jabar.

Ke-10 universitas tersebut, yakni Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor,

Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pasundan, Universitas Islam Bandung, Universitas Telkom, Universitas Parahyangan, dan Universitas Presiden.

Khusus untuk beasiswa bantuan biaya pendidikan jenjang S3, ada satu tambahan universitas yang bisa mengikuti kategori beasiswa tersebut, yakni mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sedangkan bagi beasiswa jenis percepatan akses pendidikan jenjang S1 bisa diikuti oleh mahasiswa dari 98 universitas yang ada di Jabar (terlampir).

”Jumlah tersebut termasuk 10 universitas yang telah disebutkan. Adapun lama program beasiswa jenis percepatan akses pendidikan jenjang S1 adalah 1 tahun,” tuturnya.

 

Baca Juga :