Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli
Pengertian Etnografi Dan Grounded Theory Menurut Ahli

PENELITIAN ETNOGRAFI DAN GROUNDED THEORY

Etnograli merupakan cabang antropologi yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis unsur kebudayaan suatu masyarakat atau suku bangsa. Etnografi, dalarr kegiatannya memerikan (mengungkap) uraian terperinci mengenai aspek cara berperilaku dan cara berpikir yang sudah membaku pada orang yang dipelajari, yang dituangkan dalam bentuk tulisan, foto, gambar atau film. Kebudayaan meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku dan pemikiran serta keyakinan suatu masyarakat. Ha yang dipelajari bisa berupa bahasa, mata pencaharian, sistem teknologi, organisasi sosial, kesenian, sistem pengetahuan, bahasa dan religi. Untuk memahami unsur-unsur kebudayaan tersebut, peneliti biasanya tinggal bersama masyarakat yang diteliti dalam wa<tu yang cukup ama untuk mewawancarai, mengamati, dan mengumpulkan dokmen-dokumon tentang obyek yang diteliti.
Dengan bahasan terhadap tulisan-tulisan tersebut, mereka berusaha untuk membangun tingkat-tingkat perkembangan evolusi budaya manusia dari masa manusia mula muncul di muka bumi sanpai ke masa terkini. Mereka bekerja keras mengungkap relaita yang tercapat dalam sua au komunitas masyarakat dan menyusun secara sistematis deskripsi budaya-budaya pada masyarakat tersebut.
Menjelarg akhir abad ke-19, muncul pandangan baru dalam ilmu antropologi. Kerangka evolu si masyarakat dan budaya yang disusun oleh para ahli teori terdahulu kini dipandang sebagai tindakan yaig tidak realistis, tidak diukung oleh bukti yang nyata. Dari sini kemudian muncul pemikiran baru bahwa seorang antropolog harus melihat sendiri kelompok masyarakat yang menjadi objek kajiannya, jika dia ingin mendapatkan teori yang lebih mantap. Irilah asal mula pemikiran tentang perlunya kajian lapangan etnografi dalam antropologi.
Teknik etnografi utama pada masa awal ini adalah wawancara yang panjang, berkalikali, dengan beberapa informan kunci, yaitu orang-orang tua dalam masyarakat tersebut yang kaya dentjan cerita tentaig masa lampau, tentang kehidupan yang “nyaman” pada suatu masa dahulu. Orientasi teoretis para peneliti terutama berkaitan dengan perubahan sosial dan kebu jayaan.
Berdasakan uraian di alas, makalah ini berisi kajian sederhana mengenai penelitian etnografi yang dimulai dari sejarah munculnya penelitian etnografi sampai dengan prosedur melaksanakan penelitian etnografi berdasarkan referensi tokoh-tokoh etnografi yang berkompeten.

Pengertian Etnografi

Istilah etnografi berasal dari kata Yunani ethnos yang berarti ‘orang’ dan graphein yang berarti ‘t jlisan’. Istilah itu kemudian diartikan sebagai sejenis tulisan yang menggunakan bahan-bahan dari penelitian lapangan untuk menggambarkan kebudayaan manusia. Menurut Spradley (1980: 6-8) kebudayaan merupakan seluruh pengetahuan yang dipelajari manusia dan digunakan untuk menginterpretasi pengalaman dan membentuk tingkah laku, dan ethrografi merupakan penelitian yang membahas kebudayaan, baik yang eksplisit maupun implisit.
Etnografi adalah deskripsi tertulis mengenai organisasi sosial, aktivitas sosial, simbol dan sumber material dan karakteristik praktik interpretasi suatu kelompok manusia tertentu.
(Duranti, 1997: 85). Mengacu pada pendapat tersebut dapat dikemukakan bahwa, penelitian etnografi merupakan penelitian mengenai aktivitas sosial dan, perilaku masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu. Etnografi merupakan salah satu model penelitian yang lebih banyak terkait jengan antropologi, yang mempelajari dan mendeskripsikan peristiwa budaya, yang monyajkan pandangan hidup subjek yang menjadi obyek studi. Deskripsi itu diperoleh oleh peneliti dengan cara berpartisipasi secara langsung dan lama terhadap kehidupan sosial suatu masyarakat.

Istilah etnografi

Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi. Etnografi merupakan embrio dari antopologi, yaitu lahir pada tahap pertama dari perkembangannya, yaitu sebelum tahun ‘ 800-an. Etnografi merupakan hasil-hasil catatan penjelajah Eropa ketika mencari rempah-rempah ke Indonesia. Mereka mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, antara lain berisi tentang adat-istiadat, susunan masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut (Koentjaraningrat, 1989: 1). Charles Wnnick (1915: 193) mendefinisikan etnografi sebagai…the study of individual culture s. It is primarily k deschptive and non interprestative study….
Etnografi berarti belajar tentang jantung dari ilmu antropologi, khususnya antropologi sosial. Ciri-ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi ini adalah sifatnya yang holistic-integrative, thmk descnption, dan analisis kualitatif dalam rangka mendapatkan native’s point cf vie/v. Teknik pengumpulan data yang utama adalah partipasi dan wawancara terbuka dan mendalam, yang dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama, bukan kunjungan singrat dengari daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survai.
Secara bahasa, etnografi berarti potret suatu masyarakat. Menurut Marvin Harris and Orna Johnson (/.000), penelitian etnografi adalah gambaran tertulis tentang suatu budaya, yaitu adat, kepercayaan, dan perilaku- berdasarkan pengamatan peneliti yang terjun langsung ke lapangan. Etnografi adalah metode penelitian sosial yang tergantung sepenuhnya pada pengamatan peneliti secara dekat sehingga ia perlu membekali diri dengan kemampuan bahasa, budaya, dan pengetahuan mendalam tentang wilayah/bidang penelitian,dan penggunaan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian..
Fettermgn (dsilam Genzjk, 2003) mendefinisikan etnografi sebagai “…the art and science of deserting a group or culture. The description may be of a small tribal group in an exotic land or i\ classroom in middle-class suburbia.” Secara lebih terperinci, American Anthropological Association (2002) mendefinisikan etnografi sebagai: “… the description of cultural systems or an aspect of culture based on fieldwork in which the investigator is immersed in the ongoing everyday activities of the designated community for the purpose of describing the social context, relationships and processes relevant to the topic under consideration.” Penelitian etnografi memusatkan perhatian pada keyakinan, bahasa, nilai-nilai, ritual, adat istiadat dan tingkah laku sekelompok orang yang berinteraksi dalam suatu lingkungan sosial-ekcnomi, religi, politik, dan geografis. Analisis etnografi bersifat induktif dan dibangun berdasarkan perspektif orang-orang yang menjadi partisipan penelitian. Menurut Emzir (2008: 153-154), peneliti etnografer dapat dianalogikan dengan seorang penjela ah hutan. Tujuan utama si penjelajah bukanlah untuk menemukan sesuatu di dalam hutan tetapi membuat deskripsi suatu wilayah hutan tersebut (analog dengan tujuan etnografer meneskripsikan sebuah wilayah kultural). Untuk mencapai tujuan itu, si penjelajahan dmwali dengan pertanyaan umum: Apakah ciri-ciri utama wilayah tersebut?
Untuk mempero eh jawaban terhadap pertanyaan ini si penjelajah berjalan ke satu arah dan mengumpulkan informasi tentang pepohonan, jenis tanah, atau hewan-hewan yang ditemuinya di sskitar rute tersebut. Kemudian dia bisa menapaki sebuah rute baru, dan ketika menemukan sebuah danau dia mengelilinginya untuk mengumpulkan informasi dan berupaya menggunakan rute yang sudah dikenalnya untuk mengukur jarak danau dari tepi hutan. Selama menjelajah, dia akan sering membaca kompas, membuat catatan tentang tanda-tanda yang menonjol, dan membuat umpan balik dengan cara menghubung-hubungkan informasi tertentu dengan informasi lain serta memodifikasi informasi awal sesuai dengan perkembangan informasi yang diperoleh. Setelah beberapa minggu, penjelajah mungkin mengalam kesulitan untuk menjawab pertanyaan. “Apa yang Anda temukan?”. Namun ketika ditanya tentang gambaran wilayah hutan tersebut, dia akan mampu menjelaskan secara panjang lebar.

Objek Etnografi

Objek etiografi adalah kebudayaan yang memiliki unsur ekplisit dan implisit.
Penelitian tentang unsur-unsur kebudayaan yang eksplisit dapat dilakukan dengan mudah karena unsur-unsur kebudayaan seperti itu relatif terungkap oleh partisipan secara sadar.
Sebaliknya, penelitian berhubungan dengan unsur-unsur kebudayaan yang implisit, yang tercipta dan dipahami secara tidak sadar oleh pemiliknya, maka data dan makna harus disimpulkan secara hati-hati berdasarkan penuturan dan tingkah laku para patisipan. Hal inilah yang membuat seorang etnografer perlu terlibat dalam kehidupan masyarakat yang diteliti dengan berperan sebagsi pengamat berparisipasi (participant-observer). Spradley (1980: 51) menekankan: “participation allows you to experience activities directly, to get the feel of what events are like, and to record your own perceptions.”
Menulis tentang masyarakat, penulisannya mengacu pada studi deskriptif. Dalam perkembangannya, etnografi tidak hanya merupakan paparan saja, tanpa interpretasi.