Pendidikan Indonesia stagnan karena minat baca lemah

Pendidikan Indonesia stagnan karena minat baca lemah

Pendidikan Indonesia stagnan karena minat baca lemah

Meski telah berusia lebih dari setengah abad, Indonesia belum bisa disebut sebagai negara maju

. Salah satu faktor penyebabnya ialah pendidikan Indonesia yang dinilai masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara lain di dunia, bahkan Asia.

Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi. Menurutnya, kurangnya budaya membaca menjadi alasan utama lambannya kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Padahal, syarat kemajuan suatu bangsa terletak pada masyarakatnya yang gemar menimba ilmu

. Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam sangat sedikit sekali yang gemar membaca. Padahal dalam Alquran, terdapat ayat yang memberikan perintah untuk membaca,” kata Hasyim dalam acara Silaturahmi Syawalan Dosen dan Karyawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (12/8/2013).

Menurut Hasyim, manfaat membaca telah dibuktikan oleh masyarakat barat yang tampak pada kemajuan pendidikannya

. Meneliti dan menulis sudah seperti bagian dari kehidupan masyarakat barat, sedangkan di Indonesia, penelitian belum seperti hal itu.

“Manfaat dari meneliti dapat membawa masyarakat kepada pola pemikiran yang logis dan sesuai dengan realita. Sehingga, tidak gampang untuk di hasut apalagi di adu domba,” imbuhnya.

 

Baca Juga :