PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI

PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSIPENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI

Secara terus menerus perusahaan akan membangun berbagai fasilitas baru dan memperluas yang sudah ada. Kegiatan ini melibatkan sejumlah investasi dalam konstruksi dan peralatan atau mesin dengan biaya yang sangat besar. Walaupun penentuan lokasi organisasi yang tepat tidak selalu sangat penting. Tetapi bagaimanapun juga, penempatan fasilitas-fasilitas yang baik akan membantu organisasi untuk meminimumkan biaya.

Disamping itu, adanya perbedaan sukses organisasi dan perbedaan kekuatan atau kelemahan organisasi, sering karena faktor-faktor lokasi. Dalam situasi persaingan, faktor-faktor lokasi dapat menjadi faktor-faktor kritis yang membuatnya sangat penting.

BERBAGAI PERANGKAP DALAM PEMILIHAN LOKASI

Perusahaan-perusahaan sering melakukan kesalahan-kesalahan dalam pemilihan lokasi dan tempat fasilitas-fasilitas produksinya. Suatu perusahaan memilih lokasi di mana tenaga kerja sulit di dapat, 6 bulan setelah pindah perusahaan menghadapi masalah tenaga kerja. Perusahaan lain membeli tanah untuk lokasi pabriknya yang sangat murah, tetapi kemudian disadari bahwa kondisi tanahnya sangat jelek sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membangun fondasinya. Ketiga, perusahaan memilih lokasi di kawasan industri jauh di luar kota, padahal produk perusahaan harus cepat sampai ke tangan konsumen, maka perusahaan harus membayar biaya distribusi yang sangat besar. Keempat, lokasi suatu perusahaan tidak memungkinkan untuk pembuangan limbahnya, masyarakat menuntut perusahaan pindah dan sebagainya.

Tanpa perencanaan lokasi yang tepat, perusahaan dapat tergelincir ke dalam perangkap-perangkap tersebut. Akibatnya, perusahaan akan beroperasi dengan tidak efisien dan efektif. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan perlu lebih berhati-hati dan melakukan analisa-analisa lebih baik, agar kesalahan-kesalahan yang mungkin dibuat dapat diperkecil atau bahkan dihilangkan sama sekali.

FAKTOR DALAM PEMILIHAN LOKASI

Faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi masing-masing perusahaan berbeda. Bagi suatu perusahaan mungkin faktor terpenting adalah dekat dengan pasar. Tetapi mungkin yang lebih penting bagi perusahaan lain adalah dekat dengan sumber-sumber penyediaan dan komponen. Masih organisasi lainnya mungkin menemukan bahwa faktor yang paling penting adalah memilih lokasi di mana tenaga kerja yang mencukupi kebutuhan organisasi, ataupun biaya transportasi yang sangat tinggi bila produk berat dan besar.

Jadi, alasan utama adanya perbedaan dalam pemilihan lokasi adalah adanya perbedaan kebutuhan masing-masing perusahaan. Lokasi yang baik adalah suatu persoalan individual. Hal ini sering disebut pendekatan “situasional” atau “contingency” untuk pembuatan keputusan bila dinyatakan secara sederhana, “semuanya bergantung:. Secara umum faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :

a) Lingkungan masyarakat.

kesediaan masyarakat daerah menerima segala konsekuensi, baik konsekuensi positif maupun negativ didirikannya suatu pabrik di daerah tersebut merupakan suatu syarat penting.  Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi di mana perusahaan akan berlokasi, karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalamjn j berbagai bentuk. Di lain pihak, masyarakat membutuhkan industri atau perusahaan karena menyediakan berbagaim lapangan pekerjaan dan uang dibawa industri ke masyarakat.

b) Kedekatan dengan pasar.

Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan akan memberikan pelayanan yang lebih baik ke pada pelanggan, dan sering mengurangi  biaya distribusi. Perlu dipertimbangkan juga apakah pasar perusahaan tersebut luas ataukah hanya melayani sebagian kecil masyarakat, produk mudah rusak atau tidak, berat produk dan proporsi biaya ditribusi barang jadi pada total biaya. Perusahaan besar dengan jangkauan pasar yang yang luas, dapat mendirikan pabriknya dibanyak tempat yang tersebar untuk mendekati pasar.

Dalam sektor jasa, daerah pasar biasanya ditentukan oleh waktu perjalanan para elangganan ke fasilitas atau waktu perjalanan para pemberi pelayanan ke para langganan.


Sumber: https://gurupendidikan.org/