Tips Agar Terlindung dari Kekerasan Terhadap Anak

Tips Agar Terlindung dari Kekerasan Terhadap Anak

Belakangan ini, perbuatan kekerasan terhadap anak semakin tidak jarang terjadi. Setidaknya terdapat tiga tipe kekerasan yang kerap dilaksanakan terhadap anak, yakni kekerasan fisik, emosional dan pun seksual.

Untuk dapat melindungi anak-anak dari urusan tersebut, masing-masing orang tua mesti melakukan sekian banyak upaya pengawasan. Namun terkadang kegiatan bekerja menciptakan sejumlah orang tua sulit memantau anak-anaknya secara intensif. Untuk tersebut paling tidak berikan mereka definisi dan teknik untuk mengawal dirinya dari kekerasan terhadap anak, sebagai berikut:

1. Ajarkan mengenai batasan untuk mengayomi dirinya

Ajarkan bahwa anak mempunyai ruang individu yang jangan diganggu oleh orang lain. Jika mereka tidak hendak disentuh atau dipeluk orang, urusan tersebut ialah wajar. Anda dapat mengajarkannya ketika bermain bareng mereka, contohnya dengan bermain dua boneka, yang satu jahat yang satu baik. Saat boneka jahat hendak menyentuh boneka baik, boneka baik akan berkata “jangan sentuh saya”.

Beritahu untuk si kecil bahwa kekerasan jasmani seperti memukul, unik rambut, menendang dan sebagainya bisa melukai orang lain. Kekerasan jasmani ini adalahtindakan jahat, maka andai ada orang yang mengerjakan hal ini untuk mereka atau untuk anak kecil lain, ajarkan guna berteriak mohon tolong.

Beritahu mereka mengenai privasi, kamu bisa mengajarkannya dengan hal-hal kecil laksana mengetuk pintu sebelum masuk ruangan. Ajarkan pun tentang mengubah baju di lokasi yang tidak tampak orang lain.

2. Jelaskan mengenai sentuhan yang baik dan yang tidak baik

Jelaskan bahwa orang lain jangan menyentuh bagian individu si kecil. Beri tahu bahwa urusan itu tidak baik. Ajarkan pun bahwa sentuhan yang baik ialah yang dapat memberikan kenyamanan dan merasa dipedulikan. Namun terkadang, sentuhan yang baik dapat terasa sakit, contohnya saat mencuci luka.

Adapun sentuhan yang tidak baik akan menciptakan sakit, contohnya laksana memukul, mencubit dan menendang. Jika anak merasa tidak nyaman dengan sentuhannya, maka sentuhan tersebut ialah tidak baik.

Sentuh si kecil dan tanyakan makna sentuhan itu untuknya, “boleh tidak mama memegang perutmu? Kalau tante atau orang beda boleh pegang perutmu tidak?”. Tanyakan dalil tentang boleh tidaknya sentuhan yang dilakukan. Setelah tersebut luruskan mana yang boleh dan jangan disentuh oleh orang lain.

3. Ajarkan untuk berbicara tidak

Untuk menghindari sekian banyak potensi kekerasan terhadap anak, Orang tua dapat mengajarkan anak bahwa dia berhak untuk menampik perintah yang diserahkan orang lain, khususnya yang bersangkutan dengan sentuhan yang tidak baik. Jika mereka merasa tidak nyaman atau disentuh tidak baik, ajarkan untuk berbicara tidak dan segera menggali Anda.

4. Sisihkan waktu masing-masing hari guna mendengar si kecil

Tanyakan informasinya setiap hari dan dengarkan apapun curhatan mereka. Yakinkan anak kita bahwa mereka boleh mengisahkan apapun yang terjadi pada sehari-hari anak anda.

Pastikan untuk memperhatikan dengan baik dan bikin mereka merasa nyaman untuk merundingkan apapun. Jangan terburu-buru menyerahkan saran atau menciptakan kesimpulan, berikan seluruh fokus Anda untuk memahami apa yang hendak dia sampaikan.

Jika Anak kamu nyaman untuk berkata tentang hal-hal kecil, mereka bakal merasa nyaman untuk berkata rahasia dengan Anda. Untuk menciptakan dia nyaman, tekankan andai anak jujur maka kita tidak bakal menghukumnya.

sumber : http://www.pennfoster.edu/urm.aspx?source=Q346161&url=https://www.pelajaran.co.id