Rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik

Rancangan pelaksanaan pembelajaran tematik

Rancangan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran tematik pada dasarnya terbagi atas empat komponen utama, yaitu:
a.  Komponen utama pertama: waktu
Pada komponen ini menjelaskan tentang jumlah waktu dalam menit yang dibutuhkan oleh pengajar untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan kegiatan pembelajaran. Jumlah waktu yang digunakan untuk mengajar, terbatas pada waktu yang digunakan pengajar dalam pertemuan dengan siswa. Waktu untuk siswa adalah jumlah waktu yang digunakan dalam pertemuan dengan pengajar ditambah dengan waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas yang sehubungan dengan mata pelajaran di luar pertemuan dengan pengajar.
Menghitung jumlah waktu yang digunakan oleh pengajar itu sangat penting bagi pengajar itu sendiri dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Dengan pengelolaan waktu yang baik dapat menyeimbangkan antara bongkahan materi/bahan pengajaran dan waktu yang akan digunakan, agar dapat mengatur jadwal waktu pertemuan dan menentukan bobot dan jangka waktu program secara keseluruhan. Sedangkan bagi siswa, dapat menjadi petunjuk dalam megelola waktu belajarnya.
b.  Komponen utama kedua : urutan kegiatan pembelajaran
Urutan kegiatan pembelajaran terdiri atas komponen pendahuluan, inti/penyajian dan penutup. Setiap subkomponen ini terdiri atas beberapa langkah sebagaimana diuraikan pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik di atas. Subkomponen dari masing-masing urutan komponen kegiataan pembelajaran bersifat fleksibel pada setiap tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik. Subkomponen tersebut tergantung pada waktu, kondisi kelas dan lingkungan kelas, tema dan tujuan yang akan disajikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
1)      Sub komponen dari komponen pendahuluan secara umum tergambar dalam tiga langkah, yakni: (a) penjelasan singkat tentang isi pelajaran dengan maksud siswa mendapatkan gambaran secara global tentang isi pelajaran yang akan dipelajarinya, (b) penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang telah dikuasainya atau relevansinya dengan pengalaman dan pekerjaan anak sehari-hari tentang tema yang akan disajikan, dan (c) penjelasan tentang tujuan pembelajaran.
2)      Sub komponen penyajian secara umum di dalamnya terdiri dari tiga pengertian pokok, yaitu: penyajian uraian, pemberian contoh, dan pemberian latihan. Ketiga subkomponen ini, bentuk penyajiannya didasarkan pada tema dan pengalaman sehari-hari siswa.
3)      Sub komponen penutup adalah subkomponen terakhir dalam urutan kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan langkah menyimpulkan tes, tes format (lisan atau tulisan) dan umpan balik, serta tindak lanjut. 
c.  Komponen utama ketiga: metode pembelajaran
Metode pembelajaran berfungsi sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk merancang strategi pembelajaran tematik, pengembang harus memilih metode yang sesuai utnuk setiap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, karena tidak semua metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran tertentu, sesuai untuk semua tingkatan kelas (teruatama di kelas awal sekolah dasar), sesuai untuk setiap tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik, antara lain: ceramah, demonstrasi, penampilan, latihan, simulasi,bermain peran dsb.
d.  Komponen utama keempat: media/bahan pembelajaran
Media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Media dapat berupa alat-alat elektronik, gambar, buku, benda nyata dan sebagainya. Media yang digunakan dalam pembelajaran dapat beraneka ragam. Pengembang model pembelajaran dapat memilih salah satu atau beberapa di antaranya untuk digunakan dalam menyusun strategi pembelajaran.
Dalam proses pemilihan media pembelajaran, pengembang dapat mengidentifikasi beberapa media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mempertimbangkan biaya yang diperlukan dalam pengadaan media, kesesuaian dengan metode pembelajaran, kesesuaian dengan karakter siswa, pertimbangan praktis, dan ketersediaan media tersebut dipasaran.