Tanda-tanda Bahaya Stres

Tanda-tanda Bahaya Stres

Tanda-tanda Bahaya Stres

Tanda-tanda Bahaya Stres
Tanda-tanda Bahaya Stres

Ada beberapa tanda bahaya yang menujukan kerja destruktif dari stress. Tanda-tanda ini bersifat fisiologis dan psikologis. Penyakit psikologis, meskipun senyata dan sedestruktif penyakit fisik, bias lebih sulit dideteksi dan disembuhkan. Ada pelbagi penyakit emosional dan psikologis yang ditimbulkan oleh stres, dari yang ringan sampai yang meningkat, dari yang sementara sampai yang kronis. Serangannya bias pelahan-lahan atau mendadak. Penyakit-penyakit ini dapat dipicu oleh sebab biologis dan sebab psikologis. Ini merupakan sebuah topic besar, dan saya disini hanya menyebutkan beberapa tanda yang mengindikasikan berjangkitnya stress.
Keletihan yang tak diketahui sebab-musababnya.
a. Gangguan makan, seperti kehilangan nafsu makan atau makanan berlebihan.
b. Gangguan tidur, seperti tak bias tidur, tidur tapi sebentar bentar bangun, dan mimpi buruk berulang.
c. Keluarnya air mata tanpa bias dikendalikan.
d. Pikiran untuk bunuh diri.
e. Hilangnya ketertarikan pada hal-hal semisal berpenampilan rapi dan aktifitas-aktifitas sosial.
f. Tak bias berkonsentrasi.
g. Sering merasa mengerut ketika demam dan terkenak infeksi.
h. Tegang atau sakit kepala yang tak diketahui sebab-musababnya.
i. Minum alkohol secara berlebihan atau merasa panic.
j. Lekas marah atau mudah terprovokasi.
k. Selalu ingin melakukan sesuatu yang radikal.
Peristiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan yang menimbulkan stres disebut stressor. Ada empat macam stressor yaitu :
a. Stressor episodik. Kecelakan yang belum lama terjadi dan perselisihan dengan orang lain adalah contoh peristiwa yang memicu stress sekali waktu.
b. Sekues stressor. Perceraian, kehilangan pekerjaan, dan kematian tercinta adalah peristiwa-peristiwa yang memicu stress yang bertahan lebih lama.
c. Stressor periodik. Periksa secara periodic ke dokter gigi, sakit pinggang yang sesakali terasa, dan sering berpergian karena tuntutan kerja merupakan contohnya.
d. Stressor kronis. Penyakit permanen, masalah-masalah suami isteri yang berlarut-larut, dan ketak mampuan menyelesaikan persoalan keuangan adalah pemantik stress yang bertahan sangat lama. (Khavari. A, 2006)

Sumber : https://busbagus.co.id/