Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan Ekonomi Syariah selaras dengan tujuan dari syariat Islam itu sendiri (maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah). Tujuan falah yang ingin dicapai oleh ekonomi syariah meliputi aspek mikro ataupun makro, mencakup horizon waktu dunia ataupun akhirat.

Seorang fuqaha asal Mesir bernama Prof. Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukkan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, yaitu (Rahman, 1995:84):

1)      Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.

2)      Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.

3)      Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjad puncak sasaran di atas mencakup lima jaminan dasar, yaitu: keselamatan keyakinan agama (al din), kesalamatan jiwa (al nafs), keselamatan akal (al aql), keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl) dan keselamatan harta benda (al mal).


  1. Prinsip Ekonomi Syariah

  2. Prinsip Tauhid, artinya segala yang ada di alam semesta ini dibentuk dan diciptakan dengan sengaja oleh Allah SWT sehingga semuanya memiliki tujuan.
  3. Prinsip Khalifah, yang termasuk dalam prinsip ini adalah persaudaraan universal dengan pemahaman bahwa sumber daya adalah amanah, gaya hidup sederhana, dan kebebasan manusia.
  4. Prinsip Keadilan, keadilan merupakan salah satu misi utama ajaran Islam. Yang termasuk prinsip ini antara lain pemenuhan kebutuhan pokok manusia, sumber-sumber pendapatan yang halal, distribusipendapatan dan kekayaan yang merata, serta pertumbuhan dan stabilitas.Sumber :https://advertorial.co.id/meluncur-di-indonesia-ini-harga-xiaomi-mi-a1/