Pemilihan strategi pembelajaran tematik

Pemilihan strategi pembelajaran tematik

Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan berbagai kegiatan, melibatkan penggunaan media dan pengaturan tahapan dan waktu untuk setiap langkah. Oleh karena itu, dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dilakukan pemilihan dan disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Pemilihan strategi pembelajaran paling tidak didasarkan dua argumentasi, yaitu: Pertama, strategi yang disusun didukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran. Kedua, strategi yang disusun menunjukkan efektivitas dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan.Argumentasi ini diperlukan karena di dalam pembelajaran dipahami bahwa: “tidak semua materi cocok untuk semua metode, tidak semua materi cocok untuk semua media, tidak semua pelajaran memerlukan seluruh urutan kegiatan pembelajaran, urutan kegiatan pembelajaran tergantung pada karakteristik siswa dan jenis perilaku yang ada dalam tujuan pembelajaran”.Dengan demikian, dalam menentukan strategi pembelajaran diperlukan pemilihan, dan sedapat mungkin disusun berdasarkan alasan-alasan yang bersifat rasional.

3. Tahap pelaksanaan pembelajaran tematik

Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan menggunakan tiga tahapan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan lebih kurang 5-10% waktu pelajaran yang disediakan, kegiatan inti lebih kurang 80% dari waktu pelajaran yang telah disediakan, sedangkan kegiatan penutup dilaksanakan dengan alokasi waktu lebih kurang 10-15% dari waktu pelajaran yang disediakan.
Pelaksanaan pembelajaran tematik dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan, yaitu:
a.  Kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan
Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dengan maksud untuk mempersiapkan siswa agar mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru.
Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah berdoa sebelum belajar, bercerita, kegiatan fisik/jasmani dan menyanyi.
b.  Kegiatan inti
Dalam kegiatan ini difokuskan pada kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil dan perorangan.
Kegiatan pengajar dalam penyajian bahan, diharapkan memberikan contoh benda atau kegiatan yang relevan dan terdapat dalam kehidupan siswa. Contoh yang relevan dapat berbentuk uraian lisan, tulisan, media audio visual, foster, benda nyata dan sebainya. Uraian dan contoh ini merupakan tanda-tanda dan kondisi belajar yang merangsang siswa untuk memberikan respon terhadap isi pelajaran yang sedang dipelajarinya.
c.  Kegiatan penutup.
Sifat dari kegiatan penutup adalah menenangkan. Beberapa contoh kegaiatan penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, membaca ayat-ayat pendek al-Qur’an, mendongeng, membaca cerita/kisah-kisah teladan dari buku, pantomime, pesan-pesan moral dan musil/apresiasi musik.
Pada kegiatan penutup ini, dapat pula diajukan tes dalam bentuk lisan, di samping untuk mengukur kemampuan siswa, tes merupakan bagian dari kegiatan belajar siswa yang secara aktif membuat respon. Hasil tes harus diberitahukan kepada siswa. Hal ini penting artinya bagi siswa agar proses belajar mengajar menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Kegiatan berikut yang dapat dilakukan pada bagian akhir pembelajaran adalah tindak lanjut. Kegiatan ini dilakukan setelah siswa melakukan tes formatif dan mendapatkan umpan balik.