Pandangan tentang Masa Pertengahan

Pandangan tentang Masa Pertengahan

Zaman Masa pertengahan di Eropa merupakan periode sejarah Eropa yang mengandung banyak pandangan dari ahli sejarah maupun di luar bidang sejarah. Pandangan-pandangan tentang Masa pertengahan tersebut antara lain pandangan dari penulis-penulis sejarah pada jaman Renaisance sekitar tahun 1450 M. Menurut mereka jaman sejak jatuhnya kerajaan Romawi Barat Renaisance, mereka sebut “Masa Pertengahan yang Gelap”. Jadi sebagai zaman selingan zaman Masa pertengahan tidak ada artinya, karena menurut mereka peradaban yunani – Romawi hilang dari Eropa Barat sejak runtuhnya Romawi Barat dan zaman Masa pertengahan kehidupannya kembali seperti zaman sebelum Yunani – Romawi.

Sedangkan para peneliti sejarah Masa ke-16 mempunyai pandangan yang berbeda dengan para penulis zaman Renaisance. Para penulis Masa pertenghan berpendapat bahwa Masa pertengahan tidak dapat di pandang sebagai zaman biadab. Pandangan mereka berdasarkan bahwa ketika bangsa jerman muncul pada panggung sejarah mereka sudah meninggalkan “Zaman Liar”. Oleh karena itu, pada waktu zaman bangsa jerman menyerbu Romawi barat dengan mudah bisa mengalahkan romawi barat yang pada saat itu dalam keadaan belum kuat.

Jadi zaman Masa pertengahan yang di anggap mengalami kemunduran bkan di sebabkan oleh bangsa jerman tetapi karena dominasi gereja (Nasrani). Secara umum dapat disimpulkan bahwa masa Masa pertengahan yang sepintas lalu tidak menghasilkan atau tidak mempunyai kontribusi terhadap bnagsa Eropa yang sering ddi sebut dengan Masa gelap / biadab disebabkan karena dominasi gereja. Para sejarahwan berpandangan bahwa menurut ilmu sejarah suatu sejarah merupakan kontinuitas dari periode-periode sebelumnya. Jadi suatu periode sejarah yang seikit perkembangannya atau di anggap merugikan kehidupan yang hidup pada zamanya tidak mungkin dikeluarkan begitu saja dari periode sejarah pada bangsa yang bersangkutan hal ini seperti yang terjadi pada sejarah Eropa khususnya pada Masa pertengahan, jadi Masa pertengahan tidak bisa dikeluarkan dari periodesasi sejarah Eropa karena walaupun sedikit bangsa yang hidup pada zaman Masa pertengahan juga menghasilkan kebudayaan seperti halnya bangsa lain.

Agama Nasrani

Lahirnya ajaran nasrani

Agama nasrani di ajarkan oleh yesus di Palestina, lahirnya agama ini merupakan suatu proses yang terjadi pada bangsa yahudi yang pada waktu itu mengalami krisis dalam kondisi krisis tersebut muncul ramalan nabi yaitu antara keturunan daud akan ada yang menjadi mesian/ratu adil/juru slamet yang akan membimbing bangsa kembali kejayaan. Pada waktu itu kaisar romwi bermaksud mengadakan sensus penduduk ,maka semua pendudukromawi disarankan untuk datang ke ibu kotanya masing-masing diantara bangsa yahudi terdapat satu keluarga yaitu keluarga Yusuf dan Maria karena semua penduduk berdatangan di Ibu kota negara, maka Ibu kota menjadi penuh dan sangat ramai. Keluarga Yusuf kesulitan mencari tempat bermalam, akhirnya mereka menggunakan kandang domba untuk beristirahat.

Pada waktu itu maria sedang hamil tua, saat itu juga dia melahirkan di kandang domba anak yang dilahirkan Maria itu ternyata nanti menjadi orang besar, hal itu berdasarkan ramalan orang-orang yahudi. Anak maria tersebut kemudian bernama yesus, pada masa kanak-kanak dan masa remaja Yesus sudah menampakan sifat,sikap dan peilaku yang berbeda dengan teman-teman sebayanya. Ketika dia dewasa dia disuruh menjadi raja. Tetapi esus tidak bersedia karena dia hanya akan menjadi raja akhirat, bukan raja dunia. Karena menolak di jadikan raja,Yesus di fitna dan di tuduh akan mengangkat dirinya sebagai raja karena tuduhan tersebut yesus kemudian di salib,sesudah Yesus wafat dijelaskan oleh teman-teman yang disebut rasul-rasul. Ajaran nasrani didasarkan perilaku kemanusiaan seperti misalnya harus menyayangi musuh,tidak boleh saling menyakiti baik jasmani maupun rohani dan sebagainya. Ajaran nasrani mula-mula dalam bangsa arameah (bahasa yang digunakan yesus) tetapi kemudian ketika agama nasrani di anut oleh bangsa Yahudi gologan rendah,ajaran nasrani di tulis dalam bahasa Koine (bangsa yahudi rendah). Menurut paulus, yesus adalah putra tuhan yang datang di dunia untuk mati di atas saib dengan kematian itu dosa manusia di lebur oleh penganut ajaran nasrani yesus di anggap sebagai seorang Nabi yang melepaskan manusia dari belenggu dosa.

Recent Posts