Penyebab Perselisihan Ulama

Penyebab Perselisihan Ulama

Penyebab Perselisihan Ulama

Perselisiahan ulama dalam masalah ini secara singkat bisa disebabkan oleh beberapa point berikut:
1. Tidak ada teks yang sharih (pasti) tentang hukum aborsi. Teks yang ada hanyalah tentang ghurrah (diat janin) dan hadits Ibnu Mas’ud tentang awal penciptaan manusia.
2.Perbedaan ulama dalam melihat fase-fase pertumbuhan janin.
2.1.4 Titik Permasalahan Ulama
Ulama sepakat bahwa aborsi spontan tampa kesengajaan tidak termasuk dosa dan tidak dianggap tindakan pidana. Karena hokum Syar’I hanya dibangun atas keinginan dan kesengajaan. Sebagaimana dalam kaidah yang mengatakan:
الأمور بمقاصدها
“Setiap urusan tergantung kepada tujuan dan maksudnya.”
Ulama juga sepakat bahwa hukum menggugurkan  kandungan karena alasan kelaliman atau agresif adalah haram dalam syari’at Islam berdasarkan kepada firman  Allah SWT sebagai berikut:
ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين
“Dan janganlah engkau melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Q. Q. Al-baqarah 190.”
Ulama juga sepakat bahwa menggugurkan kandungan karena dharurat (terpaksa) dan bukan karena agresif adalah dibolehkan dengan beberapa alasan berikut:
1.      Firman Allah SWT:
فمن اضطر غير باغ ولا عاد فإن ربك غفور رحيم
“Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu maha pengampun lagi maha penyayang”. Q. S.  Al-an’âm: 145
2.    Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
رفع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
“Dimaafkan bagi umatku setiap kesalahan, lupa, dan kondisi yang memaksa”. H. R. Ibnu Hibbân, Al-baihaqî, dan Daraquthnî.
2.1.5 . Pendapat Yang Berkembang
Ulama berbedap pendapat tentang aborsi yang dianggap tindakan pidana dan menyebabkan hak janin wajib dikeluarkan (ghurrah). Berikut beberapa pendapat yang berkembang di kalangan ahli fiqih:
1.    Pendapat yang tidak membatasi dengan batasan waktu tertentu. Pendapat ini mewajibkan ghurrah semenjak awal masa kehamilan.
2.    Pendapat yang membatasi dengan batas waktu tertentu. Pengusung pendapat ini terbagi kepada dua kelompok:
a. Kelompok pertama mewajibkan ghurrah semenjak ruh ditiupkan kepadanya yaitu umur 120 hari. Pendapat ini diusung oleh jumhur ulama.
b. Kelompok kedua mewajibkan hak janin setelah sempurna bentuk organ tubuhnya di dalam kandungan. Yaitu sekitar 6 bulan masa kehamilan. Pendapat ini masyhur di kalangan Hanabilah.
–    Dalil masing-masing pendapat
)Dalil pendapat pertama:
Karena kesempurnaan manusia tidak dapat terbentuk kecuali dengan menjaga awal penciptaannya.
)Dalil kelompok pertama dari pendapat kedua:
Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya kalian diciptakan di dalam kandungan ibunya setetes air selama 40 hari, kemudian dia akan menjadi segumpal darah selama itu juga, dan menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian seorang malakat diutus, lalu dia meniupkan ruh ke dalam dirinya.
)Dalil kelompok kedua dari pendapat kedua:
Karena sebelum itu janin tidak akan bisa hidup walaupun lahir bukan karena aborsi.
–    Pendapat yang dipilih
Pendapat yang rajih adalah merinci permasalahan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Kadang dibolehkan karena pertimbangan tertentu, dan kadang tidak dibolehkan.
2.2    FREE SEKS
2.2.1 Pengertian Free seks
Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% ada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya Bakung Dusun I B Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2006.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/netcut-pro-apk/