Pengertian Homeostatis dan Homeodinamik

Pengertian Homeostatis dan Homeodinamik

Pengertian Homeostatis dan Homeodinamik

Pengertian Homeostatis dan Homeodinamik

 Homeostatis adalah

Suatu proses yang terjadi secara terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar.
Homeostatis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat terjadi secara alamiah apabila tubuh mengalami stres.

Homeostatis terdiri dari Homeostatis fisiologis dan Homeostatis psikologis. Dalam tubuh manusia, homeostatis fisiologis dikendalikan oleh sistem endokrin dan saraf otonom.

Proses homeostatis fisiologis terjadi melalui empat cara :

1. Pengaturan diri (Self regulation), cara ini terjadi pada orang yang sehat secara otomatis, seperti pengaturan fungsi organ tubuh.

2. Kompensasi, yaitu tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh.

3. Umpan balik negatif, cara ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik negatif untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.

4. Umpan balik positif, yaitu untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis.

Sementara proses Homeostatis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat.

 

Homeodinamik 

Homeodinamik merupakan pertukaran energi antara manusia dan lingkungan sekitarnya secara terus-menerus. Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan memengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri.

Prinsip dalam homeodinamik menurut teori Rogers adalah :

1. Prinsip Integral, yaitu prinsip utama dalam hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara manusia dan lingkungan.

2. Prinsip Resonansi, yaitu bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi karena manusia memiliki pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan.

3. Prinsip Helicy, bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.

Baca Juga :