Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa
Berdayakan Potensi Masyarakat lewat Bina Desa

Sekumpulan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang

(Unsika) yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi) menggelar acara Bina Desa di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bina Desa merupakan acara yang diinisasi oleh GenBi Unsika pada Minggu 18 Agustus 2019

. GenBi adalah kumpulan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bank Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdayakan masyarakat maupun lingkungan di desa-desa di Kabupaten Karawang, salah satunya Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta.

Dalam pembukaan Bina Desa, hadir perwakilan Pejabat Bank Indonesia

Bandung serta dinas terkait di pemerintah daerah setempat serta masyarakat.Novita Evans Simamora mewakili BI Bandung menjelaskan BI memelopori program Bina Desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap desa desa di wilayah Indonesia.
Nantinya desa tersebut secara mandiri meningkatkan sumber daya, baik berupa alam, maupun sumber daya manusia.

 

Baca Juga :

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka
Cargill Rekrut 50 Pemuda Berbakat dari Universitas Negeri Terkemuka

Cargill Indonesia yang bermitra dengan Institute of International Education

(IIE), secara resmi membuka program tahunan Global Scholars di Jakarta.

Sebanyak 50 generasi muda Indonesia yang cerdas, berbakat, dan potensial dari universitas negeri terkemuka di berbagai daerah, telah bergabung dengan program Cargill’s Global Scholar yang diadakan sejak 2015 di Indonesia.

Direktur Senior Sumber Daya Manusia, Cargill Indonesia, Chika Hutauruk mengatakan

, pihaknya sangat bangga dengan semua peserta Cargill Global Scholars dari Indonesia.

Baca Juga:

Siswa Indonesia Harumkan Nama Bangsa lewat Ajang Penelitian di Jepang
Universitas Prasetiya Mulya Buka Program Doktor Manajemen

“Mereka menjadi representasi dari Indonesia selama seminar global di kantor pusat

Cargill di Minneapolis bulan lalu. Saya yakin tahun ini, perwakilan Cargill Global Scholars dari Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah baik dari sebelumnya,” kata Chika, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Cargill memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu cara yang Cargill lakukan dengan berinvestasi dalam mendidik calon pemimpin pada sektor pertanian, pangan, dan nutrisi.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/3c-toolbox-pro/

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

 

Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi
Agar Mampu Bersaing, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Akreditasi

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

meminta agar perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta agar bisa meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh akreditasi A. Hal ini untuk merespons tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Saya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya

, baik swasta maupun negeri,” tandas Nasir saat menghadiri Wisuda dan Dies Natalis Univeristas Nasional ke-70 di Jakarta, kemarin. Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyebutkan, dibandingkan awal masa pemerintahannya terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A.

Nasir menyebutkan saat ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia

yang telah meraih akreditasi A, 13 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta. Guru besar bidang akuntansi Undip ini berharap, perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta dapat menjadi penggerak inovasi membangun negeri. Selain itu juga, perguruan tinggi bisa membangun sumber daya manusia dan IPTEK yang dihasilkan sehingga akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai sebagai modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0.

 

Sumber :

http://fenilu95.blog.unjaniyogya.ac.id/adguard-premium/

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa
Hadiah untuk Orang-orang yang Bertakwa

Berikut yang manakah orang yang bertakwa??
Orang yang bertakwa berarti menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Nah, sering ditekankan kepada kita, “Hai sekalian umat manusia beriman dan bertakwalah!!!” Hal ini bisa memunculkan sendiri, “Lantas apa yang didapat oleh orang-orang yang bertakwa?”

ini ada beberapa ganjaran atau semacam “hadiah” bagi orang-orang yang bertakwa, yang dikemukakan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an:

1. Senantiasa mendapat petunjuk
Mereka itulah (orang-orang bertaqwa) yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah:5)

2. Diberi penyelesaian masalah
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya akan diberikannya jalan keluar. (Ath-Thalaq:2)

3. Dimudahkan segala urusan
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan baginya segala urusan. (Ath-Thalaq:4)

4. Mendapat rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka
…dan memberinya (orang bertaqwa) rezeki dari sumber yang tidak terduga. (Ath-Thalaq:3)

5. Disayang Allah (serta malaikat dan manusia)
Sesungguhnya Allah menyayangi orang-orang yang bertaqwa. (Ali ‘Imran:76)

6. Mendapat keberkatan dari langit dan bumi
Jika seluruh penduduk sebuah negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya kami akan melimpahkan kepada mereka berkat dari langit dan bumi. (Al-A’raaf:96)

7. Mendapat kemenangan
Sesunggunya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan. (An-Naba’:31)

8. Terpelihara dari tipu daya musuh
Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. (Ali ‘Imran:120)

9. Diberi furqan (petunjuk untuk membedakan yang benar dan salah)
Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan. (Al-Anfaal:29)

Cukup pantas kan!!!!

Baca Juga :

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital
Mantan Mendiknas M. Nuh Dukung Pendidikan Digital

Kemajuan teknologi telah menciptakan era tersendiri bagi masyarakat,

khususnya dalam hal memperoleh informasi. Para siswa saat ini merupakan generasi di era digital, dimana segala informasi bisa didapatkan dengan mudah di jejaring internet. Melihat fenomena ini, guru dituntut untuk berperan lebih dari sekedar tempat mencari jawaban, namun juga sebagai penuntun dan pembentuk karakter yang kuat. “Guru tak boleh hanya memberikan materi saja, karena Google juga memilikinya,” ujar Muchlas Samani saat acara Bedah Buku berjudul ‘Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah?.’

Sebagai salah satu bentuk kontribusi pendidikan.id untuk dunia pendidikan digital, maka pendidikan.id turut mendukung acara yang diadakan di Ruang Rektorat Kampus UNESA ini, pada Sabtu (25/03/2017). Budi Darma, sastrawan sekaligus Guru Besar UNESA dan Muhammad Nuh, måntån menteri pendidikan hadir sebagai penyaji bersama dengan Muchlas Samani, sang penulis buku ’Semua dihandle Google, Apa Tugas Sekolah’ yang diterbitkan olleh Unesa Press. Acara yang berlangsung pk. 09.00 – 12.00 ini dimoderatori oleh Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, dan dihadiri kurang lebih 200 guru/akademisi dari seluruh sekolah di Surabaya.

Peserta seminar menyanyikan lagu Indonesia Raya

 

Hakikatnya, fungsi sekolah yaitu untuk mempersiapkan lulusan-lulusan handal di dunia kerja

. Lulusan yang handal bukan hanya dillhat dari penguasaan ilmu pengetahuan, namun juga karakter dan skill. Oleh karena itu, Muchlas mengungkapkan, jika semua pengetahuan atau informasi baku bisa didapatkan dari google, maka tugas guru kini lebih pada sektor skill dan karakter. Penanaman karakter dan skill seperti belajar mandiri, berpikir kritis, bersaing, bertanding dan bersanding secara global. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menuntun siswanya dalam mencari informasi di internet, agar tidak mendapatkan informasi yang salah atau justru bernilai negatif.

Di sela-sela acara, Ginting Satyana, senior staff

.id, juga hadir sebagai praktisi yang memberikan pendapat atau tanggapan mengenai era digitalisasi bagi pendidikan. Pada kesempatan ini, ia sekaligus memperkenalkan inovasi baru dalam pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan mesin KIPIN ATM. KIPIN ATM merupakan sebuah mesin yang berisi ribuan buku pelajaran, latihan soal, video pendidikan dan komik literasi. Semua fitur tersebut dapat diakses secara gratis oleh siswa-siswi Indonesia, untuk meningkatkan proses belajar mereka.

 

Baca Juga :

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital
Belajar mengajar efektif di era digitalisasi, salah satunya dengan Video Pendidikan Indonesia dan Buku Sekolah Digital

Mencapai pembelajaran yang efektif tentunya merupakan sebuah cita-cita bagi semua akademisi. terutama guru dan dosen. Namun bagaimana guru dapat menciptakan pembelajaran efektif tersebut, jika dibarengi dengan pesatnya perubahan teknologi saat ini?

Prof. Lies Amin Lester, saat wawancara dengan pendidikan.id

Melalui wawancara pendidikan.id dengan Prof. Dr. Lies Amin Lester, MA., M.Pd,

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNESA. Ia mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan level mental dan kedewasaan seseorang. Proses belajar yang dibutuhkan anak kecil seusia TK dan SD haruslah yang bersifat intetraktif. Anak kecil akan lebih dapat memahami apa yang dillhat, didengar, disentuh atau dirasakan secara nyata dan langsung.

Sedangkan untuk level yang lebih tinggi, bahasa menjadi hal yang sangat vital dan penting untuk dipelajari. Bukan hanya bahasa secara teori dan teknis, namun juga praktis. Sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan baik, secara interpersonal maupun publik. Salah satu cara sederhana untuk mengasah kemampuan komunikasi siswa yaitu dengan mengadakan kegiatan presentasi. Melalui presentasi, siswa dapat berlatih memimpin forum, berdiskusi dan mengutarakan apa yang dipikirkan di hadapan publik tanpa gugup.

Namun tak hanya soft skill atau kemampuan komunikasi, proses belajar harus disertai dengan pelatihan hard skill yang kini bisa didapatkan melalui teknologi. Menurut Lies, perubahan jaman dari segala aspek yang disebabkan berkembang pesatnya teknologi tak dapat lagi dielakkan. Terutama teknologi digital yang juga dinilai sangat penting, karena sifatnya yang “serba ada”. Bahkan apapun yang seharusnya diperoleh atau dilakukan di dunia nyata, kini dapat diperoleh atau dilakukan hanya melalui satu perangkat keras dalam genggaman.

Ungkapan Lies mengenai perubahan jaman yaitu bahwa siswa-siswi saat ini

disebut sebagai “digital native,” sedangkan para guru adalah “digital migran.” Dunia teknologi adalah milik siswa jaman sekarang, sementara guru atau dosen adalah pendatang dari jaman konvensional. Sehingga tugas besar para guru saat ini yaitu untuk beradaptasi dan tidak segan-segan mempelajari teknologi digital yang digunakan siswa. Dengan begitu, guru dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal, sekaligus efektif bagi siswa.

Tampilan utama Buku Sekolah Digital (BSD) pada mobile application

Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran efektif

yakni dengan penggunaan video atau buku digital. Bagi Lies pembelajaran secara digital merupakan solusi, di saat keberadaan pepohonan pada masa ke masa semakin jarang. Sehingga mau tak mau, sebagian kegiatan penyimpanan data harus dialihkan dalam bentuk digital. Video selama proses belajar mengajar juga dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ketinggalan mengikuti kelas, entah karena sakit atau ada penugasan lapangan saat kelas berlangsung.

Video Pendidikan Indonesia (VPI) dan Buku Sekolah Digital (BSD) adalah beberapa produk .id yang berupa video serta buku berbasis digital. Menyediakan lebih dari 2000 buku kurikulum KTSP 2006 dan 2013, BSD dapat diakses secara gratis baik melalui website ataupun mobile apps. Begitu pula dengan VPI, bisa diakses gratis baik secara online ataupun offline. Akses secara offline baru bisa dilakukan jika video telah diunduh terlebih dahulu.

 

Sumber :

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/21502

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar
IGI Surabaya Dukung Pemanfaatan Teknologi di Bidang Pendidikan, Agar Anak Semakin Tertarik Belajar

Sabtu (22/07) sekitar 50 guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia

(IGI) Surabaya, hadir di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara Sosialisasi Pendidikan Berbasis IT bersama pendidikan.id. Pembahasan yang disampaikan yakni mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi agar berguna bagi dunia pendidikan, tentunya dengan bantuan pendidikan.id.

Banyak informasi dapat ditemukan luas di jaringan internet, termasuk informasi positif sekaligus negatif. Bagaimana hasil dan manfaatnya, bergantung pada pemakaian masing-masing pribadi. Tapi internet akan menjadi ancaman serius apabila diakses oleh anak kecil dan remaja, tanpa pengawasan orang tua. Akibatnya anak kecil dan remaja bisa kecanduan internet, apalagi untuk menonton, membaca atau mengakses informasi-informasi yang negatif. Begitulah fenomena menjamurnya IT di kalangan anak-anak, yang disampaikan tim pendidikan.id dalam acara sosialisasi tersebut.

Pendidikan.id membantu memberikan solusi atas permasalahan ini.

Menurut penjelasan Sombo Duli, Business Representative tim pendidikan.id, sifat anak-anak yang cenderung suka bermain, menonton dan membaca segala informasi dari gadget tidak dapat diubah. Hal ini dikarenakan sifat alamiah setiap anak yang lahir di era digital, yang kemudian disebut generasi Z. Namun pencegahan dan pengarahan tetap bisa dilakukan, dengan cara memberikan gadget berisi aplikasi-aplikasi yang mendidik. “Guru sambil memberitahu dan mengarahkan siswa-siswi, agar mengakses portal-portal yang memudahkan belajar mereka,” ujar Sombo di hadapan guru-guru IGI.

Pendidikan.id merupakan portal yang menyediakan berbagai kebutuhan siswa

dalam proses belajar. Kehadiran pendidikan.id untuk menyesuaikan sifat generasi Z yang cenderung berinteraksi dengan gadget sepanjang hari. Jika memerlukan buku, siswa bisa menggunakan Buku Sekolah Digital (BSD). Jika ingin mendapatkan penjelasan lisan mengenai materi yang belum dipahami, siswa dapat menonton Video Pendidikan Indonesia (VPI). Siswa juga dapat mengerjakan latihan-latihan soal melalui halaman Try Out Online, dan membaca komik pendidikan saat sedang senggang atau bosan.

Tim pendidikan.id berfoto bersama anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Surabaya

Selain itu, penggunaan BSD dan Try Out Online juga untuk mengurangi kesulitan siswa mendapatkannya dalam bentuk buku cetak. Manfaat VPI tak hanya dapat dirasakan oleh siswa, tapi juga guru. Menurut Sombo, guru bisa menyampaikan pelajaran dengan media pembelajaran video VPI di kelas. Hal ini dilakukan agar siswa lebih tertarik dengan pelajaran, dan menjadi lebih aktif menanggapi materi yang diserap melalui video. “Tapi yang paling penting adalah untuk memperkenalkan cara belajar yang baru, mudah dan menarik bagi siswa. Karena teknologi diciptakan untuk memudahkan kegiatan manusia, maka manfaatkan dengan baik untuk memperbaiki proses belajar-mengajar,” urainya.

 

Sumber :

https://ejournal.unib.ac.id/index.php/agrisep/comment/view/2638/0/5202