Setelah Bolt! Who’s Next?

Setelah Bolt! Who’s Next

Setelah Bolt! Who’s Next?

Setelah Bolt! Who’s Next
Setelah Bolt! Who’s Next

Setelah mencapai tingkat kejenuhan (saturated) pada 2012, industri selular Indonesia

kini bisa dibilang memasuki masa kritis. Indikasinya, terlihat saat pencapaian semester pertama 2018. Seluruh operator mengalami penurunan pendapatan, sehingga menyebabkan negative growth.

Pertumbuhan minus tersebut terjadi baik dari sisi pendapatan maupun Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA). Masing-masing minus 12,3% dan minus 24,3%.

Ini adalah kali pertama, industri selular tumbuh minus. Padahal,

dalam dua tahun sebelumnya masih tumbuh positif, yakni 10% (2016) dan 9% (2017).

Menurut Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, ada tiga faktor penyebab industri selular akhirnya mengalami negative growth.

“Pertama, kebijakan registrasi prabayar yang membuat jumlah pengguna menciut drastis. Kedua, menurunnya penggunaan legacy service (SMS dan voice). Ketiga, perang tarif khususnya data yang tak kunjung usai”, papar Ririek saat menyampaikan prediksi kinerja industri dalam Markplus Conference 2018, di Jakarta (6/12/2018).

Meski sedikit mereda dibandingkan periode 2007 – 2012, perang tarif sejauh ini masih menjadi momok bagi industri selular. Operator sebenarnya menyadari bahwa praktek tersebut tidak menguntungkan.

Namun, kompetisi yang ketat, membuat sebagian operator seolah tak punya pilihan,

selain menjadikan harga sebagai instrumen untuk meraih pelanggan.

Sayangnya, di era data, penerapan tarif murah tetap marak. Padahal, revenue dari data adalah masa depan dari industri ini. Jika kita telisik, tarif paket data retail kebanyakan operator masih di bawah ongkos produksi.

Bahkan ada operator yang rela kasih 5GB free. Sudah pasti tidak ada dampaknya buat perusahaan. Sama saja isi jaringan tapi tidak ada revenue. Praktek bisnis seperti ini sebenarnya sudah tergolong Harakiri, bunuh diri gaya Jepang.

Soal tarif yang kelewat murah juga sempat dikritisi oleh Menkominfo Rudiantara. Memang penggunaan teknologi 4G LTE menyebabkan penyelenggaraan jaringan makin murah.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/196912/titaniumbackuppro