Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

 

Sosial Politik Modal Dasar Berbangsa dan Bernegara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan

kondusifitas sosial politik merupakan modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Kang Emil sapaan akrabnya mengajak semua warga Jawa Barat untuk terus menjaganya.

Hal ini disampaikannya dihadapan para jamaah usai melaksanakan sholat shubuh berjamaah di Masjid Al Mi’raj, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (15/09/2018) pagi.

Dikatakannya

Beberapa bulan kedepan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan segera dimulai.

“Saya titip kepada semua untuk berbicaralah yang baik atau diam, postinglah yang positif atau tahan. Kami ingin apapun yang terjadi di negeri ini tidak boleh ada perpecahan yang mengganggu sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia,” pesan Kang Emil.

Kang Emil merasa bersyukur

Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Jawa Barat tidak ada kaca pecah maupun peluru yang lepas dari larasnya, semua berjalan lancar.

Dirinya berharap hal serupa terjadi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019. Perbedaan yang ada jangan sampai memecah belah dan semua warga, rakyat Indonesia adalah saudara.

“Lisan dan tulisan merupakan kuncinya. Kurangi dan hindari lisan maupun tulisan yang menyakiti, memancing emosi atau amarah dan membuat kebencian orang lain berkobar,” tuturnya.

Sejarah mengajarkan dan mengingatkan, banyak bangsa-bangsa besar yang bubar akibat tidak memiliki komitmen terhadap persatuan. Contohnya, Rusia yang dulu dikenal sebagai Uni Soviet atau Yugoslavia yang akhirnya pecah menjadi beberapa negara.

“Tidak hanya bubar, bahkan ada beberapa negara yang dicabut nikmat berbangsa dan bernegaranya karena perselisihan antar satu dan yang lainnya. Tidak bisa selfie, tidak bisa Car Free Day bahkan sulit untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah,” ujar Kang Emil.

Kang Emil

Kang Emil menegaskan jangan sampai hal tersebut terjadi di Indonesia. Ia mengajak semua untuk bersyukur karena Indonesia diberi keberkahan oleh Allah SWT berupa perdamaian.

Sejarah mencatat orang Indonesia tidak bisa dikalahkan jika bersatu, kekalahan yang dialami disebabkan Devide Et Impera (politik pecah belah atau politik adu domba). Dan bibit-bibit tersebut saat ini muncul di handphone-handphone yang menyebarkan isu-isu menyesatkan dan memprovokasi. “Ini adalah tantangan-tantangan yang sedang dihadapi,” tegasnya.

Untuk menangkal hal tersebut, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat telah mempersiapkan program-program yang berbasis teknologi digital, diantaranya dakwah digital yang melibatkan para ulama dengan memberikan masukan kontennya, zakat digital dan yang lainnya.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/

Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat-Istiadat Dan Peraturan Dalam Masyarakat

Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat-Istiadat Dan Peraturan Dalam Masyarakat

Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat-Istiadat Dan Peraturan Dalam Masyarakat

Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat-Istiadat Dan Peraturan Dalam Masyarakat
Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat-Istiadat Dan Peraturan Dalam Masyarakat

1.Manusia, Masyarakat, dan Ketertiban 

Manusia dilahirkan dan tidak terpisah satu sama lain, yakni dengan berkelompok. Hidup berkelompok merupakan kodrat manusia dalam memenuhi kebutuhannyan, serta untuk mempertahankan hidup-nya baik terhadap bahaya dari dalam maupun datang dari luar. Setiap manusia akan terdorong untuk melakukan berbagai upaya agar terhindar/menghindari/melawan dan mengatasi bahaya-bahaya tersebut. Dalam hidup berkelompok pasti terjadi interaksi antar manusia. Menurut Surojo Wignjodipuro ada 2 Macam Kontak;

  • Kontak yang menyenangkan; yakni kepentingan-kepentingan yang saling memenuhi. Contoh; penjual yang bertemu pembeli.
  • Kontak yang tidak menyenangkan; yakni apabila kepentingan-kepentingan yang bertemu saling bersaing / berlawanan. Contoh; pelamar yang bertemu pelamar lainnya, pemilik barang bertemu pencuri.
Mengingat manusia banyak kepentingan, khususnya kepentingan antar pribadi tidak mustahil terjadi konflik antar sesama, karena kepentingan saling berseberangan / bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa aman; maka perlu di bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha agar tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman, dan damai; yang menjamin kelangsungan hidupnya.
Perlu diketahui juga bahwa manusia itu adalah makhluk sosial; menurut Aristoteles manusia yaitu Zoon Politikon yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans Kelsen “man is a social and Politcal being” artinya manusia adalah makhluk sosial yang dikodratkan dalam kehidupan kebersamaan selamanya dalam masyarakat, dan makhluk yang terbawa oleh kodrat sebagai makhluk sosial itu selalu berorganisasi.
Kehidupan dalam kebersamaan / bermasyarakat  tidak lepas dari hubungan sosial (social relation) atau relasi sosial. Jadi hubungan sosial adalah hubungan antar subjek yang saling menyadari kehadiran masing-masing.
Ketertiban  didukung oleh tatanan yang memiliki sifat berlain-lainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan memiliki sifat yang tidak sama. Oleh karena itu dalam masyarakat yang mengatur setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah maupun aturan hidup yang ada dan hidup pada masyarakat.

2.Pengertian Norma, kebiasaan, Adat-Istiadat, dan Peraturan

Norma merupakan suatu tata yang berwujud aturan-aturan yang memiliki pedoman bagi tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan di jamin, dan setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim di sebut kaidah (berasal dari bahasa arab) atau norma berasal dari bahasa latin atau ukuran-ukurannya.

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaanya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkahlaku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai suatu hal yang sama serta dianggap sebagai aturan hidup.

Kebiasaan dalam masyarakat sering dikaitkan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib, serta ada pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun. Umumnya adat istiadat meupakan tradisi.

Peraturan merupakan suatu hukum yang  dibuat oleh lembaga kekuasaan yang isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumber bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, dokktrin, dan agama.

Baca Artikel Lainnya:

Sejarah Berdirinya Dan Alur Perjalanan KPK Dalam Memberantas Koruptor

Sejarah Berdirinya Dan Alur Perjalanan KPK Dalam Memberantas Koruptor

Sejarah Berdirinya Dan Alur Perjalanan KPK Dalam Memberantas Koruptor

Sejarah Berdirinya Dan Alur Perjalanan KPK Dalam Memberantas Koruptor
Sejarah Berdirinya Dan Alur Perjalanan KPK Dalam Memberantas Koruptor

Wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

yang dilontarkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri belum bisa diwujudkan. Hal tersebut dikarenakan, kejaksaan dan kepolisian belum bisa diandalkan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Meski berkali-kali menangkap pejabat negara, anggota DPR, menteri, kepala daerah sampai petinggi parpol, akan tetapi praktik korupsi masih tumbuh subur di Tanah Air Indonesia.

Sejarah berdirinya KPK

sebagai ujung tombak dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
Pada tahun 2002 KPK didirikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pembentukan KPK didasari; karena Megawati melihat institusi kejaksaan & kepolisian waktu itu terlalu kotor, sehingga untuk menangkap koruptor dinilai tidak sanggup. Dan jaksa maupun polisi sulit dibubarkan sehingga dibentuklah KPK.
Ide awal pembentukan KPK  sebenarnya sudah muncul di era Presiden BJ Habibie yang mengeluarkan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih & bebas dari KKN. Habibie kemudian memulai dengan membentuk berbagai komisi / badan baru seperti KPKPN, KPPU / lembaga Ombudsman.
Agar lebih serius dalam penanganan pemberantasan korupsi, presiden berikutnya, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK). Badan tersebut di bentuk dengan Keppres di masa Jaksa Agung Marzuki Darusman & dipimpin Hakim Agung Andi Andojo. Tetapi, di tengah semangat menggebu-gebunya dalam upaya memberantas korupsi dari anggota tim, melalui suatu judicial review Mahkamah Agung, TGPTPK akhirnya dibubarkan.
Sejak saat itu, Indonesia mengalami kemunduran dalam usaha pemberantasan KKN. Di samping membubarkan TGPTPK, Gus Dur dianggap sebagian masyarakat yang tidak bisa menunjukkan kepemimpinan yang bisa mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Setelah Gus Dur lengser

Bu Megawati pun menggantikannya. Di era putri Presiden pertama RI, Megawarti berupaya mewujudkan kembali semangat pemberantasan korupsi. UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil di wujudkan oleh pemerintahan Megawati. Termasuk melahirkan 5 pendekar pemberantasan korupsi pertama.
KPK merupakan lembaga negara yang di bentuk guna meningkatkan daya guna & hasil guna terhadap usaha pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK ber-sifat independen & bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas & wewenangnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada 5 asas, yaitu; kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, serta proporsionalitas.

KPK mempunyai 4 tugas penting yaitu

koordinasi dengan instansi yang berwenang dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, melakukan penyelidikan, penyidikan, & penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, melakukan tindakan- tindakan pencegahan tindak pidana korupsi, & melakukan pengamatan / monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia.
Sementara dalam pelaksanaan koordinasi, KPK berwenang mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, serta penuntutan tindak pidana korupsi yakni; menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi; serta meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait.
Berikutnya dalam melaksanakan dengan pendapat / pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, & meminta laporan instansi mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.

KPK bertanggung jawab kepada publik

menyampaikan laporannya secara terbuka & berkala kepada Presiden, DPR, serta BPK. KPK di pimpin oleh pemimpin KPK yang terdiri atas 5 orang, seorang ketua merangkap anggota & 4 orang wakil ketua merangkap anggota.
Pemimpin KPK memegang jabatan selama 4 tahun & dapat di pilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan saja. Dalam pengambilan keputusan pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial.
Pada masa awal berdirinya KPK, bisa dikatakan modalnya adalah ‘nol besar’. Para pemimpin KPK dilantik tanpa gedung kantor guna bisa bekerja & tanpa karyawan. Mereka bahkan membawa staf dari kantor lamanya masing- masing & menggajinya sendiri.
Tak berapa lama kemudian, muncul tim dari BPKP yang menjadi karyawan pertama di KPK. Waktu berlalu & tim tambahan dari kejaksaan serta kepolisian, mulai datang guna bekerja di KPK.

Dalam perjalanannya

KPK berkali-kali berganti kepemimpinan. Diawali oleh Taufiequrachman Ruki, seorang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1971. Bersama Ruki, yang mendampingi Amien Sunaryadi, Sjahruddin Rasul, Tumpak H Panggabean, & Erry Riyana Hardjapamekas.
Di bawah kepemimpinan Ruki, KPK hendak memosisikan diri sebagai katalisator (pemicu) bagi aparat & institusi lain guna terciptanya jalannya sebuah ‘good & clean governance’ (pemerintahan baik & bersih) di Republik Indonesia. Sebagai seorang mantan anggota DPR RI dari tahun 1992 hingga 2001, Ruki tetap konsisten  walaupun mendapat kritik dari berbagai pihak tentang dugaan tebang pilih pemberantasan korupsi.
Ruki menyampaikan bahwa “pembudayaan etika & integritas antikorupsi harus melalui proses yang tidak mudah, sehingga dibutuhkan peran pemimpin sebagai teladan dengan melibatkan institusi keluarga, pemerintah, organisasi masyarakat maupun organisasi bisnis.
Kiprah Ruki, kemudian dilanjutkan Antasari Azhar (2007 hingga 2009). Kontroversi Antasari saat menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000- 2007) yang gagal mengeksekusi Tommy Soeharto tidak menghalangi pengangkatannya menjadi Ketua KPK setelah berhasil mengungguli calon lain yakni Chandra M Hamzah dengan memperoleh 41 suara dalam pemungutan suara yang dilangsungkan Komisi III DPR.

Kiprahnya sebagai Ketua KPK

diantaranya menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan & Artalyta Suryani dalam kaitan penyuapan kasus BLBI Syamsul Nursalim. Kemudian penangkapan Al Amin Nur Nasution dalam kasus persetujuan pelepasan kawasan Hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang, Sumatera Selatan.
Antasari berjasa menyeret Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan yang merupakan besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke penjara atas kasus korupsi aliran dana BI. Sayang-nya, kiprah besar Antasari di lembaga pemberantasan korupsi terhenti. Karena Antasari terseret kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen.
Pada 4 Mei 2009 Presiden SBY memberhentikan dari jabatannya sebagai ketua KPK, Antasari kemudian digantikan oleh Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai pelaksana tugas (Plt) mulai 2009 hingga 2010. Tumpak di lantik 6 Oktober 2009 oleh Presiden SBY, berdasarkan Perppu Nomor 4 Tahun 2009 yang diterbitkan pada 21 September 2009.
Di era Tumpak, KPK berhasil menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit & impor sapi. Selanjutnya, KPK berhasil menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismet Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil kebakaran.
Tapi beberapa kasus masih delay penanganannya, contohnya kasus Bank Century, membuat penilaian bahwa lembaga tersebut mulai melempem. Pada 15 Maret 2010, Tumpak diberhentikan dengan Keppres Nomor 33/P/2010 karena Perppu di tolak oleh DPR.
Tumpak kemudian digantikan oleh Busyro Muqoddas periode 2010 hingga 2011. Busyro di lantik & di ambil sumpah oleh Presiden SBY pada 20 Desember 2010 sebagai ketua KPK. Sebagai ketua KPK, Busyro sangat sering mengkritik DPR, salah satu-nya terkait hedonisme para anggota DPR.
Pada pemilihan pemimpin KPK, 2 Desember 2011 Busyro ‘turun pangkat’ menjadi wakil ketua KPK. Busyro hanya memperoleh 5 suara dibandingkan Abraham Samad yang mendapat 43 suara. Serah terima jabatan & pelantikan dilaksanakan 17 Desember 2011.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)
Pada periode 2011 hingga 2015, KPK di pimpin oleh Ketua KPK Abraham Samad, bersama empat orang wakil ketuanya, yakni Zulkarnaen, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, & Adnan Pandu Praja.
Pada 3 Desember 2011 melalui voting pada pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan maupun anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham berhasil mengalahkan Bambang Widjojanto & Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedang-kan Adnan 1 suara.
Dia beserta jajaran pemimpin KPK yang baru terpilih, resmi di lantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada  16 Desember 2011. Lima pimpinan KPK periode 2011 hingga 2015 adalah Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, & Busyro Muqoddas.
Beberapa kasus yang mencuat saat Abraham memimpin yaitu; kasus korupsi Wisma Atlet, kasus korupsi Hambalang, kasus gratifikasi impor daging sapi, kasus gratifikasi SKK Migas, kasus pengaturan Pilkada Kabupaten Lebak, kasus korupsi simulator di Korlantas Polri.
Beberapa orang ditangkap/ditahan/dituntut KPK diantaranya adalah Andi Mallarangeng, Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Akil Mochtar, Ratu Atut Chosiyah, Ahmad Fathanah, Luthfi Hasan Ishaq, Rudi Rubiandini, dan lain-lain.
Namun, kejayaan era Abraham Samad harus berakhir pahit. Pada tanggal 17 Februari 2015, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan & Barat (Sulselbar) menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen.
Kasus pemalsuan dokumen berupa KTP, Paspor & Kartu Keluarga ini mulai mencuat pada tanggal 29 Januari 2015 setelah Feriyani Lim di lapor oleh lelaki bernama Chairil Chaidar Said di Bareskrim Mabes Polri. meskipun demikian, publik menganggap kasus tersebut hanya pembalasan dendam dari Polri guna menghambat Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri.
Sebelum penetapan tersangka tersebut, Abraham lebih dulu berseteru dengan PDIP, yang dimana lewat Plt Sekjennya Hasto Kristiyanto membeberkan pertemuan politik antara fungsionaris PDIP & Abraham di berbagai tempat seperti di Apartemen Capital Residence & berbagai tempat lainnya. Tujuan Pertemuan tersebut  membahas pencalonan Abraham menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2014.

Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Pada Masa Globalisasi

Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Pada Masa Globalisasi

Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Pada Masa Globalisasi

Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Pada Masa Globalisasi
Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Pada Masa Globalisasi

Latar Belakang

Budaya sebagai kajian utama pada ilmu antropologi merupakan objek yang tak akan habis dan hilang. Budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Dalam suatu budaya maka akan terjaga apabila budaya tersebut diwariskan kepada generasi selanjutnya. Karena budaya merupakan suatu kebiasaan yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Budaya juga menunjukkan karakter dari manusia itu sendiri. Melalui budaya kita dapat memahami tentang kepribadian, karakter dan kebiasaan dari manusia yang melekat dengan budaya tersebut.

Di jaman sekarang globalisasi sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan budaya. Melalui globalisasi ini kita akan memperoleh dampak baik dampak positif maupun negatif. Sehingga kita sebagai penduduk yang memiliki budaya sangat ragam di negeri ini, harus dapat mengolah dan memilah dampak dari globalisasi tersebut. Dari dampak positif yang kita dapat, kita memperoleh banyak kemudahan dari globalisasi tersebut. Globalisasi yang memudahkan kita di segala aspek kehidupan manusia. Sedangkan dari dampak negatif, yaitu budaya sebagai karakter bangsa yang timbul dari masing-masing penduduk bangsa, saat ini telah mengalami pergeseran dan perubahan yang sangat bertolak belakang dengan budaya bangsa sendiri. Sehingga banyak terjadinya penyimpangan norma dalam masyarakat.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)
Dari uraian di atas tersebut, maka antropologi sangat berperan dalam pewarisan budaya bangsa. Antroplogi mempelajari budaya manusia dari jaman sebelumnya hingga sekarang.

A.Pengertian Pewarisan Budaya

Pewarisan budaya adalah suatu proses peralihan nilai-nilai dan norma-norma yang dilakukan dan diberikan melalui pembelajaran oleh generasi tua ke generasi yang muda.
Tujuan dari pewarisan budaya, diantaranya :
1.Pengenalan nilai, norma dan adat istiadat dalam hidup.
2.Terciptanya keadaan yang tertib, tentram, harmonis, dalam masyarakat.
3.Usia manusia terbatas.
Suatu budaya di dalam masyarakat yang terus menerus dilestarikan atau diteruskan ke generasi selanjutnya agar kebudayaan tersebut tidak hilang atau punah diterjang oleh  kebudayaan yang baru. Oleh karena itu kita sebagai penerus generasi selanjutnya harus bisa melestarikan budaya yang sudah ada agar budaya itu tidak punah. Warisan budaya dapat berupa bahasa, tari, lagu, alat musik, masakan, bangunan atau candid an peninggalan lainnya.
Proses pewarisan budaya, antara lain :
1.Internalisasi
Internalisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu sejak lahir hingga akhir hayatnya. Sepanjang hayatnya seseorang terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat nafsu dan emosi, kemudian menjadi sebuah kepribadian.
2.Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses seseorang individu belajar berinteraksi dengan sesamanya dalam suatu masyarakat menurut sistem nilai, norma dan adat istiadat yang mengatur masyarakat yang bersangkutan.
3.Enkulturasi
Enkulturasi adalah proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap adat, sistem norma, serta semua aturan yang ada di dalam kebudayaan suatu masyarakat.
Sarana proses pewarisan budaya pada masyarakat secara tradisional, yaitu melalui :
1.Keluarga
Keluarga sebagai media perubahan budaya yang pertama dan utama, karena keluarga sebagai sumber pertama kali belajar atau sebagai agen sosiaisasi primer. Fungsi keluarga :
a.Reproduksi
b.Ekonomi
c.Edukatif
d.Afektif/sikap
e.Perlindungan
f.Religi
2.Masyarakat
Masyarakat terjadi melalui proses sosialisasi, dimana anggota masyarakat belajar tentang adat, nilai dan norma yang berlaku. Salah satu bentuk yang paling penting yaitu lingkungan teman sepermainan.
3.Lembaga Adat
Masyarakat selalu identik dengan adat. Tiap orang terikat pada aturan adat yang dimiliki oleh lembaga adat apabila ia dilanggar akan mendapat sanksi sosial. Lembaga adat sebagai tempat pewarisan kebudayaan mengajarkan betapa pentingnya menjaga kelestarian adat, agar generasi muda tidak melupakan begitu saja.
Peran lembaga adat dalam pewarisan budaya adalah mensosialisasikan norma dan adat yang berlaku dalam masyarakat.
4.Lembaga Agama
Lembaga agama sebagai sumber utama nilai dan norma. Lembaga agama memberikan penekanan terhadap nilai dan norma yang berlaku.
Sarana pewarisan budaya pada masyarakat secara modern :
1.Sekolah atau Pendidikan
Di sekolah terdapat suatu pembelajaran secara sistematis terhadap individu. Dalam pewarisan budaya, sekolah memiliki fungsi :
a.Memperkenalkan, memelihara dan mengembangkan unsur-unsur budaya.
b.Mengembangkan kekuatan penalaran.
c.Memperkuat kepribadian dan budi pekerti.
d.Menumbuhkankembangkan semangat kebangsaan.
e.Menumbuhkan manusia pembangunan.
2.Media Massa
Melalui media massa, setiap individu dapat memperoleh informasi dan pengetahuan. Melalui media massa juga, cakrawala berpikir masyarakat dapat dikembangkan dan diperluas dalam suatu proses pewarisan budaya. Media massa mencakup media cetak atau elektronik.
3.Bidang Politik
Dalam hal ini, pewarisan budaya dilakukan melalui lembaga pemerintahan. Lembaga ini, berada pada tiap-tiap tingkat kehidupan masyarakat. Ada pemerintahan pusat dan daerah yang meliputi kelurahan, rukun warga, rukun tetangga, dan lain-lain.
Peran warga dalam bidang politik disalurkan melalui kelembagaan partai-partai politik. Fungsi lembaga politik yaitu mengawasi, menyusun, menerapkan huku-hukum Negara dan menyelenggarakan serta mengawasi perundang-undangan, dan lain-lain.
Untuk menyelenggarakan sistem demokratis, kesadaran berbangsa dan bernegara akan tumbuh dalam bentuk patriotisme, bela negara dan cinta tanah air.
4.Organisasi atau Kelompok Sosial
Pengelompokan orang-orang yang disebutkan oleh C.H Holley sebagai “secondary group atau kelompok sekunder”. Kelompok ini dibentuk secara teroganisir untuk mencapai kepentingan tertentu dalam kehidupan masyarakat. Baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, politik pemerintahan, dan sebagainya.
5.Bidang Perekonomian
a.Bidang produksi yaitu usaha-usaha menghasilkan kebutuhan-kebutuhan ekonomi melalui usaha pertanian, perikanan, peternakan dan perindustrian.
b.Bidang konsumsi yaitu usaha-usaha yang secara langsung dinikmati warga masyarakat sebagai konsumen, terutama kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

c.Bidang distribusi yaitu usaha-usaha untuk menyebarluaslan hasil-hasil produksi melalui distribusi perdagangan atau perniagaan.

B.Pengertian Globalisasi

Di era globalisasi bangsa-bangsa di dunia tidak dapat menutup diri dari pergaulan dengan bangsa lain. Pergaulan itu membawa pengaruh bagi bangsa yang saling berkomunikasi.
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya menyangkut informasi secara mendunia melalui cetak dan elektronik.
Dampak Pengaruh Globalisasi Dalam Perubahan Budaya
1.Dampak Positif
a.Mempercepat proses perkembangan pembangunan karena masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, baik dalam bidang telekomunikasi dan elektronik maupun bidang lainnya.
b.Memperluas cakrawala berpikir dan berwawasan luas sehingga menjadikan manusia Indonesia sebagai pelopor pembaharuan dan perintis pembangunan.
c.Perubahan tata nilai dan sikap. Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
2.Dampak Negatif
a.Terjadinya goncangan budaya (cultural shock) sehingga ada individu yang tidak siap dalam menerima perubahan yang terjadi. Akibatnya mereka tertinggal dan frustasi.
b.Terjadi ketimpangan budaya (cultural lag) disebabkan budaya asing yang masuk tidak serempak.
c.Pergeseran nilai-nilai budaya yang mengakibatkan anomi. Pewarisan budaya yang begitu cepat sehingga perubahan dibidang nilai budaya dan keagamaan.
Dampak globalisasi terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat :
1.Pola Tingkah Laku
Pergeseran pola tingkah laku yang disebabkan oleh globalisasi tersebut, menyangkut banyak bidang, seperti perubahan tingkah laku di lingkungan keluarga, sekolah masyarakat. Contohnya, dengan adanya perubahan tersebut, maka sekarang ini kita disibukkan dengan adanya gadget yang semakin lama kegunaan benda ini semakin besar, barang siapa yang memiliki benda ini, seakan-akan dunia dalam genggamannya.
2.Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup menimbulkan gejala peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap seorang figure yang lagi dijadikan simbol/idola. Hal seperti ini telah terjadi pada remaja kita yang sedang mencari jati diri mereka.
3.Kehidupan Keluarga
Diantara para ahli antropologi berpendapat bahwa keluarga adalah kelompok sosial yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga memiliki dua fungsi yaitu kelompok dimana individu dapat menikmati bantuan dari sesamanya dan keamanan dalam hidupnya.
4.Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya, sehingga setelah anak menerima pendidikan yang sangat dasar di keluarga, maka anak akan mendapat pendidikan dari lingkungan sekitarnya. Pendidikan yang dilakukan saat ini melalui tiga jalur, yaitu formal, informal dan nonformal.
5.Tatanan Trasidional
Sugeng Reksodiharjo (1990: 87) mengatakan bahwa tata kelakuan dan pedoman tingkah laku yang mengandung nilai-nilai budaya wajib dilestarikan dan perlu dipupuk sebagai nilai budaya. Hanya pranata atau “instritution” yang merupakan kelakuan yang berpola dari manusia dan kebudayaan.

C.Antropologi dalam globalisasi

Perkembangan antropologi mengalami kemiripan dengan globalisasi. Antropologi juga sedikit banyak lahir dan berkembang dari rahim kolonialisme  imperialisme. Kemudian antropologi berkembang seiring dengan perkembangan imperialisme. Hingga pada masa globalisasi seperti pada saat ini antropologi memiliki peran yang sangat penting yang juga dimanfaatkan untuk mewujudkan kepentingan para kapitalis seperti pembuatan ISO, mencari data-data guna melanjutkan pembangunan, modernisasi, dan lainnya.

Antropologi muncul dilatarbelakangi oleh kedatangan orang Eropa di benua Afrika, Asia, dan Amerika sejak akhir abad ke-16. bersamaan dengan itu maka terbit berbagai macam tulisan etnografi (etmos berarti ‘bangsa’) yang sangat menarik perhatian bangsa Eropa pada waktu itu. sehingga memunculkan sikap-sikap yang memberikan stereotype kepada bangsa di luar Eropa, seperti anggapan bahwa orang-orang ini sebenarnya hanya manusia liar, kemudian muncul istilah savage, dan primitive (Koentjaraningrat, 2005:1-2) juga seperti ditulis oleh Edward B. Taylor (1832-1917) dalam karya yang spektakuler “Primitive Culture” (J. Van Baal, 1987:84). Dari asumsi awal itu kemudian memunculkan karangan-karangan yang bahannya tersusun berdasarkan cara berfikir evolusi yang melihat masyarakat berkembang melalui beberapa tingkatan evolusi dan karangan-karangan yang berbasis teori diffusi yang memandang masyarakat mengalami penyebaran kebudayaan (Koentjaraningrat, 2005: 2).

Antropologi di Tengah-Tengah Globalisasi

Modernisasi di segala bidang pada negara-negara dunia ketiga merupakan salah satu agenda globalisasi. Ciri-ciri dari modernisasi ialah memasukkan ide-ide / materi-materi barat agar dipakai dan diadopsi oleh dunia ketiga. Oleh fred W. Rings menyebut bahwa proses modernisasi sebagai “westernisasi” (FX. Adi Samekto:2005). Seperti bisa kita lihat bahwa dampak dari proses westernisasi ternyata tidak sebagus embel-embel yang dipromosikan. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, seiring dengan meledaknya jumlah penduduk di Indonesia. Pembangunan mall-mall megah, hotel berbintang lima, busway, jalan bebas hambatan, justru semakin mempertegas pernyataan bahwa kapitalisme global dapat menimbulkan ketimpangan sosial yang dahsyat. Hal ini justru semakin memunculkan perbedaan kelas antara kelas kaya maupun miskin (walaupun muncul kelas menengah). Terjadinya pengangguran yang luar biasa, semakin bertambahnya kaum miskin di kota, anak-anak jalanan, pelacuran serta free sex. Tetapi bagi kelas yang kaya muncul budaya hedonistik, permisivisme, konsumeristik yang berlebihan, gaya hidup yang serba mewah dan berkelas, dan lain sebagainya; walaupun terjadi penggusuran disebelahnya mereka seakan acuh. Inilah fakta modernisasi yang sebenarnya yang dapat kita lihat dengan mata telanjang.

Dengan adanya dampak modernisasi tersebut, antropologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang pola kehidupan manusia mendapatkan lahan penelitian yang semakin luas dan kompleks. Pada saat ini kebanyakan antropolog sudah tidak lagi meneliti tentang masyarakat primitif dipedalaman Papua, Kalimantan, NTT dan sebagainya, tetapi lebih banyak memusatkan konsentrasi penelitian mereka pada masyarakat “modern”. Sekarang banyak muncul penelitian tentang perkembangan industri kecil serta munculnya elit-elit baru, pelacuran di suatu lokalisasi tertentu, anak jalanan, dan lain sebagainya yang bersifat kekinian. Dengan berbagai macam latar belakang serta motivasi tertentu, baik itu penelitian pesanan maupun penelitian idealis, para antropolog dengan sangat tekun melakukan pengamatan dengan metode participant observation, live history serta yang menggunakan metode-metode lain mengupas secara mendetail fenomena-fenomena baru serta dampak dari globalisasi.

Dalam perkembangan saat ini, batas-batas antropologi dengan ilmu-ilmu yang lain seperti ekonomi, sejarah, arkeologi, atau “saudara kandung”nya yaitu sosiologi menjadi sangat tipis. Saat ini banyak penelitian-penelitian dari program studi sosiologi mengupas hal-hal secara mendetail (sampai dengan pada tingkat subculture), namun sebaliknya banyak dari penelitian-penelitian antropologi yang mengupas hal-hal yang lebih global.

Seiring dengan bergulirnya pembangunan, maka semakin berkembang pula aliran-aliran antropologi yang sangat dibutuhkan pemerintah seperti antropologi ekonomi, antropologi sosial, antropologi kesehatan, dan aliran antropologi terapan yang lain. Meskipun sebenarnya antropologi terapan sudah muncul sejak pertengahan abad ke 19 (Koentjaraningrat, 1990:236).

D. Peran Antropologi Dalam Pewarisan Budaya Bangsa Di Masa Globalisasi

Dalam kehidupan, manusia selalu mengalami kemajuan terus menerus karena manusia adalah makhluk yang pemikir dan hasil dari pemikiran tersebut telah banyak menghasilkan penemuan-penemuan dari segi teknologi, teori dan kebudayaan. Di era globalisasi ini telah banyak sekali perubahan-perubahan yang dapat kita rasakan di kehidupan sehari-hari dan hal itu juga mempengaruhi kebudayaan yang ada di masyarakat. Dan perubahan itu terkadang mengikuti perubahan dari pengaruh globalisasi. Hubungannya dengan antropologi adalah karena antropologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan manusia dan antropologi ini juga mencakup beberapa ilmu disiplin seperti sosiologi, psikologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu sejarah, dan biologi manusia bahkan juga humaniora. Fungsi dari antropologi di era globalisasi adalah sebagai pengendali perilaku menyimpang yang di timbulkan oleh masyarakat karena akibat terpengaruhnya kemajuan globalisasi karena antropologi itu ilmunya bisa menyesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi dan dapat mendapatkan solusi sebagai pemecahan masalah yang di hadapi. Ilmu-ilmu antropologi juga merupakan ilmu yang efisien sebagai ilmu pendidikan yang dapat di terima masyarakat.

Antropologi sebagai disiplin ilmu yang mengkaji masyarakat atau kelompok manusia dalam berbagai wujud ekspedisinya. Pada masa kini mengalami fragmentasi teoritis oleh Barofsky (1994 : 4) disebut kecenderungan sentrifugal yang sering menimbulkan sikap yang tidak menentu jika dihadapkan dengan persoalan bagaimana gejala-gejala sosial-budaya dapat dianalisis dan di interpretasi secara tepat, agar tidak dituduh bahwa yang dilakukan itu tidak tepat atau tidak lagi mutakhir.

Pewarisan budaya adalah suatu proses peralihan nilai-nilai dan norma-norma yang dilakukan dan diberikan melalui pembelajaran oleh generasi tua ke generasi yang muda. Berdasarkan pengertian tersebut, maka ilmu antropologi sangat berperan dalam proses untuk menurunkan budaya bangsa yang diberikan dari zaman ke zaman, sehingga kebudayaan tersebut tidak akan punah, tetapi akan tetap lestari bahkan berkembang mengikuti zaman. Apalagi zaman sekarang ini, kita telah memasuki masa globalisasi yang membuat budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam budaya bangsa kita. Ilmu antropologi sebagai pengendali agar pewarisan budaya tetap terjaga sesuai budaya yang berjalan di masyarakat.

Pewarisan budaya sebagai proses sosial dalam pengembangan budaya merupakan usaha manusia untuk menjaga dan memelihara budayanya. Namun, budaya adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia yang memiliki sifat dinamis, mengikuti perkembangan zaman. Zaman dimana dulu masih trasdisional dan sekarang sudah modern, karena ditunjang oleh adanya teknologi dan perkembangan pikiran manusia tentang kebiasaan dan perilaku manusia yang rasional. Seperti pandangan orang Eropa yang memandang manusia di luar Eropa itu perimitif yang pandangan itu dijadikan sebagai awal munculnya ilmu antropologi. Mereka menyebut primitif karena kebiasaan atau perilaku orang di luar Eropa itu kuno atau tidak rasional, tidak seperti yang dilakukan di Eropa saat itu, yang mereka itu lebih maju, baik dalam alat yang digunakan, benda yang dihasilkan dan hasil dari produksi manusianya.

Apa yang terjadi pada uraian di atas, kini sudah terjadi dimasa globalisasi ini, dimana semua aspek kehidupan masyarakat bersifat terbuka. Jadi budaya luar sudah tidak lagi mengenal batasan untuk masuk ke budaya kita. Kita sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya harus bisa menjaga kebudayaan kita agar pewarisan budaya kita dapat berlangsung terus menerus hingga ke generasi kita mendatang.

Pewarisan budaya sangat penting bagi manusia karena dengan budaya manusia dapat menunjukkan jati diri kita sebagai suatu makhluk yang berbudaya dan sebagai cirri khasnya, contoh kita sebagai orang Indonesia harus melestarikan budaya Indonesia agar jati diri dan martabat bangsa Indonesia tidak hilang terbawa arus globalisasi, oleh karena itu, kita harus bangga dengan budaya kita sendiri

Contoh manfa’at antropologi dalam pewarisan budaya:

1. Dapat mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat secara universal maupun pola perilaku manusia pada tiap-tiap masyarakat (suku bangsa), sehingga dengan paham akan pola perilaku tersebut, kita masih dapat menjaga keaslian budaya dan budaya luar tidak dapat menggeser budaya asli tersebut dengan mudah.
2. Dapat mengetahui kedudukan serta peran yang harus kita lakukan sesuai dengan harapan warga masyarakat dari kedudukan yang kita sandang. Jadi, kita mudah untuk mengetahui apa yang mesti kita lakukan dan kita tidak mengalami kebingungan dalam menghadapi budaya dari luar.
3. Dengan mempelajari Antropologi akan memperluas wawasan kita terhadap tata pergaulan umat manusia diseluruh dunia yang mempunyai kekhususan-kekhususan yang sesuai dengan karakteristik daerahnya sehingga menimbulkan toleransi yang tinggi.

4. Dapat mengetahui berbagai macam problema dalam masyarakat serta memiliki kepekaan terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat baik yang menyenangkan serta mampu mengambil inisiatif terhadap pemecahan permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakatnya.

Antropologi dapat menyesuaikan terhadap zaman dan permasalahan yang di hadapi karena selama di dunia ini masih ada manusia yang mendapatkan problematika di situ antropologi akan selalu di butuhkan untuk menyelesaikan masalah mereka,karena di setiap kehidupan manusia itu pasti akan selalu mendapatkan permasalahan dan itu semua memerlukan pemecahan masalah untuk mencari solusi dan untuk mengetahui akar permasalahan tersebut agar bisa menyelesaikannya dengan seksama maka itu di perlukan antropologi dan kita sebagai generasi sekarang harus bisa menyesuaikan diri akan kemajuan zaman dan dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Semakin jelas bahwa ahli antropologi memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman kita tentang masyarakat dan kaitannya dengan pewarisan budaya bangsa di masa globalisasi ini. Globalisasi yang membuat budaya semakin terbuka terhadap budaya di luar bangsa itu sendiri. Sebagai contoh bangsa kita Indonesia saat ini telah mengalami penurunan pemahaman terhadap budaya bangsa kita sendiri. Bangsa kita semakin terpengaruh dengan budaya bangsa lain, seperti bangsa orang barat yang budayanya sudah dilakukan oleh generasi bangsa kita. Generasi kita lebih bangga untuk melakukan kebiasaan orang barat daripada kebiasaan yang sudah dicontohkan oleh orang terdahulu sebelum kita. Bahkan generasi kita sama sekali tidak mengenali budaya asli bangsa kita sendiri. Fenomena seperti itu membuat pewarisan budaya bangsa kita mengalami gangguan akibat masuknya budaya dari bangsa luar yang sudah menjadi budaya yang biasa dilakukan di bangsa kita. Budaya-budaya yang dilakukan oleh nenek moyang kita atau orang-orang sebelum kita sekarang ini semakin berkurang bahkan hilang.

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa peran antropologi dalam pewarisan budaya bangsa di masa globalisasi ini sangat penting sebagai pengendali dan meningkatkan pemahaman kita tentang masyarakat dalam upaya mewariskan budaya bangsa kepada generasi selanjutnya bersamaan dengan proses globalisasi yang berkembang sangat pesat ini. Dengan antropologi kita dapat memilah mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Antropologi sebagai disiplin ilmu yang dapat berkembang mengikuti zaman dan dipelajari selama manusia masih ada yang mendapatkan problematika disitulah antropologi selalu dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah mereka.

Manusia secara tidak sadar telah mewariskan budayanya kepada anak dan cucunya melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Melalui kebiasaan-kebiasaan itu maka generasi kita akan memahami dan mengikuti kebiasaan itu, tetapi sekarang ini, hal itu sudah tidak berlaku terhadap generasi kita. Generasi kita sudah tidak lagi memahami dan mengenali budaya bangsa kita sendiri, justru mereka lebih bangga mengikuti budaya orang Barat, yang budayanya berseberangan dengan budaya bangsa kita. Peran antropologi terhadap pewarisan budaya bangsa terutama dimasa globalisasi ini, yaitu sebagai pengendali perilaku menyimpang yang di timbulkan oleh masyarakat karena akibat terpengaruhnya kemajuan globalisasi karena antropologi itu ilmunya bisa menyesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi dan dapat mendapatkan solusi sebagai pemecahan masalah yang di hadapi. Selain itu, antropologi untuk mengetahui tatanan hidup dalam masyarakat, untuk mengetahui apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi permasalahan dalam budaya, untuk mengetahui kedudukan dan peran kita di masyarakat, dan untuk mengetahui problematika yang terjadi di masyarakat.

Charity Night Festival Sekolah Alam Bantu Korban Bencana

Charity Night Festival Sekolah Alam Bantu Korban Bencana

Charity Night Festival Sekolah Alam Bantu Korban Bencana

 

Charity Night Festival Sekolah Alam Bantu Korban Bencana

Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Sekolah Alam Bogor yang telah menggagas Charity Night Festival, yaitu malam penggalangan dana untuk para korban bencana di Lombok, Palu dan Kota Bogor.

Saya sangat suka

sangat bersyukur banyak kelompok masyarakat yang cinta terhadap sesama dan alam yang tentunya untuk kepentingan kita bersama,” ungkap Sekda saat menghadiri Charity Night Salam Festival di Sekolah Alam Bogor, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (8/12/2018) malam.

Acara semacam itu

katanya, patut diapresiasi. Selain untuk mengajarkan anak didik terus melakukan berbagai hal positif, melalui kegiatan itu pun sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi di antara semua yang hadir.

Sementara itu Arfan

salah seorang panitia menerangkan, Charity Night Salam Festival merupakan bagian dari Salam Festival yang telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dari agenda dua tahunan yang bertepatan dengan ulang tahun Sekolah Alam pada 8 Desember.

“Acara ini sendiri sudah digelar sejak pagi yang berlangsung hingga malam hari yang dibuka dengan melakukan senam SKJ oleh Ibu Wali Kota Yane Ardian kemudian paralel dengan workshop membuat mainan, mom’s day out, bazaar, live performance serta penggalan dana untuk bencana di Lombok, Palu dan Kota Bogor juga membuat Rumah Sehat yang nantinya diperuntukkan melayani kebutuhan kesehatan warga sekitar,” paparnya.

 

Artikel Terkait:

Pemkot Bogor Siapkan Rusunawa Gratis Bagi Korban Bencana

Pemkot Bogor Siapkan Rusunawa Gratis Bagi Korban Bencana

Pemkot Bogor Siapkan Rusunawa Gratis Bagi Korban Bencana

 

Pemkot Bogor Siapkan Rusunawa Gratis Bagi Korban Bencana

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Susun Sewa (Rusunawa) siap menampung korban bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Bogor Selatan dan sekitarnya yang terjadi beberapa waktu lalu secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Kepala UPTD Rusunawa Kota Bogor

Sujianto menuturkan, pada dasarnya pihaknya siap menampung korban bencana untuk mengisi rusunawa. Namun dari 320 unit rusun di Menteng Asri ada 10 unit rusun dalam kondisi kosong yang diperuntukan khusus bagi korban bencana.

Sementara itu di rusun Cibuluh ada 20 unit rusun khusus bagi korban bencana atau 10 persen dari jumlah 198 unit rusun Cibuluh.

“Kalau di Cibuluh itu masih leluasa, bisa masuk 100-an unit karena kosong. Tapi kalau urgent itu bisa dipakai, tinggal disposisi dari Wali Kota karena berkaitan dengan target pendapatan kami nantinya,” katanya, Minggu (09/12/2018).

Dia menjelaskan

bagi korban bencana akan dibebaskan biaya sewa selama 1 tahun, tetapi untuk pemakaian air dan listrik dibebankan kepada penghuni sesuai dengan tagihan. contoh report text singkat tentang hewan

Untuk mekanisme jika ada warga korban bencana yang ingin menghuni rusunawa harus ada surat dari kelurahan dan kecamatan yang menyatakan mereka terkena bencana, kemudian ada KTP, KK, Surat Nikah, kemudian mengisi formulir mengisi data jumlah yang menghuni. “Di rusunawa kamar kosong aja ya, tidak ada barang-barangnya,” sebutnya.

Jika sudah satu tahun menghuni

penghuni bisa masuk ke umum dengan membayar biaya sewa. Namun jika ingin ada keringanan dari Pemkot Bogor sesuai Perwali Nomor 34 tahun 2014 tentang Keringanan dan Pengurangan Sewa bisa mengajukannya ke Wali Kota Bogor.

“Kalau ingin diberikan keringanan biaya harus ada persetujuan dari Wali Kota Bogor karena kami harus melapor kepada Bapenda karena ada target pendapatan,” tuturnya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pihak-pihak terkait di wilayah Kecamatan Bogor Selatan apabila ada warga yang ingin menempati rusunawa bisa langsung datang dan mengurus administrasi.

Ratusan ASN Pemkot Bogor Bantu Warga Bersihkan Puing Sisa Bencana

Ratusan ASN Pemkot Bogor Bantu Warga Bersihkan Puing Sisa Bencana

Ratusan ASN Pemkot Bogor Bantu Warga Bersihkan Puing Sisa Bencana

 

Ratusan ASN Pemkot Bogor Bantu Warga Bersihkan Puing Sisa Bencana

Ratusan Aparatur Sipil Negara

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor membantu warga menggelar aksi bersih-bersih di sejumlah titik lokasi bencana puting beliung, Minggu (9/12/2018) pagi.

Mereka disebar di titik terparah dampak bencana, yakni Kelurahan Batutulis, Lawanggintung, Cipaku dan Pamoyanan. Para ASN dengan sejumlah perlengkapannya, membersihkan materil sisa bencana yang masih belum terangkut. Kemudian, puing-puing seperti pecahan tembok dan pepohonan yang roboh diangkut menggunakan truk.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan

kegiatan ini bukan sekedar perintah Walikota Bogor saja, melainkan sebuah kewajiban bagi para ASN sebagai pelayan publik.

“Kami menunjukan rasa simpati sebagai pelayan publik, ketika ada musibah seperti ini ASN harus terdepan. Namun demikian kita berharap, ada sinergi dengan masyarakat di lapangan, tidak hanya ASN saja atau masyarakat saja tapi bersama supaya tumbuh rasa memiliki terhadap kota ini,” ungkap Ade Sarip. kata kata bijak bahasa inggris singkat

Dalam kesempatan tersebut juga turut ditunjuk Asisten Pemerintahan Kota Bogor Hanafi sebagai Kepala Koordinator Pemulihan Bencana. “Situasi ini harus ada jenderalnya yang memonitor semuanya. Kita sepakat Pak Asisten (Hanafi) sebagai kepala koordinator untuk mengkoordinasikan semuanya agar berjalan dengan baik,” terang Ade.

Di tempat yang sama

Walikota Bogor Bima Arya mengapresiasi langkah ASN yang bahu membahu menunjukan solidaritasnya dalam penanganan bencana di Bogor Selatan. “Jangan terbatas tupoksi, mari kita tunjukan solidaritas kita, kita bagi semuanya. Bantuan tenaga, seluruh kelurahan turun mengerahkan tenaga untuk membantu membersihkan. Dinas-dinas turun ke sini. Melakukan apa yang bisa dilakukan. Pemerintah perlu hadir, kita beberapa hari ke depan harus selalu berada di tengah-tengah mereka memastikan semuanya terlayani dengan baik,” ujar Bima.

Sementara itu

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman pada Disperumkim Kota Bogor Erwin Gunawan mengungkapkan, pohon yang tumbang tersebar di beberapa titik lokasi antara lain di sepanjang Jalan Lawanggintung, NV Sidik, Siliwangi dan sepanjang Jalan Cipaku.

Setelah didata pohon yang tumbang jumlahnya mencapai sekitar 35 pohon. Sedangkan yang patah dahan sekitar 19 pohon. Jumlah itu, menurut Erwin, hanya yang berada di jalur hijau atau jalan umum belum termasuk yang berada di perkampungan.

“Pohon yang tumbang tersebut diameternya rata-rata 30 cm keatas dan kondisi pohonnya sehat. Pohon itu tercabut dari akarnya akibat angin yang begitu kuat,” terangnya.

Dia menambahkan, pohon yang tumbang 60 persennya berada di Jalan Lawang Gintung. Adapun jenis pohon yang tumbang Kenari, mangga, mahoni dan palm.

Mengantisipasi cuaca ekstrim yang dikhawatirkan terjadi

selain melakukan kegiatan rutin pemeliharaan dan pemangkasan petugas juga akan lebih intensif melakukan pengawasan.

Cintai Dirimu Lebih Dalam

Cintai Dirimu Lebih Dalam

Cintai Dirimu Lebih Dalam

Cintai Dirimu Lebih Dalam
Cintai Dirimu Lebih Dalam

Sebagai remaja aktif, kamu mungkin sering mencari informasi seputar bagaimana cara menjaga penampilan agar kulit wajah senantiasa bersih, sehat, dan terlihat cantik. Mulai dari cara memilih sabun muka yang bagus dan sesuai dengan karakter kulitmu, jenis-jenis perawatan wajah yang bisa kamu lakukan di rumah, hingga apa saja makanan yang dapat menjaga kesehatan kulit.

Eits, kecantikan nggak hanya dinilai dari penampilan saja, lho. Sekeras apapun kamu berusaha untuk merawat tubuhfaktor penting lain yang dapat membuatmu terlihat lebih menarik dan cantik justru berasal dari dalam, yaitu kepribadianmu. Percaya atau tidak, faktor yang satu ini juga bisa menjadi tolok ukur seseorang terlihat cantik dan menarik atau tidak, Girls.

Kalau kamu termasuk salah satu remaja yang nggak pede bergaul dengan teman-teman di sekolah karena faktor penampilan, ada baiknya kalau kamu segera mengubah pola pikirmu ini. Selain menentukan sabun cuci muka yang bagus dan produk perawatan wajah lain demi mendapatkan #WajahSiapTampil, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membuatmu lebih mencintai diri sendiri. Yuk, lihat info berikut!

 

Kenali kekurangan dan kelebihanmu.

Sama halnya dengan cara memilih sabun cuci muka sesuai jenis kulit, kamu tentu akan melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing produk. Begitu juga dengan manusia. Setiap orang tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam proses mengenal dirimu sendiri, kamu perlu tahu apa saja poin-poin ini. Kekurangan yang dimaksud di sini, bukan berarti hal-hal jelek yang ada di dirimu secara mental atau fisik, ya, tapi bisa juga merujuk ke hal-hal yang kurang disukai atau dikuasai di dunia akademis, pertemanan, atau keseharian.

Cobalah untuk mulai membuat list apa-apa saja yang kamu bisa dan suka, begitu juga sebaliknya hal kamu tidak bisa dan kurang favorit. Misalnya, kamu termasuk remaja yang sulit mengerti pelajaran matematika, tapi kamu selalu unggul di mata pelajaran bahasa Inggris. Bisa jadi, kelebihanmu memang ada di bidang bahasa, dan bukan di ilmu eksakta.

Dengan begitu, kamu bisa menggali lebih dalam potensi diri. Namun bukan berarti kamu benar-benar meninggalkan hal yang nggak disukai. Tetap berikan yang terbaik untuk semua hal yang kamu lakukan agar wawasanmu terus bertambah!

 

Percaya dengan kemampuanmu sendiri.

Kalau kamu sering merasa dikritik oleh orang-orang di sekitarmu, jangan langsung berkecil hati ya, Girls. Justru, jadikan kritik tersebut sebagai acuan untuk memperbaiki diri. Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui segala hal. Namun, kamu justru bisa belajar dari orang yang memiliki kemampuan lebih untuk menambah pengetahuanmu. Rasa tidak percaya diri yang kamu tanamkan, justru bisa membuatmu nggak berkembang, lho.

 

Berani keluar dari zona nyaman.

Apabila kamu terbiasa melakukan sesuatu yang kamu anggap aman, cobalah untuk keluar dari zona tersebut dan berani ambil risiko dengan hal baru yang positif. Rasa takut dan nggak percaya diri bisa muncul karena kamu belum mencobanya. Sebaliknya, kalau berani mencoba sesuatu yang baru, kamu dapat semakin mengeksplorasi minat dan bakat kamu yang lain, Girls.

 

Tampillah dengan lebih percaya diri.

Kamu mungkin sering merasa terganggu dengan komedo yang ada pada kulit wajahmu, sehingga kamu mencoba berbagai cara mengatasi komedo untuk mengembalikan rasa percaya dirimu. Sebetulnya, ketika kamu meningkatkan rasa percaya diri, penampilanmu jadi terlihat lebih menarik di mata orang lain. Inilah yang disebut dengan inner beauty.

Wawasan yang luas, cara bersikap, serta rasa percaya diri yang kamu tunjukkan ketika sedang berinteraksi dengan orang lain dapat meninggalkan kesan yang baik, terutama bagi orang yang baru kamu temui. Itulah sebabnya, buang jauh-jauh opini orang lain yang membuat kamu meragukan diri sendiri, dan mulailah mencintai dirimu apa adanya, ya.

 

Pilih teman yang membawa pengaruh baik.

Masa remaja tentu menjadi masa transisi bagi setiap orang untuk mencari jati diri dan menemukan sahabat yang menerimamu apa adanya. Sama halnya dengan menentukan sabun cuci muka yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat, kamu juga perlu berhati-hati dan lebih bijak dalam memilih teman, ya. Jangan sampai, kamu justru  membuat dirimu kurang berkembang dengan lingkungan yang nggak sehat. Pilihlah lingkungan yang tepat, dapat membawa pengaruh baik dan membuatmu jadi lebih percaya diri dengan apa yang kamu punya.

Jika kamu masih merasa kurang percaya diri karena adanya bekas jerawat yang mengganggu penampilanmu, itu tandanya kamu juga harus mulai melakukan perawatan wajah dengan tepat. Selalu bersihkan wajahmu setelah seharian beraktivitas dengan CLEAN & CLEAR® Acne Marks Cleanser supaya kulitmu terbebas dari bekas jerawat yang mengganggu. Perpaduan Fast Acne Solution dan Scrub yang terdapat pada sabun cuci muka yang bagus untuk menghilangkan bekas jerawat ini, dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan menjadikannya kembali bersih, sehingga kamu bisa kembali mendapatkan #WajahSiapTampil dan rasa percaya dirimu juga akan meningkat.

Baca Juga : 

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Teknologi Pengolahan Air Limbah
Teknologi Pengolahan Air Limbah

Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

1.    Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.

2.    Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration. Teks Laporan Hasil Observasi

3.    Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.

4.    Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.

5.    Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi
Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi

Konsep koperasi dibagi menjadi tiga yaitu

Ada konsep koperasi barat, konsep koperasi sosialis dan konsep koperasi Negara berkembang.
1. Konsep Koperasi Barat
Konsep merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Unsur – unsure Positif Konsep Koperasi Barat.

· Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesame anggota , dengan saling membantu dan saling menguntungkan.
· Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpatisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.
· Hasil berupa surplus / keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
· Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

2. Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaaan nasional.
Menurut konsep ini, koperasi tidaj berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan – tujuan system sosialis – komunis.

3. Konsep Koperasi Negara Berkembang.
· Koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
· Perbedaan dengan konsep sosialis, pada konsep sosialus, tujuan koperasi untuk merasionalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi Negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi.

· Aliran Yardstick
– Dijumpai pada Negara – Negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian liberal.
– Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
– Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah – tengah masyarakat . maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
– Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industry berkembang dengan pesat seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda.
· Aliran Sosialis
– Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
– Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara – Negara Eropa Timur dan Rusia.
· Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
– Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitan ekonomi masyarakat.
– Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategi dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
– Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership)’’, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

 

Sejarah Perkembangan Koperasi.

1. Sejarah Lahirnya Koperasi

· 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa
ini.
· 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa
ini.
· 1862 dibentuklah pusat koperasi pembelian “The Cooperative Whole Sale
(CWS) “
· 1818 – 1888 Koperasi berkembang di Jerman di pelopori oleh Ferdinand
Lasalle, Fredrich W.Raiffesen.
· 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze
· 1896 di London Terbentuklah ICA (Internasional Cooperative Alliance) maka
koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

2. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoro, “Seratus tahun koperasi di Indonesia “1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketahui oleh Dr. JH. Boeke Adviseur Voor Volks – Credietwezen.

Tujuan Koperasi

Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3 adalah Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Sisa Hasil Usaha (SHU)

SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Pola Manajemen Koperasi

Manajemen adalah suatu proses perencanaan , pengorganisasianpengarahan, dan pengawasan usaha – usaha para nggota organisasi dan pengguna sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi.
Keberhasilan koperasi ditentukan oleh factor : Contoh Teks Editorial Di Koran
1. Partisipasi anggota
2. Propesionalisme manajemen
3. Faktor eksternal.
G. Jenis dan betuk koperasi
Jenis Koperasi menurut bidang usahannya :
· Koperasi Konsumsi
· Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam
· Koperasi Produksi
· Koperasi Jasa
· Koperasi Serba Usaha atau koperasi Unit Desa (KUD).
Jenis Koperasi menurut banyaknya usaha yang dilakukan :
· Koperasi Tunggal Usaha (Single Purpose)
· Koperasi Serba Usaha (Multi Purpose)