Penyebaran Islam dan Pengaruh Islam atas Kebudayaan Indonesia

Penyebaran Islam dan Pengaruh Islam atas Kebudayaan Indonesia

Penyebaran Islam dan Pengaruh Islam atas Kebudayaan Indonesia

 

Penyebaran budaya Islam di Indonesia berlangsung secara damai dan evolutif. Islam berkembang lewat perantaraan bahasa Arab. Kontak awal Islam dengan kepulauan nusantara mayoritas berlangsung di pesisir pantai, khususnya melalui aktivitas perdagangan antara penduduk lokal dengan para pedagang Persia, Arab, dan Gujarat (India). Kontak-kontak ini memungkinkan proses asimilasi, sinkretisasi, dan akulturisasi budaya. Islam kemudian muncul sebagai competing culture India.

Penyebaran Islam dan Pengaruh Islam atas Kebudayaan Indonesia
Penyebaran Islam dan Pengaruh Islam atas Kebudayaan Indonesia

M.C. Ricklefs dari Australian National University menyebutkan dua proses masuknya Islam ke nusantara. Pertama, penduduk pribumi mengalami kontak dengan agama Islam dan kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang asing (Arab, India, Cina) pemeluk Islam menetap di suatu wilayah Indonesia, kawin dengan penduduk asli, dan mengikuti gaya hidup lokal sedemikian rupa sehingga mereka sudah menjadi orang Jawa, Melayu, atau suku lainnya, lalu mendifusikan Islam.

Teori lain masuknya Islam ke nusantara diajukan Supartono Widyosiswoyo. Menurutnya, penetrasi Islam dibagi ke dalam tiga jalur yaitu: Jalur Utara, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan. Ketiga jalur didasarkan pada pangkal wilayah persebaran Islam yang memasuki Indonesia. Jalur Utara adalah masuknya Islam dari Persia dan Mesopotamia. Dari sana, Islam bergerak ke timur lewat jalur darat Afganistan, Pakistan, Gujarat, lalu menempuh jalur laut menuju Indonesia. Lewat Jalur Utara ini, Islam tampil dalam bentuk barunya yaitu aliran Tasawuf. Dalam aliran ini, Islam didifusikan lewat pengalaman personal (eksperensial) dalam mendekati Tuhan. Aliran inilah yang paling cepat mendorong konversi penduduk Indonesia ke dalam Islam nusantara. Aceh adalah salah satu basis persebaran Islam Jalur Utara ini.

Jalur Tengah adalah masuknya Islam dari bagian barat lembah Sungai Yordan dan bagian timur semenanjung Arabia (Hadramaut). Dari sini Islam menyebar dalam bentuknya yang relatif asli, di antaranya aliran Wahhabi. Pengaruhnya mengena di wilayah Sumatera Barat. Jalur ini terjadi sebab jika bertolak dari Hadramaut, maka dengan perjalanan laut orang-orang Islam langsung sampai ke pantai barat Sumatera. Konflik kaum adat dengan kaum agama dalam Perang Paderi terjadi setelah pengaruh Islam lewat jalur ini.

Jalur Selatan pangkalnya di wilayah Mesir. Saat itu Kairo merupakan pusat penyiaran agama Islam modern dan Indonesia memperoleh pengaruhnya dalam organisasi keagamaan Muhammadiyah. Kegiatan lewat jalur ini terutama pendidikan, dakwah, dan penentangan bid’ah.

Petunjuk tegas munculnya Islam pertama di nusantara adalah nisan Sultan Sulaiman bin Abdullah bin al-Basir yang wafat tahun 608H atau 1211 M, di pemakaman Lamreh, Sumatera bagian Utara. Nisan ini menunjukkan adanya kerajaan Islam pertama nusantara. Mazhab yang berkembang di wilayah Sumatera bagian Utara ini, menurut Ibnu Battuta (musafir Maroko) adalah Syafi’i.

Semakin signifikannya pengaruh Islam di nusantara ditandai berdirinya sejumlah kesultanan. Jean Gelman-Taylor mencatat di Ternate (Maluku) penguasanya melakukan konversi ke Islam tahun 1460. Di Demak, penguasanya mendirikan kota muslim tahun 1470, sementara kota-kota pelabuhan di sekitarnya seperti Tuban, Gresik, dan Cirebon menyusul pada tahun 1500-an. Sekitar tahun 1515 pelabuhan Aceh memiliki penguasa Islam, disusul Madura pada 1528, Gorontalo 1525, Butung 1542. Tahun 1605 penguasa Luwuk, Tallo, dan Gowa (Sulawesi Selatan) masuk Islam dan 1611 semenanjung Sulawesi Selatan telah dikuasai penguasa Islam.

Pada perkembangannya, terjadi proses saling pengaruh antara Islam yang sudah terakulturasi dengan budaya lokal dengan Islam yang baru masuk dari wilayah Timur Tengah. Interaksi tersebut di kemudian hari mulai dirundung konflik penafsiran dan ini terutama semakin mengemuka di saat berkuasanya rezim Ibnu Saud yang menggunakan Wahhabi sebagai paham keislamannya pada awal abad ke-19. Tulisan ini tidak akan menyentuh bagaimana konflik yang berlangsung antara aneka tipologi Islam. Tulisan hanya menghampiri sejumlah pengaruh yang dibawa Islam ke dalam budaya-budaya yang berkembang di Indonesia.

 

1. Masuknya Islam ke Indonesia

 

Durasi penyebaran awal Islam Indonesia dalam kisaran abad ke-7 hingga 13 Masehi. Penyebarnya berasal dari Arab, Persia, dan India (Gujarat, Benggala). Profesi para penyebar umumnya pedagang, mubalig, wali, ahli-ahli tasawuf, guru-guru agama, dan haji-haji. Mereka menyebarkan Islam lewat sejumlah saluran. Saluran-saluran ini berlangsung dalam enam aras, yaitu perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, seni[5] dan tawaran pembentukan masyarakat egalitarian dalam strata sosial.

Perdagangan. Perdagangan merupakan metode penetrasi Islam paling kentara. Dalam proses ini, pedagang nusantara dan Islam asing bertemu dan saling bertukar pengaruh. Pedagang asing umumnya berasal dari Gujarat dan Timur Tengah (Arab dan Persia). Mereka melakukan kontak dengan para adipati wilayah pesisir yang hendak melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Sebagian dari para pedagang asing ini menetap di wilayah yang berdekatan dengan pantai dan mendifusikan Islam mereka.

Tatkala para pedagang asing menetap – baik sementara waktu ataupun seterusnya – mereka membangun pemukiman yang disebut Pekojan.[6] Banyak di antara pada saudagar Islam yang kaya sehingga menarik hati kaum pribumi, terutama anak-anak kaum bangsawan, untuk menikahi mereka. Masalahnya, para pedagang menganggap pernikahan dengan penganut berhala tidak sah. Mereka mensyaratkan bahwa untuk menikah, penduduk Indonesia harus masuk Islam dengan mengucapkan syahadat terlebih dahulu. Proses pernikahan singkat, tidak melalui upacara yang panjang-lebar, membuat kalangan pribumi semakin menerima keberadaan orang-orang asing berikut agama barunya ini. Mukimnya pedagang Islam dalam kegiatan perdagangan (sekadar transit atau menetap), membuat mereka berkembang biak di sekitar wilayah pelabuhan. Pola ini mampu mengembangkan pemukiman Islam baru (disebut koloni). Ini menjelaskan mengapa Kerajaan Islam nusantara selalu berawal dari wilayah-wilayah pesisir seperti Bone, Banjar, Banten, Demak, Cirebon, Samudera Pasai, Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, Hitu, ataupun Deli.

Perkawinan. Seperti telah dipaparkan sebelumnya, perkawinan banyak dilakukan antara pedagang Islam dengan putri-putri adipati. Dalam pernikahan, mempelai pria Islam (juga wanitanya) mengajukan syarat pengucapan kalimat syahadat sebagai sahnya pernikahan. Anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut cenderung mengikuti agama orang tuanya yang Islam. Perkawinan antara saudagar Islam dengan anak-anak kaum bangsawan, raja, atau adipati menguntungkan perkembangan Islam. Status sosial, ekonomi, dan politik mertua-mertua mereka memungkinkan Islam melakukan penetrasi langsung ke jantung kekuasaan politik lokal (palace circle). Saat sudah berada di aras pusat kekuasaan politik, penerbitan kebijakan-kebijakan yang menguatkan penyebaran Islam mendapat prioritas dalam input, konversi, dan output kebijakan para sultan atau para adipatinya.

Tasawuf. Tasawuf merupakan epistemologi Islam yang banyak menarik perhatian kalangan pribumi. Metodenya yang toleran, tidak mengakibatkan cultural shock signifikan, membuat banjir penganut Islam baru. Tasawuf cenderung tidak menciptakan posisi diametral Islam dengan budaya India ataupun tradisi lokal yang dipraktekkan kalangan pribumi. Tokoh-tokoh tasawuf Hamzah Fansuri, Syamsudin Pasai, ataupun beberapa tokoh Wali Sanga (termasuk juga Syekh Siti Jenar) mengambil posisi kunci dalam metode penyebaran ini. Lewat tasawuf pula, bentuk Islam yang diperkenalkan menunjukkan persamaan dengan alam pikiran orang-orang Jawa-Hindu, çiwa, dan Buddha. Akibatnya, Islam tidak dipandang sesuatu yang sama sekali asing bagi kalangan pribumi.

Pendidikan. Sebelum Islam masuk, Indonesia dikenal sebagai basis pendidikan agama Buddha, khususnya perguruan Nalendra di Sumatera Selatan. Pecantrikan dan Mandala adalah sekolah tempat para penuntut ilmu di kalangan penduduk pra Islam. Setelah Islam masuk, peran Pecantrikan dan Mandala tersebut diambil alih lalu diberi muatan Islam dalam kurikulumnya. Kini pesantren (Islam) berlaku sebagai pusat pembinaan guru agama, kiai, dan ulama. Selesai pendidikan, lulusan kembali ke kampung dan desa masing-masing untuk menjadi tokoh agama atau mendirikan pesantren sendiri. Misalnya Raden Rahmat (Sunan Ampel) yang mendirikan pesantren di Ampel Denta. Selain itu, pesantren yang didirikan Sunan Giri menjadi terkenal hingga Maluku dan menyebabkan penduduk Maluku (khususnya wilayah Hitu) datang berguru pada Sunan Giri. Atau, para kiai dari Giri diundang mengajar ke Hitu. Biasanya, yang diundang menjadi khatib, modin, atau kadi masyarakat Hitu dan diberi upah cengkih.

Seni. Tidak bisa dipungkiri, seni punya peran signifikan dalam penyebaran Islam. Orang Indonesia sebelum kedatangan Islam terkenal sebagai seniman-seniman jenius yang punya kemashuran tinggi. Lewat seni, Islam mampu menjangkau segmen lebih luas masyarakat pribumi, termasuk para elitnya. Sunan Kalijaga misalnya, menggunakan wayang sebagai cara dakwah baik atas penduduk biasa maupun elit sosial. Sunan Bonang menggunakan gamelan dalam melantunkan syair-syair keagamaan. Ini belum termasuk tokoh-tokoh lain yang mengadaptasi seni kerajinan lokal dan India yang diberi muatan Islam.

Egalitarianisme. Egalitarianisme akhirnya menempati posisi kunci. Problem utama di budaya sebelumnya adalah stratifikasi sosial berdasarkan kasta. Meski tidak terlampau ketat, Hindu di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi terbentuknya kasta sosial seperti Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra dan Paria. Masyarakat biasa kurang leluasa dengan sistem ini oleh sebab mengakibatkan sejumlah keterbatasan dalam hal pergaulan dan perkawinan. Lalu, Islam datang dan tidak mengenal stratifikasi sosial. Mudah dipahami, orang-orang Indonesia (terutama dari kasta bawah) yang hendak bebas merespon baik agama baru ini.

 

2. Pengaruh Islam di Bidang Bahasa

 

Konversi Islam nusantara awalnya terjadi di sekitar semenanjung Malaya. Menyusul konversi tersebut, penduduknya meneruskan penggunaan bahasa Melayu. Melayu lalu digunakan sebagai bahasa dagang yang banyak digunakan di bagian barat kepulauan Indonesia. Seiring perkembangan awal Islam, bahasa Melayu pun memasukkan sejumlah kosakata Arab ke dalam struktur bahasanya. Bahkan, Taylor mencatat sekitar 15% dari kosakata bahasa Melayu merupakan adaptasi bahasa Arab.[7] Selain itu, terjadi modifikasi atas huruf-huruf Pallawa ke dalam huruf Arab, dan ini kemudian dikenal sebagai huruf Jawi.

Bersamaan naiknya Islam menjadi agama dominan kepulauan nusantara, terjadi sinkretisasi atas bahasa yang digunakan Islam. Sinkretisasi terjadi misalnya dalam struktur penanggalan Çaka. Penanggalan ini adalah mainstream di kebudayaan India. Secara sinkretis, nama-nama bulan Islam disinkretisasi Agung Hanyakrakusuma (sultan Mataram Islam) ke dalam sistem penanggalan Çaka. Penanggalan çaka berbasis penanggalan Matahari (syamsiah, mirip gregorian), sementara penanggalan Islam berbasis peredaran Bulan (qamariah). Hasilnya pada 1625, Agung Hanyakrakusuma mendekritkan perubahan penanggalan Çaka menjadi penanggalan Jawa yang sudah banyak dipengaruhi budaya Islam. Nama-nama bulan yang digunakan tetap 12, sama dengan penanggalan Hijriyah (versi Islam). Penyebutan nama bulan mengacu pada bahasa Arab seperti Sura (Muharram atau Assyura dalam Syiah), Sapar (Safar), Mulud (Rabi’ul Awal), Bakda Mulud (Rabi’ul Akhir), Jumadilawal (Jumadil Awal), Jumadilakir (Jumadil Akhir), Rejeb (Rajab), Ruwah (Sya’ban), Pasa (Ramadhan), Sawal (Syawal), Sela (Dzulqaidah), dan Besar (Dzulhijjah). Namun, penanggalan hariannya tetap mengikuti penanggalan Çaka sebab saat itu penanggalan harian Çaka paling banyak digunakan penduduk sehingga tidak bisa digantikan begitu saja tanpa menciptakan perubahan radikal dalam aktivitas masyarakat (revolusi sosial).

 

3. Pengaruh Islam di Bidang Pendidikan

 

Salah satu wujud pengaruh Islam yang lebih sistemik secara budaya adalah pesantren. Asal katanya pesantren kemungkinan shastri (dari bahasa Sanskerta) yang berarti orang-orang yang tahu kitab suci agama Hindu. Atau, kata cantrik dari bahasa Jawa yang berarti orang yang mengikuti kemana pun gurunya pergi. Fenomena pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, kurikulum dan proses pendidikan pesantren diambilalih Islam.

Pada dasarnya, pesantren adalah sebuah asrama tradisional pendidikan Islam. Siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang disebut Kyai. Asrama siswa berada di dalam kompleks pesantren di mana kyai berdomisili. Dengan kata lain, pesantren dapat diidentifikasi adanya lima elemen pokok yaitu: pondok, masjid, santri, kyai, dan kitab-kitab klasik (kitab kuning).[8] Seputar peran signifikan pesantren ini, Harry J. Benda menyebut sejarah Islam ala Indonesia adalah sejarah memperbesarkan peradaban santri dan pengaruhnya terhadap kehidupan keagamaan, sosial, dan ekonomi di Indonesia.[9] Melalui pesantren, budaya Islam dikembangkan dan beradaptasi dengan budaya lokal yang berkembang di sekitarnya tanpa mengakibatkan konflik horisontal signifikan.

 

4. Pengaruh Islam di Bidang Arsitektur dan Kesenian

 

Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Masjid-masjid awal yang dibangun pasca penetrasi Islam ke nusantara cukup berbeda dengan yang berkembang di Timur Tengah. Salah satunya tidak terdapatnya kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan semacam meru, susunan limas tiga atau lima tingkat, serupa dengan arsitektur Hindu. Masjid Banten memiliki meru lima tingkat, sementara masjid Kudus dan Demak tiga tingkat. Namun, bentuk bangunan dinding yang bujur sangkar sama dengan budaya induknya. Perbedaan lain, menara masjid awalnya tidak dibangun di Indonesia. Menara dimaksudkan sebagai tempat mengumandakan adzan, seruan penanda shalat. Peran menara digantikan bedug atau tabuh sebagai penanda masuknya waktu shalat. Setelah bedug atau tabuh dibunyikan, mulailah adzan dilakukan. Namun, ada pula menara yang dibangun semisal di masjid Kudus dan Demak. Uniknya, bentuk menara di kedua masjid mirip bangunan candi Hindu. Meskipun di masa kini telah dilengkapi menara, bangunan-bangunan masjid jauh di masa sebelumnya masih mempertahankan bentuk lokalnya, terutama meru dan limas bertingkat tiga.

Pusara. Makam adalah lokasi dikebumikannya jasad seseorang pasca meninggal dunia. Setelah pengaruh Islam, makam seorang berpengaruh tidak lagi diwujudkan ke dalam bentuk candi melainkan sekadar cungkup. Lokasi tubuh dikebumikan ini ditandai pula batu nisan. Nisan merupakan bentuk penerapan Islam di Indonesia. Nisan Indonesia bukan sekadar batu, melainkan terdapat ukiran penanda siapa orang yang dikebumikan.

Seni Ukir. Ajaran Islam melarang kreasi makhluk bernyawa ke dalam seni. Larangan dipegang para penyebar Islam dan orang-orang Islam Indonesia. Sebagai pengganti kreativitas, mereka aktif membuat kaligrafi serta ukiran tersamar. Misalnya bentuk dedaunan, bunga, bukit-bukit karang, pemandangan, serta garis-garis geometris. Termasuk ke dalamnya pembuatan kaligrafi huruf Arab. Ukiran misalnya terdapat di Masjid Mantingan dekat Jepara, daerah Indonesia yang terkenal karena seni ukirnya.

Seni Sastra. Seperti India, Islam pun memberi pengaruh terhadap sastra nusantara. Sastra bermuatan Islam terutama berkembang di sekitar Selat Malaka dan Jawa. Di sekitar Selat Malaka merupakan perkembangan baru, sementara di Jawa merupakan kembangan sastra Hindu-Buddha. Sastrawan Islam melakukan gubahan baru atas Mahabarata, Ramayana, dan Pancatantra. Hasil gubahan misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Seri Rama, Hikayat Maharaja Rawana, Hikayat Panjatanderan. Di Jawa, muncul sastra-sastra lama yang diberi muatan Islam semisal Bratayuda, Serat Rama, atau Arjuna Sasrabahu. Di Melayu berkembang Sya’ir, terutama yang digubah Hamzah Fansuri berupa suluk (kitab yang membentangkan persoalan tasawuf). Suluk gubahan Fansuri misalnya Sya’ir Perahu, Sya’ir Si Burung Pingai, Asrar al-Arifin, dan Syarab al Asyiqin.

 

Baca Juga: https://www.gurupendidikan.co.id/

Pengertian Dan Macam-Macam Penelitian Komparasi Menurut Ahli

Pengertian Dan Macam-Macam Penelitian Komparasi Menurut Ahli

Pengertian Dan Macam-Macam Penelitian Komparasi Menurut Ahli
Pengertian Dan Macam-Macam Penelitian Komparasi Menurut Ahli

Pengertian Komparasi

Penelitian Komparasi adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui dan atau menguji perbedaan dua kelompok atau lebih. Penelitian komparasi juga adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya.
Metode komparasi adalah suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data-data yang ditarik ke dalam konklusi baru. Komparasi sendiri dari bahasa inggris, yaitu compare, yang artinya membandingkan untuk menemukan persamaan dari kedua konsep atau lebih.
Dengan menggunakan metode komparasi ini peneliti bermaksud untuk menarik sebuah konklusi dengan cara membandingkan ide-ide, pendapat-pendapat dan pengertian agar mengatahui persamaan dari ide dan perbedaan dari standar pelayanan minimal Bus Trans Jogja dan Peraturan Menteri 29 tahun 2015.
Komparasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perbandingan. Menurut Winarno Surakhmad dalam bukunya Pengantar Pengetahuan Ilmiah (1986 : 84), komparasi adalah penyelidikan deskriptif yang berusaha mencari pemecahan melalui analisis tentang hubungan sebab akibat, yakni memilih faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor dengan faktor lain.
Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparasi adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.
Studi komparasi adalah suatu suatu bentuk penelitian yang membandingkan antara variable-variabel yang saling berhubungan dengan mengemukakan perbedaan-perbedaan ataupun persamaan-persamaan dalam sebuah kebijakan dan lain-lain.

Macam-macam penelitian komparasi

Penelitian Non-hipotesis

Dalam penelitian non-hepotesis peneliti mengadakan komparasi fenomena dengan standarnya. Oleh karena itu, sebelum memulai penelitian kancah, harus ditetapkan dahulu standarnya. Tentu saja penentuan standar ini harus  dilakukan berdasarkan landasan yang kuat misalnya hukum, peraturan, hasil lokakarya, dan sebagainya. Selanjutnya standar ini dijadikan sejauh mana fenomena mencapai standar.

Penelitian Berhipotesis

Ditinjau dari analisis data, perbadaan antara penelitian non-hipotesis dengan penelitian berhipotesis terletak pada belum dan telah dirumuskannya kesimpulan sementara oleh peneliti.
Dalam peneliti non-hipotesis, peneliti belum mempunyai ancer-ancer jawaban. Penelitian mulai dengan melakukan penelitiannya, akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang didasarkan atas data yang diperoleh setelah melalui proses analisis. Sebenarnya langkah bagi penelitian hipotesis pun sama seperti langkah penelitian non-hipotesis, sampai dengan analisis datanya. Setelah diperoleh angka akhir dari analisis barulah peneliti menengok kembali kepada hipotesis yang telah dirumuskannya.

Ciri-ciri dan Langkah-langkah Penelitian Komparasi

Ciri-ciri Penelitian Komparasi

Penelitian komparatif bersifat data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai dependent variables) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.

Langkah-langkah pokok Penelitian Komparasi

  • Definisikan masalah.
  • Lakukan penelaahan kepustakaan.
  • Rumuskan hipotesis-hipotesis.
  • Rumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan.
  • Rancang cara pendekatannya:
  1. Pilihlah subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan.
  2. Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.
  3. Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubungan.
  • Validasikan teknik untuk mengumpulkan data itu, dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat.
  • Kumpulkan dan analisis data.
  • Susun laporannya.

Baca Juga :

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai

Inilah Manfaat Pinang Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Pendidikan Karakter Pada Anak dan Remaja Penting Dalam Membangun Bangsa

Pendidikan Karakter Pada Anak dan Remaja Penting Dalam Membangun Bangsa

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN MENURUT AHLI

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN MENURUT AHLI

PENGERTIAN METODE PENELITIAN EKSPERIMEN MENURUT AHLI

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

Menurut tujuannya, riset diklasifikasikan menjadi 2, yaitu: (1) riset dasar (pure research atau basic research); dan (2) riset terapan (applied research), yang dibagi menjadi: (a) riset evaluasi (evaluation research); (b) riset pengembangan (research and development atau R & D); dan (c) riset aksi (penelitian tindakan).

RISET DASAR

Secara epistemologis, metodologi riset barkaitan dengan pembahasan mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan. Dalam riset dasar, dikenal dua kelompok paradigma yang dominan, yaitu: (1) paradigma positivistik (metode kuantitatif); dan (2) paradigma fenomenologis/interpretif (metode kualitatif).
Paradigma positivistik menggunakan proses riset yang konvensional-linier, yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) fenomena-fenomena sosial/pendidikan diamati secara parsial, yaitu dengan cara mereduksi sejumlah variabel yang dianggap kurang penting dalam menjelaskan fenomena-fenomena yang dimaksud; (2) berpandangan bahwa fenomena-fenomena kehidupan manusia di lingkungan sosialnya bersifat mekanistik dan berlaku universal; (3) proses riset menggunakan logika berpikir rasional dan deduktif; (4) menekankan pada uji hipotesis dan mengejar generalisasi; (5) fenomena-fenomena yang diamati sifatnya teratur/tidak random, sehingga dapat diprediksikan; (6) berpandangan bahwa teori bebas nilai dan menganut kebenaran tunggal (nomotetis); dan (7) memisahkan teori dan praktik.
Di lain pihak, paradigma fenomenologis (interpretif) dalam praktik pelaksanaan riset sering dianggap sebagai proses riset yang bersifat siklikal, berpandangan bahwa realitas (fenomena) tidak tunggal, tetapi bersifat jamak (plural). Tujuan utama riset fenomenologis adalah untuk memperoleh pemahanan terhadap makna (meaning), karena menurut pandangan fenomenologis fenomena (perilaku) yang sama akan mempunyai makna yang berbeda pada konteks kultural yang berbeda. Di dalam mengembangkan pemahaman makna terhadap fenomena tersebut, riset fenomenologi mendasarkan pada gambaran apa adanya menurut interpretasi subyek (folk model).
Paradigma positivistik, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang paling banyak dikenal dalam penelitian berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan, karena merupakan pendekatan yang paling tua.
Pendekatan ini diadopsi dari penelitian ilmu-ilmu keras (hard-science), seperti Fisika dan Biologi, yang kemudian diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan. Pendekatan ini mendasarkan pada suatu asumsi nomotetis, yaitu bahwa sesuatu kebenaran itu tunggal dan akan berlaku di manapun tanpa terikat dengan konteks eko-kulturnya. Paradigma ini telah mewarnai berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan kita selama ini.
Paradigma fenomenologis, atau yang lebih dikenal dengan penelitian kualitatif datang di Indonesia lebih belakangan dibanding paradigma positivistik, sehingga kehadirannya banyak menghadapi tantangan dari kubu positivistik. Paradigma ini berpandangan bahwa kebenaran itu tidak tunggal, tetapi dialektik, yang akan sangat tergantung pada konteks dan kultur masyarakat. Ciri lain dari penelitian ini adalah bahwa pengamatannya dilakukan pada skopa yang sempit tetapi mendalam.

RISET TERAPAN

Riset terapan, merupakan riset untuk menguji dan menerapkan teori untuk pemecahan permasalahan yang riil, mengembangkan dan menghasilkan produk, dan memperoleh informasi untuk dasar dalam pembuatan keputusan.
Penelitian terapan (applied research) dan penelitian dasar (pure research) mempunyai perbedaan dalam orientasi atau tujuan penelitian. Basic research bertujuan untuk menguji dan mengakumulasikan teori, sehingga menekankan standar keilmuan yang tinggi dan berusaha memperoleh hasil yang valid menurut ukuran metode ilmiah.
Sementara itu, penelitian terapan menekankan pada kemanfaatan secara praktis hasil penelitian untuk mengatasi masalah yang kongkrit, serta menemukan produk baru yang bermanfaat bagi kehidupan. Selain itu, applied research juga dapat memberikan manfaat langsung untuk mengambil keputusan seperti keputusan untuk memulai sebuah program baru, menghentikan, memperbaiki atau mengganti program yang sedang berjalan.

Riset Pengembangan

Riset pengembangan atau Research and Development (R & D), bertujuan untuk mengembangkan, menguji kemanfaatan dan efektivitas produk (model) yang dikembang-kan, baik produk teknologi, material, organisasi, metode, alat-alat dan sebagainya.
Sebagai riset terapan, riset pengembangan bertujuan bukan untuk menghasilkan teori. Oleh karena itu, dalam penelitian pengembangan sangat dimungkinkan untuk menggunakan multi pendekatan dan multi metode.

Riset Aksi (Penelitian Tindakan)

Riset aksi (penelitian tindakan) mendasarkan pada paradigma teori kritis. Para penganut paradigma teori kritis berusaha untuk mempersatukan teori dan praksis.
Mereka pada umumnya memilih bidang garapan yang bersifat advokatif dan pemberdayaan (empowering). Di kalangan penganut teori kritis, teori deskriptif sebagaimana yang telah dikembangkan oleh para penganut positivistik itu keliru, karena tidak memiliki dampak apapun terhadap usaha perbaikan praktik-praktik pendidikan ataupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Riset Evaluasi

Riset evaluasi merupakan salah satu bentuk dari penelitian terapan (applied research). Oleh karena itu, dibandingkan dengan jenis penelitian terapan yang lain, riset evaluasi mempunyai kesamaan, baik dalam pemilihan pendekatan, metodologi, penentuan subyek, sampling maupun prosedur risetnya. Kegiatan riset (riset konvensional) dan riset evaluasi mempunyai tujuan yang berbeda. Riset konvensional bersifat conclusion oriented (berorientasi pada kesimpulan), sedangkan riset evaluasi mempunyai ciri decision oriented, yaitu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi/data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan/perumusan kebijakan.

PENELITIAN EKSPERIMEN

Metode penelitian eksperimen pada umumnya digunakan dalam penelitian yang bersifat laboratoris. Namun, bukan berarti bahwa pendekatan ini tidak dapat digunakan dalam penelitian sosial, termasuk penelitian pendidikan. Jadi, penelitian eksperimen yang mendasarkan pada paradigma positivistik pada awalnya memang banyak diterapkan pada penelitian ilmu-ilmu keras (hard-science), seperti biologi dan Fisika, yang kemudian diadopsi untuk diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk bidang sosial dan pendidikan.
Pada dasarnya, pada semua penelitian dengan menggunakan paradigma positivistik, akan menghadapi dua pertanyaan besar, yaitu: (1) apakah hasil penelitian ini benar atau dapat dipercaya?; dan (2) apakah kita dapat menggeneralisasikan hasil penelitian ini kepada sejumlah subyek yang kondisinya dianggap sama dengan subyek yang kita teliti ?
Permasalahan nomor (1) adalah berkaitan dengan validitas internal suatu hasil penelitian, sedangkan permasalahan yang berkaitan dengan pertanyaan nomor (2) menyangkut validitas eksternal suatu hasil penelitian. Penelitian eksperimen pada umumnya lebih menekankan pada pemenuhan validitas internal, yaitu dengan cara mengontrol/mengendalikan/mengeliminir pengaruh faktor-faktor di luar yang dieksperimenkan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen.

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli
Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

PENELITIAN ETNOGRAFI DAN GROUNDED THEORY

Etnograli merupakan cabang antropologi yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis unsur kebudayaan suatu masyarakat atau suku bangsa. Etnografi, dalarr kegiatannya memerikan (mengungkap) uraian terperinci mengenai aspek cara berperilaku dan cara berpikir yang sudah membaku pada orang yang dipelajari, yang dituangkan dalam bentuk tulisan, foto, gambar atau film. Kebudayaan meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku dan pemikiran serta keyakinan suatu masyarakat. Ha yang dipelajari bisa berupa bahasa, mata pencaharian, sistem teknologi, organisasi sosial, kesenian, sistem pengetahuan, bahasa dan religi. Untuk memahami unsur-unsur kebudayaan tersebut, peneliti biasanya tinggal bersama masyarakat yang diteliti dalam wa<tu yang cukup ama untuk mewawancarai, mengamati, dan mengumpulkan dokmen-dokumon tentang obyek yang diteliti.
Dengan bahasan terhadap tulisan-tulisan tersebut, mereka berusaha untuk membangun tingkat-tingkat perkembangan evolusi budaya manusia dari masa manusia mula muncul di muka bumi sanpai ke masa terkini. Mereka bekerja keras mengungkap relaita yang tercapat dalam sua au komunitas masyarakat dan menyusun secara sistematis deskripsi budaya-budaya pada masyarakat tersebut.
Menjelarg akhir abad ke-19, muncul pandangan baru dalam ilmu antropologi. Kerangka evolu si masyarakat dan budaya yang disusun oleh para ahli teori terdahulu kini dipandang sebagai tindakan yaig tidak realistis, tidak diukung oleh bukti yang nyata. Dari sini kemudian muncul pemikiran baru bahwa seorang antropolog harus melihat sendiri kelompok masyarakat yang menjadi objek kajiannya, jika dia ingin mendapatkan teori yang lebih mantap. Irilah asal mula pemikiran tentang perlunya kajian lapangan etnografi dalam antropologi.
Teknik etnografi utama pada masa awal ini adalah wawancara yang panjang, berkalikali, dengan beberapa informan kunci, yaitu orang-orang tua dalam masyarakat tersebut yang kaya dentjan cerita tentaig masa lampau, tentang kehidupan yang “nyaman” pada suatu masa dahulu. Orientasi teoretis para peneliti terutama berkaitan dengan perubahan sosial dan kebu jayaan.
Berdasakan uraian di alas, makalah ini berisi kajian sederhana mengenai penelitian etnografi yang dimulai dari sejarah munculnya penelitian etnografi sampai dengan prosedur melaksanakan penelitian etnografi berdasarkan referensi tokoh-tokoh etnografi yang berkompeten.

Pengertian Etnografi

Istilah etnografi berasal dari kata Yunani ethnos yang berarti ‘orang’ dan graphein yang berarti ‘t jlisan’. Istilah itu kemudian diartikan sebagai sejenis tulisan yang menggunakan bahan-bahan dari penelitian lapangan untuk menggambarkan kebudayaan manusia. Menurut Spradley (1980: 6-8) kebudayaan merupakan seluruh pengetahuan yang dipelajari manusia dan digunakan untuk menginterpretasi pengalaman dan membentuk tingkah laku, dan ethrografi merupakan penelitian yang membahas kebudayaan, baik yang eksplisit maupun implisit.
Etnografi adalah deskripsi tertulis mengenai organisasi sosial, aktivitas sosial, simbol dan sumber material dan karakteristik praktik interpretasi suatu kelompok manusia tertentu.
(Duranti, 1997: 85). Mengacu pada pendapat tersebut dapat dikemukakan bahwa, penelitian etnografi merupakan penelitian mengenai aktivitas sosial dan, perilaku masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu. Etnografi merupakan salah satu model penelitian yang lebih banyak terkait jengan antropologi, yang mempelajari dan mendeskripsikan peristiwa budaya, yang monyajkan pandangan hidup subjek yang menjadi obyek studi. Deskripsi itu diperoleh oleh peneliti dengan cara berpartisipasi secara langsung dan lama terhadap kehidupan sosial suatu masyarakat.

Istilah etnografi

Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi. Etnografi merupakan embrio dari antopologi, yaitu lahir pada tahap pertama dari perkembangannya, yaitu sebelum tahun ‘ 800-an. Etnografi merupakan hasil-hasil catatan penjelajah Eropa ketika mencari rempah-rempah ke Indonesia. Mereka mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, antara lain berisi tentang adat-istiadat, susunan masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut (Koentjaraningrat, 1989: 1). Charles Wnnick (1915: 193) mendefinisikan etnografi sebagai…the study of individual culture s. It is primarily k deschptive and non interprestative study….
Etnografi berarti belajar tentang jantung dari ilmu antropologi, khususnya antropologi sosial. Ciri-ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi ini adalah sifatnya yang holistic-integrative, thmk descnption, dan analisis kualitatif dalam rangka mendapatkan native’s point cf vie/v. Teknik pengumpulan data yang utama adalah partipasi dan wawancara terbuka dan mendalam, yang dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama, bukan kunjungan singrat dengari daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survai.
Secara bahasa, etnografi berarti potret suatu masyarakat. Menurut Marvin Harris and Orna Johnson (/.000), penelitian etnografi adalah gambaran tertulis tentang suatu budaya, yaitu adat, kepercayaan, dan perilaku- berdasarkan pengamatan peneliti yang terjun langsung ke lapangan. Etnografi adalah metode penelitian sosial yang tergantung sepenuhnya pada pengamatan peneliti secara dekat sehingga ia perlu membekali diri dengan kemampuan bahasa, budaya, dan pengetahuan mendalam tentang wilayah/bidang penelitian,dan penggunaan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian..
Fettermgn (dsilam Genzjk, 2003) mendefinisikan etnografi sebagai “…the art and science of deserting a group or culture. The description may be of a small tribal group in an exotic land or i\ classroom in middle-class suburbia.” Secara lebih terperinci, American Anthropological Association (2002) mendefinisikan etnografi sebagai: “… the description of cultural systems or an aspect of culture based on fieldwork in which the investigator is immersed in the ongoing everyday activities of the designated community for the purpose of describing the social context, relationships and processes relevant to the topic under consideration.” Penelitian etnografi memusatkan perhatian pada keyakinan, bahasa, nilai-nilai, ritual, adat istiadat dan tingkah laku sekelompok orang yang berinteraksi dalam suatu lingkungan sosial-ekcnomi, religi, politik, dan geografis. Analisis etnografi bersifat induktif dan dibangun berdasarkan perspektif orang-orang yang menjadi partisipan penelitian. Menurut Emzir (2008: 153-154), peneliti etnografer dapat dianalogikan dengan seorang penjela ah hutan. Tujuan utama si penjelajah bukanlah untuk menemukan sesuatu di dalam hutan tetapi membuat deskripsi suatu wilayah hutan tersebut (analog dengan tujuan etnografer meneskripsikan sebuah wilayah kultural). Untuk mencapai tujuan itu, si penjelajahan dmwali dengan pertanyaan umum: Apakah ciri-ciri utama wilayah tersebut?
Untuk mempero eh jawaban terhadap pertanyaan ini si penjelajah berjalan ke satu arah dan mengumpulkan informasi tentang pepohonan, jenis tanah, atau hewan-hewan yang ditemuinya di sskitar rute tersebut. Kemudian dia bisa menapaki sebuah rute baru, dan ketika menemukan sebuah danau dia mengelilinginya untuk mengumpulkan informasi dan berupaya menggunakan rute yang sudah dikenalnya untuk mengukur jarak danau dari tepi hutan. Selama menjelajah, dia akan sering membaca kompas, membuat catatan tentang tanda-tanda yang menonjol, dan membuat umpan balik dengan cara menghubung-hubungkan informasi tertentu dengan informasi lain serta memodifikasi informasi awal sesuai dengan perkembangan informasi yang diperoleh. Setelah beberapa minggu, penjelajah mungkin mengalam kesulitan untuk menjawab pertanyaan. “Apa yang Anda temukan?”. Namun ketika ditanya tentang gambaran wilayah hutan tersebut, dia akan mampu menjelaskan secara panjang lebar.

Objek Etnografi

Objek etiografi adalah kebudayaan yang memiliki unsur ekplisit dan implisit.
Penelitian tentang unsur-unsur kebudayaan yang eksplisit dapat dilakukan dengan mudah karena unsur-unsur kebudayaan seperti itu relatif terungkap oleh partisipan secara sadar.
Sebaliknya, penelitian berhubungan dengan unsur-unsur kebudayaan yang implisit, yang tercipta dan dipahami secara tidak sadar oleh pemiliknya, maka data dan makna harus disimpulkan secara hati-hati berdasarkan penuturan dan tingkah laku para patisipan. Hal inilah yang membuat seorang etnografer perlu terlibat dalam kehidupan masyarakat yang diteliti dengan berperan sebagsi pengamat berparisipasi (participant-observer). Spradley (1980: 51) menekankan: “participation allows you to experience activities directly, to get the feel of what events are like, and to record your own perceptions.”
Menulis tentang masyarakat, penulisannya mengacu pada studi deskriptif. Dalam perkembangannya, etnografi tidak hanya merupakan paparan saja, tanpa interpretasi.

MENGANALISIS PEMENTASAN DRAMA

MENGANALISIS PEMENTASAN DRAMA

MENGANALISIS PEMENTASAN DRAMA

MENGANALISIS PEMENTASAN DRAMA
MENGANALISIS PEMENTASAN DRAMA

Menganalisis pementasan drama berarti menganalisis unsur – unsur dalam pementasan drama tersebut. Hal – hal yang berkaitan dengan tekhnik pementasan drama sebagai berikut :

Tata rias

Tata rias adalah cara mendadani pemain. Tata rias dalam pementasan drama memiliki tugas sebagai berikut :

  1. Memperjelas apa yang akan dinyatakan peran
  2. Memperjelas sifat atau kepribadian pemain
  3.    Pakaian atau kostum

Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain baik bahan, model, maupun cara mengenakannya.

Tata panggung

Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk pemain drama

Tata bunyi

Tata bunyi di gunakan untuk membantu menggambarkan situasi yang terjdi dalam pementasan drama

Selain tekhnik pementasan drama, anda dapat menilai hal – hal berikut :

a1.      Penjiwaan pemain dalam memerankan karakter yang dimainkan

b2.      Ekspresi yang digunakan pemain

c3.       Gerak gerik pemain

d4.      Lafal yang digunakan pemain

e5.      Intonasi yang digunakan pemain

Volume suara yang digunakan pemain

Di dalam drama terkandung karakteristik yang kas. Karakteristik tersebut adalah :

  1. Dasar karya satra drama adalah kehidupan manusia dengan serbanekanya
  2.     Plot dalam drama sepenuhnya terletak pada kemampuan aktor dalam mewujudkan hasil penafsirannya atas tokoh yang di peraninya
  3.     Cara menikmati drama yaitu dengan cara menontonnya
  4.     Unsur esensial drama lengkap dengan cara dipentaskan
  5.     Mengutamakan unsur tingkah laku yang konkret dan dialog
  6.     Unsur drama terdiri atas lakon cerita , pemain, tempat, dan penonton
  7.     Naskah drama terdiri atas wawancang dan kramagung

 

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Tasawuf

Tasawuf

Pengertian Tasawuf

Tasawuf
Tasawuf

Pengertian tasawuf

     Pengertian tasawuf antara lain :

  1. Shafa (suci) disebut safa karena kebersian batin sufi dan kebersihan tindakannya.
  2. Shaff (barisan), karena para sufi mempunyai iman yang kuat , jiwa yang bersih dan senatiasa memilih barisan terdepan dalam salat berjamaah
  3. Saufanah : karena banyak sufi yang memakai pakaian yang berbulu yang terbuat dari bulu domba yang kasar
  4. Shuffah (serambi tempat duduk) : yakni suffah mesjid madinah yang disediakan bagi tuna wisna di kalangan muhajirin pada masa rasulullah SAW
  5. Shafwah (yang terpilih atau terbaik) : sufi adalah orang yang terpilih diantara hamba allah karena ketulusan amal mereka kepadanya
  6. Theosopi (yunani, theo = tuhan, shopos = hikmah) : yang berarti hikmah / kearifan ketuhanan
  7. Shuf (bulu domba) : karena para sufi biasanya memakai pakaian dari bulu domba yang kasar

Tokoh-tokoh tasawuf :

  1. Aljunaid- albaghdadi (297 H/910M)
  2. Abu ahmad ruwain bin ahmad (303 H/916M)
  3. Bisyr bin haris al-hafi (227 H/842 M)
  4. Muhammad aljurairi (311 H/924 M)
  5. Abu al kasim aljurairi (465 H/1073 M)
  6. Abu yazid al bustami (261 H/875 M)
  7. Makruf al karkhi (200 H/816 M)
  8. Zunnun al inistri (334 H/946 M)
  9. Al hallaj (309 H/922 M)
  10.  Ibnu arabi (638 H/1241 M)
  11.  Zakaria al anshari (852 H/1448 M – 925 H/1519 M)
  12. Karakteristik tasawuf
  13. Tasawuf diartikan sebagai pengalaman mistik
  14. Pengetahuan dalam tasawuf bersifat pasti dan meyakinkan bukan bersifat spekulatif
  15. Tasawuf merupakan visi lansung terhadap sesuatu, bukan melalui
  16. Tasawuf mampu melihat sesuatu lansung dari hakikatnya.

         Berdasarkan objeck dan sasarannya tasawuf di klafikasikan menjadi 3 macam, yaiutu :

  1. Tasawuf akhlaki yaitu tasawuf yang snagat menekannkan nilai-nilai etis (moral)
  2. Tasawuf amali yaitu tasawuf yang lebih mengutamakan nilai-nilai ibadah. Tujuannya agar di peroleh penghayatan dalam setiap melakukan ibadah
  3. Tasawuf falsafi yaitu tasawuf yang menekankan pada masalah-masalah yang metafisik.
  4. Maqamat sebagai upaya peningkatan akhlak

            Tujuan tasawuf adalah berada sedekat mungkin di sisi allah dengan mengenalnya secara lansung dan tenggelam dalam kemaha easaannya yang mutlak.

  1. Zuhud

    Zuhud artinya menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia

  1. Mahabbah

     Mahabbah artinya mencintai segala sesuatu karna allah

  1. Fana’ dan baka’ (lewat penghancur muncullah kekekalan)

      Fana’ artinya sirna, sedangkan baka’ artinya kekal, fana’ dn baka’ yaitu sirnanya sifat yang tercela dan munculnya sifat yang terpuji.

  1. Ittihad

      Pegalaman kesatuan seorang suri

  1. Halul

     Bertempatnya sifat ketuhanan kepada sifat kemanusiaan

  1. Wahdatul wujud

     Semua wujud hanya memiliki sebuah realitas, realitas tunggal itu hanya allah SWT.

 

Sumber : https://sel.co.id/

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakai – Informasi akuntansi yang diinformasikan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan merupakan media komunikasi antara kegiatan usaha perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan atas posisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan. Informasi akuntansi memiliki kegunaan yang sangat bergantung pada pemakainya.

Berikut ini adalah kegunaan informasi akuntansi bagi :

Pimpinan perusahaan

  1. Sebagai bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan
  2. Sebagai alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan, baik secara keseluruhan, bagian-bagian maupun individu-individu yang diberi wewenang dan tanggung jawab.
  3. Sebagai alat untuk mengukur tingkat biaya kegiatan-kegiatan usaha yang dilaksanakan perusahaan
  4. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengendalikan kegiatan perusahaan
  5. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program kegiatan pada periode mendatang
  6. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan
  7. Untuk mengetahui kondisi perusahaan dan posisi keuangan perusahaan

Pemilik perusahaan

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain, laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh pemilik perusahaan. Laporan keuangan bagi pemilik perusahaan berfungsi sebagai :

  1. Alat penilaian atas hasil yang telah dicapai oleh pimpnan perusahaan
  2. Dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima di masa mendatang dan taksiran perkembangan harga saham yang dimilikinya

Kreditor dan calon kreditor

Kreditor adalah orang atau badan yang memberikan pinjaman berupa uang atau barang kepada perusahaan. Bagi para kreditor dan calon kreditor, laporan keuangan berfungsi sebagai bahan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit, karena dari hasil analisis laporan keuangan dapat diketahui apakah perusahaan yang akan diberi pinjaman dapat mengembalikan pinjaman pada saat jatuh tempo atau tidak. Dari laporan keuangan dapat diketahui pula apakah pinjaman yang diberikan cukup mendapat jaminan atau tidak.

Investor dan calon investor

Orang atau badan yang menanamkan modal pada suatu perusahaan disebut dengan investor. Penanaman modal dapat dilakukan dengan dua cara yaitu membeli sebagian dari modal saham perusahaan atau memberikan pinjaman kepada perusahaan yang bersangkutan yang didukung oleh surat obligasi.

Bagi investor maupun calon investor, laporan keuangan berguna sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan investasi pada sutu perusahaan. Selain itu laporan keuangan berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan atau membayar deviden kepada investor.

Instansi pemerintah

Instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap laporan keuangan diantaranya :

  • Kantor Pelayanan Pajak

Bagi Kantor Pelayanan Pajak, laporan keuangan perusahaan berfunsi sebagai dasar penentuan pajak penghasilan yang menjadi tanggungan perusahaan.

  • Badan Pengembangan Pasar Modal (Bapepam)

Bapepam menggunakan laporan keuangan sebagai alat pengawasan keuangan perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal.

  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Laporan keuangan digunakan untuk kepentingan pengumpulan data statistik.

Karyawan

Karyawan juga berkepentingan terhadap laporan keuangan, karena laporan keuangan berfungsi sebagi berikut :

  1. Untuk mengetahui tungkat kemampyuan perusahaan dalam membayar gaji dan jaminan sosial lainnya.
  2. Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan dalam rangka penentuan pilihan langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan  kelangsungan kerjanya.
  3. Sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus yang diterimanya dibanding dengan keuntungan perusahaan pada periode yang bersangkutan.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Cara Budidaya Kelapa Sawit Bagi Pemula

Cara Budidaya Kelapa Sawit Bagi Pemula – Kelapa sawit memiliki nama latin Elaeis gineensis jacq. Tanaman ini termasuk tumbuhan industri penghasil minyak guna masak, industri, maupun bahan bakar. Budidaya tumbuhan kelapa sawit tergolong usaha yang menarik, sebab produk kesudahannya tetap menjadi primadona bisnis yang paling menguntungkan.

Faktanya, produktifitas tumbuhan kelapa sawit berbanding lurus dengan pemeliharaannya. Artinya, andai pohon sawit di rawat secar benar, maka pohon itu akan menghasilkan buah yang melimpah. Tujuan dari teknik budidaya kelapa sawit ini ialah untuk menemukan buah yang banyak, sehingga semua petani mendapatkan deviden yang tidak sedikit pula.

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Syarat Tumbuh
Habitat asli tumbuhan ini ialah di wilayah semak belukar. Sawit tumbuh bai pada iklim wilayah tropis dengan curah hujan rata-rata 1500-4000 mm/tahun. Lama pencahayaan matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Mempunyai temperature selama 24-280C. elevasi yang ideal antara 1-500 mdpl dengan kecepatan angin 5-6 km/jam.

Media Tanam
Media tanam yang sesuai yaitu tanah yang berisi lempung berareasi subur dan baik, mempunyai saluran yang baik. Contohnya yakni tanah Lotasol, Ultisol, tanah gambut saprik, wilayah muara sungai, maupun wilayah dataran pantai sekalipun.

Pembibitan dan Penyemaian
Kecambah dimasukkan kedalam polybag 12×23 cm yang mengandung 1,4-2 kg tanah lapisan yang sudah diayak. Tanam kecambah di kedalaman 2 cm. tanah yang terdapat di polybag mesti tidak jarang kali lembab. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun selama 4-5 helai, bibit bisa dipindahkan

Penanaman
Usahakan mengerjakan proses penanamna pada musim hujan. Langkahnya yakni lepaskan bibit dari polybag dengan hati-hati dan masukkan ke dalam lubang tanam. Taburkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakan sekitar seminggu pada pupuk kendang di dekat area tanam. Kemudian segera timbun dengan tanah.

Pemeliharaan

Ada sejumlah hal yang dapat kita kerjakan untuk mengerjakan pemeliharaan budidaya tumbuhan kelapa sawit ini, yaitu:

Penyulaman
Jika terdapat bibit tanam yang mati, segera ganti dengan bibit tanam yang baru yakni dengan teknik disulam dengan bibit yang berumur 10-14 bulan.

Pemangkasan Daun
Pemangakasan pasir, contohnya yaitu melemparkan daun-daun kering dan buah kesatu yang bususk pada masa-masa umur tumbuhan 16-20 bulan. Pemangkasan produksi dilaksanakan dengan teknik memotong daun yang slaing menumpuk guna persiapan panen pada usia 20-28 bulang. Dan yang terakhir yakni pemangkasan pemeliharaan, maksudnya ialah membuang daun-daun songgo secara teratur sehingga melulu ada daun sebanyak 28-54 helai.

Penyiangan
yakni membersihkan tanah agar tanaman terbebas dari gulma.

Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang telah tumbuh pasa ketika waktu tanam masih berumur 12 s/d 20 bulan.

Penyerbukan Buatan
Untuk menemukan hasil yang optimal pada masing-masing tandan yang berbuah, seringkali akan ditolong dengan memakai penyerbuakan produksi baik oleh serangga maupun manusia. Saat tumbuhan berusia 2-7 minggu, maka bunga betina sedang represif atau siap guna diserbuki Bungan jantan. Caranya yakni buka bak seludung bunga, lantas campurkan serbuk sari dengan talk murni (1:2). Semprotkan serbuk sari pada kepala putik.

Penyerbukan melewati serangga yaitu memakai serangga penyerbuk Elaedobius camerunicus yang tertarik pada bau bunga jantan. Serangga ini dilepas saat bunga betina berada di amsa represif.

Panen
Panen merupakan teknik budidaya tumbuhan kelapa sawit yang terakhir, sesudah umur 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan, buah bisa dipanen . sedikitnya 60% buah sudah matang. Darii 5 pohon ada satu tandan buah yang matang. Ciri-cirinya yakni paling tidak terdapat 5 buah yang jatuh dari tandan tidak cukup dari 10 kg atau lebih.

Sumber: Www.Faunadanflora.Com

Pendidikan Karakter Pada Anak dan Remaja Penting Dalam Membangun Bangsa

Pendidikan Karakter Pada Anak dan Remaja Penting Dalam Membangun Bangsa – Pendidikan karakter anak dan remaja ketika ini menjadi perhatian khusus. Oleh karenanya, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) memiliki komitmen dan semangat tinggi untuk membina karakter untuk anak dan remaja.

“Saat ini karakter anak-anak remaja menjadi perhatian eksklusif kita. Sering anda dengar di berita-berita kasus dilaksanakan remaja. Ini yang menciptakan kami merasa penting menyerahkan pendidikan karakter,” kata Ketua YAFSI, Badriyah, dalam ‘Pelatihan Pendidik Sebaya Bagi Anak dan Remaja’ di Medan, Selasa (20/11).

Dalam pelatihan yang dilangsungkan selama 2 hari, Selasa dan Rabu (20-21 November 2018) pun dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan Dasar Kota Medan, Masrul Badri, dan di antara perwakilan dari sokongan Pengabdian Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha/Corporate Social Responsibility (CSR).

Badriyah menjelaskan, destinasi dari pekerjaan untuk menambah kompetensi anak dan remaja dalam menyerahkan informasi dan nasihat untuk teman sebaya, dan pun meningkatkan jiwa kepemimpinan yang berkarakter pada anak dan remaja.

“Ada 20 anak yang anda latih dari sekian banyak sekolah di Kota Medan. Harapannya mereka dapat menjadi pemimpin untuk rekan sebaya-sebaya di lingkungan mereka masing-masing,” jelasnya.

Kabid Dinas Pendidikan Dasar Kota Medan, Masrul Badri, mengapresiasi pekerjaan yang paling positif. Menurutnya pelatihan ini paling efektif untuk membina karakter anak bangsa.

“Pelatihan ini paling efektif dan memprovokasi anak sebayanya, dan dapat mempengaruhi teman-temannya,” ujarnya.

Ketua CSR PT Dow Indonesia, Lisa Kurniati, berharap supaya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan anak dan remaja yang kreatif dan inovatif.

“YAFSI turut serta membina karakter dan kreatifitas anak, menambah kesadaran dan kapasitas masyarakat,” tambahnya.

Sumber: Www.Pelajaran.Id

Inilah Manfaat Pinang Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Inilah Manfaat Pinang Bagi Kesehatan dan Kecantikan – Buah pinang (areca catechu) ialah buah sejenis palma yang tumbuh didaerah pasifik, asia dan afrika unsur timur, pinang pun seringkali anda pakai bahan guna menyirih. Umumnya pinang dijadikan bahan untuk menciptakan jamu tradisional serta pinang, tidak sedikit manfaat yang dapat kita dapatkan dari pinang. Bukan sebatas untuk mengawal kesehatan, pinang dapat pun dijadikan bahan perawatan kulit dan wajah. Apa sajakah manfaatnya untuk kesehatan dan keelokan mari anda lihat kebawah.

KESEHATAN

Biji pinang berisi alkaloida seperti contohnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline). yang sedikit mempunyai sifat racun dan adiktif, yang dapat memicu otak.Zat beda yang dikandung buah ini antara beda arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan sejumlah unsur lainnya. berikut faedah pinang pada kesehatan.

1. Sakit pinggang

Untuk menanggulangi sakit pinggang dampak kelelahan atau terlalu tidak sedikit duduk, saya dan anda bisa memanfaatkan buah pinang. Caranya, sediakan 2 buah pinang yang dibelah dan rebus dengan dua gelas air.

Tambahkan tidak banyak gula aren dan kunyit yang digempleng. Biarkan mendidih sampai air menciut menjadi satu gelas. Saring air rebusan itu dan minumlah dua kali sehari. Di samping buahnya, daun pinang juga dapat digunakan guna menanggulangi sakit pinggang. Haluskan daun pinang kemudian balurkan pada pinggang secara tertata sebelum tidur.

2. Mengobati cacingan

Cacingan dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih tidak jarang menyerang anak-anak. Cacingan dapat membuat tubuh kelemahan nutrisi sampai-sampai orang yang cacingan seringkali kurus dan tidak cukup bertenaga.

Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan buah pinang. Caranya, ambil seperempat buah pinang kemudian rebus bareng setengah jari temulawak dan separuh jari kunyit yang digempleng. Biarkan mendidih kemudian saring airnya. Minum air rebusan itu secara teratur untuk memberantas parasit cacing di dalam tubuh.

3. Mencegah pendarahan

Pendarahan dampak adanya luka, kudis atau mimisan dapat anda atasi dengan memakai buah pinang. Caranya, lumayan meminum air rebusan buah pinang secara teratur sampai luka mengering.

Selain tersebut buah pinang pun bisa mengobati luka. Haluskan buah pinang kemudian oleskan pada luka. Jika sudah sejumlah jam ganti pinang itu dengan yang baru. Lakukan sampai luka sembuh dan mengering.

4. Mengatasi mata rabun

Mata yang rabun bisa menyusahkan sebab kita tidak dapat melihat dengan jelas tanpa alat tolong kacamata. Jika Anda hendak mengurangi rabun pada mata, gunakanlah buah pinang.

Caranya, ambil satu buah pinang muda kemudian dikunyah-kunyah. Hisap airnya ketika sambil mengunyah dan sesudah kering ampasnya dapat dibuang. Lakukan secara tertata sampai mata dapat menyaksikan dengan lebih jelas.

5 . Memperkuat gigi

Biasanya orang yang teratur menyirih bakal mempunyai gigi yang kuat. Hal itu dikarenakan adanya buah pinang yang dikunyah bareng sirih. Mengunyah buah pinang muda masing-masing hari akan menolong menjaga gigi tetap powerful dan sehat.

Cukup mengiris buah itu lalu kunyah-kunyah pada masing-masing bagian gigi sampai-sampai semua gigi berpeluang mengunyahnya. Itulah kenapa orang zaman dahulu masih mempunyai gigi yang menyeluruh meski usia telah beranjak tua.

6. Meningkatkan gairah

Bagi semua pria, ada teknik alami yang aman dilaksanakan untuk menambah gairahnya. Caranya ialah dengan memanfaatkan buah pinang yang berisi senyawa arekolin. Caranya, ambil satu pinang muda kemudian dimakan dengan teknik dikunyah. Bisa juga dilaksanakan dengan meminum air rebusannya. Rebus satu buah pinang yang dihancurkan dengan dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas dan minum airnya selagi hangat.

KECANTIKAN

1. Mengangkat sel kulit mati

Manfaat pinang muda untuk keelokan yang kesatu ialah mengusung sel kulit mati. Bagaimana caranya? Caranya yakni dengan menjadikan pinang sebagai masker. Pertama-tama parut pinang hingga halus setelah tersebut sampurkan dengan tidak banyak air. Setelah menjadi pasta, aplikasikankah ke wajah secara merata. Tunggu sekitar 10 menit setelah tersebut pijat perlahan wajah kita sekitar dua menit. Setelah tersebut bilas dengan air bersih.

2. Membuat Awet Muda

Bagaimana membuat tahan lama muda dengan memakai pinang muda? Caranya ialah dengan minum jamu pinang muda secara berkala. Cara menciptakan jamu nya mudah, lumayan dengan memarut pinang kemudian merebusnya dengan air. Setelah tersebut saring ampasnya supaya minumnya lebih nyaman.

3. Mengatasi Kulit Kering

Kulit kering paling mengganggu anda bukan? Selain sebab mengganggu kulit kering dapat menyebabkan kulit kita gampang tergores bahkan terluka. Masalah tersebut dapat ditanggulangi dengan teknik mengonsumsi jamu pinang muda serta maskernya.

4. Membuat Jernih

Manfaat pinang muda untuk keelokan yang selanjutnya ialah membuat mata jernih. Sangat bagus bukan andai mata anda jernih. Kita tampak lebih cantik. Bagaimana teknik menjernihkan mata dengan pinang? Caranya ialah dengan minum jamu pinang.

5. Mencegah Jerawat Muncul

Pinang muda memang di percaya dapat menangkal jerawat muncul. Cara mengatasi jerawat dengan pinang yakni dengan memakai masker pinang. Cara membuatnya gampang yaitu dengan parut pinang hingga halus setelah tersebut aplikasikan ke jerawat.

Baca Juga: