Penyebab Anak Mengalami Konstipasi

Penyebab Anak Mengalami Konstipasi

Umumnya, konstipasi terjadi saat kotoran atau feses bergerak terlampau lambat dalam drainase pencernaan, sampai-sampai tinja juga menjadi keras dan kering. Pada anak-anak, situasi ini dapat diakibatkan oleh tidak sedikit faktor, inilah di antaranya:

1. Kurang Asupan Serat
Serat adalahsalah satu hal urgen yang berperan dalam kelancaran pencernaan dan buang air besar. Jika anak sering merasakan konstipasi, jajaki perhatikan, apakah asupan serat dari buah dan sayurnya sudah tercukupi?

Perlu diketahui, 9 dari 10 orang anak kelemahan serat. Padahal serat sangat urgen demi menyokong kelancaran pencernaan si Kecil. Serat sendiri dapat melancarkan pencernaan sebab akan menambah air dalam feses, menghasilkan feses yang lembut dan tidak keras sehingga ketika BAB anak melulu perlu mengerjakan kontraksi otot yang normal dan feses dapat keluar dengan lancar. Untuk keperluan serat yang dibutuhkan anak 1-3 tahun ialah 16 gram/hari yang setara dengan 2 kilogram wortel rebus.

2. Sering Menahan
Ketika asyik bermain, terutama saat bermain di luar lokasi tinggal dan jauh dari toilet, anak seringkali akan tidak jarang mengabaikan desakan buang air besar dan berjuang menahannya. Kebiasaan sering menyangga buang air besar ini dapat mengakibatkan kotoran yang seharusnya dikeluarkan jadi menumpuk dan mengeras.

3. Perubahan Rutinitas
Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak seringkali lebih ingin membutuhkan masa-masa lama untuk dapat beradaptasi saat menghadapi evolusi rutinitas. Setiap evolusi rutinitas laksana perjalanan jauh, cuaca panas, dapat merangsang anak merasakan stres dan lantas memengaruhi faedah ususnya. Anak-anak pun lebih mudah merasakan konstipasi saat mereka baru menginjak dunia sekolah yang menyita jam istirahat siangnya.

4. Kondisi Medis
Meski lumayan jarang, konstipasi pada anak pun dapat terjadi sebab adanya situasi medis laksana malformasi anatomi, masalah sistem metabolisme dan pencernaan, atau situasi lainnya.

5. Konstipasi pada Bayi
Di samping pada anak-anak, konstipasi juga dapat dialami oleh bayi dan menciptakan ibu tak kalah cemas. Pasalnya, bayi belum bisa mengutarakan perasaannya, sehingga fenomena konstipasi yang dirasakan pun agak susah dideteksi. Meski lumayan jarang terjadi, fenomena konstipasi pada bayi bisa terlihat dari berkurangnya frekuensi buang air besar dan gestur tubuhnya. Ketika merasakan konstipasi, bayi akan menikmati sakit di unsur perutnya, dan ia seringkali akan menangis seraya meliuk-liukkan tubuhnya.

Sumber : https://quixapp.com/headers/?r=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id/