Panen tanaman KUMIS KUCING

Panen tanaman KUMIS KUCINGPanen tanaman KUMIS KUCING

Ciri dan Umur Panen

Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi.

3.6.2. Cara Panen
Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10.

3.6.3. Periode Panen
Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali.

3.6.4. Prakiraan Produksi
Dengan pemeliharaan yang intensif, akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering.

3.7. Pascapanen
Setelah pemetikan, daun disimpan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah:

3.7.1. Pengumpulan
Pucuk/daun segar disimpan di atas hamparan anyaman bambu di dalam suatu ruangan. Layukan daun di tempat itu selama 1-2 malam.

3.7.2. Pengemasan dan Pengangkutan
Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Produk ini siap diekspor.

IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
4.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya kumis kucing seluas 1000 m2; pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.
Biaya produksi
Sewa lahan 1 musim tanam
Bibit : 6000 bh @ Rp.100,-
Pupuk:
– Pupuk kandang 4.000 kg @ Rp. 150,-
– Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp. 1.100,-
Pestisida :
Alat
Tenaga kerja
Panen dan pasca panen
Lain-lain
Jumlah biaya produksi
Pendapatan 700 kg @ Rp. 3.500,-
Keuntungan
Parameter kelayakan usaha
– Output/Input rasio

Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

150.000,-
600.000,-

600.000,-
27.500,-
100.000,-
60.000,-
200.000,-
100.000,-
100.000,-
1.937.500,-
2.450.000,-
512.500,-

= 1,265

4.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23.296-47.414 ton. Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.791.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat, Amerika dan Singapura. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat, agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil.

V. STANDAR PRODUKSI
5.1. Ruang Lingkup
Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.

5.2. Diskripsi

5.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

5.4. Pengambilan Contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

 

Recent Posts