PERBANDINGAN BERBAGAI ALTERNATIF LOKASI

PERBANDINGAN BERBAGAI ALTERNATIF LOKASIPERBANDINGAN BERBAGAI ALTERNATIF LOKASI

Analisa terhadap alternatif-alternatif lokasi seharusnya mempertimbangkan baik faktor-faktor obyektif (seperti tenaga kerja, biaya bahan mentah, transportasi, pajak, dan pasar potensial) maupun subyektif (seperti kegiatan-kegiatan serikat karyawan, kondisi cuaca, iklim politik dan bahkan sekolah)

Suatu metode sederhana untuk membantu dalam pemilihan di antara alternatif-alternatif lokasi adalah dengan membentuk sebuah “tim” para pembuat keputusan yang bertugas mengevaluasi setiap lokasi atas dasar sejumlah faktor keinginan relatif dan mengevaluasi drajat relatif pentingnya setiap faktor dalam keputusan lokasi.

ANALISIS BIAYA DALAM PENENTUAN LOKASI

Konsep biaya tetap dan biaya variabel dapat membantu dalam penentuan lokasi. Kombinasi biaya tetap dan variabel bagi lokasi yang berbeda-beda dapat menciptakan persamaan biaya yang menunjukkan hubungan antara biaya dan volume produksi, yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

METODA TRANSPORTASI DALAM KEPUTUSAN LOKASI

Metoda transportasi adalah suatu teknik riset operasi (operasition research) yang dapat sangat membantu dalam pembuatan keputusan lokasi pabrik atau gudang. Metoda ini terutama digunakan bila perusahaan yang mempunyai beberapa pabrik dan beberapa gudang bermaksud menambah kapasitas satu pabrik aatu realokasi pelayanan dari setiap pabrik serta penambahan pabrik atau gudang baru.

Secara teknis masalah-masalah metoda transportasi sebenarnya merupakan masalah-masalah khusus dari  linear (linear programming). Beberapa alternatif metoda-metoda untuk memecahkan masalah-masalah transportasi telah tersedia, yaitu antara lain metoda sudut kiri atas (“northwest corner” atau “stepping stone” method), MODI (modified distribution menthod) dan VAM (vogel’s approximation method ). Metoda transportasi memang suatu proses “trial and error” tetapi dengan mengikuti aturan-aturan yang pasti sampai menghasilkan penyelesaian dengan biaya terendah.

Masalah-masalah netoda transportasi sering hanya mempertimbangkan biaya transportasi atau pengangkutan relatif, tetapi, bila pabrik pabrik yang berbeda menghasilkan biaya-biaya yang berbeda pula, maka dua biaya (biaya pabrik dan biaya transportasi ) dapat dijumlahkan untuk mendapatkan biaya pengiriman relatif yang digunakan dalam analisa.

Untuk menguraikan metoda ini kita akan menggunakan contoh suatu perusahaan yang mempunyai dua pabrik di semarang dan cilacap. Pada suatu waktu tertentu, perusahaan mempunyai 13 unit produk yang tersedia di semarang dan 12 unit di cilacap. Perusahaan memperoleh pesanan dari tiga penyalurnya di Surakarta, Yogyakarta dan Magelang. Menurut pesanan, perusahaan harus mengirim 5 unit ke Surakarta, 10 ke yogyakarta, dan 10 ke Magelang. Biaya transportasi per unit antara kota-kota tesebut.

Metoda Grid Dalam Penentuan Lokasi

Metoda ini juga memusatkan perhatianya pada pencarian lokasi yang meminimumkann biaya transportasi antara fasilitas baru dan berbagai fasilitas yang sudah ada (existing), sumber-sumber suplai, dan pasar-pasar.

Berbagai metoda “grid” menetapkan suatu jaringan dengan koordinat – koordinat horisontal (Mh) dan vertikal (Mv) tertentu untuk setiap pabrik yang sudah ada dan memecahkanya secara analitik untuk penentuan koordinat – koordinat yang paling baik bagi pabrik baru. Salah satu teknik “grid” yang banyak berguna adalah pendekatan pusat gaya berat ( center of gravity aproach ). Teknik ini dapat dengan mudah dipahami melalui pemecahan.

Konsep mendasari teknik ini adalah mencari lokasi pusat gaya atau pusat keseimbangan yang akan memberikan beban biaya transportasi yang seimbang untuk mengangkut bahan mentah disediakan setiap sumber dan barang jadi yang dijual ke setiap pasar. Lokasi ini akan memberikan beban biaya yang sama besarnya kepada masing-masing sumber dan tujuan. Atau dengan kata lain, teknik “grid” akhirnya bermaksud untuk mencapai suatu “equilibirium” yang merupakan pusat ton-mill.


Baca juga: